NovelToon NovelToon
Gelora Cinta Sang Majikan

Gelora Cinta Sang Majikan

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: febyanti

Ayunindya, gadis yang hanya bekerja sebagai pembantu di keluarga Wiliam. Kecantikannya mampu membuat anak dari majikannya itu jatuh hati padanya. Tapi sayang, keluarga Wiliam yang menjunjung tinggi nama baiknya membuat Affandra Wiliam mengubur rasa cintanya.

Hingga akhirnya, Affandra dijodohkan dan menikah dengan gadis pilihan orang tuanya. Namun, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dipernikahannya. Affandra kecewa dengan sang istri.

Aileen, istri dari Affandra telah menanam kebencian untuk suaminya. Dirinya yang tak lagi suci membuat Affandra kecewa, tepat di malam pengantinnya.

Malam pengantin yang harusnya berakhir bahagia pada Affandra tapi nyatanya tidak, hingga ia mabuk berniat melupakan semuanya. Karena pengaruh alkohol ia malah melakukan keselahan, di mana ia malah menghabiskan malam pertamanya dengan Nindya, pembantu yang ia cintai sejak dulu.

Lalu, bagaimana dengan kisah rumah tangganya?

Akankah Affandra tanggung jawab pada Ayunindya gadis yang ia rampas mahkotanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Affandra tengah gelisah, Wiliam akan datang menemuinya. Lalu bagaimana dengan Nindya? Ia tak mungkin meninggalkan istrinya, sedangkan Wiliam datang pasti bersama Aileen. Ia juga berpikir kalau Aileen pasti sudah mengadu, kalau belum mana mungkin ayahnya menghubunginya dan akan menyusulnya.

Pagi ini, Andra memang berencana datang ke kantor cabang. Niatnya hanya sebentar di sana, tapi kalau ayahnya datang, itu artinya ia tak mungkin bersama Nindya di sini.

Nindya yang melihat suaminya merenung pun akhirnya menghampiri, ia duduk di sampingnya.

"Ada apa?" tanya Nindya.

"Daddy sudah pulang, dan dia mau ke sini menemuiku di kantor." Jawab Andra tanpa menoleh, bahkan tatapannya terlihat kosong.

"Ya sudah, Tuan bisa ke kantor sekarang juga."

Andra menoleh ke arah istrinya. "Bagaimana denganmu?"

"Aku di sini saja bersama Ibu, aku kembali ke kota setelah aku satu minggu di sini." Karena jatah libur Nindya memang satu minggu.

"Janji akan kembali ke rumah utama?" tanya Andra.

"Iya."

"Maafkan aku, Nindya."

"Maaf untuk apa?"

"Harus merahasiakan pernikahan kita, tapi aku janji ini tidak akan lama. Tunggu sampai aku bercerai dengannya."

"Kalau tidak bercerai bagaimana dengan nasibku? Apa selamanya aku akan menjadi istri simpanannya?" batin Nindya

Andra memeluk istrinya, terasa enggan untuk berpisah dengan gadis itu. Aroma tubuh itu seakan menjadi candu baginya. Andra pun melepaskan pelukkannya, kini ia menatap wajah itu begitu dalam. Untung rumah dalam keadaan kosong, si kembar dan ibu Rahayu entah pergi kemana sejak sarapan tadi. Mungkin ibu Rahayu mengerti dengan status mereka yang sudah menjadi pengantin baru.

Lama mereka berdua di sana, sampai ponsel milik Andra kembali berdering. Ia melihat ID pemanggil, terpangpang jelas nama Roy di sana.

"Ada apa?" jawab Andra pada panggilan itu.

"Tuan Wiliam sudah dalam perjalanan," ucap Roy di sebrang sana.

Andra masih meletakkan ponsel itu di telinganya, lalu mentap ke arah istrinya. Karena memang harus segera ke kantor, ia pun menutup sambungan itu. Menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku sambil menghadap ke arah Nindya. Ia mengelus pipi istrinya dengan sangat lembut, entah kapan lagi ia akan bertemu. Adanya Wiliam tentu akan menjadi penghalang untuknya bertemu dengan istrinya.

Ia pun tak mungkin ke rumah utama tanpa Aileen. Wiliam akan mengintrogasinya jika wanita itu tak ikut bersamanya. Andra memajukan wajahnya, ia hendak mencium Nindya. Tapi sayang, belum menyentuhnya ia langsung menjauh kembali saat ia mendengar suara klakson dari luar, dan itu membuat keduanya terkejut.

