NovelToon NovelToon
Ku Penuhi Janjiku

Ku Penuhi Janjiku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:837.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Reni mardiana

Ini sakuel dari cerita "Pengasuh Tangguh Violetta"

Berawal dari sebuah janji di masa kecil membuat Violetta menutup rapat hatinya untuk Pria lain, ia senantiasa menunggu kedatangan pria di masa kecil yang pergi entah kemana.

Violetta menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk bekerja dan berkarya, sesekali ia datang ke tempat dimana ia bertemu dengan Aksara dengan harapan ia akan bertemu dengannya dalam versi dewasa. Waktu terus berjalan, sampai dimana ia hampir putus asa akan penantiannya seseorang datang kedalam kehidupannya tetapi dengan cara misterius.

Akankah Violetta bertemu dengan Aksara?
Yuk, ikuti terus kelanjutannya sambil kasih dukungan untuk author agar tetap semangat dalam berkarya 🤩

Kalau yang suka boleh lanjut, kalau tidak suka boleh skip ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni mardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk ke hutan

Violetta lebih memilih kembali masuk kedalam kamar mandi dengan membawa piyama tidurnya, dia mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi karena tadi dia lupa membawanya. Azrio meletakkan ponselnya keatas nakas, dia berjalan kearah kamar mandi bersandar di samping pintu.

Ceklek.

Violetta keluar dari dalam kamar mandi, dia belum menyadari kehadiran Azrio yang tengah bersandar di samping pintu. Pandangan Violetta tertuju kearah kasur, tapi dia tidak mendapati sosok Azrio. Namun saat ia berbalik ia di kejutkan oleh Azrio.

"Wwwrraaawwrrrr.." Azrio mengaung menirukan suara singa.

"Aaarrggghhh, bundaaaaaa.." Teriak Violetta berlari menaiki ranjang, ia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

"BHAHAHAHA." Azrio tertawa dengan begitu lepasnya.

Violetta segera membuka selimut dari tubuhnya, dia menatap tajam kearah Azrio.

"SARAAAAA!!!" Teriak Violetta.

Azrio langsung ngibrit masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Violetta memilih untuk duduk di sofa sambil membuka layar ponselnya. Begitu membuka hp miliknya, banyak pesan masuk dari si kembar possesif, ia tertawa cekikikan saat bertukar pesan dengan kedua adiknya yang mampu mengubah moodnya kembali ceria.

Beberapa menit kemudian.

Azrio selesai dengan ritual mandinya, dia menatap kearah Violetta yang tengah cekikikan memandangi layar ponselnya. Rasa keponya mendorong langkahnya mendekat kearah wanita pujaannya, Violetta yang menyadari kehadiran Azrio pun mengacuhkannya dan berlalu begitu saja meninggalkan Azrio.

"Tata maafkan aku." Ucap Azrio.

"Kenapa kau suka sekali mengejutkanku? Untung aku punya jantung yang kokoh." Kesal Violetta.

"Iya sayang, maaf. Aku suka sekali melihat wajah kagetmu itu, kau terlihat lucu sekali." Ucap Azrio.

"Menyebalkan." Violetta mencebik kesal.

"Kau mau makan apa? Biar aku pesankan sayang." Tanya Azrio.

"Aku tidak lapar, aku capek." Ucap Violetta mulai merebahkan tubuhnya, dia menutupinya dengan selimut.

"Makan dulu sayang, nanti perutmu sakit." Bujuk Azrio.

"Sara, aku benar-benar lelah. Aku mau tidur, kalau kau mau makan tinggal makan saja. Kau tahu sendiri kan kalau aku bisa menahan lapar, daripada menahan ngantuk." Ucap Violetta.

"Baiklah, aku juga akan ikut tidur denganmu." Ucap Azrio. Dia menyusul Violetta masuk kedalam selimut, ia memeluk tubuh Violetta dan membalikkan tubuhnya menghadap kearahnya.

"Terserah kau saja." Ucap Violetta dengan menutup matanya.

Ternyata keduanya benar-benar menutup matanya, mereka langsung menjelajahi alam mimpi dengan pelukan hangat dan nyaman.

*****

Pagi hari.

Violetta perlahan membuka matanya, begitu matanya terbuka dengan sempurna hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Azrio.

"Pemandangan yang indah." Gumam Violetta.

"Benarkah?" Tanya Azrio dengab mata tertutup.

Cup.

"Vitamin di pagi hari." Ucap Violetta.

"Kau tahu apa yang ku mau tanpa harus di minta sayang, jangan sering melakukannya atau aku akan khilaf." Ucap Azrio.

"Terserah aku dong." Ucap Violetta.

Cup. Cup. Cup. Cup.

Azrio mengeratkan pelukannya, kemudian ia mengecup seluruh wajah Violetta sampai si empu terkikik karena geli. Setelah puas mengecup seluruh wajah Violetta, Azrio mengubah posisinya menjadi duduk. Notifikasi pesan terdengar banyak yang masuk, segera Azrio mengambil ponselnya kemudian membaca seluruh pesan tersebut.

"Tata, cepatlah mandi. Kita harus segera pergi, orang suruhan Jay akan mengantarkan barang yang kita perlukan selama di hutan."Ucap Azrio.

"Iya Sara." Ucap Violetta. Dia langsung beranjak dari kasurnya berjalan ke kamar mandi.

*

*

Keempat bodyguard sudah menunggu diluar kemar Azrio, sedangkan Azrio masih memberekan barang yang akan dibawanya.

"Sudah selesai Sara?" Tanya Violetta.

"Sudah, ayo kita keluar." Jawab Azrio.

Azrio menyeret koper Violetta dan juga miliknya, begitu keluar para bodyguard dengan sigap mengambil alih barang yang dibawa oleh majikannya.

Mereka turun bersamaan menuju lantai bawah, lebih tepatnya di depan hotel dimana orang yang sudah di tugaskan oleh Jay tengah menunggu.

"Dengan tuan Azrio?" Tanya seorang supir.

"Benar, apa barangnya sudah siap?" Jawab Azrio.

"Sudah ada di dalam bagasi tuan." Ucap supir.

"Kita berangkat sekarang." Ujar Azrio dengan dingin.

Azrio dan yang lainnya memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka menuju hutan tujuan, di sepanjang perjalanan Azrio mengotak-atik drone yang akan ia gunakan untuk mencari posisi gua yanga da di hutan tersebut.

Beberapa jam kemudian.

Mobil yang di tumpangi Azrio dan yang lainnya sudah sampai di hutan, jalanannya sangatlah sepi bahkan tidak ada siapapun selain mereka. Azrio keluar terlebih dahulua, dia menyalakan drone miliknya kemudian drone tersebut pun mulai naik keatas atas kendali Azrio. Dengan lekat dan teliti, Azrio memperhatikan setiap titik di hutan yang rimbut dan juga gelap seakan tidak ada tanda-tanda kehidupan.

"Apa sudah dapat?" Tanya Violetta.

"Masih belum menemukan gua nya." Jawab Azrio tanpa mengalihkan pandangannya.

"Tunggu Sara, coba kau mundurkan drone nya." Pinta Violetta.

Azrio menuruti permintaan Violetta, dia memundurkan dronenya dan ia menangkap sesuatu disana. Seorang manusia tengah berjalan menuju suatu tempat, Azeio mengarahkan dronenya mengikuti orang tersebut.

"Dia masuk ke sebuah gubuk." Ucap Violetta.

"Tapi, aku bisa melihat tak jauh dari gubuknya ada sebuah gua." Ucap Azrio.

Azrio memperjelas gambarnya dengan men-zoom kameranya, seorang pria tengah berdiri mematahkan kayu serta ada api unggun disampingnya.

"Sepertinya firasatku benar, ayah ada disini." Ucap Azrio dengan ekspresi yang sulit digambarkan. Perasaannya campur aduk, antara senang dan sedih menjadi satu.

"Ayo kita kesana." Ajak Violetta.

