NovelToon NovelToon
Tak Kalah Tampan

Tak Kalah Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action
Popularitas:84.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Rahmawati

Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

"Lama banget anjirrr ," Keluh Nata yang kini merasa bosan menunggu abangnya yang tak kunjung datang.

"Mana gerah banget gila," Lenguh nya kembali dengan nada malas layaknya orang tidak minum air sepuluh abad.

(Lemas plus Letoy)

Nata mulai celingukan mencari kakaknya dari dalam mobil. Tetapi dia tidak menemukan siapa -siapa terkecuali para cewe yang sedang berkerumun penuh teriakan histeris seakan memperebutkan sesuatu

yang membuat mereka tertarik.

"Ah mungkin mereka lagi rebutan diskon kali, mana mungkin dia memperebutkan bang Rafa," batinnya sekedar untuk menenangkan kegundahannya.

Nata yang malang pun memutuskan untuk menunggu kehadiran abangnya berberapa menit lagi, ia memilih pindah tempat duduk ke jok belakang untuk menghempas rasa penatnya. Dengan malas ia keluarkan ponselnya yang sudah penuh notifikasi dari berbagai aplikasi yang tengah populer. Bahkan di nomor pribadinya banyak yang mengirim pesan sekedar menyapa atau genit yang tentunya semua itu ulah perempuan,

"Ulah siapa ini? Dapat nomor gue darimana mereka," Nata terus scrolling ponselnya, melihat berbagai pesan yang membuat ia jengah sendiri.

Nata selalu begitu, untuk saat ini cewek tidak istimewa dimatanya. Berbeda dengan Rafa yang sangat suka digemari oleh para wanita, bahkan dia selalu bergonta -ganti pasangan yang membuatnya di cap sebagai Playboy tingkat Akut.

Nata tidak bermaksud untuk merendahkan martabat seorang perempuan, namun ia takut akan terjadi sesuatu hal yang bisa merugikan kedua pihak akibat perilaku mereka yang nantinya bisa keluar dari batas wajar.

15 menit sudah Nata menunggu, tetapi tidak ada tanda-tanda abangnya kembali dari tempat perbelanjaan megah itu. Akhirnya dia terpaksa mencarinya sendiri karena ponsel Rafa tidak bisa dihubungi sama sekali.

Nata keluar mobil dengan wajah flat nya yang dingin, ia memutuskan berlari menuju mall untuk mencari Rafa agar bisa pulang lebih cepat.

Tapi atensinya kembali tertuju pada kerumunan para cewe yang masih heboh membuat Nata merasa ganjal.

Nata tidak langsung mendekati kerumunan itu, ia mengawasi dari jarak lumayan jauh dan melihat sedikit celah yang menunjukan wajah abangnya dengan jelas, Nata melihat Rafa sedang asyik berselfie ria bersama para fans jametnya daripada menolak dan segera pergi untuk pulang.

"EMANG TOL*L PUNYA ABANG," umpatnya dengan kembali berlari memecah kerumunan tersebut,

"AWAS GUE MAU LEWAT," Galaknya dengan memasang wajah garangnya yang tengah menahan emosi menatap wajah abangnya.

Para gadis yang menyadari kehadiran Nata, segera berpaling dari Rafa yang sekarang terlihat kecewa karena fans girlnya berpaling semua kearah Nata, bocah kurang pergaulan tersebut.

"Aaaaaaa ganteng banget"

"Kyaaaaa si tak kalah tampan"

"Ouuuuuuuu bahkan lebih tampan"

"Selfie bareng dong sayang"

"GILEEE SAPEEE NIH BOCAHHH,"

"Aku rela deh ninggalin Rafa demi kamu,"Ucap seorang gadis genit yang tak malu memegang tangan Nata.

Nata yang merasa risih segera menarik abangnya dari kerumunan.

Dia terpaksa berlari karena para cewe tengah mengejarnya secara masal.

"Sialan, lu malah enak berfoto ria sama para cewek yang gak jelas, daripada pulang segera," Ucap Nata yang tengah berlari bersama Rafa untuk segera memasuki mobil mereka.

