Ini bukan tentang perjodohan bukan pula tentang pengorbanan seorang anak yang membantu keluarga nya , tetapi ini tentang....
Syeila Rinjani Ahmad (17 th) , merupakan gadis cantik yang polos, ceria dan manja kepada siapapun yang dia anggap dekat dengannya.
Faishal Amarkhan (30 th), merupakan pribadi yang dingin dan tak tersentuh kecuali keluarga dan wanita nya, ya wanitanya yang sekarang berstatus sebagai istri temannya.
Bagaimana kisah Syeila dan Faishal ? bagaimana mereka bisa terikat dengan status pernikahan ? Dan apakah mereka bisa menerima kenyataan ? Penasaran ? Tetap pantau terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Selang 20 menit akhirnya Syeila menghampiri Faishal
“om ini” ucap Syeila sembari menyodorkan kertas ke Faishal
“maksutnya?” tanya Faishal dengan kening yang mengkerut menandakan dia masih bingung
“ish om ini, kan om bisa membacanya sendiri” ucap Syeila yang terus menyodorkan kertas ke Faishal
Akhirnya Faishal menerima kerta tersebut dan membacanya seketika
“astaga biji sawi” gumam faishal dalam hati sambil menggeleng gelenggekan kepala sambil menahan senyum gelinya setelah melihat isi dari kertas tersebut.
Awalnya Faishal sedikit was was dengan kertas yang disodorkan Syeila karena dia sempat berpikir bahwa Syeila akan menyodorkan kontrak pernikahan dan sebagainya tapi alhamdulilah ternyata pikirannya salah.
kertas yang disodorkan Syeila berisi barang barang keperluannya selama satu bulan. Mulai dari uang sakunya, cemilannya, perlengkapan mandinya, alat kosmetiknya sampai ke pembalutnya.
Ya Syeila menulis detail keperluannya selama satu bulan.
“ehem ini maksutnya apa?” tanya Faishal pura pura tidak mengerti maksut dari kertas yang diberikan Syeila
“ish masak om nggak ngerti sih” cemberut Syeila yang melihat Faishal tidak faham maksut dari kertas tersebut
“iya tidak mengertilah kalau tidak kamu jelaskan. Memang ini buat apa?” tanya Faishal sok polos sambil mengibas ngibaskan kertasnya
Jujur dalam hati Faishal ingin tertawa melihat komuk Syeila didepannya
“astaga biji sawi kenapa semakin gemesin sih kalau sedang kesal seperti ini” batin Faishal sambil terus menikmati pemandangan didepannya.
Sedangkan Syeila semakin kesal dengan Faishal yang tidak faham dengan kertas yang dia berikan.
Mau bilang kalau itu kebutuhannya Syeila juga ragu takut Faishal marah, Tapi pelajaran yang diajarkan sang mommy memang mengharuskan jika Syeila memerlukan sesuatu harus meminta ke Faishal karena sekarang Faishal lah walinya. Apapun yang Syeila lakukan Faishal harus tau. Kurang lebih begitulah salah satu pesan mommy nya.
Jadi Syeila mencoba menjelaskan ke Faishal maksut dari kertas tersebut.
“jagi begini om kata mommy Syeila sudah menjadi tanggung jawab om Fai jadi segala kebutuhan Syeila akan dicukupi sama om” cicit Syeila sambil mengerjapkan mata nya
“terus?” tanya Faishal yang masih mempertahankan mode polosnya
“ish om emang lola, ya maksutnya Syeila minta uang jatah bulanan Syeila lah om” ngegas Syeila cemberut dengan bibir yang sudah monyong kedepan
Bukannya menanggapi penjelasan Syeila tapi Faishal malah menggodanya.
“ini kenapa bibir nya monyong begini, minta dicium ya?” goda Faishal dengan
mengedipkan sebelah matanya
“siapa yang mau dicium sama om, Syeila nggak mau tuh” sahut Syeila dengan bersedekap dada
“apa?” tanya faishal memastikan
Entah kenapa Faishal merasa dadanya bergemuruh ketika mendengar ucapan biji sawi yang tidak mau dicium olehnya.
“Syeila nggak mau dicium om, kan om udah tua” jelas Syeila lugas
Faishal mendadak darahnya mendidih mendengar ucapan Syeila
“Terus siapa yang boleh menciummu”? bentak Faishal tiba-tiba dengan mengguncang bahu Syeila
Syeila mengerjapkan matanya beberapa kali, Syeila baru menyadari ucapannya salah. Bahwasanya yang berhak
menyentuh dirinya hanya Faishak seorang. Ya kalimat itu tidak pernah absen disampaikan mommynya ketika memberi Syeila pelajaran.
Syeila hanya bisa menundukkan kepala karena air matanya tiba tiba tumpah dengan bahu bergetar mendengar bentakan Fasihal.
