NovelToon NovelToon
Toxic Love

Toxic Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mizzly

"Kalau kamu cinta sama aku, buktikan dong! Kamu wanita pertama dalam hidup aku, Luna. Apa kamu tidak mau menjadikan aku lelaki pertama yang pernah tidur denganmu?"

Saat Noah meminta pembuktian cintaku padanya, aku bisa apa selain dengan bodohnya memberikan keperawananku padanya? Semua atas nama cinta. Cinta yang bagaimana? Cinta yang penuh dengan toxic?

Diilhami dari kisah nyata pergaulan anak muda jaman sekarang. Mohon bijak menyikapinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip di Group Kelas

Luna

Aku mengangkat wajahku dan melihat seorang laki-laki yang usianya tak jauh berbeda dariku. Aku melihat keadaan sekitar dan memang benar tak ada kursi yang kosong. Semua penuh.

"Oh iya, tidak ada orang, silahkan, Mas," kataku mempersilahkan.

Sebenarnya aku mau menolak. Aku yang agak tertutup ini tidak terbiasa makan dengan laki-laki yang tidak aku kenal sebelumnya. Kalau bukan karena tempat makan ini sudah penuh dan tak menyisakan tempat lain untuk duduk, aku pasti akan menolaknya.

"Makasih."

Aku kembali membaca obrolan di group whatsapp yang membuatku tak nyaman. Bagaimana tidak, perbuatan gilaku bersama Noah hampir saja ketahuan. Kalau sampai terkuak kalau aku dan Noah pelaku perbuatan mesum waktu itu, mau ditaruh dimana mukaku.

"Silahkan Mbak seblaknya." Seblak pesananku datang dan disajikan di depanku. Terlihat lezat sekali dan pedas pastinya. "Mau minum apa, Mbak?"

"Es teh manis saja," jawabku.

"Saya juga mau es teh manis, Mas," kata laki-laki yang duduk di depanku.

Aku menatap lelaki tersebut. Mukanya sih terlihat baik-baik tapi kenapa ada aura dalam dirinya yang membuatku jadi curiga ya?

Laki-laki itu kini menatapku setelah karyawan seblak pergi. Kami beradu pandang sekilas. Dengan cepat kualihkan pandanganku dan memilih memakan seblak milikku yang terlihat menggugah selera.

Ternyata benar, saat sedang mumet, makan makanan pedas memang solusinya. Rasa pedas dan kuah seblak yang panas sampai membuat wajahku memerah namun meninggalkan rasa nikmat tak terkira.

Aku meminum es teh manis milikku, menghilangkan rasa pedas yang kini menguasai mulutku. Kulirik laki-laki di depanku. Ia makan dengan tenang. Cara makannya begitu apik dan rapi. Tak terlihat kepedesan macam aku.

Aku kembali menghabiskan seblak milikku. Tak sia-sia aku keluar malam. Perutku kentang dan seblak yang kumakan enak. Ini baru namanya liburan. Bukan di kamar saja mencoba berbagai gaya.

Ah, aku jadi ingat lagi dengan percakapan di group whatsapp. Aku akan bicarakan dengan Noah saat ia bangun nanti. Kalau terus seperti ini, bisa copot jantungku. Untung saja saat kami melakukannya di ruang senat tak ada yang melihat.

Laki-laki di depanku sudah selesai makan. Kubiarkan dia pergi lebih dulu baru membayar makananku. Aku menghabiskan es teh manis milikku lalu pergi untuk membayar.

"Jadi berapa, Pak?" tanyaku.

"Sudah dibayar Mbak sama pacarnya," jawab penjual seblak.

"Pacar?" tanyaku sambil mengerutkan keningku.

"Iya, laki-laki kasep yang tadi makan bareng sama Mbak. Dia bilang sekalian punya Mbak dia bayar," jawab penjual seblak.

Tak mau berdebat lebih lama, aku berterima kasih lalu pergi. Niatku ingin mencari laki-laki yang tadi makan satu meja denganku. Aku mau mengembalikan uangnya. Sayangnya, aku tak menemukan laki-laki tersebut.

Sudahlah, anggap saja rejekiku. Baik sekali dia. Kenal tidak tadi mau membayar pesananku.

Aku tak langsung kembali ke kamar. Aku memutuskan untuk jajan roti bakar dulu. Bandung itu surganya makanan. Kalau aku tidak jajan, rugi rasanya.

Aku kembali dengan roti bakar di tanganku. Kubuka pintu kamar hotel dengan kartu yang kubawa.

"Kamu darimana saja, Lun?" tanya Noah yang duduk di atas tempat tidur. Hanya lampu tidur yang ia nyalakan, aku tak bisa tahu bagaimana reaksi wajahnya. Apakah marah atau khawatir.

"Habis beli makan," jawabku jujur. "Aku beli roti bakar nih, kamu mau tidak?" tawarku.

"Kenapa tidak pesan di restoran hotel saja? Bukankah tadi aku sudah suruh kamu pesan lewat telepon saja?" tanya Noah.

Aku menyalakan lampu kamar. Kini aku bisa melihat Noah yang duduk dengan hanya memakai boxeer saja. Matanya menatap kesal ke arahku yang tak penurut.

"Aku mau jajan. Kita ke Bandung kalau tidak jajan rasanya rugi. Tadi sebelum masuk hotel aku lihat tempat jajanan yang ramai, karena penasaran aku pergi saja ke sana." Aku menaruh kotak roti bakar di atas meja dan duduk di sofa.

