"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.
Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Tapi bahkan tuan Dimitri sendiri justru malah mempercepat proses pernikahan Aksa dengan Tiana. pria itu seakan tidak punya hati bahkan rumah Daisy yang selama ini ditempati oleh Daisy pun dibeli paksa pada tuan Wijaya untuk tempat tinggal Aksa setelah menikah nanti.
Tuan Wijaya jelas menolak karena biar bagaimanapun itu adalah rumah mantan istrinya dan juga Daisy dan dia tidak punya wewenang untuk menjualnya meskipun pria itu tetap ngotot ingin membelinya agar Daisy tidak bisa kembali ke rumah tersebut.
Aksa yang semakin merasa tersudutkan pun justru malah pergi entah kemana, tidak ada pertunangan, tidak ada lagi rencana pernikahan bahkan dia sudah tidak peduli lagi dengan harta warisan yang akan diberikan oleh tuan Wijaya yang kini terkena serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit.
Aksa bahkan tidak tau kalau saat ini tuan Dimitri tengah bertarung dengan maut, pemuda tampan itu terus berusaha untuk mencari keberadaan Daisy meskipun dia sendiri tetap berusaha untuk menjaga perusahaan miliknya tetap baik-baik saja meskipun saat ini perusahaan nya mengalami goncangan.
Baginya semua itu tidak ada artinya karena Daisy jauh lebih penting untuk nya, sampai dia merelakan semua jika tuan Dimitri benar-benar menghibahkan seluruh harta nya pada Yayasan manapun atau pada Jeny
Saat ini negara yang Aksa singgahi adalah inggris, dia berharap Daisy ada di salah satu kota yang ada di sana, dia bahkan sampai menyewa apartment untuk tinggal sementara waktu sampai dia menemukan Daisy.
Sementara Daisy sendiri kini tengah berada di dalam kamar nya setelah seharian penuh beraktivitas di luar selain kuliah tadi siang Daisy sibuk dengan mencoba mengenali lingkungan tempat tinggalnya.
Mulai dari tempat tinggal nya saat ini hingga jalanan yang iya gunakan beberapa hari ini dan juga kendaraan umum apa saja yang bisa dia gunakan.
Daisy benar-benar mencatat semua itu dengan detail termasuk lingkungan sekitar kampus nya, dan cafe tempat ia singgah untuk melepas penat dan juga makanan apa saja yang dia temui, seakan dia tengah melakukan riset di negara orang tersebut.
Setelah hampir lima hari tinggal di apartment tempat ia tinggal saat ini Daisy bahkan tidak hanya menggunakan laptop nya untuk belajar tentang mata kuliah tapi juga menulis buku yang diberi judul, Dunia baru ku setelah kepergian Mama.
Isi dari Bu itu seperti ungkapan hati dan juga apa yang telah dia lalui selama beberapa hari terakhir.
Daisy kini menjadikan buku tersebut sebagai teman curhat meskipun dia memiliki buku diary tersendiri, tapi buku yang tengah dia tulis adalah versi lengkapnya.
Tentang pendidikan yang sungguh jauh berbeda dengan yang selama ini ia pelajari, bahkan Daisy mendapatkan ilmu-ilmu dasar yang jauh lebih baik dari yang selama ini dia pelajari, tentang teori dan praktek yang ia jalani selama beberapa hari terakhir itu sungguh membuat rasa sakit di hati Daisy sedikit terobati.
Bahkan Daisy semakin yakin bahwa ia akan benar-benar mengambil spesialis setelah lulus S1 nanti, dan setelah dia mengikuti ujian yang akan benar-benar memberikan nya gelar dokter nanti.
Saat ini pun Daisy bahkan mengambil les privat dengan dosen pembimbing nya yang saat ini selalu memberikan ilmu pengetahuan yang jauh lebih banyak dan Daisy yakin bahwa dirinya bisa lulus di usia muda nya itu.
Sementara itu di rumah sakit Jeny yang sudah dua hari berjaga di samping sang daddy masih belum sadarkan diri setelah dua hari dilarikan ke rumah sakit.
Dia juga merasa tidak percaya bahwa Aksa telah jatuh cinta pada Daisy sahabat nya sejak lama seperti penuturan Fathan dan juga Tiana yang selama ini mengetahui tentang keduanya yang terkadang sering bertemu secara diam-diam termasuk saat Daisy sakit dua minggu yang lalu.
Andaikan saja Jeny tau tentang itu mungkin Jeny akan memohon pada daddy nya itu agar Aksa tidak dijodohkan dengan Tiana agar semua tidak seperti ini.
Dia sendiri sangat berharap Daisy dan Aksa berjodoh, tapi dibalik itu Jeny tidak tau sifat angkuh tuan Dimitri yang selama ini tidak pernah dia perlihatkan pada Jeny ataupun orang luar kecuali orang-orang tertentu.
Dan Aksa sangat lah tau watak sang daddy hingga diawal dia tidak bisa menolak keinginan sang daddy, tapi kekuatan cinta nya itu memberikan dia kekuatan dan keberanian untuk memberontak terhadap ambisi sang daddy.
Sang daddy pun akhirnya dikalahkan oleh ambisinya sendiri, jika sudah begini asisten Kris lah yang harus bekerja keras menangani semuanya termasuk perusahaan milik Aksa yang ada di Belanda, meskipun untuk yang satu itu Aksa masih memiliki asisten lainnya tapi Kris adalah tangan kanannya Aksa.
Aksa pun kini tengah sibuk melakukan pencarian lewat bantuan hacker, tapi nyatanya tidak ada Daisy di negara tersebut.
Pria itu akhirnya kembali meluapkan rasa sedih atas kegagalannya itu dengan minum-minum keras, tidak ada lagi Aksa yang benar-benar murni yang tidak pernah bisa menyentuh alkohol, bahkan sikap dinginnya yang beberapa bulan ini mencair karena Daisy, kini sikap itu kembali bahkan dua kali lipat.
Aksa bahkan tidak segan untuk membuat orang lain yang menghalanginya terluka, dia bahkan bisa membuat semua orang ketakutan dengan tatapan mata elang nya yang menunjukkan kemarahan nya meskipun dari jarak yang cukup jauh.
Pria tampan itu kini memutuskan untuk melanjutkan mencari Daisy di negara lainnya, sementara yang sedang dia cari saat ini tengah sibuk menyimak penjelasan dosen yang kini tengah menyampaikan materi kuliah nya itu.
Daisy yang kini memiliki teman baru pun harus berbagi rangkuman materi dengan temannya itu, sesuai yang dosen sampaikan bahwa mereka memiliki kebebasan untuk merangkum semua materi yang telah ia sampaikan dan hasil rangkum dari mereka masing-masing wajib di tukar dengan teman lainnya agar mereka semua bisa mempelajari maksud dan arti dari rangkuman tersebut dan seberapa sempurna mereka bisa menyimpulkan semua materi yang tadi disampaikan oleh dosen tersebut meskipun nantinya itu akan diuji lagi oleh sang dosen.
Setelah mereka mengerti akhirnya mengumpulkan hasil rangkuman mereka dan diserahkan pada dosen tersebut. Sebenarnya itu lebih ke uji IQ.
Daisy sendiri sedikit kebingungan dengan tulisan dari teman nya yang saat ini tampak tidak jelas, tapi ada beberapa poin yang masih dia bisa baca hingga dia pun akhirnya menyerahkan kertas tersebut kepada temannya yang ditugaskan untuk mengumpulkan.
"Daisy, bagaimana kalau malam ini kita hangout?"tanya Adam.
