NovelToon NovelToon
Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Wanita Suci Dunia Binatang Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Penyelamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Roditya

Saat ajalnya tiba di tengah kobaran api dan puing Suku Serigala, Yana diberi kesempatan kedua oleh Dewa Binatang.

Ia terbangun di usianya yang ke-16—tepat dua bulan sebelum tragedi berdarah itu merenggut nyawa ayahnya dan meratakan tanah kelahirannya.

Namun, ancaman terbesar bukanlah monster, melainkan seorang gadis dari dunia lain yang mengaku sebagai "Wanita Suci". Berkedok kemajuan modern, ide-idenya justru merusak keseimbangan alam dan memicu perang antarsuku.

Siapakah sebenarnya sang Wanita Suci pilihan Dewa Binatang yang sesungguhnya? Mampukah Yana menyembunyikan identitasnya demi menyelamatkan sukunya tepat waktu?

Ikuti perjuangan Yana menembus batas takdir dan selamatkan dunia binatang sebelum semuanya terlambat! Baca selengkapnya sekarang di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 — Jebakan Besi dan Nyala Api

"A-apa?!" Paman Bimo membelalak tak percaya dari atas menara pengawas. "Ayla dan Luka... ikut merencanakan penyerangan ini?!"0

"Benar, Paman! Tolong aku!" teriak pemuda di balik gerbang dengan tubuh gemetar hebat.

Darah segar menetes dari pelipisnya, membasahi mantel kulit yang sudah robek-robek.

"Luka yang memberi tahu Suku Rubah kalau kekuatan pemburu utama kita sedang lemah! Dia yang menunjukkan peta celah benteng selatan pada mereka! Mereka sengaja memancing kita keluar agar kita bisa dibantai!"

Ctaarrr!

Aron meninju tiang kayu benteng dengan amarah yang meledak-ledak. Kaki menara sampai bergetar hebat akibat pukulan keras sang Kepala Suku.

"Pengkhianat busuk!" maki Aron dengan mata merah menyala. "Anak tidak tahu diri! Dia benar-benar ingin menghancurkan tanah kerabat dan keluarganya sendiri demi wanita asing itu?!"

Beberapa warga yang berada di dekat gerbang mendadak panik. Suara tangisan anak-anak dan ketakutan para ibu mulai terdengar bersahutan di lapangan suku.

"Tenang semuanya!" teriak Yana keras, melangkah maju ke depan gerbang dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Ayah, Paman Bimo, tidak ada waktu untuk meratapi amarah. Musuh sudah di depan mata."

Aron menarik napas panjang, berusaha menekan emosinya. "Yana benar. Bimo, kumpulkan semua orang yang bisa memegang senjata!"

"Senjata kita terbatas, Aron! Pemburu kita tidak banyak!" sahut Paman Bimo panik.

"Kebetulan dua hari yang lalu Suku Elang baru saja mengirimkan pasokan senjata besi hasil barter kita," potong Yana cepat. "Mata tombak besi, sekop besi, dan anak panah besi. Kita manfaatkan semuanya sekarang juga!"

.

Sret! Sret!

Bruk!

Dua peti besar berisi peralatan besi dari Suku Elang dibuka paksa di tengah lapangan.

Seluruh warga suku—pria, wanita, hingga para remaja—bergerak cepat di bawah komando Yana dan Aron.

Tidak ada satu orang pun yang bersantai. Ketakutan akan kematian membakar semangat mereka untuk bertahan hidup.

"Dua puluh orang gali parit di sepanjang jalur masuk gerbang utama!" perintah Yana nyaring sambil membagikan sekop-sekop besi yang tajam.

"Buat parit setinggi dua meter!"

Klek! Klek!

Jash! Jash!

Para pemuda dan wanita suku bekerja keras menggali tanah salju yang membeku. Sekop besi baru dari Suku Elang menembus tanah keras dengan sangat mudah.

Sementara parit digali, Paman Bimo memimpin kelompok remaja untuk meruncingkan ratusan batang bambu.

"Olesi ujung bambu ini dengan racun katak pohon!" seru Paman Bimo tegas. "Tancapkan rapat-rapat di dasar parit! Jangan ada celah kosong!"

Prak! Prak!

Bambu-bambu runcing beracun ditancapkan berjejer di dalam parit yang baru selesai digali.

Setelah itu, permukaan parit ditutupi kembali menggunakan ranting tipis dan lapisan salju halus. Dari luar, parit itu terlihat seperti jalan tanah biasa yang aman untuk dilalui.

Di saat yang sama, Yana mengarahkan para wanita suku untuk mengumpulkan tumpukan rumput kering, jerami tua, dan ranting cemara bergetah dari gudang belakang.

"Sebarkan rumput kering ini di sela-sela jalan depan parit!" panggil Yana. "Siram dengan lemak minyak binatang yang mudah terbakar!"

Srrr...

Aroma minyak lemak yang menyengat seketika membasahi hamparan jerami dan salju di depan pemukiman.

"Pasang panah otomatis di atas benteng!" seru Aron memanggil sepuluh pemburu tersisa dan lima wanita yang sudah dilatih Yana.

"Isi penuh setiap wadah anak panah! Jangan biarkan musuh lepas!"

Dua puluh unit panah otomatis buatan Yana kini telah bersiaga penuh di atas dinding benteng kayu. Setiap busur terisi anak panah berujung besi tajam yang siap diluncurkan kapan saja.

.

Satu jam berlalu.

Suasana malam di luar benteng mendadak berubah mencekam.

BRUK! BRUK! BRUK!

Tanah bergetar hebat. Hawa dingin yang aneh bertiup kencang menembus celah-celah pohon cemara.

Dari balik kegelapan Hutan Hitam, puluhan obor menyala terang.

Sekelompok besar prajurit Suku Rubah muncul bergerak cepat dengan mantel bulu oranye mereka.

Namun yang membuat bulu kuduk berdiri, di barisan paling depan, tampak tiga ekor monster hutan raksasa—beruang es bersisik besi yang matanya merah menyala karena racun perangsang emosi!

Di samping pemimpin Suku Rubah, berdiri dua sosok yang sangat dikenal warga Suku Serigala.

Luka dan Ayla.

Luka menggenggam busur panahnya erat-erat. Wajah pemuda itu dipenuhi rasa percaya diri dan senyum dendam yang dingin.

"Lihat itu, Ayla!" tunjuk Luka ke arah benteng Suku Serigala yang tampak sunyi. "Mereka pasti sedang bersembunyi ketakutan di dalam! Tanpa pemburu utama, benteng itu cuma tumpukan kayu lapuk!"

Ayla tersenyum manis sambil memeluk lengan Luka. "Kamu memang hebat, Luka. Setelah suku ini hancur, kita bisa mengambil seluruh persediaan makanan dan bahan bangunan milik mereka untuk kita serahkan pada Suku Rubah."

"Tentu saja!" seru Luka bangga. Ia membalikkan badan menghadap prajurit Suku Rubah. "Serang! Hancurkan gerbang utama! Jangan sisakan satu orang pun yang melawan!"

1
Asra
Menarik! semangat berkarya nya kak.🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!