"Seharusnya kamu membangunkanku dulu. Kamu sendirian?" Noah berdiri dan berjalan menghampiriku. Ia duduk di sampingku dan membuka kotak roti bakar yang kubawa.

"Sudah aku bangunkan kok. Kamu tidur lelap sekali sampai tidak bangun saat aku pamit." Kulihat Noah memakan roti bakar yang kubeli dengan lahap. "Kalau tahu kamu lapar dan sudah bangun, pasti akan aku belikan buat kamu."

"Memang kamu makan apa di sana?" Noah mengambil sepotong roti bakar dan menyuapiku.

"Seblak. Enak deh. Pedas dan topingnya banyak."

"Enggak dulu deh kalau seblak. Aku enggak suka bau kencur," tolak Noah.

"Untung tidak aku belikan." Aku kembali teringat dengan percakapan di group whatsapp yang tadi kubaca. "Kamu sudah buka group whatsapp?"

"Belum. Memang ada berita apa?" tanya Noah sambil tetap memakan roti bakar yang kubawa.

"Berita tentang kita," jawabku.

"Tentang kita? Bukankah semua orang tahu kalau kita pacaran? Itu bukan berita baru," jawab Noah dengan santai.

Aku menggelengkan kepalaku. "Bukan berita itu."

Kutatap Noah dengan lekat sebagai tanda kalau aku akan berbicara serius dengannya. "Berita tentang kita yang berbuat mesum di toilet Gedung C."

Noah menghentikan makannya. Ia menaruh kotak roti bakar dan terlihat terkejut dengan berita yang kusampaikan. "Ada yang memergoki kita? Foto kita tersebar luas gitu?"

"Enggak sih. Jangan sampai, amit-amit deh!" Aku mengusap-usap perutku agar jangan sampai foto kami tersebar luas.

"Lalu kenapa kamu bisa mengatakan kalau itu berita tentang kita?" tanya Noah.

"Ya ... dari percakapan mereka. Ada yang bercerita kalau mendengar suara orang mendesaaah di toilet gedung C lantai 3. Siapa lagi coba kalau bukan kita?"

"Yang bercerita punya bukti? Ada fotonya?" cecar Noah.

"Enggak punya. Dia bilang saat mau merekam eh dia dipanggil sama temannya dan saat kembali sudah tak ada siapa-siapa lagi di toilet. Bukankah dia yang memergoki kita waktu itu?"

Noah menghela nafas dalam dan mengusap dadanya. "Kalau tak ada bukti ya sudah, tenang saja."

"Bagaimana aku bisa tenang? Berita ini sudah menyebar di kampus, dari mulut ke mulut. Bukan tidak mungkin kita bisa ketahuan. Mau ditaruh dimana mukaku kalau sampai ketahuan?" kataku dengan kesal. Kenapa sih Noah terlalu santai menghadapi masalah yang berat seperti ini?

"Lalu kamu mau aku bagaimana? Kamu mau aku mengaku kalau itu perbuatanku? Tidak, bukan? Satu-satunya cara ya dengan diam. Tidak ada bukti, kita aman. Satu lagi, CCTV di Gedung C sudah lama rusak dan belum diganti. Kamu tak usah khawatir. Kita aman, oke? Tidurlah, besok pagi kita jalan-jalan. Kamu tidak mau rugi 'kan saat berada di Bandung? Kita jalan-jalan agar kamu tidak rugi, oke?"

Ucapan Noah membuatku tenang. Kalau memang CCTV Gedung C rusak seperti apa yang Noah katakan, baguslah. Aku hanya perlu memastikan untuk tidak melakukannya di kampus lagi. Terserah Noah akan marah, aku akan menolaknya.

****

1
Bun cie
karya yg bagus..dismpaikan dengan gaya bahasa yg baik , ada pembelajaran yg bisa diambil.
terimakasih kak author..sukses u karya2 selanjutnya🙏💐
Maria Ulfa
wah...
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
🥰🥰🥰😍
indira kusuma wardani
Luar biasa
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 🥰🥰🥰🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lambemu mas 👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aku suka ama kamu sumpah...
keren sih jadi cowok 😁
fujichen
sosor terussss,,,
kaget pas bilang mantan narapidana🙃
fujichen
bagus rina
fujichen
kok papa bisa bener sich,,,,
fujichen
kasihan c Luna kena jebakan Batman
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaaa ketagihaannn🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Ya kali Bahri bs terpengaruh sama Luna..Luna ga sehebat itu juga kali bs mempemgaruhi Bahri..🤣
sirik aja kamu Zah, klu udh pikirannya negatif yaa susah deh🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagaa emang gaya hidup Luna kayak apa🙄
Rina jg fun2 aja sama Luna, Bahri jugaa..loe aja yg sirik Zizah
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
ehek..ehekk😄😄
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..teenyata azizah kok bgitu yaaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah..kok kakak nya sendiri malah bilang gitu...emang dia mau juga kalau dipoligami sama suamia nya🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Manaa tuh istri siri yg suka gonta ganti...kawin aja lagi sana.
sskarang aja bilang kesepian ga ada teman..telat Pak🤪
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
khilaf tapi kok berkali kali 🤪🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
laki2 yg selalu ngintip yaa..yg luna merasa diawai laki2 inikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!