NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Merman Tampan

Pacarku Seorang Merman Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: SyoChan

Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan, terlihat ada orang yang menyelamatkannya berwujud sesosok makhluk yang disebut 'Merman'.

"Si . . . siapa kamu? Umm! Umm!" tanya Vanya sambil menahan napasnya karena berada di dalam air.

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Merman sambil memberikan napas buatan melalui mulut ke mulut kepada Vanya.

Merman tersebut pun membawa Vanya ke tepi pantai, lalu setelah itu ia kembali lagi ke lautan. Ketika Vanya hendak kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal sekaligus idolanya yang bernama James Haolin.

Apakah benar orang yang telah menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika di dalam lautan?

~
PERHATIAN
Mohon kepada para pembaca terhormat JANGAN BOOMLIKE karya ini !
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyoChan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 - Ramalan Yang Tidak Salah

PERHATIAN TERDAPAT ADEGAN 18+ !!!

DI MOHON PEMBACA TETAP BIJAK KETIKA MEMBACANYA !!!

***

Tiba-tiba Vanya terjatuh karena ada ombak besar yang datang ke tempat di mana ia berdiri. Ia lalu berlari ke arah James. Dia tidak sengaja tersandung batu yang menyebabkan ia terjatuh dan menindih tubuh James lalu bibir mereka pun bertabrakan.

Brug!

James tidak menyia-nyiakan kesempatan langka yang datang tersebut. Bibir yang selalu ia harapkan untuk ia cium, kini berada didepannya tanpa ada jarak satu senti pun. Ia langsung mencium bibir Vanya yang berada didepan bibirnya itu. Vanya sangat terkejut karena James tiba-tiba menciumnya.

***

"Umh! Umh!" Vanya berusaha melepaskan bibir James yang tiba-tiba menciumnya. Namun, James malah memeluk Vanya dan terus menciumnya. Vanya pun emosi lalu mencium bibir James kembali sambil menggigitnya.

"Ah!" James melepaskan bibirnya dari bibir Vanya karena ia tiba-tiba menggigitnya. Vanya pun segera bangun dari atas tubuhnya James, "Apa-apaan sih kamu! Ini tuh di tempat umum, jangan bertindak sembarangan seperti barusan," gerutu Vanya kesal.

"Lalu, apakah jika berada di rumahku kamu mau melakukannya?" goda James sambil berbisik di dekat telinga Vanya.

Telingan Vanya pun memerah. "Ya, mau di mana pun aku tetap tidak mau!" tegas Vanya sambil wajahnya tiba-tiba memerah karena malu.

"Haha! Sepertinya telinga dan pipimu yang tiba-tiba memerah itu menegaskan bahwa kamu ingin melakukannya, walau mulutmu berkata. Lain di mulut lain di hati, ya," goda James lagi sambil tersenyum nakal.

"Kamu .... Sudahlah! Aku cape meladenimu yang terus menggodaku itu," ucap Vanya kesal.

"Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kita di pantai ini! Aku ingin mengajakmu ke tempat lain. Lalu, ini telepon milikmu," seru James sambil memberikan telepon milik Vanya.

Vanya lalu melihat-lihat hasil fotonya yang tadi dipotret oleh James. "Wah . . . sungguh foto yang cantik. Kamu sangat berbakat menjadi fotografer," puji Vanya pada hasil potret James.

"Hmm . . . aku memang berbakat dalam berbagai bidang," ucap James di samping telinga Vanya.

Telinganya pun kembali memerah, "Apa-apaan sih kamu! Bisa kan jangan terlalu dekat pada telingaku ketika berbicara," ujar Vanya kesal, tapi wajahnya memerah.

"Mari kita berjalan ke sebelah sini," ajak James sambil menggenggam tangan Vanya.

Vanya pun mengikutinya berjalan hingga sampai di depan mobilnya. "Eh? Kok ke depan mobilmu sih! Memangnya kita mau ke mana lagi?" tanya Vanya penasaran. "Kita mau ke rumahku," jawab James sambil tersenyum.

"Apa? Ke rumahmu? Eh? Gak mau!" tolak Vanya dengan keras.

"Apa yang kamu pikirkan di otak kecilmu ini? Aku tidak akan berbuat apa-apa kok. Aku hanya ingin menunjukkan pemandangan pantai yang indah dari lantai tiga rumahku," ucap James sambil mengelus-ngelus kepala Vanya.

"Ooh . . . begitu. Ya sudah, ayo pergi," ajak Vanya sambil segera masuk ke dalam mobilnya James karena merasa malu.

