NovelToon NovelToon
Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Dokter Genius
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: prasetiyoandi

Aura Mahendra mengira kejutan kehamilannya akan menjadi kado terindah bagi suaminya, Adrian.

Namun, malam ulang tahun pernikahan mereka justru menjadi neraka saat ia memergoki Adrian berselingkuh dengan adik tirinya, Sisca.

Tidak hanya dikhianati, Aura dibuang dan diburu hingga mobilnya terjun ke jurang dalam upaya pembunuhan berencana yang keji.

​Takdir berkata lain. Aura diselamatkan oleh Arlan Syailendra, pria paling berkuasa di Kota A yang memiliki rahasia masa lalu bersamanya.

Lima tahun dalam persembunyian, Aura bertransformasi total. Ia meninggalkan identitas lamanya yang lemah dan lahir kembali sebagai Dr. Alana, jenius medis legendaris dan pemimpin organisasi misterius The Sovereign.

​Kini, ia kembali ke Kota A tidak sendirian, melainkan bersama sepasang anak kembar jenius, Lukas dan Luna. Kehadirannya sebagai Dr. Alana mengguncang jagat bisnis dan medis. Di balik gaun merah yang anggun dan tatapan sedingin es, Alana mulai mempreteli satu per satu kekuasaan Adrian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetiyoandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: CATUR DI LANTAI 50

​Langit malam Kota A tertutup oleh kabut kelabu yang tebal, menyembunyikan puncak-puncak gedung pencakar langit dalam keheningan yang mencekam.

Di lantai 50 gedung Syailendra Group, hanya ada satu ruangan yang lampunya masih menyala—kantor pribadi Arlan Syailendra. Ruangan itu luas, minimalis, dan didominasi oleh kaca jendela besar yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu kota yang tampak seperti permata kecil yang berserakan.

​Alana melangkah masuk setelah melewati pemeriksaan keamanan biometrik yang ketat. Suara hak sepatunya yang beradu dengan lantai marmer hitam terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur waktu ledakan.

Di tengah ruangan, Arlan berdiri membelakanginya, menatap kegelapan di luar dengan kedua tangan di saku celana.

​"Anda memanggil saya malam-malam begini hanya untuk mengancam, Tuan Arlan? Itu sangat tidak efisien bagi pria sekelas Anda," suara Alana memecah kesunyian, dingin dan tajam seperti mata pisau bedah.

​Arlan berbalik perlahan. Di tangannya, ia memegang sebuah amplop cokelat—amplop yang sama yang berisi hasil DNA Lukas. Ia tidak segera berbicara, melainkan berjalan menuju meja kerja dan meletakkan amplop itu di sana dengan gerakan yang sangat sengaja.

​"Duduklah, Aura," kata Arlan. Suaranya rendah, berat, dan mengandung getaran yang membuat bulu kuduk Alana berdiri.

​Alana tidak bergerak. Jantungnya berdenyut kencang saat mendengar nama itu diucapkan oleh Arlan.

"Nama saya adalah Alana. Jika Anda memanggil saya ke sini hanya untuk bernostalgia tentang wanita yang sudah mati, saya rasa saya membuang-buang waktu."

​Arlan tersenyum tipis, sebuah senyuman tanpa keramahan.

Ia melemparkan lembaran kertas dari amplop itu ke atas meja. "Data genetik tidak pernah berbohong, meskipun wajah dan identitas bisa diubah melalui operasi paling canggih sekalipun. Lukas adalah putra kandung Adrian Mahendra. Dan kau... kau adalah mayat yang merangkak keluar dari jurang untuk menuntut balas."

​Alana mendekati meja, matanya menatap tajam pada hasil DNA itu. Alih-alih gemetar ketakutan karena rahasianya terbongkar, ia justru menarik kursi dan duduk dengan keanggunan seorang ratu. Ia menyilangkan kakinya, menatap Arlan tanpa rasa takut sedikit pun.

​"Lalu apa?" tanya Alana datar. "Apa yang akan Anda lakukan dengan informasi ini? Menyerahkan saya pada Adrian? Atau menggunakannya untuk memeras saya agar saya bekerja untuk Syailendra Group selamanya?"

​Arlan membungkuk, menumpukan kedua tangannya di atas meja kerja, membuat wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Alana.

