NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elemen Api Dan Tanaman Aktif

Di sisi lain, Wu Kevin masih terus menggerakkan tubuhnya dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki. Keringat bercampur debu mengalir di pelipisnya. Pertarungan hidup dan mati melawan Griffin kembar itu telah berlangsung selama empat jam penuh tanpa henti, menguras energi spiritualnya hingga ke titik nadir.

Sebenarnya, tidak pernah ada sedikit pun niat di dalam hati Pangeran Lin Tian maupun Wu Kevin untuk mengusik ketenangan kedua Griffin kembar tingkat tinggi tersebut.

Namun, karena rencana licik Putra Mahkota Lin Dui dan Putri Mahkota Lin Ju yang telah menjebak mereka, memaksa mereka menjadi umpan dan menghadapi kemarahan Griffin kembar tingkat tinggi itu.

Di tengah keputusasaan dan kekacauan pertempuran itu, sebuah kejutan besar tak terduga datang. Siapa yang mengira bahwa Lin Jia akan datang membantu.

"Sial, makhluk ini sama sekali tidak memberi ruang untuk bernapas!" umpat Wu Kevin di dalam hatinya.

Griffin tanaman itu mengepakkan sayap hijaunya yang raksasa, melepaskan ratusan duri beracun yang tajam ke arah Wu Kevin.

Wu Kevin memutar tubuhnya di udara. Dia menggunakan kekuatan elemen Angin miliknya. Angin badai berkumpul di sekelilingnya, menciptakan dinding pelindung yang meniup balik duri-duri tanaman itu hingga menjauh dan hancur berkeping-keping.

Tidak ingin terus-menerus terdesak, Wu Kevin langsung melancarkan serangan balasan yang mematikan. Dia menyatukan sisa energi dari dua inti elemen yang berbeda di dalam tubuhnya: elemen tanah dan elemen angin.

"Aku tidak akan kalah," teriak Wu Kevin lantang.

Kombinasi kedua elemen tersebut menciptakan pusaran pasir raksasa yang berputar dengan kecepatan tinggi, langsung menerjang dan membutakan mata Griffin tanaman di hadapannya. Makhluk itu menjerit kesakitan saat pasir tajam mengoyak penglihatannya.

Sementara itu disisi lain, Lin Jia masih terus bergerak dengan sangat liar dan lincah di udara. Sosoknya tampak bagai kilatan cahaya yang menari di antara kobaran api, menghindari cakaran mematikan sekaligus menyerang balik Griffin Api dengan seluruh kombinasi kekuatannya.

Perlahan, Lin Jia merentangkan kedua tangannya dengan tatapan mata yang dingin namun penuh intimidasi. Di tangan kanannya, sebuah pedang bergetar hebat, dialiri oleh energi elemen Tanah yang berat dan kokoh. Sementara di tangan kirinya, sebilah pedang lain memancarkan sinar benderang yang menyilaukan akibat dialiri elemen Cahaya suci.

Ketika kedua elemen yang bertolak belakang itu bergabung melalui sepasang pedangnya, sebuah getaran resonansi kekuatan yang luar biasa dahsyat tercipta di udara.

Tekanan spiritualnya begitu pekat hingga membuat Griffin Api terkesiap dan terpaksa memundurkan kepakan sayapnya.

Tepat di depan dada Lin Jia, sebuah bola tanah raksasa yang diselimuti oleh pancaran Cahaya murni yang sangat pekat mulai terbentuk. Tubuh raksasa Griffin Api itu seketika gemetar hebat; instingnya merasakan ancaman besar karena Cahaya milik Lin Jia jauh lebih murni dan kuat dibandingkan api miliknya sendiri.

Lin Jia menyilangkan kedua pedangnya di depan dada. Detik itu juga, seluruh tubuhnya berkilat, memancarkan energi spiritual murni yang jauh lebih kuat dan berlipat ganda dari sebelumnya.

"Kita akhiri pertempuran ini," gumam Lin Jia dengan suara rendah yang menggema penuh wibawa di angkasa.

Meski didera ketakutan yang hebat, Griffin Api yang memiliki harga diri tinggi itu menolak untuk menyerah. Dengan raungan terakhirnya, ia mencoba menerobos tekanan kekuatan dan melawan cahaya yang ada di depannya.

Melihat musuhnya menerjang, Lin Jia melesat secepat kilat. Dengan satu sentakan lengan yang kuat, ia mendorong bola tanah berselimut Cahaya suci itu tepat ke arah Griffin Api.

Seketika---DUAR!

Sebuah ledakan yang memekakkan telinga pecah di atas udara. Gelombang kejutnya begitu dahsyat hingga membuat seluruh langit seolah-olah runtuh dan bergetar hebat.

Wu Kevin, yang posisinya berada tidak jauh di udara, terhempas hebat oleh sisa gelombang ledakan tersebut.

Dia tersentak, kehilangan seluruh keseimbangan tubuh dan kendali energinya, hingga akhirnya tubuh Wu Kevin meluncur jatuh dan menghempas tanah dengan keras, menimbulkan kepulan debu yang tebal.

Di bawah sana, Pangeran Lin Tian yang sejak awal pertempuran hanya bisa menonton dengan jantung berdebar, kini berdiri mematung dengan mulut menganga.

Matanya terbelalak sempurna, jelas terkejut dan syok. Perlahan, dia mengangkat tangannya yang gemetar hebat, menunjuk ke arah sosok yang baru saja menciptakan ledakan tersebut. Napasnya memburu, dan suaranya tercekat di tenggorokan karena syok yang teramat sangat.

"B--bagaimana... m--mungkin... E--elemen Tanah dan Cahaya... Dua elemen itu di miliki nya?" gumam Pangeran Lin Tian dengan suara parau dan terbata-bata.

