NovelToon NovelToon
DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

DxD : Sebagai Pawn Sona Sitri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyudi0596

Tidak semua bidak catur bermimpi menjadi Raja. Yudi hanya ingin satu hal: bertahan hidup dan membangun wilayah kecilnya sendiri untuk kaum yang terbuang. Menjadi Pawn rendahan bagi Sona Sitri adalah langkah pertamanya. Dengan [Imperial Tiger Mantle] yang terikat di jiwanya, ia menahan auman sang harimau dan mengubahnya menjadi keheningan yang mencekik lawan.

update Harian 1 bab per harinya sambil menunggu keputusan kontrak., semoga berhasil ya, kalau udah fix dapet kontrak akan kembali normal. Kalau kelewat mungkin akan tambah satu bab di besoknya. semoga gak pernah terjadi dan kalian semua bisa terus membaca kisah ini dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyudi0596, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

"Berlarilah sesukamu, cacing kecil!" seru malaikat jatuh itu, suaranya menggema penuh ejekan. Tangannya kembali terangkat, dan lima buah tombak cahaya baru terbentuk dari ketiadaan, berputar di sekeliling lengannya.

"Ini adalah akhir dari permainan konyol ini!"

Pemuda itu, Yudi, memaksakan dirinya untuk berdiri. Napasnya memburu cepat, dadanya naik turun dengan keras. Darah segar menetes dari pelipisnya, mengalir melewati pipinya dan menetes ke kerah bajunya. Luka-luka sayatan memenuhi kedua lengannya. Ia mundur selangkah, kakinya tersandung kerikil, namun ia segera menyeimbangkan tubuhnya.

Yudi mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Gigi-giginya bergemeretak menahan rasa sakit. Tiba-tiba, udara di sekeliling tubuhnya bergetar hebat. Percikan energi berwarna jingga kemerahan meletup dari pori-pori kulitnya, berputar cepat mengelilingi bahu dan punggungnya. Energi itu perlahan memadat, membentuk sebuah bayangan semi-transparan yang menyerupai mantel lebat dari kulit harimau.

Di atas bahunya, siluet wajah harimau raksasa dengan taring-taring panjang berkedip redup. Sebuah raungan samar yang terdengar seperti geraman buas dari dasar hutan bergema di lapangan terbuka tersebut.

Itu adalah wujud samar dari sebuah sacred gear tidak sempurna. Aura jingga yang dipancarkannya cukup kuat untuk meniup debu dan kerikil di sekitar kaki pemuda itu. Namun, pendaran energi itu tampak sangat tidak stabil. Sinarnya berkedip-kedip tak menentu, auranya kadang membesar seolah siap menerkam, lalu sedetik kemudian menyusut drastis, seolah kekuatan di dalamnya menolak untuk tunduk sepenuhnya pada pemuda yang memanggilnya.

Malaikat jatuh di udara mendengus remeh. Tawanya kembali meledak keras.

"Hoo? Sebuah Sacred Gear tingkat menengah? Seekor roh harimau biasa yang bersembunyi di balik mantel kekaisaran? Sayang sekali! Penggunanya terlalu lemah untuk mengeksplorasi kekuatannya. Benda cacat itu tidak akan bisa melindungimu!"

Malaikat jatuh itu mengepakkan keenam sayap hitamnya dan menghilang dari pandangan, hanya menyisakan beberapa helai bulu hitam yang melayang di udara.

Sreet!

Dalam sekejap mata, malaikat jatuh itu muncul tepat di depan Yudi. Angin kencang dari kepakan sayapnya menyapu debu ke segala arah. Yudi membelalakkan matanya. Ia mencoba mengangkat tangannya yang terbalut aura harimau untuk menangkis, namun pergerakannya terlalu lambat.

Mantel energi jingganya berkedip meredup tepat di saat yang paling krusial. Tombak cahaya kuning di tangan malaikat jatuh itu melesat maju. Terdengar suara robekan yang mengerikan saat tombak cahaya itu menembus pertahanan mantel harimau yang melemah, lalu menembus dada sang pemuda. Ujung tombak bercahaya itu menyembul dari punggung Yudi, meneteskan darah segar yang langsung menguap akibat panas cahaya suci.