"Aku tidak butuh uangmu, Alana. Dan aku benci Adrian lebih dari siapapun. Yang aku inginkan adalah kejujuran. Kenapa kau menggunakan anak-anak itu sebagai senjata? Tidakkah kau pikir itu terlalu berbahaya bagi mereka?"

​"Jangan pernah berani menceramahiku tentang keselamatan anak-anakku!" Alana membalas dengan nada yang tiba-tiba meninggi.

"Kau tidak tahu rasanya berada di dalam mobil yang terjun ke jurang sambil merasakan janinmu menderita! Kau tidak tahu rasanya melahirkan di laboratorium rahasia karena kau tidak punya kewarganegaraan! Aku adalah perisai mereka, Arlan. Dan jika dunia ini ingin menyakiti mereka, aku akan menghancurkan dunia itu terlebih dahulu."

​Di saat yang sama, satu blok dari sana, di depan gedung penthouse mewah kediaman Alana, tiga unit van hitam tanpa plat nomor berhenti di jalur buta kamera pengawas.

Pintu van terbuka serentak, dan selusin pria berseragam taktis gelap dengan masker penutup wajah melompat turun. Mereka bergerak dengan efisiensi yang menakutkan, membawa tabung gas air mata dan senjata berperedam.

​"Target ada di lantai 25. Lumpuhkan pengawalnya, ambil anak-anaknya. Perintah Nyonya Sisca jelas: jangan ada saksi hidup," bisik pemimpin tim melalui radio komunikasi.

​Di dalam penthouse, Lukas tiba-tiba menghentikan pergerakan robotnya. Matanya tertuju pada monitor di pergelangan tangannya. "Paman Leo, mereka masuk melalui saluran udara dan pintu darurat basement," lapor Lukas dengan suara yang sangat tenang untuk anak seusianya.

​Leo, yang sudah memegang senjata otomatis, segera mengunci pintu utama. "Lukas, bawa Luna ke ruang aman. Aktifkan protokol Silent Night. Sekarang!"

​Lukas menarik tangan Luna yang sedang memegang bonekanya. Mereka berlari menuju sebuah panel dinding yang tampak seperti lemari buku biasa. Dengan satu sentuhan sidik jari Lukas, panel itu terbuka menyingkap sebuah ruangan dengan monitor pemantau dan dinding antipeluru.

​"Luna, siapkan gas saraf ringan di ventilasi lorong B. Aku akan mematikan sistem lift dan menjebak mereka di tangga darurat," perintah Lukas.

​Luna mengangguk, jarinya menekan tombol-tombol di konsol kontrol dengan presisi. "Sudah siap, Lukas. Aku juga sudah mengaktifkan lantai listrik di depan pintu masuk. Mereka akan mendapatkan kejutan yang... menyengat."

​BAM!

​Suara ledakan kecil terdengar dari arah pintu depan. Para penyusup mulai merangsek masuk, suara tembakan berperedam bersahutan di lorong.

Leo bergerak seperti bayangan, melumpuhkan dua penyusup pertama dengan gerakan beladiri yang mematikan. Namun, jumlah musuh terlalu banyak.

​Kembali di lantai 50, suasana antara Alana dan Arlan semakin memanas. Tiba-tiba, tablet di tas Alana bergetar hebat—sebuah sinyal darurat dari penthouse.

​Wajah Alana berubah pucat. Ia segera membuka tabletnya dan melihat rekaman CCTV real-time yang menunjukkan pertempuran di kediamannya. "Anak-anakku..." bisiknya dengan suara yang bergetar karena ngeri.

​Arlan menyadari perubahan itu. Ia merampas tablet dari tangan Alana dan melihat layar tersebut. Matanya berkilat dengan amarah yang dingin. Ia segera menekan tombol di interkom mejanya.

​"Harry! Aktifkan unit respons cepat Black Hawk sekarang! Sasaran: Penthouse Dr. Alana. Musnahkan semua penyusup, amankan subjek Lukas dan Luna. Lakukan dalam lima menit atau kepala kalian semua akan hilang!" perintah Arlan dengan suara yang menggelegar.

​Alana bangkit, tangannya gemetar saat ia merogoh pistol di balik gaunnya. "Aku harus ke sana. Jika terjadi sesuatu pada mereka, aku akan membunuh Sisca dengan tanganku sendiri!"

​Arlan menangkap bahu Alana, menahannya agar tetap di tempat. "Kau tidak akan bisa sampai di sana tepat waktu dengan mobil! Helikopterku ada di atap. Kita berangkat sekarang!"

