maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keluar penjara
setelah Dinda memohon kepada Dewi, dia langsung pulang ke rumahnya. Dinda tak punya pilihan lain, Dia harus menerima suaminya Menikah lagi bersama sahabatnya sendiri.
sakit memang sangat sakit, hatinya hancur berkeping keping. tapi dia harus menerima semua ini demi Hendra, laki laki yang sangat dicintainya.
Dinda duduk di kursi dekat jendela kamarnya sembari menikmati angin segar yang menghembus keseluruhan tubuhnya. Dinda menjatuhkan air mata ketika memikirkan nasib hidupnya, dinda tidak pernah membayangkan sebelumnya jika pernikahannya harus berjalan seperti ini.
tak pernah dia bayangkan kalau dia harus berbagi suami dengan perempuan lain apalagi tinggal satu atap. tantangan yang harus Dinda hadapi, entah kuat bertahan atau justru mundur dengan perlahan.
...💞💞💞💞💞...
hari semakin larut, yang ditunggu pun tak kunjung datang. Dinda sengaja tidak menjeput Hendra karena dia sedang belajar untuk tidak terlalu bergantung kepada suaminya.
Dinda belajar menjadi wanita kuat dan mandiri karena sebentar lagi laki laki yang dia sayangi tak akan lagi menjadi miliknya sendiri, Dinda harus berbagi kasih sayang dan cinta bersama wanita lain.
''assalamualaikum sayang'' ujar Hendra masuk ke dalam kamar. Hendra tersenyum berjalan mendekati Dinda yang sedang duduk di kursi
''waalaikumsalam mas'' ujar Dinda membalas senyuman hendra. Dinda merasa sangat bahagia karena suaminya sudah pulang ke rumah
''gimana keadaan mas sekarang?'' tanya Dinda mengelus kepala suaminya, dengan wajah yang sedikit di tekuk
''alhamamdulilah sayang. mas baik baik saja. kamu kenapa sayang? ko mukanya di tekuk kaya gitu?'' tanya hendra. Hendra merasa Dinda tidak senang dengan kehadirannya
''tidak mas, aku cuma lagi gak enak badan aja'' jawab Dinda tersenyum ''oh iya mas, mas pasti belum makan, aku udah siapin makanan kesukaan kamu'' ujar Dinda memegang tangan Hendra
''oh ya?'' tanya hendra. Hendra merasa sangat bahagia karena sekarang dia bisa bersama dengan wanita yang sangat dicintainya
''iya mas, sekarang mas makan dulu ya, habis itu mas istirahat'' jawab Dinda mengandeng tangan Hendra berjalan menuju dapur
semua makanan sudah Dinda dan bi Minah siapkan di meja makan. Dinda melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, yaitu melayani suaminya dengan baik. Dinda mengambilkan ayam goreng ke atas piring Hendra dan segelas air putih yang Dinda taro di hadapan suaminya.
''terimakasih sayang'' ujar Hendra tersenyum.
''iya mas, sama sama mas'' ujar Dinda membalas senyuman hendra
Dinda menatap wajah Hendra yang sedang sibuk menikmati masakan buatan nya. tak ada kebahagiaan yang sempurna selain melihat orang yang dia cintai bisa tersenyum, dan hidup nyaman serta bahagia.
kebahagiaan yang mungkin tidak akan berangsur lama, ini adalah hari terakhir untuknya bisa menghabiskan waktu yang lama bersama hendra karena besok semua akan berubah
''aku permisi ke kamar duluan ya mas'' ujar Dinda berjalan ke ruang atas menuju kamarnya
Hendra merasa ada yang aneh dengan istrinya, tidak biasa Dinda meninggalkan Hendra ketika dia sedang makan seperti ini. Hendra tau kalau ada yang disembunyikan oleh istrinya.
hendrapun menghabiskan makanan nya lalu menyusul dinda ke ruang atas, Hendra berlari menuju kamarnya lalu membuka pintu kamar untuk melihat istrinya.
ketika hendra membuka pintu kamar, Hendra melihat Dinda yang sedang menangis sambil melihat pantulan wajahnya di cermin.