"Sangat menyenangkan bermain kejar-kejaran denganmu," bisik malaikat jatuh itu tepat di depan wajah Yudi. Ujung bibirnya tertarik ke atas. "Kalau kau ingin menyalahkan seseorang, salahkan saja takdirmu yang sangat buruk ini! Hahaha!"

Malaikat jatuh itu menarik tombaknya dengan kasar. Tubuh Yudi terhuyung ke belakang, darah memuncrat mewarnai tanah berdebu, sebelum akhirnya tubuh pemuda itu ambruk tak berdaya. Aura jingga dari mantel harimaunya berkedip untuk terakhir kalinya sebelum hancur berkeping-keping menjadi debu cahaya yang memudar di udara.

Sona yang sedari tadi mengamati dari balik bayangan gundukan tanah melangkah maju. Sepatunya menginjak kerikil, menciptakan suara retakan kecil yang menarik perhatian malaikat jatuh tersebut.

Malaikat jatuh itu menoleh tajam. "Siapa di sana?!"

Sebagai jawaban, sebuah lingkaran sihir biru berskala besar menyala terang tepat di bawah kedua telapak kaki Sona. Suhu di sekitar area konstruksi itu anjlok drastis dalam hitungan detik. Napas malaikat jatuh itu seketika berubah menjadi uap putih akibat udara yang mendadak membeku.

"[Water Splash]," gumam Sona dengan nada datar yang sedingin es.

Air dalam jumlah besar menyembur keluar dari lingkaran sihir di bawah kaki Sona, meliuk-liuk di udara melawan gravitasi. Gelombang air itu dengan cepat memecah dan berubah bentuk menjadi puluhan cambuk air yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Tanpa aba-aba, cambuk-cambuk air itu melesat maju, merobek udara dengan suara mendesing tajam, menargetkan malaikat jatuh tersebut dari berbagai arah.

"Iblis?!" Malaikat jatuh itu memaki keras. Ia mengepakkan sayapnya sekuat tenaga, melesat naik ke udara untuk menghindari serangan. Ujung cambuk air itu menyambar ruang kosong, meleset hanya beberapa sentimeter dari kaki malaikat jatuh itu, dan menghantam beton penyangga hingga hancur berkeping-keping.

Sona tidak membiarkan buruannya lepas. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara. Jari-jarinya merentang kaku. Seluruh cambuk air yang gagal mengenai sasaran mendadak berhenti di udara.

Air itu bergerak mundur, berkumpul di satu titik tepat di atas telapak tangan Sona, dan memadat membentuk sebuah bola air berukuran raksasa yang terus berputar. Suhu udara kembali turun. Uap dingin mulai mengepul dari permukaan bola air tersebut. Kristal-kristal es mulai merambat di permukaan air, membekukannya sedikit demi sedikit dengan suara gemeretak yang nyaring.

"[Ice Javelin]."

Bola air yang telah membeku itu berubah bentuk, memanjang dan menajam di kedua ujungnya hingga membentuk sebuah tombak es raksasa sepanjang hampir dua meter. Sona mengayunkan lengannya ke depan, menunjuk lurus ke arah malaikat jatuh yang melayang di angkasa.

Wuussh!

Tombak es itu melesat membelah udara dengan kecepatan luar biasa. Gelombang kejut dari luncurannya meniup debu di sekitar Sona membentuk lingkaran besar. Malaikat jatuh itu hanya sempat menoleh, pupil matanya mengecil melihat bongkahan es raksasa yang meluncur tepat ke arahnya.

Suara daging yang tertembus benda tajam bergema di udara. Tombak es itu menghantam dada malaikat jatuh tersebut dengan telak, menembusnya hingga tembus ke belakang. Darah tidak sempat menetes karena suhu es yang ekstrem seketika membekukan luka tersebut.

Malaikat jatuh itu menatap tidak percaya ke arah dadanya yang tertembus es. Mulutnya terbuka seolah ingin meneriakkan sesuatu, namun hanya udara beku yang keluar. Sedetik kemudian, tubuhnya mulai retak, memancarkan cahaya hitam dari sela-sela lukanya.

Dengan suara ledakan tertahan, tubuh makhluk itu pecah menjadi ribuan butiran cahaya hitam dan bulu-bulu gelap yang berterbangan liar sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya tanpa sisa ditiup angin malam.

