NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat

Di bawah pengaruh minuman dia berusaha mendekati Jackson. Tadinya, Jackson hanya pura-pura sakit karena yang sebenarnya dia tak ingin berlama-lama di pesta dan ingin segera pergi.

Namun dia tak bisa ke luar begitu saja, tak hanya di dalam pesta dia pun harus main petak umpet dengan paparazi diluar sana.

Alice dan maminya tetap menahan dengan alasan bahwa Jackson tamu paling spesial. Jackson merasa pusing berada di keramaian. Pria itu menyukai tempat sepi tapi bukan pemakaman.

Alice tersenyum manis menatap Jackson, gadis itu merasa tertantang menghadapi pria introvert seperti Jackson.

"Kalau begitu mari bersamaku pergi ke tempat sepi, hanya kita saja tuan Jackson," bisik Alice.

Jackson merinding tapi memilih bersikap cool. Dia ilfeel pada gadis agresif seperti Alice. Jackson bukan pria suci, bagi yang mengenalnya cukup tahu bahwa Jackson memang bad boy. Akan tetapi itu masa lalu. Semua hal ada masanya, semakin dewasa dia merasa malu dan insyaf.

Di acara ulang tahun Alice, maid yang bertugas dibagi beberapa kelompok. Termasuk Lunar kembali disibukkan dengan pekerjaan di dapur.

Ketika dia mencuci piring, Lunar tak berniat menguping. Tapi, para maid bergosip hubungan sang ceo AHP dan Alice.

"Tapi menurutku, nona Alice cinta sendirian. Entah seperti apa gadis yang disukai tuan Jackson, apa kalian percaya pria sepertinya menjomblo? Aku sih enggak!"

"Aku bakalan patah hati kalo tuan Jackson mempublikasikan hubungannya, aku tak siap!"

"Kalian jangan bergosip terus! Berhenti menghayal tuan Jackson, dia takkan memilih pasangan hidup di antara kalian!" kepala maid berbicara fakta.

Lunar mengawang, dia membenarkan apa yang dikatakan maid yang lain. Bisa dibilang Lunar terkesima karena Jackson tak marah karena membuat sepatunya kotor.

"Hei! Lampu di gudang mati, kau ganti dengan lampu baru!" kepala maid menatap Lunar.

Kepala maid menarik Lunar agar berhenti mencuci piring. Lunar mengangguk tanpa protes. Sebelum pergi Lunar sempat mendengar para maid membicarakan Aaron.

Lunar langsung bergidig ketakutan begitu mendengar namanya. Para maid mengatakan tumben Aaron tidak meminta salah satu di antara mereka seperti biasa untuk bermain.

Lunar mempercepat langkahnya. Dia yakin seratus persen apa yang Aaron bersama maid lakukan bukan bermain karambol.

Sama seperti yang lain, saat ini Aaron setengah sadar karena mabuk. Benaknya terus menghayal Lunar yang polos. Wajah Aaron tak kalah tampan dari Jackson, tapi sayang dia hobi bermain wanita.

Dengan sempoyongan Aaron mencari gadis itu ke dapur. Aaron sampai menabrak properti seperti vas hingga pecah.

Sementara Lunar sedang mengganti lampu, karena tinggi dia pun naik ke atas meja. Lunar terjatuh hampir saja terbentur jika tak ada yang menahan.

"Terima ...," Lunar tak melanjutkan ucapannya.

Aaron malah membawa Lunar ke pangkuannya. Gadis itu masih terkejut sementara Aaron menatap candu. Lunar pun tersadar, sikap tak sopan Aaron membuatnya tak nyaman.

"Aku akan membantumu," Aaron mengangkat pinggang Lunar.

Gadis itu menepis tangan Aaron. Lunar menjauh, jika ingin membantu harusnya dia saja yang mengganti lampu. Lunar semakin muak. Dia menangis meminta dilepaskan tapi tenaganya tak sebanding. Semakin Lunar berontak semakin kasar Aaron padanya.

"Teriak saja! Ayo, selama ini aku selalu mendapatkan apa yang kumau!" Aaron berkata angkuh.

Gadis itu menggeleng. Dia tak menyangka bahwa pria di hadapannya seorang dokter. Apa Aaron mempunyai empati pada pasien? Lunar semakin takut memikirkannya.

