NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Kakak Angkat

Menikah Dengan Kakak Angkat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:575.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arry Hastanti

Kisah seorang gadis yang baru saja lulus SMA, namanya Dinda Kirana. Dari kecil ia di besarkan oleh sang nenek, karena orangtuanya meninggal yang disebabkan oleh kecelakaan. Selain nenek, ia juga memiliki kakak angkat yang bernama Anton.

Mereka tinggal bertiga, karena orangtuanya Anton juga meninggal karena kecelakaan bersama orangtuanya Dinda. Karena sudah 10 tahun lebih mereka tinggal bersama, Anton dan Dinda sudah seperti saudara kandung.

Tetapi, tiba-tiba sang nenek menjodohkan mereka. Awalnya mereka menentang perjodohan itu, tetapi karena sang nenek jatuh sakit. Akhirnya pernikahan mereka pun terlaksana.

Seperti apa kelanjutan ceritanya? Ikuti terus update setiap dan dukung Author dengan menekan hati yang berwarna biru. Biar gak ketinggalan keseruan mereka!

Terima Kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arry Hastanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinda dan Anton

Selesai di periksa, Dinda berjalan keluar menghampiri Anton yang sedari tadi menunggunya duduk di ruang tunggu. Dengan raut wajahnya yang lesu, Dinda duduk di samping Anton. Hal itu membuat Anton penasaran dengan hasil pemeriksaannya. Ia menduga kalau Dinda sedang hamil.

"Bagaimana Din, hasilnya?" Tanya Anton memandangi Dinda.

"Katanya aku hanya masuk angin biasa. Mungkin karena tadi pagi aku naik motor dan anginnya kencang, jadi aku masuk angin dah!" Jawab Dinda menjelaskan.

Tampak raut wajah kekecewaan di antara mereka berdua. Kecewa karena Dinda belum hamil. Setelah membayar administrasi, Anton pun mengajak Dinda untuk pulang. Agar Dinda bisa istirahat di rumah.

Sesampainya mereka di rumah, mereka melihat dokter keluar dari kamar sang nenek. Seketika mereka berdua bergegas menemui Dokter dan menanyakan keadaan sang nenek.

"Loh Dok, nenek kenapa?" Tanya Anton khawatir.

"Tekanan darah nenek naik lagi, pasti dia banyak pikiran! Pesanku, jangan buat nenek banyak pikiran. Ya sudah, aku pergi dulu." Jawab Dokter berpamitan.

Kemudian mereka berdua masuk ke kamar sang nenek dan di lihatnya sang nenek sudah tertidur, efek obat. Lagi-lagi tangan nenek di pasang selang infus. Mereka berdua pun meras bersedih, melihat kondisi sang nenek. Di tambah Dinda tak kunjung hamil, hal itu semakin membuat keduanya menjadi stress.

Tekanan darah nenek naik karena banyak pikiran, mungkin karena memikirkan Dinda yang tak kunjung hamil. Padahal setelah menikah, Dinda baru saja selesai menstruasi. Seharusnya Dinda dengan cepat bisa hamil, tetapi semua itu kehendak Sang Maha Pencipta. Dinda dan Anton hanya bisa berusaha dan berdoa. Berharap secepatnya bisa hamil.

"Mbok, kenapa gak kabari kita kalau darah tinggi nenek kumat?" Tanya Anton.

"Gak boleh sama nenek Den. Nenek kira Aden dan Neng Dinda lagi pergi jalan-jalan, jadi nenek gak mau ganggu kalian. Nenek ingin segera punya Buyut Den, makanya dia banyak pikiran." Jawab Simbok memberitahu.

Anton kemudian menarik tangan Dinda untuk keluar kamarnya sang nenek. Mereka berdua berjalan menaiki anak tangga dan masuk kamar. Anton mengunci pintu dan korden jendela, hingga kamarnya tanpa ada pencahayaan.

Dengan segera ia meraih pinggang Dinda dan mengecup kening, turun ke mata, hidung hingga ke bibir Dinda. Tanpa malu lagi, Dinda membalas ciumannya sang kakak dengan agresif. Mereka berdua hanyut dalam kemesraan yang tercipta.

"Din, sebelum kita melakukannya, kita berdoa dulu, biar kamu cepat hamil. Karena semua ini kan di tangan Allah." Kata Anton.

