NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta pertanggung jawaban

Karena masuk sift 2, Ramdan berangkat siang. Ia berjalan menuju mejanya dengan memasang wajah masam. Membuat teman-teman sekantornya yang sudah duduk di kursi mereka, menatap heran pria itu.

Gian yang melihat aura tak enak di wajah Ramdan lantas mendekat, mendorong kursinya mendekat ke kursi Ramdan.

"Heyy...kenapa mukamu masam begitu?" tanya Gian terkekeh.

Ramdan duduk di kursinya dengan perasaan dongkol, menyalakan komputernya lebih dulu, sebelum akhirnya menoleh menatap Gian.

"Sepertinya istriku kena penyakit kelamin." lirih Ramdan dengan nada terdengar kesal.

Satu alis Gian naik, bocah kepoan itu semakin mencondongkan tubuhnya ke hadapan Ramdan.

"Serius? Parah sih, katanya kalo kena penyakit kelamin berarti tertular dari hubungan sexual. Kamu kali yang nularin."

Mendengar itu mendelik langsung mata Ramdan, menggeplak lengan Gian kesal.

"Mana mungkin! Orang aku gapapa kok, punyaku baik-baik aja, si Aza noh yang bolak-balik masuk kamar mandi garuk-garuk mulu. Aku juga ngerasa ada bau ga enak setiap deket sama dia. Makannya sejak terakhir aku sentuh dia aku ga sentuh lagi." gerutu Ramdan kesal.

Gian terdiam, mana mungkin dia tidak tau apa yang terjadi satu minggu yang lalu. Ia yang menyaksikan sendiri, Mia mengantarkan Ramdan pulang, tapi teman Mia bilang, Mia baru pulang dari hotel subuh-subuh. Gian sadar, pasti ada yang terjadi di antara mereka.

"Dan." bisik Gian di samping pria itu.

Ramdan yang semula lihai mengetik itu pun terhenti, menoleh ke arah Gian, "Napa?"

"Kamu....ga ingat terakhir kita mabuk-mabukan di bar?"

Satu alis Ramdan naik, "Kenapa emang? Ya, paling cuma minum-minum terus pulang kan? Emang ngapain lagi?"

Terdiam langsung Gian disitu. Ramdan benar-benar tak mengingatnya. Entah mengapa Gian jadi merasa bersalah disini, dia tidak berniat membuat temannya selingkuh. Meski dari awal dia iseng mendekatkan Ramdan dengan Mia. Tapi itu hanya sebatas iseng, ia tak mengira Mia akan se gragas itu.

"Ternyata yang berhijab tak menjamin bersih." desis Gian berdecak sambil menggeleng lemah.

Ramdan yang mendengar desisan Gian lantas menoleh, "Kenapa? Siapa tak bersih?"

Gian tertawa sumbang, menggeleng lemah, "Ahaha...engga. Yaudah dilanjut aja kerjanya."

Ramdan mengangguk antusias, lalu kembali fokus pada komputer di depannya. Sementara Gian terdiam lagi, ia tatap Ramdan di sampingnya intens sembari menggigit jari.

Semua benar-benar diluar dugaannya. Ia yang hanya mengajaknya minum-minum, justru membuat temannya terjerumus ke dalam hal yang salah. Bahkan wanita yang tidak bersalah seperti Aza pun terkena getah kejahatan Mia.

"sshh...Mia juga udah izin cuti 3 hari, kemana dia yah?"

Ia rogoh saku miliknya, menggulir tombol ke atas untuk membuka kunci, memencet logo hijau untuk mengirim pesan pada seseorang.

[ Oee ... Mia ] 12:07

[ Iya, kenapa Yan? ] 12:09

[ Aku mau nanya, kemarin pas kamu anterin Ramdan langsung ke rumahnya apa kamu bawa ke tempat lain? ] 12:09

[ Emmm....emangnya kenapa? ]. 12:12

[ Set, lama banget balesnya. Ia aku nanya, jawab jujur. Kamu bawa Ramdan langsung ke rumah apa ke hotel? ] 12:12

[ Hmm...ketebak yah? ] 12:13

[ Anjir! Serius kamu sama Ramdan ngew* di hotel?! Kamu gila yah?! Dia udah beristri! ] 12:14

[ Ya, gimana....aku ga tahan Gian. Abis si Ramdannya peluk-peluk aku di taksi, aku yang waktu itu juga lagi kepengen yaudah gas aja ] 12:15

[ Anjir! Aku jadi ngerasa bersalah sama istrinya gila! Setres kamu! ] 12:15

[ Jangan nglempar semua kesalahan ke aku dong! Kamu juga awalnya ikut dukung tau! ]. 12:16

[ CK, sial! Tanggung sendiri kalo kenapa-kenapa! ] 12: 16

Setelah itu Gian langsung off, sementara Mia yang berada di apartemennya langsung dongkol, menatap kesal ke panel akhir chat mereka yang menurutnya, Gian terlalu pengecut dan lepas tangan. Padahal yang mendekatkan dirinya dan Ramdan kan dia.