Karena sudah mendapatkan titik terang, Azrio menyuruh para bodyguard mengambil masing-masing satu ransel yang besar untuk berjaga-jaga. Jarak gua dari tempat Azrio berdiri cukup jauh dan yang pastinya akan memakan waktu yang cukup lama, bahkan ia yakin kalau mereka akan bermalam di hutan.

Azrio menyalakan senternya karena hutannya cukup gelap, pepohonan yang tinggi membuat jalanan terhalang oleh banyaknya ranting yang berserakan, jadi membuat akses jalannya sedikit kesulitan.

Sudah hampir 3 jam lamanya mereka berjalan, kini mereka memilih mengistirahatkan tubuhnya dibawah pohon yang besar.

"Haaahhh, nyaman sekali." Ucap Violetta. Dia menselunjurkan kakinya yang terasa sakit karena terlalu lama berjalan, sesekali ia memijat kakinya.

"Minumlah sayang." Ucap Azrio menyodorkan satu botol air minum pada Violetta.

"Makasih Sara." Ucap Violetta mengambil air minum dari tangan Azrio.

"Kalian juga minumlah, jika lapar kalian tinggal ambil makanan dari tas." Ucap Azrio pada keempat bodyguardnya.

"Baik tuan." Ucap bodyguard serempak.

Sebelum kembali melanjutkan perjalanan, mereka makan makanan ringan terlebih dahulu untuk mengganjal perut.

Kreeekkkk.. Kreeeekkk..

"Suara apa itu?" Tanya Violetta. Dia mengedarkan pandangannya mencari sumber suara.

"Waspada! Kita tidak tahu kapan akan ada bahaya meyerang, siapkan senjata kalian." Peringat Azrio.

Krekekekkkkk..

Suaranya semakin jelas dan semakin mendekat, Azrio dan yang lainnya membuat posisi melingar dengan mata yang menelisik ke sekeliling dengan waspada.

Kreekkkkkk.

1
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
askara juga seperti nya nama singkatan 🙂
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
aku yakin pemilik perusahaan itu askara 🙂
Shinta Dewiana
bahagia...
Shinta Dewiana
sungguh besar pertolongan nathalia....his si erzan ini...cepat sana minta maaf sama tunanganmu....
Shinta Dewiana
terhura aku nya
Shinta Dewiana
nathalia ini bodoh banget ya,...his...bagusnya di apain ini si erza...huh
Shinta Dewiana
nah lo bakal ada masalah lagi ni...
Shinta Dewiana
yaaaa..tinggal lusiana ini...
Shinta Dewiana
kan kan kan...mati...lo vincent...
Shinta Dewiana
oooo..seora bukan adeknya calvin....tapi penyebab orang tuanya mati juga vincent....hmmm...berapa nyawa udah melayang gara gara vincent...huh..biadap...
Shinta Dewiana
tu kan...jay adalah calvin...huaaa..aaa.aaa..kasian ke 2 orang tuanya udah enggak ada...
Shinta Dewiana
rupanya orang tua min yoora yang bersalah di sini...buat vincent hilang akal...hmmm..
Shinta Dewiana
syukurlah....setelah bertahun tahun sembunyi akhirnya bisa pulang juga....senangnyaaaaaaa...
Shinta Dewiana
kira kira calvin di mana ya...trus jangan2 anak angkat vincent anak ke dua brandon yg selamat setelah kematian ibunya...
tu kan istri brandon mantannya vincent..his yg selingkuh malah dia yg gila dasar iblis ni
Shinta Dewiana
kenapa sih banyak x drama....hayu tangkap aja tu si vincent kurung
Shinta Dewiana
bata sama gala malah sinisin sara....ha..ha..ha..aa.aa
Shinta Dewiana
apa vincent suka sama istri sahabatnya...dan anak angkatnya jangan2 anak sahabatnya yang udah di bunuh itu....huh...pinisirinnnnn
Shinta Dewiana
huaaa..aaaa..aaaa...terhura ini...
Shinta Dewiana
penasaran ini
Shinta Dewiana
terhuraaa..../Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!