NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Preman Pasar Malam dan Demonstrasi

Suasana di depan Lapak Grosir Sachet Raditya sudah mirip seperti antrean wahana ekstrem di Dufan, bedanya antrean di sini isinya adalah para petualang berbadan kekar yang matanya merah dan hidungnya kembang kempis mencium aroma MSG Bumi yang magis.

​Di sudut meja kayu, Nona Lira berdiri dengan kaku. Mulutnya sedikit terbuka, sementara perutnya mengeluarkan suara keroncongan yang cukup nyaring hingga terdengar di sela-sela riuhnya antrean. Dia menatap mangkuk mi instan goreng dengan topping kornet sapi itu seperti seorang musafir yang melihat mata air di tengah gurun.

​Raditya yang tangannya sedang bergerak secepat kilat menuangkan kecap manis sachet—berkat kecepatan tangan +40% dari gelar [Manajer Grosir Sachet]—melirik ke arah sang penyihir magang.

​"Nah, Nona Lira," Raditya menyodorkan sebuah mangkuk aluminium penuh berisi mi goreng kornet yang mengepulkan asap gurih, lengkap dengan garpu lipat taktisnya. "Ini komisi Anda sebagai pemandu arah dan pelindung estetika saya hari ini. Silakan dinikmati selagi panas."

​Nona Lira tertegun, wajahnya agak merona karena malu, tetapi tangannya bergerak lebih cepat daripada mantra sihir bola apinya untuk menerima mangkuk itu. "K-Kau... benar-benar memberikannya padaku? Tanpa biaya administrasi lima belas koin perak?"

​"Tentu saja tidak. Ini namanya investasi hubungan masyarakat," Raditya mengedipkan sebelah matanya laksana sales asuransi profesional. "Makanlah, sebelum para zombi lapar di depan kita ini nekat merampasnya dari tanganmu."

​Nona Lira buru-buru memutar mi tersebut dengan garpunya dan memasukkan suapan pertama ke dalam mulutnya. Detik itu juga, matanya membelalak lebar. Tubuhnya menegang, dan sebuah pendaran energi sihir berwarna biru muda mendadak meletup kecil dari ujung rambut pirangnya.

​Ding!

​[Analisis Reaksi Konsumen - Subjek: Nona Lira]:

​Efek MSG Bumi: Mengaktifkan reseptor kebahagiaan instan pada otak penyihir magang yang biasanya hanya makan bubur gandum tawar.

​Efek Jahe Bara Level 10: Membakar sisa-sisa energi mana yang tersumbat di dalam sirkulasi tubuhnya.

​Status Baru: Nona Lira mendapatkan buff [Adiksi MSG Tingkat Satu] dan pemulihan Mana sebesar 150%.

​Ulasan Sistem: Lihat wajahnya yang melayang ke awang-awang itu. Anda baru saja merusak standar kuliner seorang penyihir suci dengan modal mi instan tiga ribuan. Kerja bagus, Manajer.

​"Demi... demi sembilan dewa di langit Oakhaven..." gumam Lira dengan mulut penuh, air mata haru hampir menetes di sudut matanya. "Rasa apa ini? Mengapa ada ledakan rasa gurih yang begitu padat? Dan kehangatan ini... aliran manaku yang kosong mendadak terisi penuh!"

​"Itu namanya rasa micin yang diberkati, Nona. Jangan dilawan, nikmati saja," kekeh Raditya, kembali berbalik menghadapi tumpukan koin perak dari para pelanggan lain.

​Namun, tepat saat Raditya hendak menyerahkan porsi ketujuh kepada petualang berkapak besar, sebuah suara benturan keras mengejutkan seluruh isi distrik kumuh tersebut.

​BRAAAAK!

​Sebuah meja kayu di lapak sebelah ditendang hingga hancur berkeping-keping. Kerumunan petualang yang sedang mengantre langsung bergeser mundur, membuka jalan bagi tiga orang pria berbadan raksasa yang mengenakan zirah kulit berlogo tengkorak hitam. Pemimpin mereka adalah seorang pria botak dengan luka parut di pipinya, memegang sebuah gada besi berduri yang diseret di atas tanah.

​Dia adalah Gorg sang Penagih Upeti, preman penguasa pasar malam Distrik Barat.

