NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuni

Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.

Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti


Follow Me :

Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Hari ini seperti biasa Sifa akan ke kampus, ia akan sarapan terlebih dahulu bersama Ayah, Ibu dan Kakak nya.

Sifa dan kedua orangtuanya sudah berada di ruang makan.

" Kakak mu mana ? " tanya Ayah.

" Mungkin masih di kamar Yah " jawab Ibu.

" Dek, panggilkan Kakakmu " ucap Ibu kepada Sifa.

" Iya Bu " Sifa beranjak dari duduknya berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Kakaknya.

" Kak " baru saja ia akan mengetuk pintu kamar, disaat yang bersamaan pintu kamar sudah terbuka.

Sita sudah berdiri di hadapan Sifa.

" Kenapa ? " tanya Sita.

" Ditunggu sarapan " jawab Sifa.

" Hmm " Sita hanya mengangguk lalu Sifa kembali berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan.

Tidak lama Sita pun menghampiri lalu duduk tepat disamping Sifa.

" Sarapan dulu Kak " ucap Ibu.

Sita hanya mengangguk, lalu mengambil piring mengisinya dengan nasi dan lauk.

Hening hanya terdengar suara sendok dan garpu bersahutan.

" Oya Ayah, Ibu, sepertinya hari ini Sifa akan pulang ke rumah Mas Revan, sudah hampir satu minggu ini Sifa meninggalkan rumah " ucap Sifa membuyarkan keheningan.

" Hmm Ya " Pak Bendy manggut-manggut.

" Memangnya suamimu sudah kembali dari pelatihannya ? " tanya Ibu.

" Bilang nya sih kemungkinan hari ini atau besok " jawab Sifa.

" Ya " balas Ibu mengangguk pertanda mengerti.

Sita hanya menyimak obrolan Sifa dengan kedua orangtuanya.

Sifa kembali fokus pada nasi dihadapannya. Setelah selesai seperti biasa ia akan merapikan piring dan gelas bekas makannya lalu ia simpan di wastafel dapur.

Ia berjalan menuju ruang tengah, ia mengambil tas dan beberapa buku kuliahnya, ia tidak membawa kembali pakaian-pakaiannya, karena ia rasa pakaiannya pun cukup banyak di rumah Revan.

Sifa beranjak lalu menghampiri kedua orangtuanya, Ayah nya pun sedang bersiap untuk pergi ke kantor.

" Yah, Bu Sifa berangkat ya " ucap Sifa menyalami kedua orangtuanya.

" Hati-hati ya.. " ucap Ibu.

" Hati-hati Dek " susul Ayah.

Sifa hanya mengangguk, memeluk kedua orangtuanya. Setelah berpamitan ia pun pergi ke kampus menggunakan motor kesayangannya.

Sita hanya menoleh sekilas selepas kepergian Sifa dari rumahnya.

Sifa berusaha untuk mulai baik-baik saja dengan kakaknya, namun mungkin butuh waktu untuk kembali akrab seperti dulu, terlebih Sita lebih banyak diam kali ini namun Sifa tidak begitu menghiraukannya.

Sekitar 20 menit perjalanannya Sifa sudah sampai di kampus, ia memarkirkan motornya di parkiran motor khusus mahasiswa.

Saat ia berjalan menuju kelas tiba-tiba tubuhnya terasa hilang kendali.

Brukk

Seseorang menabrak dirinya. Buku-buku yang berada ditangannya jatuh berserakan.

Dengan refleks tiba-tiba tangannya di raih oleh Tegar teman satu kelasnya yang sedang melintas tidak jauh dari Sifa.

" Aduh Kak maaf ya " ucap mahasiswa yang menabraknya, sambil mengambil buku-buku Sifa yang berjatuhan.

 Sifa pastikan itu adalah adik kelas nya.

" Kamu, kalau jalan itu liat-liat ! " sambar Tegar.