''kamu kenapa sayang?'' tanya Hendra bingung, Hendra merasa tidak enak hati melihat istrinya menangis
''gak pp mas'' jawab Dinda kaget, diapun menghapus air matanya lalu duduk di ranjang
''kamu jngn bohong, mas tau ada yang kamu tutupi dari mas'' ujar Hendra mengelus pipi Dinda ''jujur sayang, ada apa?'' tanya Hendra ingin tau
''aku sudah siapkan jas dan kemeja putih untuk besok mas nikah sama Dewi'' jawab Dinda menundukkan kepalanya
''apa? tanya hendra kaget ''mas gak mungkin nikah sama dia'' ujar hendra. Hendra tidak tau kalau istrinya sudah mempersiapkan pernikahan nya bersama Dewi
''mas, kamu harus nikahi Dewi ya, aku ikhlas mas. aku udah siap di madu'' ujar Dinda tersenyum.
Dinda mencoba menguatkan hatinya untuk tidak menangis, padahal hatinya sakit bagaikan tertusuk seribu duri.
''engga sayang, mas tidak mau menikah dengan dia, kamu ngomong apa sih?'' tanya hendra. Hendra tetap tidak mau menikah dengan Dewi
''kalo mas tetap tidak mau, aku mau minta pisah mas, aku gak mau hidup dengan laki laki yang tidak mau bertanggung jawab'' jawab Dinda memalingkan wajahnya
''engga sayang, sampai kapanpun mas tidak akan menceraikan kamu, mas sayang sama kamu'' ujar hendra menggenggam tangan istrinya dengan erat
''kalo gitu nikahi Dewi mas, aku mohon'' ujar dinda memohon
''baik, mas akan menikahi Dewi, tapi setelah dia melahirkan, mas akan menceraikan nya'' ujar Hendra. Hendra merasa sedikit kesal dengan permohonan istrinya
bagai tersambar petir ketika Dinda mendengar perkataan Hendra yang mengiyakn keinginannya. Dinda tak punya pilihan lain, Dinda tak ingin melihat suaminya lebih lama tinggal di penjara. dia rela menukar kebahagiaan nya untuk kenyamanan suaminya.
Dinda memeluk Hendra dengan erat, Dinda takut suatu saat nanti Hendra akan berubah, dinda takut jika suatu saat kasih sayang hendra kepada dirinya akan hilang, dan berganti kepada Dewi.
Dinda menangis sejadi jadinya di pelukan Hendra. Hendra mengelus kepala Dinda, hendra menjatuhkan air matanya karena dia merasa gagal menjadi suami yang baik untuknya.
Hendra tidak pernah membayangkan kalau semua ini akan terjadi kepada keluarganya.
''maafkan mas ya sayang, mas menyesal'' ujar Hendra terisak
Dinda hanya bisa menangis tanpa berkata apa-apa, Dinda tak kuat menahan kesedihannya, semua Telah terjadi, dan tak akan bisa kembali seperti dulu lagi. Dinda hanya bisa pasrah dan menjalani semuanya dengan sabar dan ikhlas.
''sudah mas, lebih baik mas istirahat saja ya'' ujar Dinda melepaskan pelukannya, Dinda membaringkan tubuhnya membelakangi Hendra yang sedang menangis
hendra masih tidak percaya Dinda memintanya untuk menikah dengan Dewi. karena tidak ada seorang istri yang menginginkan suaminya untuk menikah lagi, pikir Hendra
melihat Dinda yang sudah tertidur lelap, hendrapun akhirnya membaringkan tubuhnya memeluk tubuh istrinya dengan erat, Hendra tidak mau kehilangan Dinda Hanya kerena wanita seperti Dewi, Dimata Hendra Dinda adalah wanita yang berharga dari apapun..
...bersambung...
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv