NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Rezeki Mendadak yang Mencurigakan

Malam telah larut sepenuhnya di desa terpencil itu.

Kegelapan merayap dari balik rimbunnya hutan, menyelimuti rumah tua keluarga Lin dalam keheningan yang mencekam.

Di dalam rumah, Lin Fan masih duduk bersedekap di sofa kayu tua yang sesekali berderit kaku.

Ia menatap lurus ke arah pintu depan, menunggu tamu yang tak diundang.

Sfx: Guk! Guk! Guk!

Suara gonggongan anjing liar di kejauhan mendadak terdengar, disusul oleh deru mesin mobil yang mendekat.

Cahaya lampu sorot mobil menembus celah-celah ventilasi kayu rumah, memotong kegelapan ruang tamu.

Sfx: Brummm... Ckiidhh!

Mobil jip hitam tua berhenti tepat di halaman rumah Lin Fan.

Suara pintu mobil yang dibanting kasar terdengar bersahut-sahutan.

Lin Fan melirik ke arah radar transparan di sudut penglihatannya.

Lima titik merah itu kini telah berdiri tepat di luar garis lingkaran hijau Pagar Perlindungan Rumah.

"Hei, Boss Zhao! Apa kita benar-benar harus membakar rumah reot begini?" suara seorang pria bernada tebal terdengar dari luar.

"Rumah ini lebih cocok jadi sarang rayap daripada dibakar. Sekali tendang juga roboh!" lanjut pria itu disambut tawa terbahak-bahak dari rekannya.

"Diam kamu, Qiangzi!" bentak suara gemuk yang sangat Lin Fan kenal.

Itu suara Zhao Qiang.

"Bocah bernama Lin Fan itu punya uang puluhan ribu Yuan secara misterius!" kata Zhao Qiang sengit.

"Kita bakar rumah ini sampai jadi abu biar sisa uang tunai atau emas simpanan leluhurnya hangus sekalian, atau dia terpaksa keluar merangkut sambil bawa uangnya!" lanjut Zhao Qiang licik.

"Tapi Boss, kalau rumahnya dibakar, nanti kita nggak bisa jualan kayu bekasnya dong?" sapa suara polos dari preman lainnya yang terdengar agak bodoh.

Puk!

"Aduh! Kenapa kepalaku dipukul, Boss?" ringis preman bodoh itu.

"Otakmu itu isinya cuma kayu bekas ya?!" omel Zhao Qiang kesal.

"Uang puluhan ribu Yuan itu jauh lebih banyak daripada harga kayu lapuk rumah ini, Bego!" tambah Zhao Qiang lagi dengan napas terengah-engah.

Di dalam rumah, Lin Fan yang mendengarkan percakapan konyol itu dari balik pintu hanya bisa menggelengkan kepala pelan.

Dalam situasi menegangkan yang menentukan hidup dan mati begini, tingkah polos preman suruhan Zhao Qiang itu sempat-sempatnya membuat bibir Lin Fan terangkat tipis.

"Preman kota zaman sekarang makin hari makin absurd saja," bisik Lin Fan pada dirinya sendiri.

Namun rasa geli itu langsung menguap berganti aura dingin tatkala ia mendengar bau menyengat bensin mulai tercium dari luar.

Sfx: Sreeek... Kopyok... Kopyok...

Suara bensin disiramkan ke dinding kayu luar rumah terdengar sangat jelas.

"Siram yang banyak di dekat pintu dan jendela!" perintah Zhao Qiang dengan nada jahat.

"Siapkan korek apinya!" lanjutnya.

Lin Fan tidak panik sama sekali.

Ia bangkit berdiri dari sofanya secara perlahan, lalu menyentuh permukaan lontar tua di atas meja.

[Jebakan Api Spiritual Siap Dipicu]

[Mendeteksi Keberadaan Bensin Dan Niat Jahat Di Luar Garis Pagar]

[Apakah Anda Ingin Mengaktifkan Serangan Balik?]

"Aktifkan," bisik Lin Fan singkat.

Di luar rumah, seorang preman bertato ular dengan wajah penuh jerawat sedang memegang korek api gas berwarna hijau.

Ia memutar roda korek api tersebut dengan ibu jarinya yang kotor.

Sfx: Ctek! Ctek!

Percikan api kecil keluar dari korek api tersebut.

Namun alih-alih menyambar bensin yang sudah membasahi dinding kayu rumah Lin Fan, api dari korek tersebut mendadak berubah warna menjadi hitam pekat!

"Eh? Kok apinya warna hitam, Boss?" tanya preman bertato ular itu heran sambil memiringkan kepalanya.