"Gian sinting! Enak aja dilempar ke aku semua. Dia juga ikut andil!" dengus Mia kesal.

Disela ia menggerutu, ia melotot saat tiba-tiba perutnya terasa ingin muntah. Wanita itu lantas berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi di dalam perutnya.

Mie tertegun, tatapannya berubah kosong, terduduk di depan closet. Fikiran-fikiran liar kini mulai memenuhi otaknya.

"Dipikir-pikir tanggal 5 kemarin aku ga haid. Padahal sebelumnya selalu rutin."

Mia menjambak rambutnya frustasi, "Jangan-jangan aku hamil?!"

Karena penasaran, siang itu juga, Mia berjalan menuju apotek untuk membeli testpack, tangannya gemetar saat memegang testpack di tangannya. Sebelum akhirnya wanita itu masuk ke lift menuju apartement miliknya.

"Terakhir aku berhubungan dengan Ramdan. Aku ingat Ramdan ngeluarin di dalam, jangan-jangan...."

Mia menutup mulutnya syok. Ia tak mengira dirinya tengah mengandung janin dari pria beristri. Ia yang awalnya hanya ingin mencicipi sedikit dengan ciuman di mobil, mulai terpengaruh hasrat kotor. Membawa Ramdan ke hotel untuk memesan satu kamar. Dan disitu mereka melakukan hal haram.

Mia lepas hijabnya saat sampai di apartement miliknya, terduduk dengan tatapan kosong di bibir ranjang. Sebelum akhirnya mengusak rambutnya frustasi.

"Sial....gimana dong?!" keluhnya, mengacak rambutnya kesal.

Ia akui Ramdan memang tipenya, dan pria itu juga cukup tampan. Ia tak mengira akan mengandung anak dari pria yang ia tiduri hanya sekali, tapi langsung jadi. Padahal sebelum-sebelumnya ia tidur dengan pria lain tidak sampai kebobolan.

Namun ia tidak mungkin mengurus anak di kandungannya sendirian, ia harus meminta pertanggung jawaban Ramdan sebagai seorang laki-laki. Namun ia sendiri juga tidak tau apa Ramdan mengingatnya apa tidak. Soalnya beberapa hari lalu saat Ramdan berpapasan dengannya di lorong, pria itu melewatinya begitu saja tanpa menoleh atau sekedar menatapnya, hal itu membuat Mia merasa canggung untuk meminta pertanggung jawaban.

"Namun bagaimanapun ini anaknya! Dia bapaknya! Walaupun dia udah beristri tapi dia hamilin aku!" geram Mia frustasi.

Cukup lama ia meringkuk di ranjang, berguling kesana kemari untuk mengusir kebuntuan dalam otaknya yang tak kunjung hilang, sebelum akhirnya wanita itu kembali duduk, menatap tajam ke depan.

"Iya! Aku harus meminta pertanggung jawaban Mas Ramdan! Dia juga dapat enaknya, masa aku cuma dapet getahnya!"

***

Sore itu, sekitar pukul 04:00, Ramdan dan Gian berjalan menuju pantri untuk membuat kopi agar fikiran mereka tidak buntu. Bersamaan dengan itu, Mia datang ke divisi tempat Ramdan dan Gian, mengejutkan semua orang yang beberapa masih di meja masing-masing.

"Dia ngapain ke divisi kita? Bukannya dia di divisi sebelah?" desis beberapa karyawan di kursi dekat pintu.

Sementara Mia menjinjit sambil celingukan sana sini, mencari keberadaan Ramdan. Namun tak melihat batang hidung pria itu. Sampai akhirnya ia melihat Ramdan dan Gian keluar dari lorong sembari membawa kopi mereka masing-masing.

"Mas Ramdan!" pekik Mia, mengejutkan Ramdan dan Gian disitu.

"Bocah gila! Ngapain dia kesini!" pekik Gian dalam hati.

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!