NovelToon NovelToon
CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: NONA GINCU MERAH

Pernah denger nggak ada mitos yang bilang kalau dua orang yang wajahnya mirip itu berarti jodoh ? dan itu yang dialami nadin, di hari pertama dia menginjakkan kaki di SMA Garuda dia bertemu dengan pria yang wajahnya mirip dengan nadin namanya Gavin. Sejak saat itu mereka selalu jadi pasangan yang sering mendapatkan "ciye ciye" oleh satu sekolah, Padahal yang sebenarnya Nadin dan Gavin tidak pernah akur sama sekali.

8 Tahun kemudian Nadin mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Nadin yang sangat mencintai uang memiliki misi untuk memacari salah satu petinggi di perusahaan itu. Tapi imajinasi nya akan boss yang tampan dan kaya luntur seketika saat dia mendapati kalau orang yang menerimanya sebagai sekretatis tidak lain adalah Gavin, musuh abadinya.

Dengan seringai jahat gavin berkata " ingat, gue boss lo ! gue gak terima kata tidak !"

Dan sejak saat itu nadin merasa kalau neraka ada di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NONA GINCU MERAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Sudah lebih dari seminggu sejak nadin dan gavin pulang dari Bogor. Dan sejak itu pula gavin merasa nadin berubah, wanita itu tidak lagi cerewet seperti biasanya. Bahkan saat gavin sengaja mencari gara-gara dengan membuat nadin lembur sampai malam, wanita itu menurut saja.

Gavin sengaja membuat nadin mengcopy seluruh bahan presentasi untuk Minggu depan. Bukan hanya itu, saat nadin akan pulang kantor kemarin, lelaki itu sengaja menyuruh nadin mengambil pakaiannya di laundry. Dan nadin hanya berkata oke kemudian pergi menggunakan mobil nya.

Seperti hari ini, gavin berniat mencari gara-gara lagi dengan nadin. Gadis itu  terlihat berbeda dengan potongan rambut baru nya. Rambut nadin yang panjang, dia potong menjadi sebahu, nadin nampak lebih fresh dan semakin cantik. Setidaknya hari ini semua orang yang berpapasan dengan wanita itu berkata demikian.

Penampilan gadis itu juga tidak seperti biasanya, nadin terlihat seperti bukan nadin yang biasa tampil dengan style ala wanita karir lengkap dengan make up yang gavin selalu ejek seperti tante-tante. Walaupun diam-diam penampilan nadin selalu membuatnya merasa punya 'pemandangan indah' setiap hari. Tapi gavin terlalu gengsi untuk berkata atau bahkan memuji nadin, entah kenapa perkataan yang keluar dari bibir gavin selalu saja komentar nyinyir yang membuat nadin marah-marah.

Nadin berdiri di hadapan gavin memegang agenda berwarna coklat sambil menjelaskan jadwal gavin untuk hari ini. Gavin mendengarkan dengan seksama sambil menatap penampilan baru nadin. Harus dia akui, mereka benar tentang penampilan nadin. Nadin cantik dan ayolah siapa lelaki di dunia ini yang tidak melotot melihat badan nadin yang tinggi semampai, dengan proporsi badan yang pas. Gavin yakin jika nadin ikut kontes kecantikan dia akan langsung terpilih tanpa harus audisi.

Sudah beberapa kali kolega gavin bertanya apakah wanita itu sudah menikah atau belum. Dan tidak sedikit pula mitra bisnis gavin yang setuju untuk bekerja sama dengan nya hanya karena gavin memiliki sekretaris cantik.

Dan untuk beberapa alasan gavin kesal bukan main. Bukan karena merasa cemburu, hanya saja gavin tidak suka kolega nya itu mengabaikan kemampuannya hanya karena nadin. Tapi bagi seorang pengusaha seperti gavin, memenangkan tender jauh lebih penting dari pada apapun. Jadi walaupun kesal setengah mati karena kolega nya itu, gavin terpaksa menekan ego nya.

"jadi.. Untuk meeting dengan pak rahardian dari R&G development di undur menjadi lusa di karenakan beliau masih berada di Singapura, untuk sementara itu jadwal bos hari ini "tutup nadin setelah membacakan seluruh agenda kegiatan gavin untuk hari ini.

