NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

‎Setelah berpamitan, mobil Bayu dan Niken akhirnya melaju meninggalkan halaman rumah. Pintu tertutup rapat. Suasana kembali hening dan mencekam.

‎Nara menoleh dan menatap suaminya yang berdiri tidak jauh darinya, "Kenapa kamu tidak jujur saja pada kedua orang tuamu tentang apa yang sedang terjadi didalam rumah tangga kita, Mas? Berbohong seperti tadi bukankah akan semakin memperkeruh masalah?"

‎‎"Karena aku tidak ingin berpisah denganmu!" tegas Arga. "Sudah aku katakan sebelumnya, jika aku akan tetap mempertahankan hubungan kita, Nara."

‎‎Nara menatap lekat wajah suaminya, matanya mulai memanas. Rasa kecewa yang selama ini dia pendam, rasa sakit yang dia simpan rapi, kini meluap seketika mendengar ucapan Arga.

‎‎"Mempertahankan?" Nara tertawa kecil, namun tawanya terdengar getir dan penuh kepahitan. "Menurut Mas Arga, ini namanya mempertahankan? Atau ini hanya cara Mas untuk menutupi aib sendiri agar nama baik keluarga tidak rusak?"

‎‎"Nara..." panggil Arga lembut, mencoba mendekat.

‎‎"Jangan mendekat!" Nara mundur selangkah, mengangkat tangannya memberi jarak. Suaranya bergetar, namun kali ini bukan karena takut, melainkan karena amarah dan kekecewaan yang mendalam.

‎"Mas ingat tidak, dulu siapa yang mulai menghancurkan rumah tangga ini? Siapa yang pertama kali menginjakkan kaki di luar? Mas selalu punya banyak alasan setiap kali aku mengajak berhubungan, ternyata tidak tahunya Mas sudah puas dengan sekretaris Mas!"

‎‎Air mata Nara akhirnya jatuh membasahi pipinya.

‎‎"Tangan yang dulu memegang tanganku dengan lembut, tangan yang seharusnya hanya menyentuhku, justru sibuk menyentuh wanita lain! Mas pergi mencari kepuasan di luar, meninggalkanku dingin dan kesepian di rumah besar ini. Lalu sekarang, Mas berani bilang ingin mempertahankan hubungan?"

‎‎Arga terdiam, wajahnya pucat. Kata-kata Nara tepat sasaran, menusuk tepat di ulu hatinya. Dia tidak bisa membantah, karena memang itulah kenyataannya. Dulu, dialah yang berselingkuh, dialah yang mulai menjauh.

‎‎"Aku tahu aku salah, Nara. Aku menyesal..." bisik Arga parau.

‎‎"Penyesalan tidak menghapus luka, Mas." potong Nara tegas. "Aku sakit. Aku hancur! Saat Mas bahagia dengan perselingkuhan Mas, aku di sini menelan pil pahit sendirian. Dan sekarang, tiba-tiba Mas ingin segalanya kembali normal? Mas ingin aku kembali ke kamar, melayani Mas, seolah-olah tidak pernah ada luka yang Mas goreskan?"

‎‎Nara menarik napas panjang, mencoba menguatkan suaranya. "Jangan lari dengan kebohongan lagi, ayo kita hadapi masalahnya. Jangan jadikan aku alasan atas sikap dingin Mas sendiri. Karena sampai detik ini, rasa percayaku padamu sudah hancur lebur, Mas. Sudah tidak ada lagi rasa yang sama seperti dulu. Dan aku... aku juga tidak sesuci yang kamu kira,"

‎‎Suasana yang tadi hening seketika berubah menjadi membeku. Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Nara, berat namun tegas. Dia menatap lurus ke manik mata suaminya, kali ini tidak ada lagi rasa takut atau ragu.

‎‎Arga menatap istrinya dengan alis yang terangkat, sorot matanya menyelidik.

‎‎"Apa maksudmu, Nara?" tanya Arga pelan, suaranya terdengar berat.

‎‎Nara menarik napas panjang, memberanikan seluruh nyalinya. Beban di dadanya sudah terlalu besar, dia lelah berpura-pura menjadi istri yang baik dan suci sementara kenyataannya jauh berbeda.