"Iya kak!" Sahut Dinda singkat.

Mereka berdua pun duduk di bibir ranjang, Anton menyalakan lampu yang berada di atas nakas, sehingga ia bisa melihat jelas wajah Dinda yang terlihat manis nan cantik. Cahaya remang-remang menambah suasana romantis. Setelah mereka selesai berdoa, Anton pun memulai aksinya.

Kini Dinda duduk di pangkuan sang kakak dengan posisi saling berhadapan. Dengan senyumannya, Dinda mengecup kening, hidung hingga ke bawah bibir sang kakak yang menggoda. Sejenak ia bermain-main di sana, kelembutan bibir sang kakak membuat Dinda tidak ingin beranjak dari sana.

Anton sendiri membiarkan Dinda mengekspresikan feeling-nya, karena memang dia sendirj juga menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Dinda terhadap dirinya.

"Kenapa kamu semakin nakal sih?" Tanya Anton dengan nafasnya yang memburu.

"Kakak yang membuatku nakal!" Sahut Dinda yang masih sibuk dengan bibirnya.

Dinda pun mendorong Anton hingga ia terlentang. Lalu ia membantu Anton untuk melepas kaos yang ia kenakan. Sebelum ia meneruskan aktivitasnya, Dinda terlebih dahulu bermain-main di bagian dada Anton yang bidang. Atas perlakuan Dinda, Anton pun tak bisa berkata apa-apa. Menikmati setiap perlakuan Dinda.

Penuh semangat, Dinda pun kembali mencium bibir sang kakak, turun ke leher hingga membuat Anton menggeliat. Di tinggalkannya beberapa tanda merah menghiasi leher sang kakak. Sambil berciuman, tangan Dinda menyusuri tubuh Anton.

Tangannya menyelinap ke dalam sana, hingga membuat Anton menggeliat seperti terbang ke angkasa. Tak pernah terbayang di benak Anton, kalau Dinda sangat pandai melakukan hal itu. Ia pun memberi kesempatan kepada Dinda untuk mengekspresikan keinginannya untuk meraih puncak kenikmatan yang ia inginkan.

Dengan posisi yang masih sama, Dinda mulai melakukan sesuatu. Gerakan-gerakannya membuat Anton kwalahan hingga terdengar suara dari mulutnya yang membuat Dinda semakin bersemangat untuk melakukan hal itu. Karena Dinda mulai pandai melakukan hal itu, mereka pun mendapatkan puncaknya secara bersamaan.

"Ah.... capeknya!" Keluh Dinda yang berhasil menaklukan sang kakak.

"Kamu belajar dari mana bisa seperti itu?" Tanya Anton yang masih terkulai lemah di atas ranjang.

"Tidak perlu belajar! Semua orang juga bisa!" Sahut Dinda yang turun dari ranjang pergi ke arah kamar mandi.

Anton yang melihat Dinda berjalan menuju ke kamar mandi pun mulai beranjak dan mengikuti Dinda dari belakang. Karena tadi Dinda sudah menaklukkannya, kini saatnya ia melakukan aksinya untuk menaklukkan Dinda. Anton mendorong tubuh Dinda masuk ke dalam partisi kaca.

Tanpa perlawanan, Dinda mengikuti dorongan dari tangan Anton. Kemudian Anton menyalakan shower dengan air hangat, membasahi tubuh mereka berdua. Bibir Anton mulai bermain di setiap tubuh Dinda. Setelah puas bermain-main, babak kedua pun terjadi lagi.

"Kakak..... Ah....." Suara Dinda mulai berat.

"Kenapa? Mau yang lebih nakal dari ini?" Tanggap Anton sambil melakukan hal itu dari arah belakang.

Setelah selesai melakukan hal itu, mereka berdua pun mandi bersama membersihkan tubuh mereka dengan mandi besar. Anton maupun Dinda merasakan lelah yang teramat. Jadi, setelah mandi mereka tertidur saling berpelukan.

*****

Terdengar suara Adzan, Anton terbangun dan bergegas untuk pergi ke Masjid. Di lihatnya Dinda yang masih tertidur, tetapi dia tidak membangunkannya. Berencana untuk membangunkan Dinda setelah kepulangannya dari Masjid.

