Sejauh kaki melangkah, sekencang kencang nya kaki berlari , Takdir tetap akan menemuimu. Bukankah benar dikatakan orang tidak ada satu pun yang bisa mengubah takdir. Tapi tidak dengan nasib , dikatakan " Sesungguhnya nya Tuhan tidak mengubah nasib sebuah kaum , hingga mereka mengubah diri mereka sendiri". Tentu nasib tanggung jawab diri pribadi.
Bagaimana dengan Viona gadis desa yang cantik, tinggi semampai, mempunyai tubuh yang ideal , apa kah ia mampu mengubah nasib nya demi adik adik nya?. Semenjak ayah nya meninggal kehangatan dalam keluarga hilang seketika. Ditambah lagi dengan ibu nya yang menjadi pemuas nafsu hidung belang demi memenuhi kebutuhan hidup.
Apakah Viona ditakdirkan mengikuti jalan yang ibunya pilih? Atau ia berjuang mengubah nasib untuk hidup lebih baik lagi walaupun badai tak habis habis nya menerpa.
Inilah kisah Viona , anak sang pelacu* , yang dinikahi oleh pengusaha tajir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retmiduski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 kedatangan Riko dan Reno
Mendengar semua yang di ucapkan oleh tuan Frans, mami Tina beserta orang orang nya pergi dari rumah sakit.
" tuan Frans , apa benar lan yang di katakan oleh nya " tanya Shinta penasaran
" benar mbak, tuan Frans di di a calon suami nya viona mbak " jawab Wulan terbata bata
" lan, apa ..." omongan Shinta terputus
"mbak ngak udah kwatir mbak, semua berjalan dengan takdir sang maha pencipta, siapa yang menduga orang yang menyelamatkan viona di malam dia kabur dari orang mami Tina adalah kenalan Om Roy yang akan di kenalkan kepada viona " jawab viona sebelum Shinta menduga yang lain nya
"dan dan siapa juga yang akan menduga, bahwa tuan Frans telah jatuh cinta pada pandangan pertama nya kepada viona mbak, di saat beliau menyelamatkan viona , di tambah lagi Om Roy juga sudah membuat rencana untuk mempertemukan mereka sebelum mereka bertemu di malam itu " bohong Wulan, karena ia ngak mau mbak Shinta tahu kalau ini hanya pernikahan kontrak
Shinta yang mendengar itu, melihat kepada viona yang hanya tertunduk .
"vio ,apa Wulan berkata jujur ? tapi bagaimana dengan perasaan kamu nak" tanya shinta mengkhawatirkan anak nya.
"mbak Wulan jujur buk, masalah perasaan viona ibu tidak perlu kwatir , kalau pun untuk sekarang viona tidak merasakan apa apa tapi vio yakin akan tuan Frans akan berhasil merebut hati nya vio Bu yang vio tahu tuan Frans ingin menikahi vio karena ia mencintai vio " bohong viona kepada ibu nya Shinta, mendengar sandiwara Wulan dan vio tuan Frans hanya tersenyum di dalam hati dan berkata
sungguh hebat kalian bersandiwara, pantas hidup kalian punya drama, tapi ya sudah lah mungkin ia punya alasan Kenapa kebohongan yang disampaikan kepada ibu nya ucap tuan Frans di dalam hati
"tuan Frans viona adalah gadis yang malang, ia tak pernah sempat merasakan hari hari yang indah sebagai anak remaja lainnya, ia sibuk mengurus kedua adik nya, dia terlalu cepat dewasa karena kondisinya kami, aku tidak meminta mu untuk selalu membuat nya tertawa dan bahagia tapi tolong jaga dia, beri ia senyum di sela sela kesedihan, temenin dia dalam ke adaan apa pun itu, tuan tidak perlu kwatir dalam bidang apa pun dia unggul , dia sangat pintar dalam sekolah nya, cita cita nya ingin menjadi dokter, tapi ia simpan sendiri di dalam hati karena ia seperti tahu Sangat sulit untuk menggapai semua itu, dalam pekerjaan rumah tangga dia tak pernah lalai itu terbukti dia bisa menjaga adik adik nya, melakukan rutinitas dalam rumah sedang kan ia dalam masa sekolah " ucap Bu shinta sambil menangis kepada tuan Frans
"ibu tidak perlu risau dan kwatir karena setelah mengenal saya ia tak akan lagi menjadi gadis yang malang, akan saya pastikan ia selalu tersenyum ,saya akan menjaga nya " jawab tuan frans, mendengar itu semua Bu Shinta hanya tersenyum dan bahagia
"saya tahu mengenai tuan, bagaimana dengan keluarga tuan jika menikah viona orang yang jauh di bawah tuan, bukan kah memalukan ? seorang pengusaha sukses di kota ini menikahi gadis seperti viona " tanya buk Shinta
"ibuk tidak perlu kwatir mengenai keluarga saya, itu urusan saya " jawab Frans tegas karena ia tahu apa yang akan ia lakukan
saya tak mengira akan menikahi gadis di bawah umur untuk menyelamatkan harta warisan Keluarga saya bathin tuan Frans
Malam ini viona dan wulan berada di kediaman rahasia milik tuan Frans. Tadinya mereka akan tetap tinggal di apartemen milik Om Roy namun Frans memaksa untuk tinggal di kediaman nya dengan alasan untuk mempermudah acara malam esok.