Setelah mereka memasuki mobil, ketukan dari cewek di luar memenuhi seluruh kaca mobilnya, membuat Nata meninggikan suara agar mereka segera menyingkir. Tapi sepertinya permintaan nya itu tidak digubris oleh mereka, hingga Nata memilih keluar mobil kembali dengan tatapan garang ala es batu dari kutub utara yang dipadukan iblis hitam seakan ingin menghabisi siapa saja yang ada di depannya.

"Hai para wanita terhormat tapi kurang adab, menyingkir dari hadapan mobil gua dan bang Rafa! Apa kalian semua mau gua tabrak masa hah?" Marah Nata meluapkan emosi.

Rafa sendiri hanya menonton santai dari dalam mobilnya yang memang masih dipenuhi oleh para cewe yang tadi mengejarnya. Ia melihat adiknya begitu marah, membuatnya sedikit panik.

"MAMPUS GUE DIA NGAMUK,"

"Gapapa sih kalo kamu yang nabrak, aku rela mati untukmu tahu,"Kata seorang gadis beperawakan agak tinggi ,berambut panjang dan gaya yang elegant membuat Nata berfikir aneh, bagaimana bisa penampilannya jauh berbeda dengan sikapnya yang bertindak seenaknya itu.

"Kalian terlalu murah tidak menjaga harga diri kalian di depan pria, seharusnya kalian tahu tata krama dan cara bertegur sapa dengan seseorang. Jangan asal main keroyok aja, udahlah pusing gua ngurusin kalian, " Nata memperingatkan wanita yang ramai itu, setelahnya ia memasuki mobil kembali dengan abangnya yang menjadi pengemudi.

Namun bukannya mereka menghindar, para wanita itu malah menundukkan kepalanya karena merasa kecewa, posisi mereka masih sama tidak pindah sama sekali setelah mendengar ucapan Nata yang menyayat hati itu.

Nata yang melihat itu emosinya semakin menjadi-jadi, ingin sekali melahap mentah satu persatu dari mereka yang sama sekali tidak menunjukan kedewasaannya, padahal umur mereka berada jauh diatas umur Nata yang usianya baru memasuki 18 tahun. Lagi dan Lagi Nata harus berkoar dengan suara beratnya yang nyaring dengan emosi yang jauh lebih kacau,

"Minggir kalian atau gua tabrak aja sampai kalian mampus, najis gua liat kalian yang sikapnya diluar batas peraturan!" titah Nata mengamuk dengan wajah merah nyala layaknya serigala.

Alhasil para wanita pun berhasil menyingkir dari mobil Rafa dan Nata .

Dengan segera Nata melajukan mobilnya meninggalkan tempat kejadian tersebut, agar terhindar dari kejadian ulang yang baru menyita waktunya berberapa menit tadi.

Mobil kemudian melesat dengan cepat, menjadikannya saksi bisu amarah Nata yang masih belum mereda. Sedangkan Rafa merasa canggung karena baru melihat adiknya yang kali ini marah besar akibat ulahnya tadi.

"Harusnya gua yang ngasih contoh buat adik gua bukan dia ke gue, sialan,"batin Rafa yang kesal terhadap dirinya sendiri.

Nata yang tetap fokus pada jalan didepannya, tidak melihat bahwa Rafa sedang merutuki dirinya sendiri.

Selang berberapa menit, mobil mereka telah sampai di rumah mewah yang megahnya nyampe tujuh turunan dan cukup untuk menampung warga lima (RT) itu, Nata segera memasukan mobilnya ke garasi secara perlahan, lalu memarkirkannya dengan tertib berdampingan dengan deretan mobil lain yang merupakan koleksi sang papa.

Wajah Nata masih merah nyala melihat abangnya yang bersikap egois dan gengsi itu. Padahal dirinya selalu melindungi abangnya dan berusaha menanamkan nama baik abangnya dengan sungguh-sungguh.Tapi nyatanya semua perjuangannya kini hanya sia-sia.

Nata masuk ke dalam rumahnya dengan tergesa-gesa tanpa mempedulikan orang-orang yang melihatnya.

Dia menggebrak pintu kamarnya dengan sangat keras dan duduk termenung di kasur kesayangannya yang selalu mengantarkan roh nya ke alam mimpi yang indah itu.