Gavin manggut-manggut seolah lelaki itu mengerti. Padahal yang lelaki itu lakukan sejak tadi hanya mengamati nadin yang nampak serius membacakan agenda kegiatannya tanpa menatap wajah bos nya sedikitpun. Heran apakah buku coklat itu jauh lebih menarik dari pada seorang gavin christopher yang orang bilang wajahnya mirip artis korea itu.

"jika tidak ada yang bos butuhkan saya pamit "suara nadin mengembalikan fikiran gavin yang sejak tadi melanglang buana.

"ehm... "gavin berdehem untuk membuatnya nampak tidak berlaku kikuk karena sejak tadi lelaki itu tidak menyimak apa yang sekretaris nya katakan.

"jadi saya sudah bisa pergi atau belum bos gavin ? "nada suara nadin yang terkesan dingin itu membuat gavin heran.

"tunggu nad..  Saya mau ice americano tapi kamu harus beli itu di de'Cofee kamu tau kan tempat kopi itu ?"gavin menunggu rekasi nadin, dia sengaja menyuruh nadin membeli kopi di sebuah cafe yang dia tahu jika pergi kesana wanita itu harus menempuh waktu satu jam.

Sesaat gavin menunggu reaksi nadin, dalam keadaan normal, wanita itu pasti akan marah-marah dan mengatakan kalau semua kopi sama saja di manapun tempat nya. Mungkin kalian berfikir gavin ini bos sinting yang hobi nya menyusahkan sekretaris nya, nyatanya semua perintah aneh-aneh gavin hanya ingin memancing emosi gadis itu saja.

"baik bos , ada lagi ?"

Hoel... Gavin spersekian detik tercengang mendengar jawaban nadin yang langsung saja menyetujui permintaan nya itu.

"satu jam loh nad kesana "gavin berusaha mengingatkan, siapa tahu sekretaris nya itu lupa.

"it's okay . Itu sudah jadi bagian dari pekerjaan saya "

Saya ? Saya ? Entah kenapa mendengar nadin berbahasa seperti itu membuat gavin merasa asing dengan wanita di hadapannya ini. Entahlah tapi gavin merasa wanita di hadapannya itu sedang membangun tembok tak kasat mata.

"saya mohon undur diri dulu bos gavin " nadin menundukkan kepala kemudian berbalik badan, meninggalkan gavin yang menatap nya dengan tatapan meneliti.

Apa kesalahan gue ya ? Gavin membatin.

Nadin Almira Queen

Sungguh, mengantri di sebuah coffee shop bukan salah satu job desk yang di jabarkan oleh pihak hrd pada saat gue melamar pekerjaan di perusahaan ini. Bukan nya gue gak sadar atau tidak tahu kalau akhir-akhir ini sikap gavin yang menyebalkan semakin menjadi-jadi. Dia sengaja memerintah gue dengan tugas aneh-aneh yang dia fikir bisa memancing emosi di jiwa gue.

Bohong kalau gue nggak merasa emosi punya bos yang super nyebelin seperti gavin. Tapi mati-matian gue menahan emosi atas sikap nyebelinnya itu karena satu alasan, cowok menyebalkan itu adalah cowok yang gue cintai.

Cinta memang membuat gue bodoh, bodoh karena tahan dengan sikap gavin, bodoh karena bagaimanapun lelaki itu memperlakukan gue pada akhirnya gue hanya memaklumi saja, dan terakhir bodoh karena tetap mencintai lelaki itu walaupun gue gak akan sanggup menggantikan posisi aurora di hatinya.

"ice americano untuk si nona cantik "barista bernama ken itu mengerling manja ke arah gue, ah dasar ABG.

"gue gak ada receh ken "gue tertawa melihat adik kelas gue semasa SMA yang dulu culun itu kini sudah berubah jadi lelaki tampan.

"ka nad, coba lo mau terima cinta gue. gue bersumpah gak akan selingkuh kalau punya cewek secantik lo ka "pria itu tersenyum, membuat beberapa wanita yang gue tahu sejak tadi menatap interaksi kami ini semakin bertanya-tanya.

