NovelToon NovelToon
Omku Suamiku

Omku Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Selingkuh / Nikah Kontrak / Beda Usia / Tamat
Popularitas:130.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: mama nya_fia

Kalara Sinta baru saja putus dari kekasihnya. Kegalauan Kalara bertambah ketika tantenya justru mengajukan Kalara sebagai istri kedua Danuraja. Meskipun awalnya Kalara dan Danuraja menolak pernikahan, kedua orang tua Kalara dan keluarga besar justru mendukung pernikahan tersebut.
Perdebatan, sikap cuek dan perselingkuhan mewarnai pernikahan Kalara dan Danuraja. Witing tresno jalaran soko kuliner. Makanan dan berbagi cerita pelan pelan menyatukan hati Kalara dan Danuraja. Cinta yang bersemi mendapat cobaan berat lantaran anak anak Danuraja bersatu "menyatakan perang" terhadap Kalara.
Akankah Kalara dan Danuraja bisa menyatukan cinta dan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama nya_fia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 - AKU MAU

"Dok, pasien atas nama Tn. Tono sudah masuk ruang operasi." Suster Dian masuk ke ruangan dokter operator. Mengingatkan Danuraja tentang operasi yang harus ia lakukan.

"Setelah itu ada jadwal operasi lagi?"

"Setelah Tn. Tono dokter ada jadwal operasi lagi jam 2 dan jam 4 sore."

"Oke."

"Baik, saya permisi dok."

Danuraja mengangguk. Kedua matanya masih fokus melihat X Ray Viewer (alat untuk melihat film rontgen). Setelah membuat perbandingan dengan berkas rekam medis lainnya, Danuraja mematikan lampu X Ray Viewer. Ia lantas keluar dari ruang istirahat dokter menuju ruang operasi.

"Sus, tolong pindahkan pasien jika kondisinya sudah stabil." Pinta Danuraja. Setelah melakukan tindakan operatif selama 1,5 jam, Danuraja beranjak ke scrub up sink (wastafel khusus kamar bedah). Ia melakukan cuci tangan khusus bedah. Dirasa sudah cukup bersih, Danuraja menuju ruang administrasi, sebagai dokter yang melakukan tindakan bedah, ia diharuskan mengisi form tindakan bedah.

"Dian, ada berkas yang harus saya isi?"

"Ada dok. Ini sudah saya siapkan." Dian menyodorkan sebuah tablet (komputer portabel) khusus dokter kamar bedah.

Danuraja meraih tablet pemberian Dian kemudian larut dengan dokumen elektronik yang harus dilengkapinya.

"Mba Dian, aku mau beli keripik yang tadi ada diruang istirahat dong."

"Keripik apa ya dok?"

"Itu lho mba, tadi OB naruh sepiring keripik di ruang istirahat dokter. Barusan aku cicipin ternyata rasanya bikin nagih."

"Oooh dr. Reni makan keripik tempe. Keripik itu oleh oleh mba Kalara dok. Tadi mba Kalara bagi bagi makanan waktu rapat pagi."

"Eeumm kirain mba Dian jualan keripik tempe. Di ruangan sudah habis mba, dimakan sama aku, dr. Kurnia dan dr. Dewi."

"Maaf ya dok, kamar operasi tadi diberi 2 bungkus sama mba Kalara. Saya bagi bagi untuk ruang dokter perempuan, ruang dokter laki laki, perawat dan OB. Maaf ya dok."

"Sudah, gak apa apa mba. Chill aja."

"Waah dr. Reni gaul juga. Tau istilah chill."

"Itu gara gara anakku mba, suka ngomong chal chil chal chil. Aku tanya chill itu artinya apa? Ternyata artinya santai. Dasar anak jaman now. Kebanyakan istilah."

Mendengar kata mutiara yang terlontar dari mulut dr. Reni, suster Dian menutup mulutnya. Ia berusaha agar tawanya tidak mengganggu suasana kamar operasi yang memang harus senyap.

"Eh ya ampun, ada dr. Danu toh. Maaf dok terlalu konsen ngomongin keripik tempe jadi gak lihat dr. Danu." Sapa dr. Reni yang baru menyadari kehadiran Danuraja.

Danuraja mengalihkan perhatiannya dari tablet. "Chill aja dok." Komentar singkat Danuraja mengundang tawa dr. Reni dan suster Dian.

Tok

Tok

"Silahkan masuk".

Ceklek

Kalara memandang ke arah pintu. Beberapa detik kemudian wajah Kalara menjadi datar. Kalara mengira yang mengetuk ruangannya adalah salah satu asistennya. Rupanya Danuraja. Dihindari malah nyamperin.

Danuraja melangkah santai memasuki ruang kerja Kalara. Pria itu memilih duduk di kursi yang tersedia tepat di depan meja Kalara.

" Ada yang bisa saya bantu dok?"

"Gak usah terlalu formal Kal."

"Secara hierarki, dokter komisaris rumah sakit Medical dan saya karyawan."

"Ck, kamu ini seperti sengaja membuatku kesal ya?"

Itu tahu. Celetuk Kalara dalam hati.

"Saya hanya berusaha bersikap profesional dok."

"Ya sudah terserah. Om kesini mau minta keripik tempe jatah om."

Helaan nafas terdengar berhembus dari hidung Kalara. "Keripik tempe milik dokter saya berikan pada istri dr. Agung."

"Lho kok gitu sih?"

"Istri dr. Agung tadi pagi sedang general check up di poli umum. Saya bertemu dr. Agung dan istrinya saat hendak menanyakan jadwal training perawat yang disponsori Marketing. Istri dr. Agung bilang keripik tempe nya enak dan gurih. Karena nya saya berikan keripik tempe milik dokter kepada istri dr. Agung."

