NovelToon NovelToon
Semakin Aku Membencimu Semakin Aku Mencintaimu

Semakin Aku Membencimu Semakin Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand
Popularitas:174
Nilai: 5
Nama Author: Mom IRSA83

Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara

Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.

Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.

ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.19. Regina bangun dari koma

" Rangga betul-betul buta mata hati, tanpa peduli dengan keadaan Tia sedikitpun, malam itu dua kantong darah Tia di ambil untuk di donorkan ke Regina. Sementara Tia sendiri banyak kehilangan darah, sayatan di tangan Tia mendapat lima belas jahitan. Tia si bawa kembali ke ruangannya dan di beri cairan infus oleh Dokter Arka. Dengan penuh perhatian Dokter itu merawat Tia, ia betul-betul merasa kasihan dengan keadaan gadis itu.

Istirahatlah, nanti besok pagi saya kembali ke sini. Kamu yang sabar ya, Insyaallah ujian akan segera berakhir dan ketika kamu menerimanya dengan ikhlas insyaallah Allah akan membalas dengan yang lebih baik lagi. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti jalan Takdir dari Allah. Tia hanya mengangguk mendengar support dan do'a dari Dokter Arka. Setelah itu Dokter keluar dari ruang rawat Tia.

Tapi tidak lama Sion dan Rangga masuk ke dalam, tanpa menoleh ke belakang karena Tia berbaring menyamping, tau siapa yang masuk ke dalam, sebelum Rangga berbicara dia terlebih dahulu berkata ke Rangga apa tujuannya datang ke sana.

Bagaimana keadaanmu, jangan kepedean aku bertanya karena aku tidak kamu mati sebelum aku izinkan, karena aku tidak mau terjadi sesuatu ke padamu karena aku juga bertanggung jawab, sebab aku yang menyuruh merawat Regina. " Tapi apa benar kau yang melakukan hal itu semua,, sebegitu bencinya kamu sama Regina hingga ingin menghilangkan nyawanya untuk yang kedua kalinya. Tia jadi emosi mendengar semua tuduhan Rangga, ia lalu berbalik menatap muka Rangga dengan penuh kekecewaan dan amarah.Sementara Sion hanya mendengar perdebatan ke duanya tanpa mau terlibat pembicaraan ke duanya.

Jika sudah selesai Pak Rangga boleh keluar, aku mau istirahat. Rangga berjalan mendekat tempat tidur dan menatap Tia, sebenarnya dia sangat khawatir, pada saat tiang pingsan dia takut terjadi apa-apa,,

Baiklah aku ke luar, Sion kamu tetap di sini saja, kalau ada apa-apa kamu telpon aku. Aku masih ada urusan di kantor, Sion hanya mengangguk tanda setuju. Sion jelas menangkap rasa cemas pada muka Bosnya.

" Bos membenci Tia tapii setiap ada yang membahayakannya dia selalu membelanya dan menjaganya, terkadang aku heran dengan jalan pikiran Pak Bos, Ini benci apa cinta, Sambil menggelengkan kepala Sion. Ia pamit ke Tia untuk berjaga di luar ruangan saja.

Sementara Regina sudah di bawa kembali keruang perawatannya dan Tak lama ia telah sadarkan diri dari komanya. Ibunya sangat bahagia, melihat putrinya telah sadarkan diri setelah sekian lama, Ia menangis bahagia sambil memeluk putrinya. Ibu Regina segera menelpon Rangga memberikan kabar baik itu. Tak lama Dokter Arka masuk keruangan setelah di beritahu oleh dokter jaga karena ibu Regina tadi sempat memencet bel untuk memberitahu perawat. Dokter segera memeriksa.

Alhamdulillah selamat ya Bu dan Mba Regina, setelah sekian lama akhirnya bisa pulih kembali, tinggal sedikit pemulihan kemudian bisa pulang, soal luka tadi bisa sambil rawat jalan. Regina tersenyum ke Dokter Arka sambil mengucapkan terimakasih, dan dokter meninggalkan tempat perawatan.