​Arlan tidak menunggu jawaban. Ia menarik tangan Alana, membimbingnya menuju lift pribadi yang langsung menuju landasan helikopter di atap gedung. Selama di dalam lift, Alana terus menatap layar tabletnya, air mata mulai menggenang di matanya saat ia melihat Leo terdesak oleh lima orang penyusup di ruang tamu.

​"Jangan menangis, Alana," kata Arlan, suaranya kini berubah menjadi lembut namun penuh tekad. Ia memeluk bahu wanita itu, memberikan kekuatan yang belum pernah Alana rasakan dari pria manapun.

"Mereka adalah anak-anakmu. Mereka kuat. Dan mereka berada di bawah perlindungan Syailendra sekarang. Tidak akan ada yang mati malam ini, kecuali mereka yang berani menyentuh keluargamu."

​Saat pintu lift terbuka di atap, baling-baling helikopter sudah berputar kencang, membelah udara malam yang dingin. Arlan dan Alana melompat masuk. Saat helikopter itu lepas landas dan miring tajam menuju arah penthouse, Alana melihat dari layar monitornya: pintu ruang aman Lukas mulai digedor oleh para penyusup dengan alat penghancur hidrolik.

​"Lukas! Luna! Bertahanlah!" teriak Alana dalam hati, sementara di sampingnya, Arlan sedang mengisi peluru ke dalam senapan taktis, matanya memancarkan haus darah yang menakutkan.

​Malam ini, bukan hanya identitas yang terungkap, tapi sebuah aliansi yang paling mematikan di Kota A baru saja ditempa dalam api bahaya. Sang Kaisar Bayangan dan sang Permaisuri yang Terlupakan kini bersatu demi satu tujuan: melindungi darah daging mereka.

1
cinta semu
jahat banget tu Adrian 😡 bikin gedek
Casudin Udin
Luar biasa
Alif
katanya penthousnya aman tp dg gmpang di bobol, lah anak buahnya cm leo, narasi tentang alana sangat hebat seakan tk butuh orang lain, lah anak buahnya cm 1 konyol gk sih ckck
Alif
mommy di panggil mummy jd ingat mummy di jaman kuno
Alif
perempuan klo cerdas dia akan dg senyap cari bukti dan pergi bkn malah mewek yah itu dapatnya disiksa dan di bunuh
Osie
waaaw perjalanan dna perjuangan alana msh teramat sangat panjang
Osie
uwoooowww amazing..diawali aku protes arlan terlalu ikut campur urusan RT alana tapi sekarang aku dukung abiz dah
Osie
deg deg an dah aku bacanya
Osie
kereen abiz ceritanyaaa...napa msh sepi pembaca ya
Nor Azlin
semoga mereka menjadi keluarga yang utuh yah ...aku harap si Arlan pun mencuba formula teratai juga agar mereka bisa membantai para musuh-musuh mereka dengan mudah ...semoga mereka selamat sampai ke tujuan nya yah ...Alana kembali lagi deh di mana Pulau rahsia mu kan masih ada yah ...di sana kalian bisa membentuk satu Tim yang lebih baik lagi juga setia yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
kasihan Leo kerana terpaksa di berkhianat pada Alena namun pada akhirnya dia berkorban demi Alena sama anak2 nya ...semoga mereka semua terselamat dari musuh2 mereka yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
siapa agak nya yang berkhianat yah tidak mungkin si Leo tapi siapa yah🤔🤔🤔 semoga cepat ketahuan orang nya deh...lanjutkan thor
Osie
eh msh continue yaaa...waah lg seruuu ini..moga msh ada lanjutannya 🙏🙏🙏
Lili Inggrid
lanjut
Osie
waaw makin kesini makin kompleks alur nya...kereeeennn
Osie
fuuuiiihh deg deg an aku bacanya..alana n anak anak nya best banget dah
Osie
balas dendam yg sangat apik👍👍👍👍👍
Osie
siapa atlan hingga dia terlalu ikut campur urusan hidup alana
Osie
hmmm menarik..tapi aku kok curiga ya kalau anak alana bukan anak Adrian tapi anaknya arlan syeilendra....bisa jd kan..siapa tau ada insiden di masa lalu yg bikin Alan tidur dgn arlan..
Osie
waaaaawww amazing...kereeenn abiizzzz😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!