NovelToon NovelToon
Love Me Back

Love Me Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:406
Nilai: 5
Nama Author: Aan Iman

Zhao Ryn, gadis manis dua puluh tahun menganggap Sian Lee penerus Lee Group adalah cahaya terang dalam gelapnya hidup.

"Bawa dia pergi!" Perintah dingin seorang Sian berhasil meruntuhkan benteng kokoh Ryn.

"Sian, kumohon tolong aku." Ryn memohon belas kasih Sian agar bisa membantunya namun kembali mendapat penolakan darinya.

"Nona Ryn, mohon kerja samanya." Asisten Jun memberi isyarat agar Ryn bergegas meninggalkan klub nomer satu di kota Jasata.

Bisakah Ryn menemukan kebahagiaan hidupnya? Atau dia benar-benar harus bertahan sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aan Iman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lmb20

Di depan banyak orang bahkan ibu kandungnya sendiri, Sian berani menyeret wanita muda itu naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sedangkan Jun harus berjaga menahan Yuni agar tidak kabur.

"Aku tidak mau Sian. Jangan paksa aku!" Ryn memberontak menghalau usaha Sian yang sedang melepas dressnya. Untuk kali pertama Ryn menerima perlakuan kurang menyenangkan dari seorang Sian. Ryn benci Sian saat sedang marah besar.

"Jangan harap kau bisa lari dariku Zhao Ryn." Ancam Sian memaksa Ryn mendongak menatapnya.

Sian benar-benar melakukannya dengan kasar seolah ingin memakan Ryn hidup-hidup. Ryn pasrah tak ingin bersuara atau Sian semakin menggila.

Setelah mendapat pelepasan Sian beranjak keluar kamar membersihkan tubuhnya. Dia memilih mandi di ruang kerja demi menghindari Ryn, Sian takut kembali emosi.

Sedangkan Ryn tak pernah lupa meminum obat, lalu mengambil ponsel untuk mengabari seseorang. Ryn yang baru ingat kondisi Yuni bergegas memakai gaun malam. Namun ketika membuka pintu Ryn sadar Sian mengurung dirinya di dalam kamar.

"Sian buka! Kenapa kau mengunci pintunya?" Teriak Ryn sambil menggedor pintu memanggil Sian. Ryn benar-benar tak habis pikir alasan Sian menahannya pergi.

Bukannya membukakan, Sian malah santai menghisap rokok di depan pintu membiarkan Ryn begitu saja. Dia harus tega hanya agar Ryn tidak pergi jauh darinya. Sian tidak tahu bagaimana hidupnya tanpa Ryn nanti.

"Sian kau di sana bukan? Kumohon buka pintunya." Ryn memelas berharap Sian berhenti menghukumnya. Ini terlalu berlebihan menurut Ryn.

"Bawa makanan untuknya setiap jam makan. Jika ada yang berani membantunya kabur, kalian tanggung resikonya." Sebelum pergi menghadiri acara Gala dinner Sian mewanti-wanti seluruh pekerja rumah. Dia bahkan menambah personil penjagaan. Sian telah terobsesi pada Ryn.

Di kamar Ryn berdiri menatap pemandangan diluar jendela. Entah kenapa Ryn semakin yakin untuk meninggalkan Sian. Ia awalnya berpikir hubungan mereka sederhana, bisa berakhir kapan saja tanpa perlu melalui rintangan berarti seperti hari ini. Sian menolak hingga mengurungnya.

"Sian aku hanya kekasih pura-puramu bukan?" Gumam Ryn mengingat kembali perjanjian mereka disaat pertama kali Ryn dekat dengan pria itu. Ryn menyanggupi karena merasa berhutang budi, Sian sudah membebaskan Ryn dari Vick menggunakan uangnya. Sedikit pusing dan lelah, akhirnya Ryn memutuskan beristirahat dari pada terus memikirkan Sian.

Di acara makan malam para pemimpin perusahaan, Sian tak pernah sepi selalu didatangi pengusaha wanita maupun kalangan artis dan model. Jun setia mendampingi untuk memberi pengamanan ketat, menghindari bosnya dijebak oleh seseorang. Acara-acara resmi memang penuh intrik. Terkadang serangan bisa berupa godaan.