"ken.. Lihat tuh para fans lo natap kita "gue mengedikkan bahu ke arah para ABG yang sedang berbisik sambil menatap gue dan ken.

"kan di hati gue cuma ada lo ka "duh ABG ini sudah pinter gombal rupanya, gue heran siapa sih guru nya.

"thanks americano nya , dan gue harus buru-buru cabut sebelum para ABG itu jambak rambut gue yang udah pendek ini "gue mengangkat dua gelas kopi yang baru saja di sodorkan oleh ken.

"yah ka kok buru-buru banget sih, gue kan masih rindu "ken merajuk, membuat beberapa teman nya hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkah rekan kerja nya itu.

"next time gue pasti kesini lagi. Tapi gue mau ada sesajen nya haha "

"siap kaka cantik, lo mau apa deh ? Bunga ? Coklat ? Atau kopi ? "ujar ken sambil menaik turunkan alis nya.

"bunga bank gue mau nya haha "

"haha duh ka nad masih aja lo matre "

"gue realistis ken haha udah deh kebanyakan ngobrol sama lo bisa-bisa gue telat ke kantor, bisa-bisa gue di bantai sama senior lo tuh "

"haha ka gavin sih dari dulu emang begitu, gue heran kenapa dia banyak fans nya ya ? eh termasuk lo juga kan "sialan si ken kalau gak inget gue lagi buru-buru udah gue cakar itu wajah nya gumam gue dalam hati.

"sialan lo ken " nadin sudah memasang ancang-ancang ingin meninju adik kelas nya itu.

"haha sabar ka sabar, nih bawa pulang, gue tahu lo gak sempat makan siang " masih sambil terkekeh ken menyerahkan sebuah kotak kue.

"nah gitu dong, ini free kan ? "

"free dong, itu ungkapan bela sungkwa dari gue buat lo ka, udah di tolak ka gavin eh malah harus kerja bareng sama dia ahaha " ken semakin tertawa kencang.

Gue mendelik kesal ke arah ken sebelum berjalan menuju arah parkiran. Gue bisa melihat pria itu masih terkikik di belakang meja kasir.  Gue masih tidak menyangka akan bertemu ken di tempat itu. Padahal dulu semasa kuliah gue selalu pergi ke coffee shop ini, sekedar untuk mengerjakan tugas atau untuk mencari ketenangan. Tapi gue tidak pernah melihat ken bekerja di sini. Ah mungkin dia baru bekerja di sini, lagi pula kenapa gue jadi ngelantur ke ken.

Perjalanan yang gue tempuh untuk kembali ke kantor cukup menyita emosi gue. Siang hari yang terik ditambah pengendara motor yang ugal-ugalan membuat gue beberapa kali memencet klakson atau mengumpat sendiri di dalam mobil. Bahkan saat radio memutar lagu Afgan yang berjudul sabar, tidak mampu membuat gue jadi sabar.

Tring tring..

Gue melirik sekilas ke arah ponsel yang tergeletak di kursi penumpang. Nama gavin tertera disana. Ah ingin rasanya gue membuang benda persegi panjang itu, apa gavin mau cari gara-gara lagi ? Belum reda emosi gue karena jalanan yang crowded, sekarang pria itu mau menyiram bensin di kobaran api.

"hallo "

"nad jam berapa ini ? Belum kembali juga dari makan siang ?!"gavin setengah berteriak, membuat suara yang  ah sial gue harus akui lelaki itu suara nya masih merdu walaupun sedang ngamuk.

"saya masih di jalan membelikan kopi pesanan bos, kalau bos lupa "gue sengaja menekankan setiap suku kata yang gue ucapkan, gue harap gavin faham kalau gue marah.

"hahhaa oh iya ya aku lupa, yauda cepet balik ke kantor, sudah waktu nya aku minum kopi "ujar gavin dengan nada bossy.

Gue menghela nafas, sekarang memang waktu nya gavin minum kopi kedua nya. Gavin itu punya jadwal minum kopi saat sarapan dan setelah makan siang. Jadi wajar saja kalau dia sekarang uring-uringan karena belum meminum obat nya itu.