"Ada-ada saja pemikirannya itu. Namun, itu sebuah ide bagus sih jika dilakukan sambil melihat pemandangan pantai," gumam James sambil tersenyum.

***

Kemudian, James masuk ke dalam mobilnya. Ia lalu mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumahnya yang berada di kawasan perumahan elit yang jaraknya tidak jauh dari bibir pantai. Hanya perlu waktu tiga menit saja hingga sampai ke rumahnya James menggunakan mobil.

Vanya lalu diajak memasuki rumah James. Ia sangat terpesona dengan rumah James yang megah dengan arsitektur bernuansa seperti vila musim panas. Namun, Vanya tiba-tiba terkejut dengan beberapa penjaga berpakaian jas serba hitam, menggunakan kacamata hitam, dan bertubuh kekar yang berada di depan rumah James.

"Jangan takut! Mereka adalah orang-orang yang bekerja disini," ucap James sambil tersenyum manis menatap Vanya.

"Oh . . . ." jawab Vanya sambil melihat-lihat ke sana ke mari karena terpesona dengan pemandangan di rumah James.

"Ayo kita masuk ke dalam!" ajak James sambil membukakan pintu masuk ke rumahnya.

Lalu, ia mengajak Vanya menaiki tangga rumahnya hingga sampai ke lantai tiga rumahnya. Seisi rumahnya sungguh dipenuhi dengan barang-barang mewah dan bermerek. Vanya pun sangat terpsona melihat barang-barang mewah yang berjejeran itu.

"Ayo kita keluar melalui pintu ini!" ajak James sambil membukakan pintu keluar di lantai tiga rumahnya.

Pemandangan pantai yang indah pun terlihat jelas dari balkon lantai tiga rumah James karena rumahnya yang menghadap laut. Vanya pun lalu berjalan ke pinggir balkon sambil menikmati angin pantai yang berhembus dan menyaksikan pemandangan laut yang indah dari atas rumah James. James pun tiba-tiba mendekatinya dan memeluk tubuh gadis kurus itu.

"Eh? Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini?" tanya Vanya pada James yang tiba-tiba memeluknya.

"Bukankah ini yang biasanya setiap pasangan lakukan," jawab James sambil memeluk Vanya lebih erat dan tiba-tiba mencium lehernya.

Vanya pun kaget karena James tiba-tiba bersikap begitu agresif. Kemudian, ia melepaskan pelukannya James dan berbalik menghadap badannya. Secara tiba-tiba, Vanya memeluknya dan langsung mencium bibirnya James karena terbawa suasana.

James sangat terkejut karena Vanya tiba-tiba berinisiatip untuk menciumnya. Ia pun tidak menahan nafsunya dan melampiaskan pada Vanya. "Hah . . . hah . . . ." Vanya melepaskan bibirnya James sambil bernapas terengah-engah.

"Ramalan yang aku katakan beberapa hari yang lalu tidak salah bukan? Kita akan melakukannya dalam waktu tiga hari lagi. Kebetulan tiga hari lagi itu hari ini," ucap James sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Vanya. Kemudian, ia kembali menciumnya tanpa membiarkan bibir Vanya lepas darinya.

"Sudah cukup!" seru Vanya sambil mendorong James secara perlahan.

"Apakah kamu ingin berhenti sampai disini? Bukankah tadi kamu yang ingin memulainya?" tanya James sambil memegangi wajah Vanya.

"Iya aku mau berhenti! Kalau tidak, mungkin aku bisa bertindak lebih jauh lagi!" teriak Vanya dengan wajahnya yang memerah.

"Aku tidak akan menolak jika kamu ingin melakukannya lagi," ucap James sambil mencium bibir Vanya kembali.

Vanya merasa badannya semakin panas karena sedang berkontra fisik yang intens dalam waktu yang lama. Ia pun tidak dapat menahan dirinya dan meladeni nafsu James yang semakin meluap-luap. James menatapnya dengan senyuman karena senang Vanya mau melakukannya tanpa adanya penolakan.

James lalu melepaskan bibirnya yang mencium bibir Vanya dengan napas yang terengah-engah. Kemudian, ia memeluk gadis dihadapannya itu lalu menciumi lehernya. "James, apakah kamu tidak berniat untuk berhenti? Aku takut aku tidak dapat menahan diri lagi," ucap Vanya dengan lirih.

Mendengar ucapan dari Vanya itu, ia lalu berhenti menciumi leher Vanya dan melepaskan "Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa menahannya," jawab James sambil mengelap bibirnya dengan wajahnya yang sedikit memerah.