"Kamu ngeselin Kal. Tadi di ruang istirahat dokter sengaja om gak makan keripik tempe yang dibagikan Dian. Om pikir, om punya sebungkus besar keripik tempe yang bisa om makan sepuasnya. Ternyata malah kamu kasih ke istri dr. Agung."

"Sedekah itu baik dok."

"Ck..ngeselin kamu Kal." Danuraja menengadahkan telapak tangannya. "Kamu harus ganti. Sini."

Kalara menaikkan alisnya. "Saya harus ganti uang dok?"

"Gak. Kamu harus ganti makanan yang sama."

"Saya pesankan lagi nanti, ketika ada waktu luang."

"Ck..gak bisa gitu dong Kal. Saya lagi pengen nyemil yang gurih kriuk."

"Dokter mau pesan apa? Saya bantu pesan ke kantin rumah sakit."

"Memang di kantin rumah sakit ada keripik tempe?"

"Setau saya tidak ada dok."

"Ck..trus kenapa nawarin makanan di kantin?"

"Dokter bilang sedang ingin makan makanan yang gurih dan kriuk, di kantin ada Spagheti brulee, ada lontong sayur, ada seblak pedas berlevel juga."

"Saya gak mau itu."

"Ya sudah, silahkan dokter pikirkan mau makan apa. Saya tinggal keluar ruangan ya dok. Sudah jam makan siang."

"Eh, kamu mau makan siang dimana?"

"Saya biasa makan siang di ruang makan karyawan backyard."

Kalara berdiri dari kursi kerjanya. Ia meraih tas kotak ungu tempat bekal makannya.

"Kamu bawa apa itu?"

"Lauk seadanya dok."

"Wah, pasti masakan kak Erni."

"Bukan dok. Mama papa kan tinggal di Bekasi. Saya kontrak rumah dekat sini."

"Ooh kamu kontrak rumah ya? Kirain bolak balik Jakarta Bekasi."

"Jauh dok."

************

Petugas gizi yang berjaga di ruang makan karyawan tampak cekatan menempatkan nasi, lauk pauk, sayur dan buah ke sebuah nampan kayu. Setelah tertata rapi, ia berjalan hati hati ke arah Danuraja.

"Silahkan dr. Danuraja."

Danuraja mengangguk pelan. "Makasih mas." Tangan Danuraja meraih nampan tersebut lalu menaruh nya di depan Kalara. Danuraja kemudian meraih kotak bekal Kalara.

"Dok, itu bekal saya." Protes Kalara.

"Tau. Saya suka lauk kamu." Danuraja meraih makanan yang ada di kotak bekal Kalara kemudian menyendokkan isinya ke dalam mulutnya.

Kalara menatap sebal. Berhubung perutnya sudah lapar dan ia bukan picky eater (pemilih makanan), Kalara melahap makanan yang seharusnya menjadi porsi Danuraja. Sementara karyawan lain yang sedang makan di ruang itu, hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut. Sudah menjadi pengetahuan umum jika Kalara dan dr. Danuraja memiliki hubungan keluarga.

Pluk

Danuraja menaruh sepotong ikan bawal goreng berbumbu sambal matah ke hadapan Kalara. "Tolong ambilin dagingnya ya? Sambalnya jangan disisihkan."

Kalara mengerjakan apa yang diminta Danuraja tanpa bicara.

"Besok om mau dimasakin tumis sayuran, ikan atau ayam yang digoreng atau dibakar, sambal dan lauk nabati yang digoreng renyah."

"Dokter bisa order ke katering sehat. Nanti saya beri kontak whatsap nya."

"Jadi makanan ini pesan ke katering?"

"Bekal itu saya buat sendiri dok. Untuk makan siang dokter besok, dokter bisa pesan ke katering."

Danuraja mendekat ke arah Kalara. "Buat apa pesan ke katering. Kan ada kamu. Ya kan calon istri." Lirih Danuraja. Pesan yang diterima telinga Kalara menjalar cepat ke seluruh tubuh Kalara. Menciptakan degup jantung yang bergetar lebih cepat.

1
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
mama fia
wkwkwk..
Murniasih
baso jeletot,...
Murniasih
yeee...kirain beneran tau2 udh sah aja....jd akuyg deg2an
mama fia: hehehe
total 1 replies
mama fia
iya betul kak..diluar itu, seorang anak yang sedang emosi melihat kelakuan minus orang tua nya pasti bertindak di luar nalar..
Machacy
Gak etis banget seorang anak mukulin Ayahnya.
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Erna Wati
bagus
Redmi Lima
dapat peajaran hidup
mama fia
terima kasih atas supportnya kakak..
Yunerty Blessa
sangat baik..sebuah cerita dan kisah yang berbeda.. semangat terus kak thor dalam penulisan nya..terbaik 👍👍😘😘
Mantap..
Yunerty Blessa
akhirnya Kalara punya anak hasil perkahwinan dengan Danu..sebuah keluarga yang bahagia dan harmonis..
Yunerty Blessa
aduh sudah tamat.. seandainya Kalara bisa bersalin baru tamat kan elok..
apa pun terima kasih kak thor dalam penulisan nya..
terbaik dan semangat terus 👍👍😘😘
Yunerty Blessa
padan muka kau Lidya..
Yunerty Blessa
Lidya benar² gila..
Yunerty Blessa
kasian Lidya pasti kalah dengan Kal..
Yunerty Blessa
bahagia selalu bersama kalian
Yunerty Blessa
baru perasan kau Lidya..yang Danu sakit..😠😠
Yunerty Blessa
Lidya terlalu obsesi sekali terhadap Danu dan Kal
Yunerty Blessa
moga mereka bersatu semula menjadi sebuah keluarga yang bahagia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!