Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.
Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.
Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejujuran
Kevin mengerjapkan matanya saat Paul mengguncang tubuhnya dengan kencang.
"Apa sih??! Kau mengganggu tidurku saja!!" Dengus Kevin kesal.
"Lu jujur sama gue Vin...selama ini lu menghilang karna lu mau nikah kan sama cewek pilihan lu sendiri? Dan sekarang lu udah nikah bahkan punya anak! Kebangetan lu Vin!! Lu tidak kasihan sama Tante Dewi apa?? Mama lu sendiri!!" Tuduh Paul.
Kevin mengerutkan keningnya mendengar semua perkataan Paul.
"Kok jadi nuduh aku sih Paul?? Siapa juga yang udah nikah...pacar aja masih berjuang!!" Kilah Kevin.
"Waduh nih anak nggak ngaku lagi...gue udah lihat buktinya Viiin...!! Masa lu masih nyangkal juga??" Protes Paul.
"Lah...kau tidak percaya kalau aku masih perjaka?? Ya kali musti di buktiin di depanmu...sorry ya...!" Kevin kembali memeluk guling nya.
Dengan kesal Paul menarik giling itu hingga Kevin kembali terbangun.
"Viiin....gue aduin kalo lu nggak jujur sama gue...lu kebangetan amat sih!!"
Paul langsung mengambil ponsel Kevin di atas meja, lalu melemparkannya di depan Kevin.
"Itu bayi siapa kalau bukan anak lu??!" Cetus Paul. Kevin Membulatkan matanya.
"Oh...di...dia anakku...Meira...!" Ucap Kevin gugup.
"Nak kan bener lu udah nikah diem-diem...kenapa lu nggak kasih tau gue sih Vin...kebangetan banget!!"
"Tapi aku belum nikah Paul...aku tidak mungkin menikah tanpa restu orang tua lah...lu gimana sih!!" Sungut Kevin.
"Lho...berarti nih bayi hasil anak lu di luar nikah dong...ternyata lu lebih bejat dari gue Viiin...prihatin gue sama lu!!" Paul menghempaskan tubuhnya di samping Kevin yang masih nampak bingung.
"Kau tidak sopan buka-buka ponsel orang tau!!"
"Tuh kan...lu keliatan bingung...terciduk lu Vin!! Makanya ngaku sama gue...kenapa lu nekat begitu sih Vin? Lu kalau lagi pengen kan bisa pake pengaman...ternyata lu nggak se polos yang gue kira Vin...!" Ucap Paul.
"Paul...kau jangan asal tuduh...kau dengar dulu penjelasan ku..."
"Penjelasan apalagi Vin? Kalau nyokap lu sampe tau lu punya anak di luar nikah...dia bisa nangis darah tau! Lu nggak kasihan apa??!" Ungkap Paul dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Paul...aku akan ceritakan semua padamu...tapi janji jangan bilang siapapun...janji!!" Ketus Kevin.
Dia tidak punya pilihan lain selain jujur dengan Paul, dari pada Paul berburuk sangka terhadapnya.
"Eh Vin....dari dulu emang gue pernah bocorin cerita lu sama orang lain? Bahkan lu pernah pup di kelas waktu SD dulu, mana pernah gue bilang orang tua lu...!" Kata Paul meyakinkan.
"Yang itu lu jangan ungkit-ungkit juga kali..." Gumam Kevin.
"Nah, makanya...lu cerita sekarang...!"
"Oke...aku pegang janjimu!!" Ujar Kevin.
"Siapa takut!" Tantang Paul.
"Jadi...waktu aku pergi dari rumah, aku kos di suatu tempat, lalu kerja di minimarket. Setahun aku ngekos, tiba-tiba malam itu ada bayi di depan kamarku...bayi itu sengaja di taro sama ibunya di depan kamarku, bahkan ada suratnya juga...."
"Ah... udah kayak sinetron burung terbang saja!" Potong Paul.
"Denger dulu! Berhubung banyak orang yang nuduh aku yang negatif, persis kayak you tadi...makanya aku rawat saja sekalian bayi malang itu...kasihan dia...terlantar tidak ada yang mengurus..."