Sekitar tiga puluh menit, Sion dan Rangga masuk ke dalam. Regina sangat bahagia melihat ke datangan Rangga, begitu juga dengan Ibu Regina. Rangga berjalan mendekat ke arah tempat tidur, Regina ingin meraih lengan Rangga tapi ia menghindar. Regina jadi ke cewa.

Alhamdulillah Akhirnya kamu sadar Regina, semoga secepatnya kamu bisa pulih total dan segera kembali kerumah.

Ia Kak dan kita bisa menggelar pernikahan kita secepatnya. Karena aku mau sekali semua cepat di lakukan mengingat itu sudah lama tertunda gara-gara kecelakaan itu. Oh iya kak aku ingin membicarakan secara serius tentang kecelakaan itu, menurut aku masalah ini sudah tidak usah di perpanjang lagi, karena Tia sudah di hukum dan juga gara-gara dia aku bisa selamat, karena telah mendonorkan darahnya. Jadi kita lupakan saja semua.

Betul Nak Rangga, tadinya ibu tidak setuju tapi kau tau kan kalau Regina orang yang berhati lembut dan pemaaf jadi menurutku kita lupakan saja semuanya. Rangga berpikir keras ada apa sebenarnya, kalau di lihat dari kejadian ke celakaan lalu Regina hampir meninggal dan semua tuduhan ia lontarkan ke Tia, jelas-jelas semua bukti dan perkataannya sebelum sadarkan diri menyebut nama Tia tapi kenapa sekarang dengan semudah itu dia mau menutup kasus ini dan mau memaafkan Tia. Apa ada yang aku tidak tahu di sini?? Sementara Asisten Sion pun merasa ada ke janggalan di sini, ia lalu menatap Rangga saling memahami isi hati masing-masing, mungkin kecurigaan mereka sama kalau sebenarnya kejadian kecelakaan itu bukan murni perbuatan Tia. Apakah benar perkataan Dokter Arka tempo hari kalau sebenarnya Regina bukan perempuan bersih seperti yang biasa ia tampilkan di depanku dan kakek juga telah di tipu dengan sikap palsunya.

Kak Rangga sini, aku kangen banget sama Kakak, tiba-tiba Regina bergeser ke pinggir tempat tidur dan memeluk pinggang Rangga, ia tersadar dari lamunannya dan membuka lingkaran tangan Regina. Terlihat regina kembali kecewa dengan sikap penolakan Rangga. "Kenapa sih Kakak kayak menghindar begitu, kita itu sudah tunangan dan sebentar lagi menikah dan aku juga baru sembuh, aku mau kakak memanjakan aku, sambil pura-pura ngambek dan menangis. Regina pandai berakting di depan Rangga, sementara Rangga malas melihat sikap Regina yang seperti itu.

"Istirahatlah Regina aku dan Sion akan keluar sebentar. Rangga berjalan keluar ruangan ia ingin memastikan sesuatu, apa selama ini dia telah salah menilai Tia dan bagaimana jika benar semua itu bukan ke salahan dia. " Sion kamu selidiki kembali masalah kecelakaan itu, aku ingin laporan itu ada di tanganku secepatnya." Siap Bos, saya akan memerintahkan anak buah kita untuk melakukan penyelidikan ulang. Rangga pergi meninggalkan rumah sakit, tak sengaja melewati kamar rawat Pak Anggara, ia berhenti sejenak dan mengusap mukanya, hatinya sedang berkecamuk, kepala seakan ingin meledak jika mengingat semua ke jadian-kejadian yang telah ia perbuat kepada Tia selama ini. Pak Anggara semoga secepatnya Anda kembali Sadar, dan bisa menguatkan Tia.

Manusia terkadang dibutakan oleh kebencian tanpa tidak pernah mau tau tentang kebenaran karena, keterangan sepihak menjadi suatu kekeliruan yang akan di sesali kelak. Itulah sifat manusia yang tak punya Iman dan pola pikir yang seimbang.

1
Dian Fitriana
up LG
Dian Fitriana
update
Sweety
jangan lupa ya tinggalkan jejak jempolnya👍 Makasih 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!