Perjalan cinta seorang Elsa yang sangat rumit, berawal dari dendam orang tua angkatnya, Elsa yang harus jadi umpan untuk membalas dendam kepada keluarga Ayu, Elsa di paksa untuk mendekati anak Ayu dan di paksa pura pura mencintai anak Ayu yang bernama Leo, tapi sayang Elsa terjebak dengan cinta palsunya, ia benar benar mencintai Leo, di saat hari pernikahan Elsa dengan Leo, Elsa di paksa pergi meninggalkan Leo, hal itu membuat Leo marah dan membenci Elsa, tapi mereka di pertemukan kembali di saat Leo sudah menikah dan Elsa melamar kerja jadi pembantu di rumah Leo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Melihat Bu Miftah sudah keluar dari kamarnya Elsa merasa senang. Sedangkan Bu Miftah merasa sungkan untuk memberitahu kalau uang yang ingin di pinjam Elsa tidak ada.
"Maaf ya El, kamu jadi lama menunggu, tadi ibu mendadak sakit perut, ibu sebenarnya tidak punya uang yang kamu butuhkan, ibu hanya punya ini, kamu jual saja! kapan kamu punya uang baru ganti!" kata bu Miftah. Ia memberikan cincinnya kepada Elsa.
"Aku tidak bisa terima ini Bu, aku cari pinjaman orang lain saja."jawab Elsa. Ia menolak cincin yang diberikan Bu Miftah karena merasa tidak enak menerimanya.
"Tidak apa-apa, kamu ambil saja!" Bu Miftah terus memaksa, karena terus di paksa akhirnya Elsa menerima cincin yang di berikan Bu Miftah.
"Terimakasih Bu, aku pulang dulu, nanti aku kesini lagi."
"Kalau kamu masih kerepotan, kamu tidak usah masuk kerja! kamu fokus dengan kesehatan Papamu dulu!" ujar bu Miftah.
"Tidak apa apa Bu, aku kerja saja, ada Nenek yang merawat Papa." kata Elsa.
"Terserah kamu, tapi kalau merasa repot kamu boleh libur."
"Iya, Bu."
Lalu Elsa pergi ke rumah sakit. Sesampainya ia di rumah sakit, Mawar segera bertanya dengan tidak sabaran.
"Bagaimana, apa kamu sudah dapat pinjaman?" tanya Mawar.
"Maaf Nek, hanya ini yang ada, Bu Miftah tidak punya uang." jawab Elsa. Elsa dengan ragu memberikan cincin yang ada ditangannya.
"Kamu itu mencari pinjaman saja tidak bisa, bagaimana kita bisa bayar rumah sakit kalau seperti ini, kamu cari lagi pinjaman ke orang lain! Kalau tidak kamu akan Nenek penjarakan karena sudah buat Papa masuk rumah sakit!" kata Mawar. Ia sengaja menakut nakuti Elsa. Elsa terdiam, ia bingun mau cari pinjaman kemana, ia tidak terlalu dekat dengan orang orang yang ada di kampung mereka sekarang.
"Kenapa diam, pergi sana cari pinjaman!" kata Mawar. Terpaksa Elsa pergi, ia pulang kerumahnya untuk berkemas setelah selesai membereskan rumahnya ia pergi ke rumah Bu Miftah, sesampainya ia di sana, Fahrul sudah menungu di depan pintu rumahnya. Jantung Elsa berdebar tidak menentu melihat Fahrul, ia takut Fahrul akan berbuat macam-macam kepadanya seperti sebelumnya.
"Permisi Pak, aku mau masuk," kata Elsa menyapa.
"Silahkan sayang." jawab Fahrul sambil mengedipkan sebelah matanya. Elsa semakin ketakutan melihat tingkah Fahrul, tapi Elsa menepis semua pikiran kotornya, ia masuk kedalam rumah, Fahrul mengikuti dari belakang. Tiba-tiba Fahrul manarik Elsa kekamarnya, Elsa berusaha memberontak, tapi tenaga Fahrul lebih kuat, ia terus di tarik ketempat tidur.
"Hentikan Pak! Apa yang Bapak lakukan, aku mohon biarkan aku keluar!" kata Elsa memohon.
"Kamu tidak usah jual mahal, aku tau kamu membutuhkan uang untuk perobatan Papamu, aku akan memberikan uang lima belas juga tanpa kamu kembalikan, asalkan kamu bisa memuaskan aku di ranjang ini." kata Fahrul. Lalu ia berusaha mencium Elsa.
"Aku tidak mau uang Bapak, lepaskan aku! Tolong!" kata Elsa. Ia berharap ada orang yang mendengarnya minta tolong. Fahrul menutup mulut Elsa agar tidak lagi bersuara. Elsa terus memberontak, saat Fahrul lengah ia segera menggigit tangan Fahrul sekuatnya.
Aaauu!