"kadang seperti mimpi ya mbak " ucap viona sambil berbaring
" begitu lah hidup Vi, penuh dengan kejutan yang tak terduga " jawab Wulan senyum miris
"mbak, apa mbak mencintai Om Roy?" tanya viona penasaran
" hmmm mbak sudah tak mengenal cinta lagi vi, setelah menyaksikan ayah kandung mbak meninggal kan kami demi seorang wanita muda " jawab Wulan mengingat masa lalu nya
" maafkan vio mbak " jawab viona merasa bersalah
" ngak apa Vi, untuk apa minta maaf memang itu kenyataan nya, dan mbak cuma ngak menyangka sekarang mbak akan menjadi wanita kedua dalam pernikahan om Roy , bukan sekarang, lebih tepat nya dari berapa tahun yang lalu , miris bukan Vi ,mbak membenci perusak rumah tangga orang, dan sekarang mbak jadi pelaku nya hahahha " jawab Wulan sambil tertawa sedih
"maafkan viona mbak,. semuanya karena vio " jawab viona merasa bersalah
" ngak Vi, masalah kamu cuma jalanya Vi, lagi pula bukan kah lebih baik mbak menjadi istri Om Roy dari pada menjadi pelacu* nya yang setiap hari penuh dengan dosa? paling tidak dengan pernikahan ini mbak tidak berzina lagi " mendengar kan semua itu viona memeluk Wulan dengan erat hingga di kagetkan dengan suara yang sangat di Rindu kan viona
"Kaka " ucap Reno dan Riko berbarengan
" Riko Reno, ya Allah adik adik ku " ucap viona berlari ke arah mereka ,
Mereka berpelukan , meluapkan kerinduan dan ke kwatiran.
"kok Riko dan Reno ada disini ?" tanya viona bingung kenapa adik adik nya sudah sampai di kota
" om ini yang jemput kami kak " jawab Riko menunjuk seorang lelaki di belakang nya
"perkenalkan nona saya vayo asisten nya tuan Frans, saya di tugaskan untuk menjemput dan mengantar Adik adik nona ke kediaman rahasia tuan Frans . Satu lagi tuan Frans meminta saya untuk memberi tahu nona , bahwa setelah acara esok adik adik nona akan di kirim ke sekolah XX dan mereka akan menetap disana , lebih tepat nya di asramakan . demikian perintah tuan muda, jika ada pertanyaan langsung tanyakan ke tuan Frans esok, saya permisi" ucap sang asisten tanpa jeda dan tidak ada waktu viona untuk menjawab sang asisten tuan Frans
"kak jadi kita cuma satu malam ini bersama ya " tanya Riko yang di jawab dengan viona dengan pelukan
"haiii haiii jangan pelukan terus dong, mbak di cuekin ni " ucap Wulan memecahkan keheningan
" ayok salaman sama mbak Wulan" suruh viona kepada adik adik nya.
" mulai sekarang kalian tidak perlu sedih lagi, kwatir lagi karena semuanya akan baik baik saja " ucap Wulan kepada Riko dan Reno sembari memeluk mereka
"Riko mau ketemu ibu kak mbak " ucap riko kepada viona dan Wulan
" besok kita jumpai ibu ya dek " jawab viona
"permisi non viona, ada yang mau bertemu dengan nona " ucap bik Odah membawa dua orang perempuan
"maaf nona vio, kami utusan tuan Frans, kami membawa beberapa gaun untuk nona pakai di hari esok " ucap seorang wanita yang kepada viona
"silakan masuk mbak " ucap Wulan kepada kedua wanita tersebut , sedangkan Wulan hanya mematung melihat apa yang di bawa oleh mereka
tapi untungnya bukan sad ending tapi happy ending
sifat sederhana nya Vio mampu meluluhkan si Frans
kasian vio