"Tidak apa-apa, sekarang sebaiknya segera kita hentikan," ujar Vanya sambil menundukkan kepalanya karena wajahnya masih memerah.

"Hmm . . . baiklah. Mari kita makan siang dulu. Aku akan memasak makanan untukmu," ucap James sambil tersenyum manis menatap Vanya.

***

James lalu menuruni tangga dari lantai tiga rumahnya menuju lantai satu. Vanya pun mengikutinya dari belakang. Mereka pun sudah sampai di dapur rumah James yang bernuansa sangat klasik. James menyuruh Vanya untuk duduk di meja makan, sedangkan ia akan memasak makanan untuk makan siang bersama Vanya.

"Eh? Apakah kamu benar-benar bisa memasak?" tanya Vanya penasaran sambil menghampiri James yang sedang mencuci sayuran.

"Tentu saja aku sangat ahli dalam hal ini. Kamu duduklah dan perhatikan saja dari kursi maja makan," pinta James sambil tersenyum dengan lembut.

***

BERSAMBUNG.....

● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏

● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏

● Klik FAVORIT ❤

● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆

TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏

1
Mami Vanya Kaban
hadech akhirnya up juga ya thor, hampir lupa juga thor ceritanya..☺☺🤭
syochan: author pun yang bikin sampe lupa😫🙏 gara2 sibuk kerja dunia nyata:')🙏
total 1 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jujur rada lupa alurnya... tapi liat update lagi jadi seneng



Semangat yaa Thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ: 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝙿𝙿 𝚃𝚑𝚘𝚛... 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚑𝚕𝚞𝚔 𝚋𝚞𝚖𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚕𝚞𝚞... 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚎𝚝𝚎𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝...



𝙶𝚘𝚘𝚍 𝚕𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞 𝚢𝚊𝚊 𝚃𝚑𝚘𝚛...
total 3 replies
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
𝙱𝚞𝚊𝚝 𝙰𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛...

𝚂𝙴𝙼𝙰𝙽𝙶𝙰𝚃 𝚢𝚊𝚊...
𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊𝚖𝚞 𝚒𝚗𝚍𝚊𝚑, 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚔𝚑𝚞𝚜𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚢𝚐 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚏𝚊𝚗𝚝𝚊𝚜𝚒...
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚙 𝚍𝚊𝚝𝚎 𝚋𝚊𝚋 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚛𝚢𝚊²𝚖𝚞... 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚐 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐...
𝙶𝚘𝚘𝚍 𝙻𝚞𝚌𝚔 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚍𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚊 𝚖𝚞
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
luar biasa.... cerita fiktif yg bener² membuat reader berfantasi dengan segala keajaiban dan romantisme pada cerita ini... Good luck thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
eh... busettt.., kya petasan lebaran nyrocosnye neng
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
auto ngakak...
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ganggu aja Sus😄😃
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ngeri ngeri sedap euy...
up thor
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
ada yaa saudara kembar jahat kek Vania/Selena/Jasmine,,,, cuma demi cinta,,, bukannya nolong malah ngancam... sodara kejam
𝔸𝕥𝕥𝕒 ልዪሃልፕጎ
jejak jempol dan komen gak pentingnya aku Thor,,,, makasih udah buat aku berhalusinasi,,, semangat Thor
syochan
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca setia🙏🙏🙏
sepertinya saya tidak tahu kapan melanjutkan karya saya ini dikarenakan sedang mencari pekerjaan.
Yanti Azha
kapan lanjutnya ni
syochan: saya lanjut ko pasti kaka
mohon maaf author lagi cari kerja di real life🙏🙏🙏
total 1 replies
El_Enleia
'Menarik'
El_Enleia
Kebetulan beruntun macam apa ini 😶😶
El_Enleia
Kayak Ariel pas nyelamatin pangeran
syochan: tapi ini cowonya kaka
total 1 replies
El_Enleia
Aduh maksa banget, tonjok aja Vanya
Naura
lanjut thor aku menunggumu
syochan: terima kasih atas dukungannya kaka
total 1 replies
Raffi Ahmaad
lanjut Thor
syochan: Terima kasih kaka atas segala dukungannya
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor ko jdi horor merinding aq😣
syochan: hehe ada plot twist nya biar pembaca penasaran
total 1 replies
Raffi Ahmaad
aduh Thor aq masih bingung emang y ada masalah ap sih. sampai si jams begitu. n orang yg mencelakai vanya kn kembaran y Vanya. selain kedekatan jams n Vanya ap ad masalah lain.🤔
syochan: Coba baca dengan teliti kenapa si james kesel banget sama itu perempuan kaka. Pasti bakalan ketemu jawabannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!