"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08. Di hantui
Maimunah yang sedang melaksanakan salat mendadak saja merasakan ada seperti seseorang yang berdiri di belakang dia, padahal saat ini dia memang sedang sendirian di dalam rumah karena Iwan pergi ke pos ronda untuk berjaga sehingga sudah pasti tidak ada yang menemani dia malam ini di rumah itu, tapi Maimunah sendiri merasakan ada seseorang yang tengah berdiri bersama dengan dia.
Bahkan beberapa kali dia sempat melihat sendiri bayangan yang melintas sehingga hati wanita ini semakin resah saja, bukan karena tidak fokus Tapi karena saat ini rasa takut mulai menggerayang di dalam hati dia, andai saja tidak ingat Tuhan maka saat ini juga Maimunah kabur meninggalkan tempat itu untuk meminta teman dari orang lain.
Tapi Maimunah masih mampu menahan rasa takut yang timbul di dalam hati sehingga dia tetap melaksanakan salat dan bahkan usai itu dia juga mengaji, tapi yang membuat hati Maimunah resah adalah saat ini seperti ada orang yang sedang duduk di hadapan dia dengan pakaian berwarna hitam pekat.
Maimunah tidak berani mengangkat kepala karena dia merasa aroma ini sangat tidak biasa dan itu muncul dari orang yang berpakaian hitam di depan dia saat ini, tentu saja pikiran Maimunah langsung lari kepada Yayuk karena dia tahu yang baru meninggal dunia adalah Yayuk dengan keadaan yang mengenaskan.
Oleh sebab itu wanita yang rajin beribadah ini segera menyebut nama gadis tersebut di dalam hati agar Yayuk pun merasa tidak perlu menghantui dia seperti itu, tapi ternyata doa itu sama sekali tidak manjur karena seseorang yang berpakaian hitam itu tetap saja duduk di hadapan dia dengan Cara menghadap.
Wuuussssh..
Wuuussssh.
"Ya allah, Apa memang ini kau datang menghantui aku Yuk?" jerit hati Maimunah dengan takut yang semakin besar.
Sreeeengg.
"Bau mayat dan amis, dia datang ingin menghantui atau ingin memberi petunjuk tentang kematian dia?" batin Maimunah yang memang sudah tidak fokus lagi untuk mengaji.
Tadi dia berpikir bahwa bisa saja mengaji maka seseorang yang sedang menghantui dia saat ini segera lari meninggalkan tempat itu, kamu Ternyata sosok itu malah semakin berani dan sekarang duduk tepat di hadapan Maimunah, perlahan namun pasti Maimunah segera mengangkat pandangan karena dia ingin memastikan Siapa yang sudah menghantui dirinya saat ini.
"Aku pasti bisa, allah bersama ku!" Maimunah berusaha menguatkan hati.
Sreeeeeek.
"Allah!" belum apa-apa saja hati Maimunah sudah menjerit ketika tangan berkuku panjang hitam itu menyentuh Sajadah.
Jreeeeeng.
"Allahu Akbar, allahu akbar!" Maimunah menjerit sedadi jadinya ketika melihat wajah menggembung itu tepat di depan mata dia.
Bola mata sudah tidak ada dan ini Sama persis dengan mayat yang telah mereka temukan ketika siang hari tadi, Maimunah berlari ketakutan dari dalam kamar itu karena dia takut bila nanti Yayuk bisa saja membunuh dia, dengan wujud yang sangat mengerikan seperti itu maka sudah pasti Siapa saja yang melihat akan sangat ketakutan.
"Ya allah, Ya allah!" Maimunah menggigil di ruang tamu.
"Aku mau ke rumah siapa kalau begini?" Maimunah kebingungan karena di luar sana juga hujan turun begitu deras.
Jedeerrrrr.
" La Ilaha Illallah!" Maimunah kembali menjerit setelah suara petir menghantam bumi.
Blaaaap.
"Ya allah, aku tidak berani kalau mati lampu begini!" jerit Maimunah Karena dia sudah ketakutan dan sekarang malah tambah lagi dengan mati lampu.