"Bayi itu namanya Meira Alicia, nama yang di berikan ibunya di surat wasiat yang ada di keranjang bayi... katanya ibunya akan datang lagi setelah 5 tahun...jadi ya nggak ada salahnya dong kalau aku rawat Meira...paling tidak selama lima tahun saja..." Ungkap Kevin
Tidak ada suara atau komentar dari Paul, sampai Kevin memajukan wajahnya mendekati Paul yang terlihat menunduk.
"Hei Bro...kau menangis? Hahaha...seorang Paul yang garang dan jutek bisa juga menangis..." Ledek Kevin.
"Diem lu!! Gue terharu sama lu tau, ternyata sepupu gue yang sok alim ini baik hati juga...sorry ya bro...tadi gue nuduh lu sembarangan...!" Ujar Paul sambil menyeka matanya.
"Santai Paul...itulah sebabnya, aku tidak mau kembali sementara kerumah, selain takut di jodohkan, aku juga punya tanggung jawab sama Meira...dia butuh aku saat ini..." Jelas Kevin.
"Gue ngerti sekarang kenapa lu butuh uang dan minta transfer dari gue...pasti lu punya kebutuhan khusus...apalagi lu sekarang ngurus bayi..." Ujar Paul.
"Aku harap kau bisa jaga rahasia ini Paul...jangan sampe bocor ke siapa pun...kalau orang tua sampai tau, bakalan di buang tuh si Meira..." Kata Kevin.
"Tenang aja Vin...kita kan bukan cuma sepupu...tapi sohib dari bayi..." Sahut Paul.
"Thanks ya Paul..."
Keduanya kemudian saling berpelukan memberikan dukungan.
"Jadi, sekarang si Meira sama siapa Vin?" Tanya Paul.
"Aku titip di Bu Joko, Bu RT di komplek aku Paul..."
"Untung lu punya tetangga yang baik di sono Vin..." Kata Paul.
"Bukan cuma tetangga...teman-teman kerja juga baik...mereka bahagia walaupun hidup dalam kesederhanaan, aku banyak belajar dari mereka..." Ungkap Kevin.
"Lu banyak berubah Vin... gue nggak nyangka lu bisa juga kerja jadi kuli di minimarket ...secara kan lu boss besar..." Paul menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mungkin takdir juga yang membawaku kesana... Besok kalau urusan bank sudah selesai...aku mau langsung balik Paul..." Kata Kevin.
"Lu nggak mau beli mobil di sini Vin...terus lu bawa ke sana...kan lu sekarang punya bayi...pasti butuh kendaraan dong..." Ujar Paul.
"Kau benar Paul...aku memang butuh kendaraan...tapi nanti mereka heran lagi pulang-pulang aku langsung bawa mobil..."
"Halah...bilang aja lu abis jual tanah warisan nenek moyang lu...masuk akal kan..." Tukas Paul.
"Kau benar Paul... baiklah, besok antarkan aku beli mobil baru..."
"Lah...mobil lama lu kan banyak..."
"Biarin aja... kau lupa kalau aku lagi bersembunyi dari Papa...ya ketahuan lah pake mobil lama..." Sergah Kevin.
"Oh iya...ya..."
"Ya sudah...kalau sudah beres...mau tidur lagi...ngantuk tau!" Kevin segera membaringkan tubuhnya dan memeluk guling Paul.
"Eh...guling gue jangan di ilerin ya!"
"He em..!"
"Vin...lu belum Cerita tentang cewek yang lu taksir...!"
"Besok...aku ngantuk!!"
Ting...Tong....Ting....Tong....
Tiba-tiba terdengar suara bel dari pintu apartemen Paul.
"Vin...ada orang Dateng! Lu ngumpet dulu gih...! Siapa tau bokap lu atau antek-anteknya..." Paul kembali mengguncang punggung Kevin.
"Paul!! Bisa nggak sih sebentar aja nggak ganggu tidur orang!!" Cetus Kevin sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.
"Hmm...ya Sudah...kalau ketahuan gue nggak tanggung jawab ya...!"
Kemudian Paul segera beranjak dari tempat tidurnya ke arah pintu apartemennya. Setelah itu dia membuka pintunya, matanya melotot saat melihat siapa yang datang.
********