Sebelum Anton pergi ke Masjid, ia masuk ke kamar sang nenek untuk mengecek keadaannya. Ternyata sang nenek lagi makan siang dengan di siapin Simbok. Kemudian Anton pun berpamitan untuk pergi ke Masjid.

Sekitar 30 menit, Anton kembali ke rumah. Sang nenek duduk di kursi roda sambil menonton TV. Tangannya masih terpasang selang infus.

"Nek, Dinda belum turun?" Tanya Anton sambil melepas pecinya.

"Belum, mungkin dia ketiduran. Coba kamu lihat sana, suruh dia Sholat dan makan siang." Jawab sang nenek menyuruh.

Anton pun segera menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya. Di lihatnya Dinda masih tertidur pulas tanpa selimut, sehingga memperlihatkan tubuh Dinda yang hanya memakai pakaian dalam.

Ia pun menatap wajah Dinda dengan lekat, lalu ia menindih Dinda dan memberikan kecupan ringan di bibir Dinda, tetapi karena Dinda tak kunjung bangun, Anton pun menggigit bibirnya hingga membuat Dinda terbangun menjerit kesakitan.

"Ih kakak!" Teriak Dinda mendorong tubuh sang kakak.

"Cepetan bangun, pakai baju dan pergi Sholat. Habis itu kita makan siang, Mbak Inah sudah siapkan makanan buat kita." Suruh Anton sambil menarik tangan Dinda.

Kemudian Dinda bergegas bangkit dari ranjang dan mengambil pakaiannya. Dia pergi ke kamarnya untuk menunaikan Ibadah Sholat. Sementara Anton turun ke lantai bawah untuk mengobrol dengan sang nenek.

Tanpa Anton sadari, lehernya ada tiga tanda bekas bibir Dinda. Sang nenek tersenyum melihat tanda itu. Artinya, memang Anton dan Dinda sedang berusaha untuk memberinya buyut.

"Den, bilangin sama Non Dinda, jangan kasih tanda di situ. Tadi Aden kan pergi ke Masjid, pasti tadi banyak yang lihatin Den Anton kan?" Celetuk Inah yang melihat tanda di leher Anton.

"Memangnya tanda apa Mbak? Kok kamu tahu kalau tadi orang-orang di Masjid pada lihatin aku!" Sahut Anton yang belum paham.

"Lihat leher Aden, tuh ada tiga tanda. Pasti ulah Non Dinda!" Suruh Inah sambil menunjuk telunjuknya ke arah leher Anton.

Sontak saja, Anton terkejut dan berdiri melihat lehernya di cermin yang ada di kamar mandi tamu. Sang nenek, Inah dan Simbok tertawa meledek. Hal itu membuat Anton merasa malu dan memegangi lehernya.

Bersambung....

1
Irawati Soetojo
Lha kan abis antar Loren pulang dr RS, terus balik ke RS n ngikutin Rizal dan Dinda, kok Loren seminggu gak masuk?
dina
cerita yang menarik
dina
ini sebenarnya antara Dinda dan Anton belum siap.berumahtangga. makanya anaknya diambil Allah kembali
andi nita
2 suami istri yg labil
nurul nazmi
bagus
Atma Inatun Nikhma
Biasa
Vipna
ini bolak balik gk pada punya pendirian tokoh y sih
Vipna
gak jelas si dinda mau y anton apa rizal sih menye2 banget
my_name_is_Fayla
amnesianya nya lama amat dah
mama ELA
seruuuu
mama ELA
bagus cerita nya buat penasaran...gak bisa berhenti baca nya
liana
ah dasar Dinda sama Anton aja yg labil. mau sama pacar tp msih mau berhubungan badan 🙄
mama ELA
Sumpah cerita novel ini dari bab awal sampai seterusnya Bagus banget, buat yang baca ketagihan... Dan pengen tau kelanjutan nya... Gak bisa berhenti baca nya... Mantap thor
Alby Mukfu
Rizal sama Yuki ,semoga ada pengganti Anton untuk Loren yg baik😁
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Joveni
hbs minum obat masa makan eskrim sih...
Joveni
eh masa sih baru 3 jam selesai wik" dah amnesia...??????
Raindra Guswandri
lanjutkan
siti rohmah
anton ...anton g ada d carii. udh ad d cuekin ..hadeuuh
Fiah Fazah Melinda
loren n rizal mana tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!