allea aulia ghassani gadis dewasa berusia 22 tahun.. yg di jodohkan dengan pria..dingin..cuek agak kasar yang bernama abraham bayu aji wijaya keduanya di jodohkan karena janji kedua orang tua mereka apakah kehidupan rumah tangga mereka akan harmonis,kisah cinta yg berawal dari benci karena suaminya telah memiliki kekasih sebelumnya bagaimana kah kisah allea apakah akan berakhir bahagia ataukah menyakitkan dan berujung perceraian... simak kisah nya.. check this out..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evoy yoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEKESALAN
Setelah makan malam Bram langsng masuk ke kamar tidur Allea. Tak lama kemudian Allea masuk membawa kasur lantai dan selimut, Bram mengernyitkan dahinya melihat Allea yang membawa kasur lantai, Allea hanya diam ia mulai menggelar kasur lantai nya.
"Lea, lo mau ngapain??" tanya Bram ke Allea.
"lihatnya aku mau ngapain" Allea membalas dengn ketus.
"lo tidur di bawah?" Bram menunjuk ke kasur lantai
"iyalah ....! udah ya aku ngntuk.. !" Allea tidur membelakangi Bram dan menutup dirinya dengan selimut sementara itu Bram masih duduk terdiam menatap Allea.
"gilaa gue udah was was dia kabur gue cari ke sini malah gue di cuekin" kesal Bram dalam hatinya.
Bram mulai merebahkan tubuhnya, ia melihat sekeliling kamar Allea kamarnya di rubah total oleh orang tuanya tak seperti kamar Allea yang dulu, di tembok kamar hanya ada foto pernikahan mereka yang di gelar secara sederhana
"llea lo udah tidur?" Bram membuka obrolan
"Lea, soal Celine gue mohon jangan cerita ke papi ya" Bram melanjutkan obrolannya Allea yang tidur di bawah membelakangi Bram hanya diam air matanya menetes perlahan
"gue tau lo anggap ini rumah tangga sungguhan tapi gue gak bisa bohong llea gue masih suka sama celline gue.." belum selesai Bram berbicara Allea memotong perkataan Bram.
"iyaa aku ngerti sangat ngerti, toh mas ke sini bukan mau nemuin aku kan? bukan mau jemput istri yang pergi dari rumah dan sang suami ngerasa kehilangan, kan? tenang ajah aku ngerti ko dengan hubungan kamu sama celine" Allea menjawab perkataan Bram dengan panjang lebar.
sebenarnya hatinya merasa sakit karena sama saja ia menyetujui hubungan Bram dan Celline. Allea menahan sesak sendiri Bram hanya diam ia membalikan badannya dan memandang punggung Allea yang tidur di bawah.
Pagi harinya Allea sudah bangun lebih dulu ia segera menyiapkan sarapan dan pakaian ganti untuk Bram jam 7.30 Bram sudah berganti pakaian dan turun ke bawah untuk sarapan bersama.
"Bram hari ini kan hari sabtu, kalian mau kemana.?" tanya mama ke Bram
"mau di apartemen ajah mah mau istirahat" bram menjawab sambil tersenyum sementara Allea hanya diam.
setelah sarapan Bram bermain bersama caca di ruang tv sementara itu Allea masuk ke kamarnya untuk berkemas pulang ke apartemen. ketika Allea membereskan barang-barang nya ia melihat ponsel Bram berdering berkali-kali ia meraih ponsel milik Bram yang tergeletak di meja ternyata dari Celine sudah 5 panggilan tak terjawab. Allea mencoba membuka ponselnya namun sayang tak bisa di buka ponsel Bram menggunakan sandi ponsel.
Allea terus mncoba menggunakan tanggal lahir Bram,ntanggal anniversary nya dengan Celine namun masih gagal dan tanpa sengaja Allea memasukan tanggal pernikahan mereka.
"haah ...,! berhasil ternyata mas Bram pake sandi tanggal pernikahan kita" Allea terkejut ia sesekali menoleh ke pintu ia khawatir Bram akan memergokinya Allea membuka pesan dari Celine
"beby hari ini jadikan kita makan makan di rumah oma, jemput yaa beby, oia aku sukaa banget cincin berlian nya" Allea terdiam hatinya sakit dan tiba tiba, hap..bram merebut ponsel nya dari tangan Allea.
"lancang ya.." Bram tersenyum sinis ke Allea.
"maaf" Allea tertunduk, Bram memandang wajah Allea yang tertunduk dan tiba tiba Bram memeluk Allea dan membelai rambut Allea betapa terkejutnya Allea mendapat perlakuan manis itu dari Bram.
"jangan badung..." Bram berbisik ke telinga Allea.
"aku ga suka cewek badung dan suka buka-buka ponsel orang" Bram mengatakannya sembari berbisik, Allea menoleh wajahnya penuh kesal
"badung?? aku hanya buka ponsel suami aku sendiri kamu bilang aku badung mas?? heumm terus Celine?? gak badung gak nakal dengan pakaian minim keluar rumah jalan dengan suami orang, menurut mas itu ga badung?" mata Allea menatap Bram kesal.
"jangan bawa bawa Celine," Bram pun terlihat kesal.
"gilaa.." Allea mendorong Bram dan segera turun membawa tas nya.
"sudah mau pulang ka?" tanya mama ke Allea.
"iyaa mah, Allea pamit ya" Allea salaman dan mencium tangan mama, tak lama berselang Bram turun dan berpamitan dengan mama.
Siang itu mereka pulang ke apartemen di dalam mobil mereka hanya terdiam, sesampainya di apartemen Allea segera masuk kamarnya, Bram hanya diam memandang Allea. di kamar Allea menutup wajahnya dengan bantal air matanya tak terbendung ia kesal dengan Bram.
"aku ini istrinya kan? kenapa sih Bram gak bisa buka mata sama hatinya, ya allah lunakkan lah hati suami hamba, kuatkan hamba ya Allah" dalam tangis Allea berdoa kepada Allah SWT untuk rumah tangga nya.
.