"Permisi." Suara itu terdengar dari arah luar.

"Siapa?" tanya Andra pada Nindya.

Nindya mengangkat kedua bahu sebagai jawaban.

"Tapi sepertinya aku mengenal suara itu," ucap Andra. "Bayu, itu suara Bayu 'kan? Untuk apa dia datang sepagi ini?" tanya Andra tanpa jeda.

Andra masih ingat akan pesan Bayu kemarin, ternyata ucapan pria itu benar. Ia akan kembali esok. Kedatangan Bayu membuat Andra tidak menyukainya, wajahnya berubah masam. Dan Nindya melihat ekspresi itu.

"Mau apa dia datang kemari? Awas ya kalau kamu macam-macam!" seru Andra sambil memicingkan matanya pada Nindya.

Gadis itu langsung tertunduk, mana mungkin ia berani. Apa lagi dengan statusnya yang sudah menjadi seorang istri.

"Pernikahan kita memang disembunyikan, tapi bukan berarti kamu bisa bebas dengan pria lain. Kamu itu istriku, dan hanya akan menjadi milikku!" ucap Andra tegas.

"Jangan samakan aku dengan Nona Aileen," lirih Nindya. "Jika Tuan mencurigai istri Anda, bukan berarti itu pun berlaku denganku." Nindya tak suka dicurigai seperti itu karena selama ini ia belum pernah dekat dengan pria mana pun. Bahkan hanya Andra yang menyentuhnya.

"Bukan itu maksudku, sayang ... Aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan pria lain selain aku." Andra menarik tubuh Nindya ke dalam pelukkannya.

"Permisi, apa ada orang?"

Lagi-lagi suara itu terdengar.

"Ganggu saja," rutuk Andra. Ia pun melepaskan tubuh Nindya. Mencekal kedua bahu sambil menatap wajah istrinya. "Aku ke kantor sekarang, ingat pesanku!" Setelah mengatakan itu, ia mencium kening istrinya hingga beberapa detik.

* * *

Andra dan Nindya keluar secara bersamaan. Mereka keluar sambil bergandengan tangan, setibanya di luar, mereka baru melapaskan pegangan itu. Sayang, aksi mereka diketahui oleh Bayu. Dan itu membuat Nindya sedikit malu, tapi tidak dengan Andra. Justru ia malah sengaja agar pria itu tahu bahwa ada hubungan khusus antara ia dan Nindya.

"Beritahu aku jika kamu akan kembali, aku akan menyuruh orang untuk menjemputmu," kata Andra.

Nindya hanya menganggup patuh tanpa mengeluarkan suara.

Andra menatap ke arah Bayu sekilas, meski tidak suka akan keberadaan pria itu menemui istrinya, tapi ia tak bisa mengusirnya begitu saja. Takut malah memancing keributan, dan takut semua orang tahu akan keberadaannya di sana.

Andra pun berlalu.

"Dia nginap di sini?" tanya Bayu pada Nindya. "Apa ibumu tahu? Kenapa bisa mengizinkan pria asing bermalam di sini?"

"Karena Ibu tak bisa mengusir orang yang sudah banyak berjasa." Suara itu terdengar dari arah belakang Bayu.

"Eh, Ibu." Bayu memberi salam dengan cara mencium punggung tangan Rahayu.

"Maaf, Bu. Aku tidak bermaksud begitu, tapi gak enak kalau sampai tetangga tahu. Apa lagi pria itu sudah beristri," celetuk Bayu.

"Tuan Andra itu anak dari tuan Wiliam, dan tuan Wiliam majikannya Nindya. Jadi, mana berani Ibu mengusirnya. Bahkan rumah ini mereka yang merenovasinya." Sebisa mungkin Rahayu meyakinkan Bayu, ia tak ingin anak muda itu curiga akan hubungan anaknya dengan anak majikannya

Bayu tak lagi bicara, tidak akan bisa melawan sikap ibu-ibu yang sepertinya memihak orang itu. Bayu tidak tahu saja, Andra bukan hanya sekedar majikan, tapi pria itu kini sudah menjadi menantunya.

"Oh iya, ada apa pagi-pagi datang kemari? Apa kamu tidak bekerja?" tanya Rahayu pada Bayu.