" Udah, Udah Gue gak apa-apa " ucap Sita melepaskan genggaman tangan Tegar.

" Beneran Lo gak apa-apa ? " tanya Tegar.

" Iya gak apa-apa " jawab Sifa.

" Maaf ya Kak sekali lagi " ucap mahasiswa itu, menyerahkan buku-buku Sifa.

" Iya, gak apa-apa lain kali hati-hati ya " susul Sifa.

" Baik Kak, permisi "

Sifa hanya mengangguk.

" Ada yang sakit ? " tanya Tegar tiba-tiba.

" Oh enggak kok, makasih ya " jawab Sifa.

" You'r welcome " balas Tegar sedikit tersenyum.

Dilain tempat, Zoya dan Dilla memperhatikan sahabatnya dari kejauhan.

" Eh Dil.. Liat deh itu Sifa sama Tegar, wah jangan-jangan .... " Zoya menyenggol tangan Dilla.

" Hmm.. Bener ya.. Lepas dari Mas Novan apa sekarang Sifa lagi deket sama Tegar ? " susul Dilla.

" Gak tau deh, tapi diliat dari gelagatnya sih " balas Zoya tertawa geli.

Tidak lama Sifa dan Tegar sudah berada di hadapannya.

" Eh.. Ada Sifa sama Tegar " ucap Zoya.

" Eh ada Zoya sama Dilla " balas Tegar cuek lalu ia berjalan masuk menuju tempat duduknya.

Sifa menjadi heran dengan kedua sahabatnya, tidak seperti biasanya.

" Eh tumben banget Lo berdua kenapa ? Pagi-pagi kok aneh " ucap Sifa.

" Ah gak apa-apa kok, perasaan Lo aja sih itu " ucap Zoya.

" Ehem.. Sit.. Jadi sekarang Lo sama Tegar ? " bisik Zoya namun dapat di dengar oleh Dilla.

" Hah.. Apaan si Lo.. Gak usah gosip ya " Sifa berjalan melewati Zoya dan Dilla.

Zoya dan Dilla saling senggol, sambil senyum-senyam lalu menyusul Sifa yang sudah duduk di kursinya.

Sepertinya Zoya dan Dilla akan salah paham kali ini, mungkin ini akibatnya jika Sifa belum mengumumkan status barunya kepada dua sahabatnya ini.

***

Jam sudah menunjukan pukul 14.20 siang, selesai perkuliahan Sifa langsung pulang, karena ia sudah berniat akan pulang ke rumah Revan.

Sekitar 25 menit perjalanan dari kampus Sifa sudah sampai di rumah yang sudah ia tinggali beberapa bulan ini, ia sudah merasa nyaman tinggal di rumah ini, ia sudah mulai terbiasa seperti rumahnya sendiri.

Setelah memarkirkan motor di garasi samping rumah, ia mengedarkan pandangannya, terlihat halaman rumah Revan cukup dipenuhi oleh daun-daun kering yang berjatuhan, ia berniat setelah mengganti pakaian akan menyapu halaman agar terlihat asri dan bersih.

Namun saat ia akan membuka pintu rumah tiba-tiba pintu rumah sudah tidak terkunci, Sifa terhenyak kaget khawatir ada orang yang tidak bertanggung jawab masuk ke dalam rumah Devan.

Ia mengingat-ngingat sesaat sebelum pergi meninggalkan rumah untuk menginap di rumah orangtuanya, ia pastikan sudah mengunci semua pintu-pintu rumah Revan.

" Kok gak ke kunci sih ? " Gumam Sifa mengedarkan pandangannya.

Perlahan ia masuk kedalam rumah, rumah sudah terlihat bersih dan rapi, gorden-gorden rumah pun sudah terbuka.

" Siapa yang masuk ? Apa Mas Revan sudah pulang ? Tapi mobilnya belum ad di garasi " Sifa terus bergumam.

