¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.19 Bingung
Andrian tampak diam membisu sambil nyetir, tak ada suara sepatah katapun yang terdengar dari mulut Andrian ataupun Kiran. Kiran melihat keluar jendela kaca mobil, tapi pikirannya melayang. Sedangkan Andrian fokus menyetir, tanpa mengatakan apapun.
Kiran melihat kearah Andrian, ada perasaan aneh. Mengapa dari tadi Andrian hanya diam saja.
"Ada masalah apa laki-laki ini?" Bisik Kiran dalam hati sambil memiringkan bibirnya.
"Ahh apa perduliku. Dia ada masalah atau tidak bukan urusanku!" Kiran diam sambil tersenyum sinis.
"Non, jam istirahat mau kemana?" Tiba-tiba Andrian bertanya, namun wajahnya masih tampak serius.
"Ohhh aku, aku mau ketemu Leo." Jawab Kiran tampak senang.
"Ooo jadi aku bebas hari ini non?" Jawab Andrian lembut.
Kiran menatap Andrian heran, bebas bukannya kemanapun Kiran dia pasti selalu ada. Kiran tampak bertanya-tanya.
"Iya kamu jangan ikut, aku dijemput Leo!" Suara Kiran dengan nada mengancam.
"Iya non, kali ini aku tidak ikut. Biar aku tunggu ditempat teman." Andrian mencari alasan.
"Oke!" Kiran tampak sangat senang karena bisa bebas tanpa pengawasan sisopir.
Jam istirahatpun tiba, Kiran tampak dijemput Leo. Andrianpun melajukan mobilnya, menuju kesebuah tempat. Dia ingin menenangkan diri disebuah danau yang tak jauh dari perusahaan Kiran.
Plung plung
Andrian berdiri dipinggir danau, melempar kerikil-kerikil keair. Kepalanya seakan mau pecah memikirkan semuanya.
Andrian duduk, sesekali memegang kepalanya. Hampir tak bisa berfikir, keputusan yang sangat sulit.
"Ya Allah, aku mau wanita pendamping hidupku adalah wanita yang sholeha. Mengapa engkau pertemukan aku dengan gadis sombong dan angkuh itu." Andrian tampak sangat kacau.
"Aku harus bagaimana, disatu sisi aku tidak bisa menyakiti mereka yang sangat baik." Ujar Andrian Lirih.
Plung plung
Andrian melampiaskan dengan melempar kerikil-kerikil keair.
Andrian merebahkan tubuhnya direrumputan hijau, udara sangat sejuk pohon-pohon yang sangat rindang membuat udara terasa sejuk. sedikit membuat hati Andrian tenang.
"Bukankah aku pernah membaca, laki-laki baik akan dipasangkan dengan wanita yang baik, apakah aku tak baik ya Allah?" Andrian memejamkan mata.
"Tapi, akupun pernah membaca jika dipertemukan dengan yang tak baik. Terimalah bimbinglah jangan ditinggalkan." Pikiran Andrian semakin kacau.
Ditolak salah, tak ditolakpun salah. Sungguh sangat dilema.
Sementara Andrian sedang bingung dengan pilihannya. Kiran tampak asyik berdua dengan Leo.
"Sayang!"Ujar Kiran sambil bergelayut manja.
"Iya kenapa sayang, minta disuapin?" Leo menyuapi Kiran spageti.
"Nikah yuk!" Kiran mencium lengan Leo.
"Apa nikah?" Leo terkejut dan berusaha melepas tangan Kiran.
"Ya nikah, kenapa kita sudah lama pacaran kita sudah dewasa. Apalagi?" Kiran tampak cemberut.
"Sayang aku belum siap, banyak yang harus aku raih." Leo memegang tangan Kiran lalu mencium tangannya.
Kiran melepas dengan kasar tangannya, lalu beranjak meninggalkan Leo.
"Sayang!" Leo berusaha menarik Kiran, tapi dengan cepat Kiran melepaskannya.
Leo hanya menatap Kiran pergi, lalu membayar makanannya dikasir.
Dreggggg dregggggg
Hp Andrian bergetar, dengan malas Andrian mengambil hpnya disaku. Tanpa melihat siapa yang menelfon langsung menerima panggilan.
"Hallo!" Ujar Andrian malas
"Dimana kamu, ayok pulang?" Suara yang sangat tegas dan Andrian mengenalnya.
Andrian terkejut lalu beranjak.
"Iya non tunggu, aku jemput kirim alamatnya. Andrian menutup telfon.
Andrian menjemput Kiran, Andrian melihat Kiran tampak sedang marah. Tapi Andrian tidak peduli, karena pikirannya pun kacau.
Merekapun hanya diam membisu, Kiran menatap kearah luar jendela. Tatapannya kosong. Andrian melihat Kiran dari kaca, melihat kesedihan yang ada diwajah Kiran. Entah mengapa hatinya ikut sedih.
"Non, sudah nyampai rumah." Ujar Andrian lembut.
Kiran tidak menyadari jika mereka sudah sampai rumah.
"Aku tau sopir, aku hanya nunggu kamu bukain aku pintu?" Kiran mencari alasan.
Andrian tersenyum, lalu berlari membukakan pintu.
"Silahkan non." Andrian berusaha tersenyum.
Kiran hanya diam, tak memperdulikan Andrian.
Andrian berjalan kebelakang, tiba-tiba dikejutkan oleh panggilan bi Inah.
"Nak, bibi boleh bicara?" Ujar bi Inah serius.
"Ya bi, disana." Andrian menunjuk tempat duduk diteras belakang.
"Nak, tolong pikirkan lagi tawaran nyonya. Jangan keburu nolak, nanti nyesal." Bi Inah memegang pundak Andrian.
"Non Kiran itu sebenarnya baik, hanya salah pergaulan." Bi Inah tampak sedih.
"InsyaAllah Bi." Andrian menjawab dengan lembut.
Bi Inahpun meninggalkan Andrian dan meneruskan pekerjaan didapur. Andrian masih duduk seorang diri dengan pikiran yang sangat kacau.
~ Jangan lupa ya, like dan komennya. Vote juga ya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...