‎‎"Maksudku..." Nara menelan salivanya, suaranya bergetar namun tetap tegas. "Aku tidak sesuci yang Mas bayangkan. Aku tidak semurni yang Mas pikirkan selama ini."

‎‎Jantung Arga berdegup kencang. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang sangat buruk akan terungkap. Wajahnya perlahan berubah pucat.

‎‎"Jangan main-main, Nara. Katakan jelas apa maksudmu!" desak Arga, nadanya mulai meninggi karena rasa cemas yang melanda.

‎‎Nara menatap Arga tajam, air matanya kembali menetes tapi kali ini adalah air mata keputusasaan dan pemberontakan.

‎‎"Selama Mas sibuk berselingkuh dan membuat luka dihatiku, dia datang dengan sebagai penyembuh luka yang Mas berikan..." Nara berhenti sejenak, mengumpulkan keberanian untuk melontarkan kalimat mematikan itu.

‎‎"Aku punya seseorang yang mengisi kekosonganku, Mas. Seseorang yang membuatku merasa dihargai, dicintai, dan membuat tubuhku terasa hidup lagi."

‎‎BRAK!

‎‎Tangan Arga menghantam meja di sampingnya dengan keras, membuat vas bunga di atasnya bergoyang nyaris jatuh. Wajah pria itu memerah padam, campuran antara kaget, marah, dan hancur bercampur menjadi satu.

‎‎"Siapa?!" teriak Arga, suaranya menggema di ruang tamu yang luas itu. "Siapa orang itu?! Jawab aku, Nara!"

‎‎Nara tidak mundur, dia justru mendekat sedikit, menatap suaminya dengan tatapan yang sama tajamnya.

‎‎"Kenapa Mas marah? Kenapa Mas terlihat syok sekali?" Nara tertawa getir. "Bukankah ini yang namanya adil? Mas punya wanita lain di luar, dan aku... aku juga punya dia yang selalu ada untukku. Kita sama-sama kotor, Mas. Kita sama-sama berdosa. Jadi jangan sok suci dan bilang ingin mempertahankan hubungan seolah-olah hanya Mas yang punya hak!"

‎‎"SIAPA?!" Arga kembali berteriak, matanya melotot penuh amarah dan cemburu yang membara. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang dia cintai, wanita yang dia perjuangkan untuk dipertahankan, ternyata juga telah memberikannya luka yang sama persis.

‎‎Nara diam mematung, napasnya memburu. Dia sudah mengungkapkan separuh kebenaran, tapi nama itu... nama Rendra terasa begitu berat untuk diucapkan. Terlebih lagi mengingat posisi Rendra yang adalah sahabat dekat Arga sendiri.

‎‎Jika nama itu terlontar, Arga mungkin tidak hanya marah, tapi bisa jadi akan hancur berkeping-keping dan kehilangan akal sehatnya.

‎‎Tanpa menunggu jawaban atau reaksi lebih jauh, Nara membalikkan badan. Kakinya melangkah tegas namun berat menuju kamar tamu, meninggalkan Arga yang kini berdiri kaku seperti patung di ruang tengah.

‎‎Suara langkah kaki Nara menghilang, berganti dengan bunyi pintu kamar tamu yang ditutup keras bagaikan guntur yang memecah keheningan, sekaligus menjadi penutup bagi segala harapan yang tersisa di hati Arga.

‎‎Pria itu masih berdiri mematung di tempatnya. Matanya kosong menatap pintu yang kini memisahkan mereka. Napasnya memburu, dadanya terasa sesak bak ditimpa beban yang sangat berat.

‎‎"Aku juga punya seseorang yang mengisi kekosonganku... Kita sama-sama kotor..."

‎‎Kalimat-kalimat itu terus berputar di kepalanya, menghantam otaknya berkali-kali. Rasa syok, marah, dan cemburu bercampur menjadi satu seperti racun yang membakar dirinya.

‎‎Dia sadar, dialah yang memulainya. Dialah yang pertama kali berkhianat. Tapi menyadari bahwa istrinya, wanita yang dia cintai, yang dia anggap suci dan lembut juga telah melakukan hal yang sama, bahkan mungkin jauh lebih dalam daripada yang dia bayangkan, itu jauh lebih menyakitkan dari apapun.

