NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abu yang tersisa

Udara di sekitar mereka menjadi sedingin es.

Tangan kasar pedagang itu baru saja hendak mencengkeram bahu mungil Shang Zhi yang gemetar, ketika sebuah bayangan melesat lebih cepat dari kedipan mata.

"Cukup."

Sebuah suara rendah namun dingin menusuk tulang terdengar. Pria berjubah hitam itu telah mencengkeram pergelangan tangan si pedagang dengan kekuatan yang luar biasa. Bunyi retakan tulang halus terdengar diikuti jeritan melengking.

"Aaaarrghh! Tanganku! Lepaskan!" teriak pedagang itu, wajahnya memucat. Pedagang lainnya mencoba merangsek maju, namun pria berjubah itu bergerak dengan keanggunan yang mematikan. Hanya dengan beberapa gerakan singkat yang hampir tak terlihat, para pengejar itu terlempar ke tanah dan lari terbirit-birit ketakutan, seolah baru saja melihat iblis.

Suasana kembali sunyi. Pria itu berbalik menatap Shang Zhi yang masih meringkuk. "Kenapa kau mencuri, Nak?" tanya pria itu dengan nada yang tiba-tiba melunak.

"Aku... aku terpaksa," jawab Shang Zhi dengan suara bergetar, air mata mulai menggenang. "Ibu sedang sakit keras. Dia satu-satunya yang kumiliki di dunia ini. Aku tidak boleh membiarkannya pergi."

Pria misterius itu tertegun sejenak. Ia mengelus kepala Shang Zhi, lalu mengeluarkan beberapa koin emas yang berkilau di bawah cahaya redup. "Ambil ini. Belilah makanan yang layak, lalu pulanglah. Rawat ibumu dengan baik."

Harapan membuncah di dada Shang Zhi. Dengan tangan gemetar karena haru, ia mendekap koin itu, membeli roti hangat dan obat-obatan, lalu berlari sekuat tenaga menuju pinggiran hutan. Ia tak peduli pada kakinya yang terkilir atau luka-luka yang perih. Di benaknya hanya ada satu hal: senyum ibunya.

Namun, langkahnya terhenti di batas hutan. Bau sangit yang menyengat menusuk hidungnya. Asap hitam pekat mulai membubung tinggi, menyelimuti langit yang tadi cerah. Jantung Shang Zhi berdegup kencang. Ia berlari semakin liar, menembus kabut asap yang menyesakkan dada.

"Ibu... IBU!!!"

Langkah kaki Shang Zhi mematung. Roti hangat yang ia bawa jatuh ke tanah, terinjak oleh debu. Gubuk tua tempatnya bernaung kini telah menjadi lautan api yang murka. Hutan di sekelilingnya ikut membara, menciptakan orkestra suara kayu yang berderak hancur.

Tanpa mempedulikan nyawanya, Shang Zhi menerjang masuk ke dalam kobaran api. Di sana, di atas tempat tidur yang sudah terbakar setengahnya, ia menemukan ibunya. Tubuh wanita itu sudah tak berdaya, namun tangannya masih mendekap erat sesuatu: kain usang berisi batu-batu yang kemarin digunakan Shang Zhi untuk menahan lapar.

Ternyata, sang ibu tahu segalanya. Ia tahu penderitaan putranya.

"Maafkan... ibu..." suara lirih ibunya hampir tenggelam oleh deru api. "Maafkan ibu yang tak bisa menjagamu... telah membuatmu menderita. Di kehidupan selanjutnya, ibu memohon pada langit... agar kau tetap menjadi anakku..."

"Ibu! Jangan bicara begitu! Ibu harus bertahan!" Shang Zhi meraung, namun tangan ibunya perlahan terkulai lemas. Cahaya di mata itu padam selamanya.

Tiba-tiba, sebuah balok kayu besar yang membara runtuh tepat di atas Shang Zhi. Segalanya menjadi gelap.

Shang Zhi terbangun dengan napas tersengal. Aroma obat-obatan tradisional menyambut indranya. Ia berada di sebuah kamar yang asing namun hangat.

"Kau sudah sadar?"

Pria berjubah hitam yang ia temui di pasar berdiri di dekat jendela. "Aku menemukanmu pingsan di reruntuhan itu. Semuanya sudah habis, Nak."

Shang Zhi terdiam. Ingatan tentang api dan wajah ibunya menghujam jantungnya seperti belati. "Sekarang aku tak punya siapa-siapa lagi," bisiknya lirih, air mata mengalir deras membasahi pipinya yang lebam. "Alasanku bertahan hidup sudah pergi. Untuk apa aku masih ada di dunia ini?"

Pria itu mendekat, lalu dengan perlahan menghapus air mata di pipi bocah itu. Tatapannya dalam, seolah ia sendiri pernah merasakan kehilangan yang serupa ribuan tahun yang lalu.

"Hidup tidak pernah sia-sia, Shang Zhi. Selama kau bernapas, kau membawa harapan mereka yang sudah tiada. Jika kau menyerah sekarang, maka pengorbanan ibumu akan menjadi debu yang tak bermakna."

Pria itu mengulurkan tangannya. "Tinggallah di sini. Jadilah muridku. Aku akan mengajarimu cara untuk menjadi kuat, agar kau tak perlu lagi kehilangan apa pun."

Mata Shang Zhi yang tadinya kosong kini mulai memercikkan tekad baru. Ia menatap ke luar jendela, ke arah langit luas.

"Ibu... meskipun kau tak lagi di sisiku, aku berjanji akan menjadi kuat. Lihatlah aku dari sana."

Bersambung...

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!