Suasana area konstruksi itu kembali sunyi senyap. Hanya suara angin yang berhembus melewati kerangka besi yang tersisa. Sona menurunkan tangan kanannya secara perlahan. Lingkaran sihir di bawah kakinya memudar dan menghilang.

Ia melangkah maju dengan tenang, mendekati tubuh pemuda yang tergeletak bersimbah darah di atas tanah. Genangan darah kental telah meresap ke dalam debu dan pasir di sekitarnya. Napas pemuda itu terdengar sangat lemah dan terputus-putus. Dada yang tertembus luka menganga itu masih bergerak naik turun dengan sangat lambat.

Tiba-tiba, cahaya biru kembali berpendar di udara. Beberapa meter dari Sona, sebuah lingkaran sihir yang lebih kecil terbuka. Dari dalamnya, sesosok gadis jangkung berkacamata melangkah keluar.

Ia mengenakan seragam akademi yang sama dengan Sona. Rambut hitam panjangnya diikat dengan rapi, dan raut wajahnya begitu tenang bagaimana dipahat dengan indah. Tsubaki Shinra, wakil ketua OSIS sekaligus Queen dari keluarga Sitri, mengedarkan pandangannya dengan cepat untuk menilai situasi.

Tsubaki melangkah mendekat, jarinya bergerak membetulkan letak kacamatanya yang sedikit merosot di pangkal hidungnya. Matanya menatap genangan darah dan pemuda yang sekarat tersebut. Ia tidak mengatakan apa pun, hanya berdiri diam dalam jarak yang tepat, menunggu perintah dari tuannya.

Sona berlutut di samping tubuh pemuda itu. Ia mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan, menyentuh leher pemuda itu selama beberapa detik untuk memeriksa denyut nadi.

"Dia Masih hidup," gumam Sona pelan.

Sona menengadahkan telapak tangannya ke atas. Cahaya sihir berpendar, dan sebuah kotak kecil berbahan dasar logam hitam dengan lapisan emas di sudut-sudutnya muncul di atas telapak tangannya.

Sona membuka pengait kotak itu secara perlahan. Di dalamnya, hanya tersedia 3 bidak pawn, lalu dua bidak Pawn bercahaya biru redup, Evil Pieces. Hanya tidak bidak itulah yang tersisa dalam peerage-nya dan karena dua bidak merespon terhadap pemuda ini maka tersisa satu bidak Pawn di dalam kotak tersebut.

Tiba-tiba, seolah merespons sisa-sisa aura harimau yang masih menempel di tubuh pemuda itu, dua buah bidak Pawn di dalam kotak bergetar hebat. Bidak-bidak itu memancarkan cahaya biru yang jauh lebih terang dari sebelumnya, lalu melayang naik, keluar dari kotak dengan sendirinya.

Kedua bidak catur itu bergerak melayang mengitari tubuh pemuda yang sekarat itu, seolah sedang mengukur sisa energi dari Sacred Gear yang tersimpan di dalam jiwanya.

Sona menatap kedua bidak yang melayang itu tanpa ekspresi terkejut di wajahnya.

"...Dua Pawn. Untuk sebuah jiwa dengan wujud mantel harimau yang bahkan belum sempurna," gumam Sona.

Sona berdiri dari posisi berlututnya. Ia mengangkat kotak Evil Piece di tangannya sedikit lebih tinggi. Lingkaran sihir raksasa berlambang Sitri tiba-tiba menyebar luas tepat di bawah tubuh pemuda itu, memancarkan cahaya biru terang yang menerangi seluruh area konstruksi.

"Aku, Sona Sitri, iblis bangsawan dari keluarga pilar Sitri..." Suara Sona mengalun jernih, memecah keheningan malam dengan otoritas mutlak.

Cahaya dari lingkaran sihir semakin menyilaukan. Tsubaki yang berdiri di belakang sedikit memicingkan matanya di balik kacamata.

"Dengan ini mengikat kontrak dengan jiwamu, menghapus batas kematianmu, dan mereinkarnasikanmu sebagai iblis seutuhnya atas nama dan kebanggaan keluarga Sitri. Bangkitlah kembali, dan abdikan dirimu sebagai pelayanku."