‎"Brengsek...!" desis Arga pelan, suaranya terdengar serak dan pecah. Tangannya mencengkeram rambutnya sendiri dengan kuat, seakan ingin merobek rasa sakit itu keluar.

‎‎Dia merasa tertipu. Dia merasa dikhianati dengan cara yang paling kejam. Dan yang paling parah, rasa penasaran tentang siapa pria beruntung atau brengsek itu kini menyiksa batinnya.

‎‎Siapa dia? Bagaimana mereka bisa melakukannya? Sudah berapa lama?

‎‎Sementara itu di balik pintu kamar tamu yang tertutup, Nara bersandar di daun pintu. Tubuhnya lemas hingga akhirnya terduduk di lantai keramik yang dingin. Air matanya mengalir deras tanpa suara.

‎‎Rahasianya sudah terbongkar. Perisai dirinya sudah runtuh. Dia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk disembunyikan. Hubungan rumah tangganya kini benar-benar hancur lebur, sama rata, sama rasa. Dan malam ini tidak ada yang menang. Hanya ada dua orang yang sama-sama terluka dan sama-sama berdosa.

-

-

-

Bersambung...

1
Gia Nasgia
Lah main gass pool aja bang Rendra 😂
Gia Nasgia
Rendra sdh bertekad tdk akan mengalah untuk yg ke dua kali nya meskipun harus lewat jalan ninja 😂maaf bukan berarti harus kembali bersama 😏
Gia Nasgia
Karena yg di samping nya lebih cocok dgn Nara di banding si Buaya yg bergelar suami 😡heran ada yg halal tapi lebih memilih jalang, dasar keledai
Gia Nasgia
Maaf pala lu peang 😡 tangisan air mata Buaya
Gia Nasgia
lanjutkan aja permainan busuk mu karena sebentar lagi semua penderitaan Nara akan berakhir 😡
Gia Nasgia
paling bentar lagi Boom nya meledak tapi tenang aja Nara,karena sdh ada yg ngantri sejak dua tahun lalu 😂
Gia Nasgia
cinta kata mu dasar Buaya darat 😡
Gia Nasgia
pucuk di cinta inimah 🤭
Gia Nasgia
Salam kenal kakak Thor
🔥Violetta🔥: Hai kak Gia... salam kenal juga 🙏😁
total 1 replies
Lioniwati Ben
hal yg gak dya dapatkan dr Arga akhirnya dya dptkan dr Rendra 😍
Lioniwati Ben
congratulation yah Nara jg Rendra ever lasting love forever untill the end of your life
Lioniwati Ben
kerikil lu pulung ga
berlian lu buang
ini karma lu sih sebenernya cuma caranya tragis dan sakit.....
Rendra perjuangin Nara dr awal scara barbar tp akhirnya dya lindungi dya jaga dya cintai scara ugal-ugalan jg
nah lu....

cinta lu msh bisa d permainkan dng ada nya Alya
hrsnya u jg hrs setia jgn mau dng kenikmatan sesaat
akhirnya yah lu jg yg nanggung pahitnya well
Lioniwati Ben
gue yg deg deg an loh naraaaa
Lioniwati Ben
pernah salah wajar namanya manusia yah gak sih 🤭
🔥Violetta🔥: /Good//Good//Good//Pray//Pray//Grin/
total 1 replies
Lioniwati Ben
akhirnya.... kebenaran akan menemukan jln nya sendiri
tp apakah Rendra akan merelakan nada kembali sama Arga ntahlah
tp dua2 nya toxic sih lbh baik cari laki2 yg baru yg lbh baik
Surga Dunia
seru bgt ka😍
sabrina saqi
kelaut aja lu argaaaa...
geram betul lihat argaaa
Lioniwati Ben
akhirnya Krn cemburu buta nanti Zoya yg bongkar bkn alya
Lioniwati Ben
gila beneran c Rendra 🫣
Lioniwati Ben
Arga.... lu mau menyerah kah..... cemen banget lu JD laki gaaa
masa yg sah mau kalah ma selingkuhan🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!