Perlahan buliran-buliran cair yang amat bening mulai turun dari sela bibir matanya melalui pipi putih mulusnya. Ya Nata, menangis, bukan karena ia cengeng sebagai seorang lelaki, tetapi orang yang paling disayang setelah kedua orangnya begitu tidak memperhatikannya sedikitpun, dia mencintai abangnya sangat tulus. Bahkan kedua orang tuanya tidak boleh menyakiti Rafa dengan cara yang berlebihan agar abangnya tidak depresi. Dia sangat penyayang kepada semua orang terkecuali saat dirinya sudah merasa risih dan benci, dia tidak akan segan memarahinya bahkan orang tersebut akan menjadi santapan kekuatan Narutonya tak peduli itu perempuan maupun laki-laki.

"Gue tau gue gak sempurna, sekiranya mohon beri jalan agar abang Rafa berubah,"

Lirih Nata seraya mengingat beberapa kejadian yang cukup penuh mengisi pikirannya.

Flash back on

Pagi itu panas mentari sangatlah terik dan terang menyilaukan matanya. Keringat bercucuran tak kunjung henti membuat Nata kelelahan, dia memutuskan untuk pergi ke kantin sekedar untuk mengisi perut nya yang kosong dan tenggorokan yang telah kering.Tanpa mengajak temannya, dia berjalan sendiri sampai seseorang dari kerumunan sebayanya sedang membicarakan aib tentang abangnya.

Dengan hati-hati, ia mendengarkan isi perbincangan yang melibatkan abangnya itu.

"Eh kalian pada tau gak? abangnya si Nata yang mukanya kaya banci pasaran?" Tanya seorang anak laki-laki yang seragamnya tidak dimasukan ke celana, kancing baju atas terbuka lebar, dengan ambut acak-acak an membuat pemuda tersebut terlihat bukan orang baik-baik dan termasuk siswa begajulan, cukup kacau penampilannya.

"Banci dari mana wong cakep gitu, lo buta apa kelilipan?" balas teman pria itu menyanggah anggapannya.

"Cih...gantengan juga gua. Dia sok kecakepan, masa cewe satu caffe dia embat semua. Sungguh murahan kan?," sewot pemuda berantakan tadi, seakan tak terima jika Rafa cukup populer.

"LAH SERIUS? ANJ*NG DONG SI RAFA, MUKA DOANG HIGH CLASSS," Tawa teman siswa berantakan itu, setelah mendengar rumor yang belum tentu kebenarannya.

Nata yang mendengarnya sebisa mungkin untuk menahan emosinya agar tidak menimbulkan kegaduhan di kantin, untung tidak banyak perempuan waktu itu dan dia dengan leluasanya dapat mendengarkan semua kata-kata yang terucap dari bibir laknat itu, tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.

1
Bang Regar
👍👍👍👍
pembaca dalam hati
kaya anak tiktok laki maen tiktok di pager gigi ny gaya nyeleneh astga narsis gelayy ihhhh 😂
Mara_Lee
jangan lupa !!!!Like nya ya
Mara_Lee
terima kasih Abang ku ,teteh ku
xxxxxx
semangat kk 💪🔥
alexxa leana
lanjuttttt thor
Mara_Lee: insyaallah,betah-betah ya mbakkk ku
total 1 replies
Mara_Lee
ayooo semangat!!!dukung juga karyanya
Mara_Lee
semngat terus bacanya!!!
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
Wina Amara01
aaa lupa alur aku:(
Wina Amara01
otor ayuk up hehe
Daisy bell
THOR INI UDAH HAMPIR 4 BULAN YA TAPI GK UP UP JGA👿👿
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
Daisy bell: gk akan aku gentayangin kok tenang aja kecuali klo kmu menduakan aku👿
total 3 replies
Pororo 🐻‍❄️
knp g lanjut thor
Mara_Lee: asiyapp semoga berkenan menunggu neng hiksss
total 1 replies
Pororo 🐻‍❄️
knp g lanjut thor
Spring
Thor lanjut
senja...
lanjut thor n semangat ya buat nlisx
Jungkook~sfna~
lanjut Thor
semangat 😊
Mara_Lee: spirit to yang
total 1 replies
Barazam
semangat💪ceritanya bagus👍
senja...
lucu abis..
senja...: Hahahaha masak...😏
total 2 replies
My Harry
itu udah kerren thor..semangat😘😘😘
Priska Anita
Like dari Rona Cinta sudah mendarat disini 💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!