Begitu kalimat itu selesai diucapkan, kedua bidak Pawn yang melayang di udara berubah menjadi dua berkas cahaya biru yang melesat secepat kilat, menusuk lurus masuk ke dalam dada pemuda tersebut, tepat di titik jantungnya berdetak. Tubuh Yudi terangkat beberapa sentimeter dari tanah.

Luka menganga di dadanya perlahan merapat, darah berhenti mengalir, dan energi iblis yang kuat mulai berbaur dengan sisa-sisa aura jingga di dalam nadinya. Beberapa saat kemudian, cahaya terang itu perlahan meredup dan menghilang.

Tubuh pemuda itu kembali terbaring di atas tanah. Napasnya kini terdengar sangat teratur dan stabil. Luka-lukanya telah menutup sepenuhnya tanpa menyisakan bekas luka sedikit pun.

Sona menutup kotak Evil Piece miliknya dengan suara klik pelan, lalu menghilangkan kotak tersebut ke dalam dimensi saku. Ia memutar tubuhnya dan memberikan isyarat anggukan kecil ke arah Tsubaki.

Memahami isyarat tuannya, Tsubaki melangkah maju. Ia membungkukkan badannya, menyelipkan kedua lengannya ke bawah ketiak dan lutut pemuda tersebut, lalu mengangkat tubuh Yudi dengan sangat mudah, seolah berat pemuda itu tidak berarti apa-apa baginya.

Sona kembali mengangkat tangannya, memanggil lingkaran sihir teleportasi besar yang menelan ketiganya. Cahaya biru berkedip sesaat sebelum menghilang, membawa mereka menuju ruang klub OSIS di Akademi Kuoh. Angin malam kembali bertiup melewati kerangka besi dan tumpukan beton, menyapu sisa-sisa debu yang berterbangan. Area konstruksi itu kembali sunyi senyap, tanpa ada satu pun jejak pertarungan tersisa di bawah sinar bulan yang temaram.

1
Bayuon So7
anjirlah, kata garis miring ini kayak sebuah klu atau apa dah kok tetiba gitu ya😄
Bayuon So7
jantungan si Sona cuk🤭
Bayuon So7
ini reaksinya kayaknya lebih natural dari yang sebelumnya, karena gua bacanya juga kagum cuy am kekuatan nih karakter Falbium🤭
Bayuon So7
anjay dipancing
Bayuon So7
mana bisa anjir🤣
Bayuon So7
nah kan, kena Lo. di cibir langsung sam Fuiukaicho sama🤭
Bayuon So7
geli gua dengarnya 🤣
Bayuon So7
Damn, bro beneran gosong parah si Saji di sini brok. Lu bikinnya make sense lagi Thor, gua tadi berpikir lu lagi mau injak karakter ini serampangan tapi lu mendesainnya dengan apik. jadinya gak jadi gua hujat anjirlah 🤣
Bayuon So7
wah keren lu Thor, alih-alih mempermalukan dengan aneh. lu bikin ada reason pada tindakan Sona sebelumnya dan kemarahan dia di sini beneran make sense
Bayuon So7
damn, lu juga pernah dipegang tangannya kan. ah ealah
Bayuon So7
iya, abis chef Tsubaki. sekarang chef Sona. wah beneran dibuat gosong ini sajinya.
Bayuon So7
Thor, lu kayaknya punya dendam pribadi Ama saji deh. kok serem amat penghakimannya cok.
Bayuon So7
Absolute cinema, cukup chef ini sudah gosong jangan dilanjutkan.🤭
Bayuon So7
Weh ada chef yang mau masak, pastikan bikin masakan yang lezat dan bergizi. chef Tsubaki Shinra.
Bayuon So7
ngimpi lu anying gak logis banget dah pikirannya si saji ini ya.
Bayuon So7
gua juga ngedown kalau cewek paling polos tetiba natap dengan tajam gini. artinya lu bikin masalah super serius.
Bayuon So7
oh Ice king ini loh, kalau marah meski gak meluap-luap rasanya bikin berdebar-debar
Bayuon So7
waduh Sona udah mulai kepancing emosi nih
Bayuon So7
Alasannya masuk akal tapi entah kenapa rasanya jadi klise denger omongan lu saji🤭
Bayuon So7
Efek dibuat senyum tadi siang kah, kok tetiba jadi perhatian gini 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!