"Tidak, Bu. Aku sengaja datang kemari untuk menjemput Nindya, aku mau izin pada Ibu."

"Izin untuk apa?" tanya Nindya yang penasaran akan kedatangan Bayu.

"Ngajak jalan-jalan saja, kamu mau 'kan?"

"Nindya tidak boleh kemana-mana, dia harus banyak istirahat. Lagian, kamu tidak lihat kaki Nindya sakit begitu?" Bagaimana pun, Rahayu tak akan memberikan izin pada Bayu untuk mengajak Nindya jalan-jalan. Kini anak gadisnya itu sudah memiliki suami, meski pernikahannya masih disembunyikan tapi ia tetap harus menghormati pernikahan itu. Pernikahan memang sah secara agama.

Bayu jadi lesu karena tak mendapatkan izin, tapi ia tak patah arang. Jika hari ini gagal, siapa tahu besok ia berhasil, pikirnya. Akhirnya, ia pun pamit karena memang tak bisa berlama-lama di sana.

"Ya sudah kalau begitu, aku pamit, Bu," ucap Bayu.

"Hmm, hati-hati," jawab Rahayu.

* * *

"Ibu galak bener tadi," kata Nindya.

"Bukan galak, kamu itu sudah punya suami. Ibu tidak akan mengizinkan pria mana pun dekat denganmu!"

1
Nurul Aeni
cerita Nathan & Dewi udahan thoorr???
Nurul Aeni
kabarnya Adam&nana,,Roy&elena gmna thoorr???
Safa Almira
end
Mutinah Soheh
bukankah Dewi masih punya nenek
Mutinah Soheh
Ucapan adalah doa....
tapi kadang juga merupakan firasat
Ketika papanya Dewi akan berangkat kerja...
Dia mengatakan " Titip Dewi...jaga baik-baik karena akan pergi jauh"....
itulah perkataan terakhir yang ternyata merupakan suatu firasat....
Mutinah Soheh
Alhamdulillah....
Nandya punya sikap dan pribadi yang baik...dia dapat menahan perasaannya ketika bertemu dengan Doni ,ayahnya Dewi....
Padahal Nandya sejak Hanum masih hidup dia greget bangeet dengan Doni suaminya Hanum
Tapi karena ada ibunya Doni yang sudah tua...jadi Nandya menahan perasaan itu agar tidak marah kepada Doni....
Nandya menghormati keberadaan ibunya Doni , neneknya Dewi
Mutinah Soheh
Untung Nathan setia dengan perjanjian yang dibuat bersama Akhsa...
jadi ketika Akhsa bertanya kepada Dewi ,Apakah dia ( Nathan)sudah mengungkapkan perasaannya kepadamu?"
Jawaban Dewi terhadap pertanyaan Akhsa membuktikan bahwa Nathan tidak berkhianat kepada Akhsa...
Memang kalo sudah jodoh tak kan kemana.
Mutinah Soheh
kalo diingat ingat dari awal cerita....kayanya Nathan seperti Dady nya deh
Mutinah Soheh
kata orang dunia sedaun kelor ya...
di dunia nyata dan dunia narasi....
Mutinah Soheh
alur rumah tangga Adam dan Andra hampir sama....dengan 2 istri....
Mutinah Soheh
Aku rasa Morano sudah hilang akal...
Mutinah Soheh
Kasian Aileen berpisah dg anaknya
pasti hatinya sedih ...
sbb tak ada seorang ibupun yg mau berpisah dg anak yg tlh dilahirkan...
Sabar ya Aileen....masa itu akan datang
Masa dimana kau akan bertemu dengan anak yg tlh kau lahirkan
Mutinah Soheh
Heran dengan cerita ini...biasanya dokter akan mengucapkan "Selamat" kepada suami atas kehamilan istrinya
Mutinah Soheh
Luar biasa
Mutinah Soheh
Mudah mudahan perbuatan Aileen dan Adam terbongkar....agar Andra cepat menceraikannya
ibeth wati
Luar biasa
Siti Romlah
idih
Morano kalo imitasi gimana bisa pake lebel mas murni.
rongsokan ya berkumpul dengan bardol atuh kang morano. jangan marah dibilang murahan kalo memang di obral.
barang orie mana di obral, di segel kali.
sayang aku telat baca nya ya thoor
melting_harmony
Luar biasa
Nur Syamsi
😭😭 kasian Hanum
Bunga
dasar murahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!