NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kak Lim takut hantu

"Kalian, kalau mau pergi ya pergi saja. Papi sama Pak Wil di rumah."

"Kemana?" tanya Lim, yang tengah santai dengan memainkan Hpnya.

"Kencan lah. Pacaran setelah menikah itu lebih indah. Karena kalian pun sudah bebas. Mau sekalian menginap di hotel pun tak apa." jawab Papi Tama, yang membuat Ais seketika tersedak susu hangat nya.

"Uhuuukkk... Uhuuuk, uhukk!. Aakh, sakitnya tenggorokanku." lirih Ais.

Lim dengan sigap langsun mengambilkan air minum untuknya. Dan membantunya agar rasa perih di tenggorokannya hilang.

"Pa... Ngga usah permasalahin bulan madu terus lah. Ais belum ngerti. Ais masih fokus ke ujian sekolah nya yang sebentar lagi dilaksanakan." tegur Lim, pada sang Papi.

Seketika, wajah Papi Tama tampak murung. Tertunduk lesu, dan matanya berkaca-kaca. Lim menghembus nafas kasar ketika melihatnya.

"Jurusnya, selalu saja itu." batin Lim, kesal.

"Ayo Ais, bersiap."

"Hah, kemana, Kak?" tanya Ais, menatapnya penuh tanya.

"Nonton. Ke bioskop, atau kemana. Aku tunggu diluar. Kita pakai motor saja." ucap Lim.

"I-iya..." Ais langsung berlari ke kamarnya, lalu memakai jaket agar tak kedinginan di jalan.

"Pi, Ais pergi dulu, ya?" pamitnya, dengan mencium tangan Papi mertuanya.

Ais kemudian menghampiri Lim, yang telah siap dimotornya. Begitu tampan dan macho, membuat hati Ais meleleh.

"Aaaah, ini suamiku." batinnya.

Ais menaiki motor itu, dan Lim langsung menggelangkan tangan Ais di pinggangnya. Lalu Lim menyetirnya dengan kencang mulai membelah jalanan.

"Kemana?"

"Katanya nonton?"

"Aku ngga hoby nonton Bioskop. Yang lain aja, asal jangan ke Mall."

"Ish, baru aja mau bilang." batin Ais.

Tanpa di perintah, Lim berhenti di sebuah Minimarket.

"Turun." pintanya pada Ais.

Ia kemudian membawa Ais masuk, dan membelikannya beberapa cemilan dan ice cream kesukaannya.

"Darimana tahu kesukaan Ais?"

"Dari Mama." jawabnya singkat.

"Tapi jangan Ice cream strowbery, karena...."

"Alergi. Aku juga tahu. Ini, makanlah."  ucap Lim, dengan memberikan Satu cup kecil Ice cream rasa coklat.

Mereka pun duduk, di sebuah kursi yang ada di sana. Santai, menikmati indahnya malam dengan benyaknya cemilan yang di berikan Lim padanya.

"Ice cream, cilin cilin. Ice cream, Cilin..." senandung Ais, sembari membuka Ice creamnya. Dan tak lupa, menjilat sisa yang ada di tutup cup Ice creamnya agar bersih.

"Kenapa di jilat? Jorok." tegur Lim.

"Kakak orang kaya. Tak tahu, betapa berharganya sisa yang tertempel di tutup cup. Sangat sayang, jika hanya di buang." balas Ais, dengan menyipitkan mata dan menikmati setiap sendok Ice creamnya.

"Hhh, apa-apaan? Hanya seperti itu. Aku bisa membelikannya lebih banyak, daripada begitu. Jika kau belum puas."

"Beda sensasi, Kakak. Coba aja." tantang Ais, yang kini membuka snacknya.

"Apaan." sergah Lim, dengan menikmati kopi dinginnya.

Hari sudah semakin larut. Tak terasa semua snack yang Lim berikan pun telah tandas. Semua berserakan di meja, tapi Ais tengah membersihkan nya.

"Petugas kebersihan ada, kenapa kau turun tangan?"

"Ah, orang kaya ini. Selalu saja protes. Tahu kah Kakak, kalau kita pergi dengan meninggalkan sampah berserakan? Maka, penghuni disini akan selalu mengikuti, dan menghantui kita. Bahkan hingga kerumah."

"AIS... Ah, menyebalkan. Ayo, pulang sekarang. Tinggalkan sampahnya disana. Biarkan pemulung memungutnya." tariknya, pada tangan Ais yang masih memegang bungkusan sampah.

"Kakak takut hantu?"

"Engga. Buat apa takut? Mereka itu ngga ada."

"Itu, yang di sebelah Kakak."

"Aishwa! Jewer kamu nanti." ancam Lim.

Ais pun tertawa terbahak-bahak, melihat wajah suaminya yang tampak begitu pucat.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!