"iya "hanya itu jawaban yang gue ucapkan sebelum mematikan panggilan dari bos rese gue itu.

Gue bahkan hanya punya sepotong chesse cake pemberian ken sebagai menu makan siang gue. Kemacetan jalan menuju kantor membuat waktu makan siang gue yang hanya satu jam itu terpotong begitu saja. Dan sekarang gue hanya berdoa semoga perut gue bisa diajak kerja sama.

Sesampainya di kantor, gue langsung menaruh dua cup ice americano pesanan gavin. Lelaki yang sedang sibuk dengan handphone nya itu mendelik kesal karena gue setengah membanting gelas kopi nya di atas meja.

"santai nad "sindir gavin dengan seringai jahat, gue yakin dia bahagia karena berhasil membuat emosi gue naik sampai ubun-ubun.

"ini bos ice americano yang langsung saya beli di de'coffee , selamat menikmati " ujar gue dengan menekankan semua kata dengan tujuan menyindir gavin.

Gue menghela nafas panjang sebelum mengeluarkan senyum penjilat khas sekretaris yang gue pelajari dari drama-drama. Gavin masih menyeruput ice americano nya sambil menatap gue yang masih berdiri di hadapannya.

Demi tuhan ingin rasanya gue mencakar wajah menyebalkan yang sialnya harus gue akui tampan itu. Bagaimana bisa dia membiarkan gue hanya menonton dia yang sedang asik menikmati ice americano nya. Apakah dia tidak berfikir kalau berdiri dengan heels setinggi 8 CM membuat kaki seperti mati rasa.

"ngapain masih berdiri di situ nad ? Lagi mengagumi ciptaan tuhan yang sempurna ini ?"gavin bertanya dengan ekspresi wajah yang minta di tabok.

"jika tidak ada yang bos butuhkan lagi, saya permisi "

"eh mau kemana ? Saya kan belum ngasih kamu kerjaan "gavin mengambil cup ice americano kedua nya.

Demi tuhan ! Tadi kan lo sendiri yang nanya kenapa gue masih berdiri disini bos gila !! Gue meracau dalam hati. Mengumpat lelaki di hadapan gue ini. Benar memang kata orang kalau di dunia ini nggak ada yang namanya manusia sempurna. Ya contoh nya aja bos di hadapan gue ini, tampan ? iya, kaya ? Nggak usah ditanya deh satu indonesia juga tau seberapa tajir cowok ini tapi... Otak nya minus iya minus , gue sampai heran bagaimana bisa otak ayam ini menjalankan perusahaan selama ini.

"kenapa kamu diam saja ? Pasti lagi ngata-ngatain saya di dalam fikiran kamu ya ?"ingin rasanya gue berkata, udah tau pake nanya.

"setengah jam lagi bos ada pertemuan dengan Pak Leonard "bersikap profesional nadin, gumam gue dalam hati

Gavin masih terkekeh."lo kenapa sih nad ? Lagi  PMS ? Atau kurang gaji ? Ah apa jangan-jangan kurang belaian ya "gavin mengerjap-ngerjapkan mata nya, cih dasar cowok cacingan.

"jika tidak ada yang bos ingin bicarakan lagi saya permisi " gue berbalik badan meninggalkan gavin yang masih terkekeh di tempatnya. Nampaknya dia menikmati membuat hidup gue menderita, dasar psikopat !

Gue putuskan untuk meninggalkan ruangan gavin, berlama-lama dengan lelaki itu bisa-bisa gue ikut tertular tidak waras seperti dia. Gue tahu gavin sengaja buat gue emosi, mungkin dia kehilangan sosok gue yang selalu perhatian sama dia. Itu alasan terkuat kenapa gavin sengaja mencari gara-gara supaya gue meruntuhkan tembok jarak yang gue bangun. Ya, gue putuskan untuk menjaga jarak dari gavin setelah pristiwa di Bogor itu.

Gue sadar, gue nggak bisa terus menerus berharap pada gavin yang gue tahu hati nya masih ada pada aurora. Menjadi pihak yang lebih mencintai itu memang menyakitkan ternyata. Dulu gue selalu jadi pihak yang di cintai dan memang benar saat ada di posisi itu kita selalu merasa di atas angin, karena pihak yang lebih mencintai kita akan menuruti apapun yang kita mau. Mungkin ini karma buat gue, gue sadari itu.