"Tanyakan pada Emile apa dia ada waktu, kalau dia bersedia aku akan pergi."ucap Daisy yang sebenarnya belum siap untuk berbaur dengan mereka di luar kampus, tapi dia juga tidak bisa menolak secara langsung.
"Jose juga ikut, ya kan Jose?"ujar Adam yang kini kembali meyakinkan bahwa mereka akan pergi beramai-ramai dan tidak hanya mereka berdua.
"Aku tanya my dad dulu,"ucap Daisy yang kini menjadikan ayahnya sebagai alasan untuk menolak.
...*****...
lima tahun telah berlalu sejak kepergian Daisy, sejak hari itu Aksa yang tidak dapat menemukan Daisy pun akhirnya menyerah dengan keinginan tuan Dimitri yang kini sakit-sakitan karena sakit jantung yang diderita nya sejak ia terkena serangan jantung hari itu.
Aksa akhirnya menikah dengan Tiana dan dikaruniai anak perempuan yang begitu mirip dengan Aksa, tapi sayang gadis kecil itu sakit-sakitan seperti halnya keponakan Jeny yang akhirnya meninggal dunia setelah perjuangan nya untuk bertahan hidup selama ini.
Sementara putri dari Aksa harus bolak-balik ke rumah sakit, dia yang saat ini sudah tidak lagi tinggal di Belanda dan hanya datang ke negara tersebut sesekali.
Aksa menetap di rumah pribadi nya, dengan bi Cece yang kini menjadi asisten pribadi nya, sementara rumah Daisy kini diurus oleh asisten lainnya yang disewa oleh Daisy yang kini terlihat lulus menjadi dokter spesialis bedah jantung yang sekaligus spesial dalam.
Gadis cantik yang kini berusia 27 tahun itu pun terlihat sangat cantik dan anggun, meskipun usianya sudah jauh lebih dewasa dari sebelumnya, tapi wajah cantik Daisy tetap seperti saat usia 22 tahun saat dia pertama kali bertemu dengan Aksa, meskipun saat ini pembawaannya jauh lebih dewasa dari sebelumnya.
Dan hari ini untuk pertama kalinya dia melangkahkan kakinya di tanah air tercintanya itu, tapi seperti awal kepergiannya kini pun Daisy tidak kembali sendirian. Hanya saja yang menemani dia pulang saat ini bukan pria dewasa ataupun sang papah yang kini sudah tiada tepat setelah kelulusan Daisy saat itu.
Daisy yang kini keluar dari pintu bandara dengan barang bawaannya yang cukup banyak dan di tangan kanannya terdapat tangan mungil yang sejak turun dari pesawat tidak pernah terlepas dari Daisy.
Seorang anak laki-laki yang tentunya berwajah tampan dan keturunan asing yang selama ini dia besarkan dengan kasih sayang nya setelah ia kehilangan sahabat baik nya yang tidak lain adalah ibu dari putranya Adam Levine.
"Mommy apa kita sudah sampai di tempat kita akan mencari daddy?"ujarnya sambil membetulkan letak kacamatanya di hidung mancung nya itu.
"Hmm... Adam mommy akan mencarinya segera setelah mommy bekerja, sekarang Adam harus jadi anak yang patuh dan mendengarkan mommy."ucap Daisy yang kini berjongkok dihadapan putranya itu sambil merapihkan dasi kupu-kupu yang dikenakan oleh Adam dan mengusap jasanya dengan lembut.
"Ok mom,"ucap Adam yang kini mengecup pipi Daisy dengan penuh kelembutan.
"Anak pintar, ayo mommy gendong, kita tunggu aunty menjemput kita disana."ucap Daisy yang kini merentangkan tangannya, tapi Adam tetap menolak seperti biasanya dia selalu bilang bahwa dia menolak untuk menyusahkan sang mommy dan bocah laki-laki yang merasa sudah jauh lebih dewasa itu pun selalu menolak pria manapun yang mendekati Daisy karena dia meyakini foto yang diberikan oleh sahabat sang mommy adalah foto daddy nya, padahal Tiana berbohong tentang itu.