Terdengar jerit pak Fahrul karena kesakitan, Fahrul terpaksa melepaskan Elsa karena tangannya sakit digigit Elsa. Elsa segera keluar saat Fahrul lengah, Elsa berlari sekencang kencangnya agar tidak tertangkap. Elsa bisa bernafas lega setelah sampai di rumahnya.
"Akhirnya aku bisa kabur, bagaimana ini, Aku belum dapat uang pinjaman dan bagaimana pekerjaanku, Apa aku harus berhenti bekerja dari rumah mereka? Tapi aku belum dapat pekerjaan." kata Elsa bicara sendiri.
Sementara itu Fahrul sangat marah karena rencananya gagal total.
"Aku harus pecat dia sebelum dia mengadukan perbuatanku ke pada istriku." gumam Fahrul.
**
Saat ini Mawar dan Fikri bicara masalah rencana mereka agar Elsa meminjamkan uang banyak untuk mereka.
"Kita harus menakut nakuti Elsa, agar ia mau cari pinjaman," kata Mawar.
"Mau pinjam uang kemana dia?" tanya Fikri. Karena ia tau kalau Elsa tidak terlalu kenal dengan warga sekitar.
"Terserah dia mau pinjam kemana, yang penting kita dapat uang." jawab Mawar.
"Terserah Mama saja." ujar Fikri. Ia males berdebat dengan mamanya.
**
Sorenya Bu Miftah pulang kerumah, ia memang disuruh Fahrul pergi ke kampung sebelah ketempat ibunya, agar Fahrul bisa melancarkan aksinya.
"Pa, kenapa rumah masih berantakan? Apa Elsa tidak masuk kerja?" tanya Bu Miftah.
"Tadi sempat datang sebentar, tapi Papa memergokinya ingin menggeledah kamar kita, Papa tanya dia gak mau mengaku, karena Papa merasa curiga Papa periksa uang yang di lemari, ternyata uang kita sudah berkurang lima juta, Papa tanya dia, bukanya menjawab ia malah marah marah setelah itu ia pulang." kata Fahrul berbohong. Bu Miftah terkejut mendengar perkataan suaminya, ia tidak menyangka Elsa berani mengambil uang mereka.
"Mungkin Elsa terdesak karena itu ia mengambil uang kita." ujar bu Miftah.
"Tetap saja, perbuatanya tidak bisa Papa terima, kita pecat saja dia Ma! takutnya lain waktu ia kembali mengambil uang kita." kata Fahrul.
"Tapi Mama tidak tega Pa." jawab Bu Miftah.
"Mama jadi orang terlalu polos, orang seperti Elsa perlu diwaspadai, bisa saja ia berbohong kalau papanya di rumah sakit, kita tidak tau yang sebenarnya, mereka itu bukan orang sini, jadi kita tidak perlu terlalu percaya dengan mereka."
"Ya sudah Mama ikut Papa saja." kata Bu Miftah. pada akhirnya Bu Miftah menuruti perkataan suaminya walau hatinya merasa ragu.
**
Dirumah, Elsa mondar-mandir memikirkan bagaimana jalan keluarnya, ia takut neneknya marah kalau ia tidak bisa dapat pinjaman. Sementara neneknya sudah dari tadi menghubunginya, tapi ia tidak mau mengangkat telepon dari neneknya karena takut mengatakan yang sebenarnya. Pada akhirnya ia memberanikan diri pergi ke rumah warga ingin meminjam uang. Sudah beberapa rumah Elsa datangi tapi tidak ada yang memberikan pinjaman kepadanya. Saat ini Elsa duduk di depan rumah orang beristirahat.
"Ya Allah beri aku jalan keluar, aku takut Nenek marah." kata Elsa dalam hati. Karena sudah lumayan lama ia beristirahat akhirnya ia pulang kerumahnya, sesampainya di rumah ternyata Fikri dan Mawar sudah ada dirumah.
"Darimana saja kamu?" tanya Mawar dengan suara dingin.
"Cari pinjaman." jawab Elsa.
"Apa kamu sudah dapat pinjaman?" tanya Mawar tidak sabaran.
"Belum Nek."
"Mana uang yang kamu curi dari rumah majikanmu?" kata Mawar. Mawar menadahkan tangannya berharap Elsa memberikan uang kepadanya.
"Uang apa? Aku tidak mengerti apa yang Nenek bicarakan, tanya Elsa. Ia merasa bingung dengan perkataan neneknya.
"Kamu jangan bohong! kami sudah tau kalau kamu tadi pagi mencuri uang mereka kan." kata Mawar.
padahal PP y Elsa adalah PP sambung Elsa
kesian nasib mu Elsa, seperti y sulit mendapatkan jodoh dirimu Elsa
ingat leo km dah Puy anak & istri 🤭
yakinlah klo yg km ambil adalah jodoh yg terbaik untukmu