Gue meregangkan badan setelah hampir 2 jam berkutat dengan laptop dan laporan hasil meeting kemarin. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, pantas saja susana kantor sudah sepi. Yang tersisa hanya mas jarwo si OB yang bertugas membersihkan kantor selepas jam pulang. Sepertinya mengerjakan laporan membuat gue lupa sekeliling.

"mas .. Bos udah pulang belum ?"

"belum mba, tadi si bos baru habis dari pantry hm sepertinya membuat mie instan "papar mas jarwo yang berbadan tambun itu.

Gue mengangguk-angguk, sungguh gue berharap gavin sudah pulang. Jadi dengan mudahnya gue meletakkan laporan tanpa harus bertemu dengan wajah menyebalkannya itu. Tapi harapan tinggal harapan, kenyataannya gue berdiri di ambang pintu sambil melihat pria yang sedang sibuk dengan laptop dan pop mie nya.

Untuk sepersekian detik jantung gue kembali bertalu. Gavin nampak lebih kharismatis dengan kaca mata dan wajah nya yang nampak serius dengan pekerjaannya. Lelaki itu bahkan tidak menyadari kalau sedari tadi ada gadis cantik yang menganggumi nya seperti ABG yang sedang khasmaran.

"mau sampai kapan lo berdiri di situ nad ? "suara gavin membuat gue tersentak, untung saja gue masih bisa mengendalikan diri. Gak lucu kan kalau gue jatuh tengkurap di hadapan gavin. Pria itu pasti bukannya membantu malah menertawakan gue.

"saya mau menyerahkan laporan "gue berjalan perlahan menuju meja kerja gavin, kemudian meletakkan laporan yang sudah gue taruh di dalam flashdisk.

Kalian pasti bingung, kenapa gue menyerahkan laporan menggunakan flashdisk sementara ada tekhnology yang disebut dengan email. Gavin sengaja memerintahkan gue menaruh laporan itu di dalam flashdisk dengan alasan menjamin keamanan. Dan kalau gue tidak salah tebak, lelaki itu memang sengaja membuat gue datang ke ruangan nya untuk menyerahkan laporan itu.

Lelaki itu ingin melihat langsung ekspresi wajah gue yang sudah murka dengan segala perintah aneh-aneh nya. . Ya dia berniat membuat emosi gue naik satu tingkat dengan membuat gue menyerahkan laporan dalam bentuk hardcopy dan disimpan di dalam flashdisk.

" hai nad ? udah makan ?" ujar gavin sesaat setelah gue menaruh laporan dan flashdisk itu di atas meja.

"saya gak lapar " jawab gue tanpa ragu, padahal gue mupeng abis menlihat gavin sedang makan mie instan nya dengan lahap, di tambah mie instan yang di makan gavin rasa kari ayam pula, rasa favourite gue. Jangan ngences nad.

Lelaki yang nampak asik dengan mie instan nya itu, sedang manggut-manggut sambil membaca laporan yang baru saja gue serahkan. Dia nampak serius membaca laporan itu di laptop nya, padahal jelas-jelas gue juga menyerahkan laporan itu dalam bentuk hardcopy.

"jadi saya sudah bisa pulang bos ?"

"tunggu, saya kan belum nyuruh kamu pulang "

Gue memutar bola mata, mulai jengah dengan otak ayam di hadapan gue ini. Hello !! Dia nggak tau apa ini sudah jam berapa ?! Dan ya tuhan perut gue mulai terasa perih, seharian ini hanya susu W** dan chesse cake pemberian ken yang jadi menu makan gue.

Walaupun ingin rasanya gue membunuh lelaki di hadapan gue ini,mencincang jadi beberapa potong kemudian gue buang ke penangkaran buaya. Bodo amat sama cinta dan populasi pria tampan yang akan musnah karena gue membuang salah satu nya.

"oke nad laporan lo udah oke, lo boleh pulang "sudah ? Oke dia bilang ? Setelah 30 menit membiarkan gue berdiri sambil ngences menatap dia yang asik makan mie instan tanpa menawarkan gue.