​"Heh, Pedagang Asing!" bentak Gorg, air liurnya yang bau minuman keras murahan menyembur ke udara. Gada besinya dihantamkan ke atas meja Raditya, membuat koin-koin perak di sana bergetar. "Siapa yang mengizinkanmu membuka warung sihir bau daging di wilayahku tanpa membayar upeti perlindungan?! Di sini, setiap lapak baru harus menyetor dua puluh koin perak per malam kepada Geng Tengkorak Hitam!"

​Para petualang yang mengantre langsung berbisik panik. Gorg terkenal kejam dan sering mematahkan tulang kaki pedagang yang membangkang. Nona Lira langsung menghentikan kunyahannya, tangannya refleks meraba tongkat sihir di pinggangnya dengan wajah cemas.

​Raditya menatap gada besi yang menodai meja bersihnya, lalu mengalihkan pandangan ke arah wajah botak Gorg dengan ekspresi bosan yang sangat mendalam.

​"Sistem," bisik Raditya dalam hati. "Pria botak ini mengganggu kelancaran arus kas kita. Berapa tingkat ancamannya?"

​Ding!

​[Analisis Target - Gorg sang Penagih Upeti]:

​Level: 14 (Prajurit Otot Tanpa Otak).

​Kondisi Fisik: Kuat, tetapi pergerakannya lambat akibat terlalu banyak minum alkohol oplosan lokal.

​Rekomendasi Sistem: Menyerahkan dua puluh koin perak akan menurunkan harga diri Anda sebagai Manajer Grosir v3.0 ke level minus sembilan.

​Solusi Praktis: Gunakan sisa Akar Jahe Bara di kantong Anda sebagai amunisi ketapel. Sifat termalnya yang tidak stabil jika dihantam dengan tekanan kinetik tinggi akan menciptakan efek 'Mercon Cabe Rawit' yang sangat estetik pada wajah botaknya.

​"Saran yang sangat visioner, Sistem. Mari kita lakukan uji coba amunisi organik baru," menyeringai Raditya.

​Raditya menarik napas dalam-dalam, memasang wajah sales yang sangat ramah namun sarkas. "Waduh, Tuan Botak yang Terhormat. Dua puluh koin perak? Angka yang sangat cantik untuk sebuah pemalakan terstruktur. Tapi sayangnya, pembukuan warung saya malam ini sudah ditutup oleh sistem kasir otomatis."

​"Kau bercanda denganku, Bocah Flanel?!" raung Gorg, mengangkat gada besinya tinggi-tinggi untuk menghancurkan kepala Raditya. "Mati kau—"

​Sebelum gada besi itu sempat mengayun turun, tangan kiri Raditya bergerak dengan kecepatan +40%. Ketapel taktis hitamnya sudah terbidik mapan, mengunci tepat di antara kedua mata Gorg. Di dalam kulit pelontarnya, sudah terpasang sepotong kecil Akar Jahe Bara yang telah diaktifkan energi kinetiknya oleh sistem.

​JEPREEEEEET!

​TAK!

​Potongan jahe bara sekeras batu itu menghantam dahi Gorg dengan akurasi mutlak dari gelar [Pelempar Sayur Profesional]. Tekanan hantaman ketapel militer memicu ketidakstabilan elemen termal panas 150% di dalam jahe bara tersebut.

​Ding!

​[Detonasi Termal Jahe Bara Aktif!]: Efek 'Mercon Jahe' menyala dalam 3... 2... 1... DUAARRR!

​BOOOOOOOOM!!!

​Sebuah ledakan percikan api berwarna merah menyala disertai kepulan asap beraroma jahe yang sangat menyengat meledak tepat di wajah Gorg. Suara dentumannya laksana petasan korek yang diledakkan di dalam kaleng besi.

​"WAAAAAAAAGH! PANAS! MATAKU TERBAKAR JAHEEE!" teriak Gorg histeris. Dia menjatuhkan gada besinya, berlutut di tanah sambil memegangi wajahnya yang kini memerah matang dan mengeluarkan asap tipis sewarna bumbu soto.

​Dua anak buah preman di belakangnya melongo syok, melihat bos mereka ditumbangkan hanya dengan sebutir bumbu dapur yang ditembakkan dari sebuah garpu pohon kecil.