Sementara Iwan juga tidak mungkin kembali dalam waktu secepat ini karena dia tengah berjaga dan kemungkinan akan pulang nanti Subuh, karena tidak mungkin juga bertahan di dalam rumah ini sendirian maka Maimunah memutuskan untuk segera keluar dari rumah itu dan menginap di rumah tetangga.
Sreeeeet.
"Hah!" Maimunah tegang karena saat ini kaki dia disentuh oleh tangan yang begitu dingin.
Tes.
Tes.
Ada beberapa Tetes Air yang jatuh mengenai tempat wajah wanita ini sehingga dia merasa air hujan sudah membuat genteng rumah menjadi bocor, Tapi selama ini rumah mereka aman dan tidak pernah mengalami kebocoran seperti itu sehingga Maimunah merasa ini bukan air hujan yang sedang turun, belum lagi kaki dia disentuh oleh tangan yang terasa begitu dingin sekali.
"Huuuhhh, huuuhhh ya allah!" Maimunah mencoba untuk tenang sambil menarik nafas.
Sreeeeet.
Duaaaaaak.
"Aaaaaghhhhk!" jerit Maimunah.
Tidak Mungkin dia tidak menjerit ketika tepat pada bagian dahi menghantam lantai begitu keras sehingga wanita ini merasakan pusing tidak terkira, belum lagi dia berusaha untuk bangkit namun saat ini sosok hitam itu kembali berdiri di atas tubuh dia sehingga Maimunah sama sekali tidak bisa bergerak dengan nafas yang mulai terasa sesak.
"Jangan, Yuk!" Maimunah berusaha memohon karena dia tidak pernah menyakiti gadis itu.
Tes.
Tes.
"Aku tidak ada salah kepada dirimu, tolong jangan sakiti aku seperti ini." mohon Maimunah kepada gadis yang sedang membara dendamnya.
Jedeeeerrrr.
"Dia, itu memang dia yang sudah menjadi arwah gentayangan!" jerit hati Maimunah ketika dia melihat wajah Yayuk ketika kilat menyoroti bumi.
Wajah yang terlihat penuh kebencian karena saat ini Yayuk berdiri di atas tubuh Maimunah sehingga wanita ini mampu melihat bagaimana sorot mata yang terlihat sangat mengerikan, entah karena sudah tidak ada bola mata atau karena hal lain Namun yang pasti saat ini Maimunah menyadari bahwa itu adalah arwah Yayuk.
Krieeeeetttt.
"Mai?" Iwan melihat sang istri yang tergeletak di atas lantai dan dia heran juga.
"Abang, bang ada hantu di rumah kita!" Maimunah langsung menjerit ketika melihat Iwan pulang ke rumah dalam keadaan basah.
"Hantu?!" Iwan yang memang menerobos hujan menjadi kaget mendengar ucapan sang istri.
"Ya allah, aku tidak berbohong dan memang ada hantu yang datang barusan." Maimunah menangis karena ketakutan dan juga kaget.
"Kamu sedang bicara apa sih sekarang?" Iwan antara bingung dan juga tidak percaya.
"Yayuk jadi hantu, dia datang untuk menghantui aku dari dalam kamar dan barusan juga ada di ruangan ini." jelas Maimunah kepada Iwan.
"Ka... kamu melihat arwah Yayuk?" Iwan agak kaget dan juga Shock.
"Benar, Dia memakai pakaian berwarna hitam serta kuku dia panjang-panjang warna hitam juga!" Maimunah memeluk erat sang suami karena dia tidak mau sendirian lagi di dalam rumah.
Jedeerrrrr.
Iwan menoleh ke arah pintu yang masih terbuka lebar dan di sana dia menyaksikan sendiri seseorang berpakaian hitam berdiri di tengah halaman, namun itu hanya beberapa saat dan kemudian bayangan itu menghilang begitu saja dari pandangan mata sehingga Iwan yang menyaksikan itu tentu saja menjadi berdebar kencang, ini sudah pasti Maimunah tidak berdusta karena barusan dia juga melihat sendiri tentang bayangan berpakaian hitam itu.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
yg penting Ada purnama the gang
semangat💪👍
tapi apa iya Yayuk sudah ga perawan ya...