Baiklah besok ingatkan gue untuk mencari toko yang menjual sianida.

"baik bos , saya pulang "gue melangkah pergi meninggalkan ruangan gavin. Lelaki itu tidak berkata apa-apa lagi. Mengucapkan terima kasih atau maaf saja tidak. Sungguh bodohnya gue mencintai lelaki raja tega seperti gavin.

\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~ 🐱🐱 \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

Bos, saya izin nggak masuk kerja hari ini. Saya sakit, terima kasih

Nadin

Gavin menatap ponsel nya yang menampilkan pesan singkat yang baru saja di kirimkan nadin. Lelaki itu memijat pelipis nya yang mendadak pusing. Entah kenapa mendengar sekretaris nya itu tidak masuk kerja membuat fikirannya kalang kabut. Apalagi hari ini Sebastian akan berkunjung ke kantor nya.

Gavin tahu persis selain karena pekerjaan, cowok blasteran kanada itu menyukai nadin. Berkali-kali sebastian berkata dia menerima kerja sama dengan gavin karena nadin. Dan jika wanita itu tidak ada, entah apa sebastian akan teteap mau bekerja sama dengan nya.

"jadi dimana si cantik vin ?"suara sebastian membuat gavin mau tidak mau harus putar otak, mencari alasan agar rekan bisnis nya itu tidak membatalkan kerja sama mereka.

"em... Itu anu... Nadin... "gavin langsung gelagapan, bingung harus berkata apa agar lelaki di hadapan nya itu percaya.

"dimana nadin gavin ?"suara sebastian mulai meninggi. Gavin terlihat mulai panik.

"vin.... "

"nadin keluar kota, iya .. Dia ada meeting disana "

Sebastian mengeryitkan dahi nya, nampak nya pria itu tidak percaya dengan perkataan gavin.

"kenapa bukan lo yang meeting ? Kenapa harus nadin ?"

"hm.. Soalnya.. Gue... Ah gue kan harus ketemu lo bro "gavin merangkul pundak sebastian, semoga dengan kelakuan sok akrab nya ini sebastian akan percaya.

"tapi gue lebih suka ketemu nadin dari pada lo bro, sorry to say "lelaki itu terkekeh, membuat gavin tersenyum walau dalam hati nya dongkol bukan main.

"yauda kalau si cantik gak ada , mendingan gue balik "

"loh terus meeting kita gimana ? "gavin beranjak mengikuti langkah sebastian menuju pintu keluar.

"haha bro, lo tau lah aturan mainnya "sebastian menepuk pelan pundak gavin sebelum meninggalkan lelaki itu yang berdiri mematung di ambang pintu.

Sesaat setelah gavin melihat sebastian sudah tidak nampak lagi. Gavin langsung menutup pintu, sambil menghentakkan kaki nya pria itu berkata . " kampret !!!!!"

Gavin mengendarai mobil  X3 nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Lelaki itu tidak perduli sepanjang jalan beberapa kali dia mendapat sumpah serapah dari pengendara lain yang mengatai nya pengemudi ugal-ugal an.

Tujuan gavin hanya satu, sampai di rumah perempuan yang membuat nya seharian ini uring-uring an tidak jelas. Setelah mendapatkan alamat dari pihak HRD gavin langsung melesat menuju rumah nadin. Entah kenapa lelaki itu jadi sensitif seharian ini, gavin jadi merasa bersalah karena membuat nadin bekerja terlalu keras sampai wanita itu jatuh sakit.

Sungguh gavin tidak menyangka kalau semua perintah aneh-aneh nya yang menyuruh nadin mengerjakan ini dan itu berujung pada membuat gadis itu jatuh sakit. Tidak ada dalam fikiran gavin untuk membuat nadin mengalami hal itu. Niat awal nya kan hanya mengerjai nadin supaya wanita itu tidak lagi bersikap dingin padanya, tapi kalau sampai berakibat membuat nadin sakit begini, gavin jadi merasa menyesal.

Dan karena itu pula sekarang dia berdiri di depan pagar rumah nadin dengan ragu-ragu. Untung saja lelaki itu selamat sampai tujuan setelah mengendarai mobil seperti orang gila.