"Bagaimana keadaannya?" Jun sedikit menunduk demi membisikkan sesuatu pada Sian.

"Nona mengunci diri dari dalam." Ungkap Jun memberitahu kabar Ryn. Jelas saja Sian marah, itu berarti Ryn melawannya secara terang-terangan.

"Tidak ada sarapan besok pagi." Putus Sian memberi Ryn hukuman. Jun sedikit terkejut melihat Sian sangat tegas meskipun terhadap Ryn. Jun merasa prihatin sekaligus tak tega.

Sebelum pulang Sian dicegat oleh Vick. "Sepertinya mainanmu di rumah lebih menarik dibanding pesta ini." Sengaja Vick memancing kesabaran Sian.

"Tentu saja dia jauh lebih menyenangkan dari apapun." Jawab Sian yang sudah mabuk sejak tadi.

"Sian, orang-orang akan tahu kelemahanmu. Sebaiknya tinggalkan dia." Vick memberi saran untuk Sian, pria itu malah tertawa sinis kemudian menyahut,

"Aku belum puas bersamanya."

Percakapan keduanya ternyata didengarkan oleh Ryn melalui sambungan telepon. Sial, Sian terperangkap oleh rencana licik Vick beserta dalang utama yang ingin mereka berpisah tentunya.

Ryn menggenggam erat ponsel di telinga, harusnya Ryn sadar diri sejak awal Sian hanya menganggapnya sebagai pemuas. Tak pernah pakai hati, tidak ada perasaan untuknya.

"Apa yang kau harapkan darinya Zhao Ryn..." Gumam Ryn, air mata menetes begitu saja membasahi pipi. Ryn telah jatuh sedalam-dalamnya, dan kini harus merasakan patah remuk.

Bisakah Sian tidak menganggapnya mainan? Ryn tahu pertemuan merekapun bukan hal menyenangkan. Ryn selalu dalam kesusahan setiap bertemu Sian. Mana mungkin pria itu menjadikannya pendamping hidup. Dengan keadaan sang ibu saja Sian enggan menerima. Ryn tertawa sumbang, sekarang dia paham alasan Sian merusak mental Yuni. Sian kau hanya malu akan kehidupan Ryn yang menyedihkan.

"Zhao Ryn buka pintunya!" Pintu digedor kencang oleh Sian berulangkali namun Ryn tetap duduk tenang diujung tempat tidur. Sian yang kesal bercampur mabuk bergegas turun mencari alat untuk membuka paksa pintu kamar tamu.

Setelah mengambil linggis Sian bersiap mencongkel pintu namun Ryn malah membukakan pintunya.

"Bagus, sebaiknya jangan membuatku marah Zhao Ryn." Sian berhamburan memeluk Ryn, menghirup aroma tubuhnya membuat Sian merasa tenang. Ryn tetap bungkam enggan menanggapi Sian.

Ryn kewalahan memapah tubuh berat Sian ke tempat tidur. Ia membantu Sian melepaskan jas sebelum akhirnya menghempaskan diri ke kasur. Tak lupa Ryn juga membantu membuka sepatu Sian.

"Sian, minum pereda pengar dulu." Bisik Ryn lembut ditelinga Sian.

"Mmm, nanti sayang." Racau Sian masih bisa mendengarkan Ryn dengan jelas.

"Sebentar saja." Ryn mengangkat sedikit kepala Sian agar Sian menenggaknya.

"Wo ai ni, Sian." Lirih Ryn bagai hening malam berhembus, kemudian ia mengecup bibir Sian beberapa detik sebelum pergi.

****

Seberapa kuat dan berkuasa Sian, dia tetap tidak mampu menemukan keberadaan Ryn. Sejak tadi pagi saat menyadari Ryn benar-benar pergi Sian uring-uringan melampiaskan amarah pada siapa saja yang ada di rumah bahkan di perusahaan. Tidak ada yang tahu bagaimana Ryn bisa pergi sedangkan penjagaan begitu ketat.

"Kau tidak becus Junior, menjaga satu wanita saja kecolongan." Jun pasrah dimaki oleh bosnya sendiri karena dia memang menyadari kesalahannya.

"Maafkan aku tuan, aku akan berusaha menemukannya secepat mungkin." Jun menunduk siap menanti hukuman dari Sian.