​"Nah, kalian berdua," Raditya menimang-nimang sebutir peluru jamur batu keras di tangan kanannya, sementara laser merah ketapelnya bergantian mengunci dahi kedua anak buah preman itu. "Mau memesan menu mi instan juga, atau mau dahi kalian saya bikin beraroma kunyit bakar?"

​"K-KABUUUUR! PENYIHIR BUMBU DAPUR! DIA BISA MEMBUAT MERCON DARI SAYURAN!" teriak kedua anak buah itu ketakutan, langsung memapah bos mereka yang masih menangis kepedasan dan berlari terbirit-birit meninggalkan distrik barat.

​Para petualang yang menyaksikan kejadian itu terdiam sesaat, sebelum akhirnya meledak dalam sorak-sorai gembira yang membahana.

​Ding!

​[Reputasi Warung Meningkat Tajam!]:

​Anda berhasil mengusir faksi preman lokal menggunakan taktik agro-persenjataan.

​Gelar Baru Ditambahkan ke Riwayat: [Pedagang Sayur Berbahaya].

​Poin Survival Diperoleh: +150 Poin (Sisa Saldo: 780 Poin!).

​Nona Lira yang sudah menghabiskan mi gorengnya sampai bersih tak tersisa, menatap Raditya dengan pandangan takjub yang bercampur ngeri. "Tuan Raditya... kau benar-benar orang yang sangat mengerikan sekaligus jenius. Mengalahkan Gorg hanya dengan sepotong jahe obat?"

​"Ini bukan sihir, Nona Lira. Ini namanya kekuatan kreativitas UMKM," jawab Raditya santai sambil memungut gada besi milik Gorg yang tertinggal dan memasukkannya ke dalam gudang sistem untuk dilebur jadi poin nanti. "Oke, pelanggan berikutnya! Silakan maju! Slot tinggal tiga porsi lagi!"

​Malam itu, kehebohan di Distrik Barat menyebar seperti wabah sihir. Cerita tentang seorang pemuda misterius berkemeja kotak-kotak yang menjual 'Mi Surga' penambah mana dan mampu menembakkan mercon jahe dari ketapelnya menjadi buah bibir di seluruh kedai minuman Kota Oakhaven.

​Bahkan, seiring berjalannya waktu dalam beberapa minggu ke depan, kabar angin yang absurd itu mulai merayap naik menembus dinding-dinding batu tebal Distrik Dalam, melompati taman-taman bunga yang indah, hingga akhirnya... sampai ke telinga para bangsawan berdarah murni di dalam Kastel Baron.

​Di dalam aula pertemuan kastel yang mewah, seorang menteri logistik kerajaan yang gemuk tampak sedang membungkuk di depan Baron Vane, sang penguasa kota.

​"L-Lapor, Tuan Baron," ujar si menteri sambil menyeka keringat dingin di lehernya. "Para petualang kelas atas kita akhir-akhir ini menolak membeli ramuan ramuan mana resmi dari kastel. Mereka lebih memilih mengantre di distrik kumuh demi sebuah makanan kemasan plastik bernama... 'Mi Sachet Kornet' yang dijual oleh seorang penyihir independen bernama Raditya. Bahkan dikabarkan, energi sihir dari makanan itu jauh lebih murni daripada ramuan alkimia tingkat tinggi kita!"

​Baron Vane mengetukkan jari-jarinya yang dipenuhi cincin emas ke atas meja marmernya, matanya menyipit tajam. "Mi Sachet? Menembakkan jahe peledak? Menarik... panggil ksatria pelindung kita. Sampaikan pada pedagang flanel itu, aku ingin mengundangnya ke kastel... atau aku yang akan menyita seluruh gudang sachet miliknya atas nama pajak wilayah."

​Di distrik kumuh, Raditya yang sedang menghitung tumpukan koin peraknya mendadak bersin keras.

​Ding!

​[Sistem v3.0 Memberikan Peringatan Kapitalisme]: Mendeteksi adanya getaran keserakahan dari faksi penguasa kastel tingkat atas. Para bangsawan mulai mengendus aroma keuntungan dari bisnis grosir Anda. Bersiaplah, Manajer, pasar saham dunia fantasi ini akan segera dibuka dengan cara yang tidak ramah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!