"Mana ada api warna hitam! Matamu yang rabun!" bentak Zhao Qiang sambil mendekatkan wajahnya untuk melihat.

Tetapi sebelum Zhao Qiang sempat berkedip, api hitam pada korek gas itu mendadak membesar secara tidak wajar.

Sfx: Wuuut... Duuum!

Bzzzzzt!

Api hitam gaib itu meledak kecil dan melompat dari korek api langsung menyambar baju jaket kulit milik Zhao Qiang dan baju para preman tersebut!

Anehnya, bensin yang tersiram di dinding kayu rumah Lin Fan sama sekali tidak terbakar.

Jebakan Api Spiritual hanya menargetkan benda dan orang yang membawa niat jahat tersebut.

"Aaaargh! Panas! Panas sekali!" jerit Zhao Qiang histeris sambil berguling-guling di atas tanah basah.

"Boss! Bajumu terbakar api hitam!" teriak preman bodoh tadi panik.

"Siram pakai air! Siram!" teriak preman bertato ular yang tangannya juga mulai ikut dijilat api hitam tanpa asap itu.

Sfx: Byurr!

Preman bodoh itu mengambil jeriken bensin yang dikira berisi air dan menyiramkannya ke tubuh Zhao Qiang.

"Bego! Itu bensin, Tolol!" teriak Zhao Qiang makin histeris.

Anehnya lagi, meskipun disiram bensin, api hitam itu tidak meledak membakar seluruh tubuh Zhao Qiang sampai mati, melainkan terus menjilati kulit mereka dengan rasa dingin membakar yang amat sangat menusuk tulang.

Itu adalah Api Spiritual yang membakar energi kejahatan di dalam jiwa mereka, bukan api dunia biasa.

"Ampun! Ampun!" teriak Zhao Qiang dan empat premannya bersahut-sahutan di halaman rumah.

Mereka bertolak-tolak dan berguling-guling di tanah becek bagaikan cacing panasan.

Krik... Klik!

Pintu kayu rumah Lin Fan perlahan-lahan terbuka dari dalam.

Lin Fan melangkah keluar ke teras rumah dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.

Lampu pijar teras menyinari wajah Lin Fan yang pucat namun memancarkan aura kegelapan yang mencekam.

Melihat Lin Fan keluar tanpa lecet sedikit pun, Zhao Qiang yang sedang berguling-guling di tanah mendongak dengan wajah penuh ketakutan.

"Kamu... Kamu ini iblis!" ratap Zhao Qiang dengan suara gemetar hebat.

"Tolong padamkan apinya, Lin Fan! Kami janji tidak akan datang ke sini lagi!" mohon preman bertato ular sambil berlutut menyembah ke arah Lin Fan.

Lin Fan menatap kelima pria itu dengan pandangan dingin tanpa emosi.

"Padam," ucap Lin Fan pelan.

Sfx: Ssssssh...

Dalam hitungan detik, api hitam yang menjilati tubuh kelima pria itu seketika padam dan menguap menjadi asap tipis yang menghilang ke udara malam.

Meskipun baju mereka tidak hangus terbakar sepenuhnya, wajah dan kulit Zhao Qiang beserta preman-premannya tampak pucat pasi bagaikan mayat hidup.

Energi jahat di dalam tubuh mereka telah diserap sebagian oleh [Jebakan Api Spiritual].

[Tugas 'Pembersihan Benih Kejahatan' Berhasil Diselesaikan]

[Zhao Qiang Dan Kelompoknya Berhasil Dinetralkan]

[Menerima Hadiah Tugas: Akses Fitur 'Mata Iblis / Deteksi Niat Buruk' Dan Uang Tambahan 100.000 Yuan]

Ting!

Ponsel tua di dalam saku celana Lin Fan bergetar singkat, menandakan transferan dana seratus ribu Yuan telah masuk ke rekeningnya secara otomatis.

Lin Fan melangkah mendekati Zhao Qiang yang terkulai lemas di atas tanah becek.

Ia berlutut di sebelah Zhao Qiang dan menatap langsung ke dalam mata pria gemuk itu yang dipenuhi rasa trauma mendalam.

"Zhao Qiang," panggil Lin Fan dengan suara pelan namun sarat ancaman.

"Besok pagi, kamu dan Tuan Tanah Li harus membatalkan semua surat perjanjian palsu atas tanah keluargaku," kata Lin Fan.

"Kalau sampai besok sore surat-surat itu belum dibakar di depan balai desa..." Lin Fan menggantungkan kalimatnya sambil tersenyum tipis.