"Aku tidak butuh maaf dan janjimu. Cepat cari dengan teliti!" Titah Sian tak sabar ingin menjemput Ryn. Kalau bisa dia akan merantai kaki sang kekasih agar tidak bisa kabur lagi.

"Hanya ada satu kemungkinan tuan. Semalam anak buah tuan besar kedua mengambil stok senjata di gudang kita." Jun teringat satu hal penting. Mungkin penjaga gudang dan gerbang kurang teliti memeriksa keluar masuk kendaraan.

"Kita pergi ke rumah utama." Ajak Sian segera bangkit dari kursi kerjanya.

Kedatangan Sian di kediaman Lee Tak sudah diprediksi para penjaga atas informasi tuan besar mereka. Sang papa duduk tenang membaca dokumen di ruang kerja saat anak pertamanya masuk.

"Dimana Zhao Ryn?" Tanya Sian penuh tuntut seolah Lee Tak benar-benar menyembunyikan kekasih hati.

Lee Tak meletakkan dokumen diatas meja, melepaskan kaca mata baca lalu menatap Sian intens.

"Dia memang ikut mobil orangku, tapi setelahnya dia memilih jalannya sendiri." Ungkap Lee Tak apa adanya, tidak menutupi apapun dari Sian karena memang itu kenyataannya. Sesuai apa yang menjadi kesepakatan Lee Tak dan Zhao Ryn di telepon.

Kilas balik,,,

Usai memastikan Sian tertidur pulas Rynpun menghubungi orang yang bisa membantunya keluar. Entah kebetulan atau tidak, malam itu orang-orang Lee Tak ditugaskan tuan mereka untuk mengambil persenjataan di kediaman Sian.

"Tolong keluarkan aku dari sini." Mohon Ryn pada Lee Tak, papa kekasihnya.

"Pergilah ke gudang, orangku akan menunggumu disana. Aku yakin kau sudah tahu letaknya." Lee Tak memberi instruksi agar Ryn bisa keluar dari rumah Sian tanpa ada yang mengetahuinya.

Para anak buah Lee Tak berhasil menyembunyikan Ryn, menghindari pengecekan penjaga gerbang. Setelah tiba di dekat pelabuhan Ryn kembali menghubungi Lee Tak.

"Jika anda menginginkan aku menjauhinya, kuharap tuan bersedia menghapus semua jejakku." Ryn mengambil keputusan untuk bersekutu dengan Lee Tak hanya demi bisa lepas dari Sian. Kejam bukan? Namun Ryn sedang berusaha membersihkan nama Sian dari aib dirinya.

"Tenang saja, disana seseorang akan menemanimu. Sebaiknya kau memulai hidup baru bersama pria lain Zhao Ryn." Ucap Lee Tak tanpa perasaan. Ryn malah tersenyum mendengarnya.

"Akan kupikirkan."  Jawab Ryn santai. Dia tak pernah tahu bahwa Lee Tak ikut menyunggingkan bibir karenanya.

Ryn menaiki kapal menuju tempat yang akan menjadi dunia barunya. Dimana tidak ada Sian disana. Belum apa-apa Ryn sudah merindukan Sian, bagaimana ia menjalani hari kedepannya?

"Sian, maafkan aku." Batin Ryn, sesungguhnya tidak tega. Tapi semua demi kebaikan bersama.

Sementara di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, Jun memberitahu Sian informasi ayah kandung Ryn menemukan titik terang. Kawan lama Yuni sedang berkunjung ke Jasata, dan dia bersedia membantu.

"Terima kasih sudah datang." Ucap Sian menjabat tangan wanita paruh baya berpenampilan sederhana bernama Inez.

"Zhao Yun, dulu dia gadis manis dan baik. Aku hanya tidak menyangka dia bisa berubah jadi kejam." Keluh Inez mengingat masa muda mereka yang saling mengenal di bangku sekolah menengah atas.

"Silahkan duduk nyonya." Jun mempersilahkan Inez duduk dan memberi jamuan.

"Terima kasih. Aku harap bisa membantu." Kata Inez, Sian lalu memerintah petugas bandara memberi informasi penumpang pesawat dihari kedatangan ayah Ryn.

'Ryn kau tidak boleh lari dariku!'

Batitn Sian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!