“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Dicky tengah mondar mandir di ruang tamu, menunggu pesanannya yang tak kunjung datang ,
Sedangkan vivi saat ini berada di ruang tv , menonton drama kesukaannya yang baru saja tayang , dia melihat tinggah suaminya yang sedang mondar mandir “ buat mata sakit aja” celetunya , kemudian kembali melihat layar tv nya ,
Saat mendengar bunyi bel dicky dengan cepat berjalan untuk membuka pintu , setelah menerima pesanannya dicky berjalan kearah istrinya membawa paper bag .
Vivi melirik apa yang dibawa suaminya dia sudah sangat kenal dengan gambar yang ada di paper bag , setelah itu dia mengalihkan pandangannya
Dicky duduk disebelah istrinya kemudian membuka kotak makanan berisi martabak yang dia bawa di atas meja “ kamu mau , ini sangat enak dimakan pas mendung mendung kayak sekarang” ucap dicky sambil menawarkan pada istrinya
Walau vivi ingin sekali memakan martabak yang ditawarkan suaminya , namun dia menolak karna gengsi “tidak aku tidak suka” ucap vivi sambil memalingkan wajahnya dari kotak martabak , vivi menelan ludah saat suaminya menggigit martabak itu pas di depan matanya
“beneran kamu gak suka”ucap dicky setelah menelan martabak yang ada di mulutnya , “ini bener bener enak lo” imbuh dicky
“siapa yang gak tau kalau martabak yang kamu makan itu enak”gumam vivi dalam hati ,
Kruyuk
Cacing cacing dalam perut vivi sidah berdemo minta diberi makan , dicky melirik perut istrinya yanh berbunyi , kemudian tersenyum dan menyuapi istrinya martabak “ kamu pasti lapar , dari tadi belum sarapan” ucap dicky , menatap wajah istrinya yang terlihat malu karna perutnya yang berbunyi
“ bisa bisa nya dih perut tidak bisa diajak kompromi” ucap vivi dalam hati “ karna aku lapar dan kamu memaksa aku aka makan, tapi aku belum memaafkanmu ”ucap vivi kemudian menerima suapan suaminya
Dicky hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya , kemudian dia melanjutkan makan martabak dan menyuapi istrinya yang sibuk nonton tv
“tunggu” ucap vivi saat dia sadar ukuran martabak yang di berikan suaminya sudah menjadi ukuran yang lebih kecil dari pada boasanya , sambil menunjuk martabak yang ada ditangan suaminya “kau sungguh menyebalkan , bisa bisanya kau memberi ku martabak bekas gigitanmu” ucap vivi sambil melempar bantal kecil yang ada di sofa pada suaminya.
Dicky terkekeh , kemudian menaruh martabak yang ada ditangannya ke dalam kotak “ bukankah dari tadi kau tidak menolak” ucap dicky dengan senyum lebar , sebenarnya asumsi istrinya kali ini salah dia tidak memberikan bekas gigi tannya pada istrinya, dia hanya memotongnya terlebih dahulu
“kau sungguh keterlaluan” ucap vivi marah sambil beranjak mendekat pada suaminya “ aku akan membunuhmu” imbuhnya sambil memikul suaminya
Pukulan vivi tidak berasa apa apa pada dirinya , dia kaget saat istrinya naik di atas pangkuannya sambil terus memukul dengan bantal dicky menutupi wajahnya dengan tangannya, namun sial gerakan istrinya membuat …… yang dibawah bangun , “sial”
umpat dicky
Vivi terdiam saat merasakan benda aneh yang mengeras tepat di bawah dia mendaratkan bokongnya diatas tubuh suaminya .
Dicky mengangkat tubuh istrinya ,
‘Aa” jerit vivi , kaget dengan tindakan suaminya , vivi terbengong saat melihat suaminya sudah meninggalkan dia “untung aja” ucap vivi penuh sukur karna suaminya tidak menerkamnya saat ini juga “bisa bisanya aku naik ke atas pangkuannya” imbuhnya , pipinya tiba tiba blusing saat mengingat apa yang baru saja terjadi
Dikamar mandi , dicky sudah menghabiskan banyak tissu “bisa bisanya wanita itu ”gumamnya kesal, walau dia juga tahu jika istrinya tidak mencoba menggodanya “untung masih bisa tahan diri” imbuhnya , setelah menyelesaikan urusannya dikamar mandi Dicky keluar.
※dirumah orang tua dicky
Setelah menerima telepon dari sila dicky dan vivi pergi ke kediaman orang tua dicky , mereka ingin makan malam dengan sang menantu , terutama sila dia sangat menyayangi vivi seperti putrinya sendiri , apa lagi hanya dia wanita yang ada dikeluar itu , dia merasa senang karna sewaktu waktu dia ingin belanja dia akan mengajak menantunya agar tidak seperti orang hilang sama seperti selama ini ,
Saat ini Vivi dan ibu mertuanya tengah berada di taman , dengan beberpa macam bunga yang bermekaran , juga ada kolam ikan koi berukuran sedang yang berada di pinggiran taman
“ bunga bagus banget” ucap vivi saat melihat bunga mawar warna putih yang baru saja akan mekar ,
“kamu suka” tanya ira saat melihat menantunya melihat takjub bunga mawar yang dia rawat selama ini
“ tentu saja suka , semua mata yang melihatnya akan suka melihatnya ”ucap vivi yang tengah duduk jongkok melihat beberapa bunga mawar putih dihadapnya itu
“alah sok tahu, perasaan aku gak suka tuh”ucap dicky yang baru saja bergabung dengan mereka
“ ehh mata mu aja yang rabun gak bisa lihat barang bagus , jagan jangan kamu rabun” ejek vivi kemudian bangkit dari duduknya, menatap tak suka suaminya
“ enak aja ngatain orang rabun , kamu aja yang aneh bisa bisanya suka bunga , padahal lebih cakep aku dari pada tuh bunga”ucap dicky tak mau kalah ,
Sila hanya terkekeh mendengar perdebatan putra dan menantunya , keduanya saling beradu argumen , untung aja sila menengahi mereka yang ada tuh taman bakalan rusak karna ulah putranya yang kalah argumen dengan istrinya.
Bersambung