Lunar berteriak minta tolong sementara Aaron seperti kerasukan setan. Di luar gudang, dua orang maid mengintip apa yang terjadi.

Mereka bisa melihat Aaron memaksa Lunar. Dua maid itu bingung harus berbuat apa, jika berani membantu Lunar pekerjaan mereka yang dipertaruhkan.

Ada rasa iba pada Lunar. Biar bagaimanapun, mereka pernah di posisi yang sama tapi bedanya tanpa paksaan.

"Apa kita hanya menonton saja? Mana empati kita sebagai sesama wanita? Oh Tuhan, kasihan sekali gadis muda itu," Ivi menatap temannya.

"Tuan Aaron memperlakukan wanita sangat kasar. Kasihan sekali Lunar, dia dijambak dan tangannya dipelintir. Aku jadi kepikiran kenapa pasien tuan Aaron di rumah sakit berakhir meninggal dunia," Lin melotot tak percaya.

Meskipun kasihan, kedua maid itu tak berani membantu Lunar. Mereka pergi terburu-buru karena Aaron menyadari ada yang memperhatikannya.

Lin dan Ivi tak memperhatikan jalan sampai menabrak sesuatu. Memekiklah mereka menyadari pria misterius memakai topi, kacamata dan jaket serba hitam berada di dapur.

Lin berteriak kemudian pria itu menutup mulutnya untuk diam. Perhatian pria misterius itu teralihkan dengan tangisan di dalam gudang lalu kedua maid itu memilih pergi.

"Tuan lepaskan aku!" Lunar putus asa.

Pemandangan di gudang membuat rahang pria itu mengeras. Tubuh Lunar yang mungil sampai tertelan Aaron saking buasnya.

Pria itu melangkah lalu menarik Aaron ke luar. Jika Aaron tak dikuasai arak, bisa saja terjadi baku hantam. Seketika Aaron terkapar tanpa ada yang menolong, dia menjadi asing di rumahnya sendiri.

"Terimakasih tuan, akan kupasang lampu ini jika tidak aku akan diusir. Ke mana aku akan pergi di kota yang asing ini? Sekali lagi terimakasih," bergetar suara Lunar tak tanggung bersujud di kaki pria yang menolongnya.

Namun penyelamat Lunar meraih lampu kemudian memasangya sendiri. Seketika gudang menjadi terang. Lunar menangis ketakutan, lantas dia dibantu berdiri seraya menenangkannya. Sikapnya yang gentleman membuat Lunar terharu.

......................

Sebagai pemilik label AHP, Jackson tak pernah absen menyumbangkan hartanya untuk kegiatan sosial. Namanya kerap masuk ke deretan publik figur dermawan. Bukan pujian yang Jackson harapkan, hanya saja dia pernah di posisi menjadi orang miskin.

Nyatanya kerja keras Jackson tak sia-sia. Di usia muda dia sudah membeli rumah mewah secara cash, tak hanya untuk dirinya tapi orangtua dan adiknya diberikan fasilitas mewah.

Mobil sport Jackson pun tak terhitung jumlahnya. Di rumah yang seperti istana, Jackson punya parkiran pesawat pribadi. Si rich man ini bagi sebagian orang seperti di kisah fiksi saja.

Saat ini, Jackson hanya menyendiri di kamarnya. Pria itu rebahan di king size yang tak seorang pun diizinkan masuk ke sana.

Jackson memencet remote atap kamarnya yang bisa dibuka-tutup sesuai mood sehingga dia bisa memandang langit. Seperti malam ini, Jackson terpukau dengan bintang-bintang yang membentuk berbagai rasi.

Udara malam sangat disukai Jackson. Satu yang disadari Jackson, ternyata kekayaan dan ketenaran tidak bisa membeli ketenangan. Ke mana pun dia pergi selalu jadi sorotan paparazi.

Pria itu merasa geli bila mengingat pesta ulang tahun Alice. Sebenarnya, seusai disuntik Aaron kondisi Jackson sudah membaik. Dia pun menyamar untuk bisa pergi.

Tiba-tiba saja dia teringat pada gadis muda yang dia tolong di gudang. Spontan Jackson berdiri, dia penasaran ingin tahu kabarnya.

"Oh, sial. Bagaimana, Aaron bisa bertindak semurahan itu?" gumam Jackson kecewa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!