"Ya sudah dua tahun belakangan Tiana bisa kembali berkomunikasi dengan Daisy, saat tidak sengaja dia bertemu dengan Daisy saat ayahnya sakit dan meninggal dunia di rumah sakit tempat selama ini Daisy bekerja.
Dan saat itu Tiana yang datang ke rumah Daisy setelah Daisy memintanya untuk mampir ke apartement nya itu pun begitu terkejut saat mengetahui bahwa Daisy kini telah memiliki anak, Tiana juga begitu menyukai balita berusia 1 tahun tersebut karena sangat menggemaskan selain karena ketampanannya.
Hingga saat Adam bisa bicara dia bertanya dimana daddy nya, karena di usia nya saat ini Adam sudah sekolah dan teman sekolahnya selalu bercerita bahwa mereka memiliki keluarga yang utuh, ada mommy berarti ada daddy dan saudara kandung lainnya, itulah yang selama ini selalu Adam sampaikan terhadap Daisy saat gadis cantik itu pulang kerja.
Namun Daisy selalu bilang, daddy nya sedang berada di luar negeri dan sedang bekerja, dia tidak pernah memberitahu bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang juga hampir merenggut nyawanya Adam yang kala itu terpaksa lahir secara prematur karena Emile sesa hamil besar saat mengalami kecelakaan maut bersama Adam yang baru beberapa hari menikahinya.
"Mom apa itu daddy?"ujar Adam yang kini menatap lekat wajah tampan yang selama ini selalu membuat Daisy ingin menghilang dari dunia ini.
Saat ini tanpa sengaja Daisy melihat Aksa yang baru saja datang dengan orang-orang nya, beruntung Aksa tidak melirik kearah Daisy yang kini tengah menunggu jemputan di cafe yang masih berada di area bandara.
"Tidak Adam, daddy mu seorang dokter jadi tidak mungkin berubah menjadi pengusaha." ucap Daisy yang kini mencoba untuk mengalihkan perhatian putranya.
Bersamaan dengan saat Aksa akan memasuki pintu bandara, Tiana datang sambil berteriak memanggil Daisy dan Adam. tentu saja suara Tiana yang sudah tidak asing lagi bagi Aksa itu pun membuat pria itu menoleh kearah sumber suara lalu mengalihkan perhatian pada orang yang dia tuju, tapi sayang Daisy berbalik membelakangi nya dan sedang berjongkok di hadapan Adam yang kini terus mengatakan bahwa Aksa adalah daddy nya sambil menunjukkan foto yang dia bawa di balik jas nya.
Sementara Aksa yang sudah terlanjur memasuki bandara pun tetap masuk dengan langkah cepat.
Daisy pun akhirnya bangkit sambil menggendong Adam yang kini direbut oleh Tiana."Oh my God kesayangan ku, kamu merajuk maafkan aku datang terlambat."ucap Tiana yang kini juga memeluk Daisy.
"Aunty tadi daddy lewat mommy bilang daddy ku bukan dia tapi dokter seperti mommy."ujar Adam yang kini membuat Tiana garuk-garuk kepala tidak gatal karena tatapan tajam dari Daisy.
"Ah sayang tapi aunty yakin bahwa daddy mu adalah dia dan kamu bisa lihat buktinya."ucap Tiana tanpa dosa.
Daisy pun langsung mencubit pinggang Tiana yang kini mengaduh kesakitan."Apa kau ingin aku berakhir di penjara karena mengakui orang lain sebagai ayah dari putraku?"ujar Daisy yang kini berjalan mendorong troli berisi barang-barang nya yang kini cukup menumpuk.
"Ah itu jauh lebih baik daripada penjara tempat narapidana, ini penjara cinta tuan Aksa yang semakin gagah dan tampan."ucap nya.
"Tia!