Hingga saat ia berjalan masuk tercium aroma masakan yang cukup menyengat hidungnya.

Ia bergegas sedikit berlari menuju dapur, terlihat pria yang ia kenal sedang asyik memasak di dapur.

" Mas Revan ?! " panggil Sifa.

Seketika Revan membalikkan tubuhnya, ia hanya tersenyum sekilas.

" Sudah pulang Dek ? " tanya Revan kembali fokus pada wajan dihadapannya.

" Mas juga sudah pulang, kok gak ngabarin " Sifa balik bertanya.

" Kan kejutan " ucap Revan singkat, lalu ia membawa telur dadar ke meja makan.

" Hah " Sifa menjadi heran sendiri.

" Kamu udah makan siang belum, sini temani aku " ucap Revan.

Sifa lalu menyimpan buku-bukunya, ia duduk tepat di samping kanan Revan.

" Mobil Mas kok gak ada ? " tanya Sifa.

" Tadi dipinjam dulu sama teman, mungkin nanti sore atau malam dikembalikan, rencananya setelah mobil kembali aku akan menjemput kamu ke rumah Ibu " jawab Revan.

" Hmm.. " Sifa manggut- manggut.

" Pantesan aku gak tahu kalo Mas jadi pulang hari ini, untung hari ini niat pulang kesini gak kembali ke rumah Ayah Ibu " susul Sifa.

" Berarti tandanya intuisi kamu sudah berjalan, tanpa aku kabari, kamu sudah tahu bahwa aku akan pulang hari ini " balas Revan.

Sifa hanya tertegun dengan ucapan Revan.

" Ayo makan dulu " ucap Revan.

🌺🌺🌺

Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan vote like dan komennya ya ❤️

1
Neng Nosita
lanjut Thor..
konyonyod an-club
Luar biasa
Wayan Ayu
sangat bagus
Soraya
lanjut
Soraya
lebih baik kmu berdamai dgn takdirmu Sifa
Soraya
mampir thor
Yuni Ngsih
Thor ko dipotongnya ceritra lg asyik ...ach ku kcwa....lanjut Thoòor💪💪💪
Yuniarti SPd: lanjut Thor
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): ini on going ya kak.. diusahakan tiap hari update.. tetap tunggu kelanjutannya ya ❤️
total 2 replies
Yuni Ngsih
waduuuuuh Thooooor baru nongol bikin aku ,kezel ,marah ,benci tuh ke yg namanya Sita ,klw ngga mau knp tdk sblmnya kasian syifa .....ich ceritramu bgs bikin aku ngenes dengan ceritra ini ....lanjut Thor....💪💪💪👌
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): lanjut yaa kak 🥰
total 1 replies
Neng Nosita
bagus,aku suka ceritamu Thor...👍💪
Neng Nosita
waaah jgn² Novan......🤔
Neng Nosita
nyesel kan?😒
Putri Chaniago
jgn sampai Sita n Novan merencanakan niat jahat pd Sifa n Revan. klo Sita mungkin krn iri Novan jgn sampai terbujuk Sita utk merusak rmh tangga Sifa Revan
Lendra malayu
next thorrr /Rose//Rose/
Putri Chaniago
jgn bilang Sita ingin kembali dg Revan setelah d selingkuhi Leon, jgn jd PELAKOR lah
Putri Chaniago
jgn sampai Revan kembali n menerima Sita lg kasihan Sifa
Lendra malayu
lanjuttt thorr
Lendra malayu
gass thorrr
Lendra malayu
mksh udah rajin up thorr /Kiss//Kiss//Rose/
Lendra malayu: so pasti thorr /Heart/
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): sama-sama kak.. stay trus yaaa 🥰
total 2 replies
Lendra malayu
makin seru nihhh,, semangat thorrr
Putri Chaniago
ingin lihat penyesalan Novan n Revan terutama Revan bodoh masih mencintai Sita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!