Air matanya hampir menetes, sama sekali tidak bisa mempercayai penglihatan dan kenyataan yang baru saja tersaji di depan matanya sendiri. Ada rasa bangga di dalam hatinya. Ternyata sang adek yang dia kenal tidak selemah itu.

Di sisi lain medan pertempuran, Griffin Api tumbang dan terjatuh mendentum ke tanah, memadamkan sebagian kobaran apinya. Griffin tanaman, yang merupakan kembarannya, menyaksikan saudaranya dikalahkan dalam satu serangan tunggal. Makhluk berelemen tanaman itu menatap Lin Jia sejenak dengan tatapan yang sulit diartikan.

Melihat Griffin kedua masih berdiri, Lin Jia kembali mengalirkan energinya, bersiap untuk melakukan serangan susulan demi memastikan kemenangan.

Namun, tepat sebelum serangan berikutnya dilepaskan, sesuatu yang sama sekali di luar perkiraan terjadi. Alih-alih mengamuk atau membalas dendam karena kembarannya terluka parah, Griffin tanaman itu justru maju perlahan dengan kepala tertunduk. Melalui hubungan spiritual yang mendadak terhubung, sebuah suara bergema langsung di dalam batin Lin Jia.

“Aku menyerah...” aku makhluk itu dengan nada penuh kepasrahan.

Mendengar bisikan batin tersebut, Lin Jia perlahan menurunkan kedua tangannya, mematikan aliran energinya. Dengan gerakan anggun, ia melayang turun dari udara dan kembali menginjakkan kakinya di atas tanah yang retak-retak. Mengikuti tindakan sang pemenang, Griffin tanaman pun melipat sayap daunnya yang lebar dan mendarat dengan patuh di dekatnya.

Di sudut lain, Griffin Api masih mengerang kesakitan, tubuhnya gemetar menahan efek luka dalam akibat ledakan elemen Cahaya tadi.

Lin Jia berjalan mendekat tanpa rasa takut sedikit pun. Ia mengibaskan tangan kanannya dengan santai, mengaktifkan gerbang dimensinya.

Seketika, sebotol kecil Air Yanzhu yang berkilauan murni dari dalam Ruang Ajaib miliknya muncul di genggaman nya. Lin Jia dengan telaten meneteskan air suci tersebut tepat di atas Griffin Api.

Keajaiban terjadi seketika. Begitu cairan itu menyentuh nya, uap putih tipis mengepul dan rasa sakit yang menyiksa di sekujur tubuh makhluk itu mereda dalam hitungan detik.

Griffin Api membuka matanya secara perlahan, menatap lurus ke arah Lin Jia. Namun, kali ini, sama sekali tidak ada lagi kilatan amarah atau kebencian di dalam manik matanya. Yang tersisa hanyalah tatapan penuh kekaguman, rasa hormat, dan pemujaan yang mendalam terhadap sang pemenang dan penyelamat.

Griffin Api bangkit berdiri dengan susah payah, berjalan mendekat, lalu menekuk kedua kaki depannya di hadapan Lin Jia.

"Aku menyerah. Mulai detik ini, aku berjanji akan mengikat kontrak jiwa dan setia kepadamu, Nona," ucap Griffin Api menggunakan bahasa manusia yang berat namun penuh ketegasan.

Griffin tanaman tidak mau ketinggalan, ia ikut menggeser tubuhnya yang besar ke samping saudaranya. "Aku juga... Kami berdua tunduk pada kekuatan dan kemurahan hatimu, Nona."

Mendengar sumpah setia tersebut, Lin Jia justru tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku menerima penyerahan diri kalian, namun aku akan jauh lebih berterima kasih... jika kalian bersedia mengikat kontrak dan menjadi pelindung bagi Kakakku."

Lin Jia mengalihkan pandangannya, melirik ke arah Pangeran Lin Tian dan Wu Kevin yang saat ini masih terduduk di tanah dengan ekspresi syok dan mulut ternganga, seolah jiwa mereka belum sepenuhnya kembali ke raga.

Mendengar perintah itu, Griffin Api dan Griffin tanaman saling pandang sejenak sebelum akhirnya maju mendekat ke arah yang ditunjuk.

Tidak seperti beberapa saat lalu di mana mata mereka memancarkan aura pembunuh dan amarah yang menghanguskan hutan, kali ini kedua Hewan Roh tingkat tinggi itu justru menundukkan kepala mereka dalam-dalam ke tanah, memberikan lambang kepatuhan mutlak tanpa syarat.

Ting!

Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang jernih dan familiar berdengar nyaring di dalam kesadaran Lin Jia.

[Selamat Nona! Anda telah berhasil mengalahkan, menjinakkan, dan menaklukkan Griffin Kembar melalui pertarungan hebat.] kata Sistem memberikan notifikasi.

[Hadiah Penyelesaian Misi: Elemen Api dan Elemen Tanaman di dalam tubuh Anda telah berhasil diaktifkan secara sempurna! Selamat atas keberhasilan Anda membuka jalan menuju kultivator multi-elemen!]

Lin Jia tersentak. Dia bisa merasakan perubahan drastis yang menjalar di dalam seluruh pembuluh darahnya. Sesuatu yang sangat panas—seperti magma cair yang murni—mengalir deras memenuhi dantiannya, membakar dan memperluas kapasitas energinya.

Namun secara bersamaan, di balik gelombang panas yang meletup-letup itu, dia juga merasakan sensasi aneh yang kontras. Rasa seperti jutaan jarum tanaman yang menusuk halus menyusup di dalam daging dan otot-ototnya.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!