“Jawab Syeila siapa yang berhak menyentuhmu kalau bukan saya hah?” bentak Faishal dengan kembali mengguncang bahu Syeila
Faishal belum menyadari kalau Syeila menangis
“hiks hiks maafiin hiks Syeila om hiks hiks” sahut pelan Syeila sesenggukan
Mendengar suara Syeila, Faishal sadar bahwa Syeila menangis
“haaaah apa yang telah gue lakukan” desah Faishal dengan mengusap wajahnya kasar
Setelah itu Faishal membawa Syeila kedalam pelukannya dan mencoba menenangkan Syeila. Setelah isakannya reda Faishal mencoba berbicara kepada Syeila
“maafkan saya bukan maksut saya memarahimu tapi kamu harus tau kita sudah menikah Syeila. Saya berharap kamu tidak mempermainkan pernikahan ini” ucap Faishal lembut namun tetap tegas
“iya om maafkan Syeila, Syeila tidak pernah mempunyai keinginan mempermainkan pernikahan ini dan Syeila janji hanya om yang boleh menyentuh Syeila” jawab Syeila setelah mendongakkan kepalanya menatap wajah Faishal dengan mata yang sembab.
Jarak yang dekat mampu membuat Faishal melihat dengan jelas wajah sembab Syeila. Entah kenapa hatinya terasa nyeri ketika melihat Syeila menangis. Padahal dia sendiri yang menyebabkan menangis.
Kemudian Faishal merangkum wajah mungil Syeila dengan kedua telapak tanggannya dengan menatap dalam
kemudian berkata “ walaupun saat ini kita belum mencintai satu sama lain tetapi mari kita saling membuka hati"
Syeila hanya mengaggukan kepalanya menanggapi permintaan Faishal sambil menipiskan senyum.
“yasudah ayok kita tidur, ini juga sudh malam” ajak Faishal sambil berlalu membaringkan dirinya dikasur
“baik om” sahut Syeila
Kemudian Syeila membaringka dirinya di sebelah Faishal, ketika Syeila ingin memeluk gulingnya tiba tiba guling tersebut dirampas dan dibuang oleh Faishal ke sembarang arah.
“om kok guling Syeila dibuang sih, Syeila nggak bisa tidur kalau nggak meluk guling om” protes Syeila dengan tindakan Faishal
“Syeila mulai sekarang ketika kamu tidur tidak boleh lagi meluk guling tapi harus meluk saya” sahut Faishal tegas
“tapi om…” protes Syeila langsung dipotong Faishal
“Syeila kita kan sudah menikah dan hal biasa yang dilakukan oleh pasangan suami istri itu tidur dengan
berpelukan. Jadi mulai sekarang ketika tidur kita harus berpelukan dan Syeila juga harus siap ketika sewaktu waktu saya akan memberikan skin ship seperti ciuman” jelas Faishal lembut panjang lebar.
Faishal memang berencana menyentuh Syeila secara perlahan dengan memberikan skin ship terlebih dahulu supaya tubuh Syeila terbiasa dengan rangsangan yang dia berikan.
Disisi lain Syeila yang dasarnya polos dan memang belum mengetahui kebenaran tersebut hanya bisa percaya dengan ucapan Faishal sehingga mengiyakan saja apa yang dikatakan Faishal selama masuk di logika Syeila.
Akhirnya Syeila mendekat ke Faishal
HUP Faishal menarik Syeila kepelukannya. Seketika masing masing dapat menghirup aroma tubuh lawan jenisnya. Aroma tubuh yang sungguh dapat menenangkan.
“Bagaimana? nyaman pelukan saya kan dari pada pelukan guling?” tanya Faishal
“iya om lebih nyaman pelukan om, Syeila suka” jawab Syeila jujur sambil mengeratkan pelukannya
Tidak butuh waktu lama Syeila sudah terlelap dalam pelukan Faishal. Kemudian Faishal melonggarkan pelukannya takut Syeila akan merasa engap.
Faishal menatap dalam Syeila dengan membatin “biji sawi saya akan mencoba membuka hati buatmu dan mencintaimu”
Setelah itu faishal memberikan kecupan di kening Syaila dan tidak lama akhirnya dia juga ikut menyusul Syeila mengarungi mimpi.
***
Pagi hari terlihat 2 orang manusia yang masih pulas dengan tidurnya. Sepuluh menit kemudian Faishal mulai
mengeriyipkan matanya dan perlahan kesadarannya mulai kembali. Namun Faishal merasakan tangannya
menyentuh sesuatu yang aneh yang jelas seperti squisy.
Bukannya memindahkan tangannya tapi dia malah meremas nya. Kemudian terdengar suara lenguhan dari orang disampingnya.
Seketika dia terkesiap karena baru menyadari salah satu tangannya nemplok dibukit kembar Syeila . kemudian dia segera menjauhkan tangannya karena takut kelepasan.
“astaga kenapa tangan gue malah nangkrig di bukitnya biji sawi” desah Faishal lirih sambil meraup wajahnya kasar kemudian segera berlalu ke kamar mandi
.
.
.
TBC
Halo halo semuanyaa, tetap semangat dan terus ikutin kisah Biji sawi dan Om Fai ya kak . Jangan lupa tinggalkan Jejak yaaaaa.
Salam Hangat dan Peluk Jauh dari Author!!!
dulu aq baca pkek akun lma q kk,, sekarang aq lnjut kn pkek akun yg baru