"...api hitam tadi malam akan datang lagi, dan kali ini api itu tidak akan padam sampai ke tulang-tulangmu."

Zhao Qiang mengangguk-anggukkan kepalanya dengan sangat cepat bagaikan ayam yang mematuk beras.

"I-iya! Aku paham! Besok pagi semua surat tanah akan dikembalikan pada keluargamu!" jawab Zhao Qiang tergagap-gagap.

"Sekarang, bawa anak buahmu dan angkat kaki dari rumahku," perintah Lin Fan tegas.

Zhao Qiang dan empat premannya langsung berjuang bangkit berdiri dengan tubuh yang lemas dan berguncang.

Mereka berebutan masuk ke dalam mobil jip hitam mereka tanpa mempedulikan jeriken bensin yang tertinggal di tanah.

Sfx: Brummm! Ngenggg!

Mobil jip itu melaju secara ugal-ugalan meninggalkan halaman rumah Lin Fan, menabrak pagar bambu tetangga sebelum akhirnya menghilang di belokan jalan desa.

Suasana halaman rumah kembali menjadi sangat sepi dan tenang.

Lin Fan menghela napas panjang dan berdiri tegap.

Rasa pusing di kepalanya mendadak hilang seiring dengan masuknya energi dari pengorbanan musuh yang diserap oleh sistem tadi.

[Energi Kejahatan Musuh Diserap]

[Energi Vital Pengikat Kontrak Dipulihkan: +10%]

[Status Energi Vital Saat Ini: 88%]

Lin Fan melihat telapak tangan kanannya.

Bekas luka bakar berbentuk lingkaran di telapak tangannya terasa hangat dan nyaman, tidak lagi menyengat seperti sebelumnya.

"Rezeki mendadak seratus ribu Yuan... dan pulihnya sepuluh persen energi vital," gumam Lin Fan sambil tersenyum puas.

Meskipun cara kerja [Sistem Pagar Iblis] ini sangat berbahaya dan mengerikan, ia tidak bisa memungkiri bahwa hasilnya sangat instan dan luar biasa.

Dengan uang total lebih dari seratus dua puluh ribu Yuan di rekeningnya saat ini, kehidupan ekonomi keluarganya telah berubah total dalam waktu tiga hari saja.

Namun saat Lin Fan hendak membalikkan badan untuk masuk ke dalam rumah, matanya yang kini memiliki fitur *Mata Iblis* secara otomatis menangkap sesuatu yang aneh.

Di sudut halaman dekat pohon mangga, di luar garis hijau Pagar Perlindungan Rumah, tampak sebuah bayangan hitam manusia berdiri mematung di balik semak-semak.

Bayangan itu bukan milik Zhao Qiang ataupun premannya.

Bayangan itu memiliki bentuk tubuh seorang wanita berambut panjang yang sedang memperhatikan Lin Fan dari kejauhan.

Lin Fan memicingkan matanya, mengaktifkan fitur [Mata Iblis / Deteksi Niat Buruk].

Garis transparan berwarna kebiruan langsung muncul di atas kepala sosok wanita tersebut di dalam penglihatannya.

[Nama: Chen Meng]

[Status: Teman Masa Kecil / Penduduk Desa]

[Tingkat Niat Buruk: 0% (Netral / Sangat Curiga)]

[Keterangan: Chen Meng Menyaksikan Seluruh Kejadian Ledakan Api Hitam Secara Sembunyi-sembunyi]

Jantung Lin Fan seketika mencelos.

Chen Meng, teman masa kecilnya yang baru saja kembali dari kota untuk berlibur, ternyata telah melihat aksi ajaib dan mistis yang baru saja terjadi di halaman rumahnya!

"Sial... Chen Meng ada di sana?" batin Lin Fan panik.

Sfx: Krasak!

Sosok wanita di balik semak-semak itu tersentak kaget saat menyadari Lin Fan menatap lurus ke arah posisinya.

Chen Meng membalikkan badan dan langsung berlari melarikan diri ke dalam kegelapan jalan desa dengan langkah kaki yang terburu-buru.

Lin Fan berdiri mematung di teras rumahnya, menatap arah lari teman masa kecilnya itu dengan perasaan cemas yang bercampur aduk.

Pesan peringatan khusus dari sistem semalam kembali melintas di ingatan Lin Fan dengan sangat jelas:

[Jangan Biarkan Orang Luar Mengetahui Keberadaan Lontar Leluhur Dan Kekuatan Pagar Iblis]

Apakah kecurigaan Chen Meng akan menjadi ancaman baru bagi keselamatan rahasia sistem dan kehidupan keluarga Lin di desa ini?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!