Ting nong

Seorang wanita paruh baya yang nampak cantik dan modis keluar dari rumah nadin. Gavin menebak wanita itu pasti mami nya nadin, karena persamaan wajah mereka bagaikan pinang dibelah dua.

"siapa ya ?"

"selamat malam tante , saya gavin "

"gavin siapa ya ?"nada bicara wanita itu sedikit meninggi.

Gavin sampai menengguk saliva nya karena merasakan kalau wanita di hadapannya ini seperti nya galak. Pria itu harus ekstra waspada menghadapi wanita paruh baya yang.

"mau bertemu siapa ya ?"ucap wanita itu masih dengan nada tinggi, gavin jadi ciut dibuatnya.

"ssaya mau bertemu nadin tante "

"ada perlu apa sama nadin ?"

Gavin menunjukkan keranjang buah di tangannya. "saya mau jenguk nadin tante "

"oh.. Masuk deh "

Akhirnya wanita paruh baya itu membukakan pintu setelah membuat gavin berdiri seperti tukang pos yang mengantarkan barang.

Gavin menaruh keranjang buah di atas meja, kemudian lelaki itu mendaratkan bokong nya di atas sofa berwarna coklat. Mami nadin duduk di hadapannnya, wanita itu tampak meneliti penampilam gavin dari atas kepala hingga ujung kaki.

"kamu punya hubungan apa dengan anak saya ?"

"saya, bos nya nadin tante "

Seperti sebuah mantra, seketika itu juga raut wajah mami nadin langsung berubah. Wanita itu tampak sumringah seperti baru saja melihat tas mahal limited edition. Hilang sudah aura mami galak yang siap membunuh lelaki brengsek yang main-main dengan putri nya.

"oh my god, kamu gavin christopher CEO Bregan Corporation itu ?"mamah nadin sampai mendelikkan mata.

"iiya tante.. "gavin nampak heran dengan perubahan sikap wanita paruh baya ini.

"ya ampun.. Tante fikir kamu itu laki-laki sembarangan yang sering ganggu nadin "wanita itu terkekeh.

"hahah wah nadin pasti tenar ya tante sampai banyak lelaki yang sering kesini ?"

"aduh... Pusing tante kalau sudah menghadapi fans nadin. Padahal anak tante itu bukan artis , tapi setiap dia ulang tahun bisa ada lebih dari 10 pria yang datang membawakan kado buat dia "

Gavin menyimak cerita mami nadin sambil manggut-manggut. Dia bisa tebak bagaimana penuh nya rumah nadin saat ulang tahun wanita itu.

"wajar sih tante, nadin dari dulu jadi primadona sekolah "

"kalian satu sekolah ?"wajah mami nadin semakin terkejut.

Gavin mengangguk."Kami satu SMA tante, nadin itu adik kelas saya "

"wah, what coincidence !!"wajah mami nadin semakin sumringah, seperti menemukan oase di padang pasir.

"kalian pasti akrab ya dulu sampai bisa kerja bareng seperti sekarang ?"tanya mamah nadin.

Gavin berfikir sejenak, masa iya dia menceritakan hubungan ala Tom and Jerry nya sama nadin di depan mami nya. Bisa-bisa tanpa fikir panjang mami nadin langsung jinjing gavin keluar dari rumahnya seperti , jinjing anak kucing.

"ya, lumayan tante " gavin tersenyum dengan jawaban ambigu nya. Lumayan di sini bukan lumayan akrab tapi lumayan tidak baik tante.

"anak tante pasti nyusahin ya vin, maaf ya dia sebenernya baik cuma kelakuan nya emang suka aneh-aneh jadi maklumin aja ya. Oh iya nadin masih jomblo loh " mami nadin sepertinya sangat semangat membeberkan fakta tentang nadin yang sebetulnya sudah sangat gavin ketahui.

"gak kok tante, nadin gak nyusahin saya "gavin tersenyum lebar sambil bermonolog dalam hati."tapi saya yang nyusahin anak tante terus"

"aduh baik banget sih kamu nak gavin, udah punya pacar belum ?"

Gavin menggeleng."belum tante"

"bisa samaan gitu ya sama nadin "

Gavin cuma bisa mesam mesem mendengar perkataan mami nadin. Gavin tahu persis kalau mami nadin pasti berharap gavin jadi menantu nya. Resiko jadi cowok ganteng dan tajir emang begini, selalu jadi rebutan ibu-ibu buat di jadikan menantu. Gavin jadi jumawah dalam hati,

"naik aja ke lantai atas, kamar nadin ada di sebelah kiri tangga "

Gavin sempat mengernyit bingung, ini dia gak salah dengar kan ? Mami nya nadin emang gak takut apa nadin berduaan dengan laki-laki. Akhirnya gavin beranjak dari sofa menuju ke arah tangga setelah mami nadin mempersilahkannya untuk menemui nadin secara langsung.

"gak usah sungkan vin, anggap aja rumah sendiri "

Gavin yang baru saja menapaki anak tangga pertama langsung menghentikan langkah nya mendengar perkataan mami nadin. Mami nadin spertinya terlalu ramah sampai orang yang baru di kenal saja sudah dianggap seperti anak sendiri.

Setelah mencapai puncak anak tangga paling atas. Gavin kembali ragu setelah dia sudah berada tepat di depan pintu coklat yang mama nadin bilang itu kamar nadin. Gavin jadi takut kalau nadin akan menyemprot nya dengan segala maki-makian yang biasa terlontar dari bibir gadis itu. Loh bukan nya itu yang gavin rindukan , wait rindu ?

Setelah memantapkan hati dan mental yang siap di semprot oleh nadin, gavin putuskan untuk mengetuk pintu itu.

Ceklek

Pintu perlahan terbuka dan muncul lah sosok yang sejak seharian ini membuat fikiran gavin kacau. Wanita itu mengenakan sweater abu-abu oversize dengan  celana pendek . Rambutnya acak-acakkan khas orang baru bangun tidur dan wajahnya nampak pucat.

"hai nad "dengan sumringah gavin melambaikan tangan dengan seringai wajah tanpa dosa.

"bos ?"nadin nampak terkejut sampai gadis itu tanpa sadar mundur sedikit ke belakang.

Bersambung

1
TRI UTAMI
lucuu
Akugabutt
cung yang dari lapak sebelah👆
Sary Leha
Arwah ruben masuk ke tubuh hans paling
Capricorn 🦄
keren
Baihaqi Sabani
duh rumityaaa kehidupan aurora..jd deg2 n jgw2 nnti gavin ma aurora...huft...
Anonymous
lawaklah novel nya, ceritanya receh yg asik2...ada scene minum2 tp ga menonjolkan adegan ++ nya...kissing tipis2 ada siy...
Anonymous
bukit Teletubbies
Laili Maslinani
aq pun merasa sebodoh itu 😭
Tiwi Rahayu
langsung kenak mental tuh pak bos...
Endang Anwar Rahmawati
Lis Manda Cel
katax ahli fashion kok gk tau kidaran harga cincin kwn yg limitited edition🤔🤔🤔
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet kayak benang kusut cerita mu Thor
AbhiAgam Al Kautsar
mbuleeet
Adil Adil
Pelajaran buat yg jadi org tua, punya anak pinter memang bangga. Tapi biarkan mereka ikut umur nya, baik itu pendidikan mau pun lingkungan sosial nya. Dalam case si Jerry ini, mungkin dia di bully Dan gak bisa menyesuaikan lingkungan baru dgn usia sebenar nya. Dan ortu gak aware akan hal ini. So anak jadi korban.
Dewi Rose
Kereen bgt...sukaaa skli...ceritanya bagus bgt Thor...trm ksh ya Thor...sekses sll dg karya2 terbaikmu....selamat berkarya, Tuhan Memberkati🥰🥰
Intan Suci
hihihi
Intan Suci
lanjut ...
Reni Rahmawati
cerita seru....so sweet...
Zuni Tree
takut jadi pembunuh itu makannya nangis
emak @l ahsan
sebenarnya klo bag pov g usah pake lo gua...pasti lebih asyik....karna tiap masuk dialog itu,aku suka.......😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!