NovelToon NovelToon
Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Setelah Menikah, Aku Jadi Ratu Gosip!

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Live/Variety Show
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ly-Ra?

Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.

Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.

Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!

Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.

【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】

【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】

Mata Nara berbinar.

"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"

Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.

Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.

Let's Start The Story!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tuan Silas, Anda Bukan Pemain Profesional Menyamar Kan?

Di sisi lain peta, pertarungan besar mulai terjadi. Beberapa pemain dari kedua tim berkumpul untuk memperebutkan area penting. Nara segera mengarahkan karakternya ke sana, berniat membantu rekan satu tim.

Silas menyusul, tetapi tidak langsung menerjang ke tengah pertarungan.

Dia memperhatikan posisi setiap karakter, lalu bergerak memutar ketika dua lawan mulai mengejar rekan satu tim mereka. Begitu pertahanan lawan terbuka, Silas melancarkan serangan dari sisi yang tidak terduga.

Satu karakter tumbang.

Dia segera menghindari serangan balasan, lalu menggunakan kemampuan berikutnya tepat ketika lawan berusaha melarikan diri.

DOUBLE KILL!

Karakter dua menyusul.

Nara sampai lupa menggerakkan karakternya sendiri selama beberapa detik.

"Sayang, di belakangmu!"

Silas sudah lebih dulu menghindar.

Serangan yang seharusnya mengenai karakternya hanya mengenai ruang kosong. Dia berbalik, memanfaatkan jeda kemampuan lawan, lalu melancarkan serangan penentu.

TRIPLE KILL!

Karakter ketiga tumbang.

Dua lawan terakhir mencoba mundur untuk menyelamatkan diri. Namun, posisi mereka sudah terdesak, sementara rekan satu Silas menutup jalur pelarian.

Silas tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Beberapa serangan kemudian, sebuah pemberitahuan besar memenuhi layar.

SAVAGE!

Lima lawan tumbang semua, melawan Silas.

Nara langsung berseru kegirangan. Dia menepuk lengan Silas sekali, lalu menoleh dengan mata berbinar.

"Sayang, kamu hebat sekali! Baru pertama kali bermain sudah mendapatkan Savage!"

Silas meliriknya. Melihat wajah Nara yang penuh kekaguman, sudut bibirnya terangkat tipis. Namun, sepertinya pujian itu belum cukup baginya.

Tanpa banyak bicara, dia mengangkat tangan dan menarik tengkuk Nara dengan lembut, membuat istrinya menoleh ke arahnya. Sebelum Nara sempat bertanya, Silas mengecup bibirnya sekilas.

Nara membelalakkan mata. Begitu Silas melepaskannya, dia buru-buru mulutnya dengan satu tangan. Wajahnya memerah hingga ke telinga ketika menyadari kamera masih merekam mereka.

"Silas! Kita sedang siaran langsung!" protes Nara.

"Aku tahu," ucap Silas tenang.

Nara menatap suaminya tidak percaya. "Kalau tahu, kenapa masih menciumku?"

Silas hanya tersenyum tipis, sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada layar ponselnya. Seolah tidak baru saja membuat istrinya salah tingkah.

Komentar siaran langsung mulai meledak.

( AKU MELIHATNYA! AKU BENAR-BENAR MELIHATNYA! )

( Tuan Silas, tolong hargai hati kami para kaum lajang! )

( TUNGGU! DIA BARU PERTAMA KALI MAIN DAN LANGSUNG SAVAGE?! )

( Aku pemain rank tinggi saja, belum tentu bisa melakukan itu! )

( Hmm, dapat savage hadiahnya ciuman untuk istri. Boleh juga, coba ah! )

( Seharusnya fokus ke layar game, tapi aku malah fokus ke mereka. Hehehe interaksinya lucu banget! )

Nara buru-buru menyembunyikan wajahnya di dada Silas. Ia malu melihat reaksi para penonton, tanpa melihat pun dia paham pasti ada komentar yang menggodanya.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan tim mereka.

Begitu hasil pertandingan muncul, Nara langsung membuka statistik pemain. Dia memeriksa jumlah eliminasi, bantuan, kerusakan dan kematian karakter Silas.

Semakin lama membaca, semakin sulit dia mempercayai angka-angka tersebut.

Silas bukan hanya berhasil mendapatkan Savage. Dia juga memberikan kerusakan terbesar dalam tim mereka, sementara karakternya hampir tidak pernah berada dalam posisi berbahaya.

Bahkan pemain lain di tim mereka yang sudah berpengalaman, tidak bisa menyamai hasilnya.

"Sayang, lihat ini!" Nara menunjukkan layar statistik kepadanya. "Kamu bahkan mengalahkan pemain lain, yang sudah terbiasa bermain di peringkat ini."

Silas melihatnya sekilas. "Mereka cukup mudah dibaca."

Nara menoleh cepat. "Mudah dibaca?"

"Sebagian besar serangan mereka bisa diperkirakan dari posisi dan gerakan karakter. Kalau mereka bergerak terlalu jauh, biasanya mereka sedang mengejar seseorang atau bersiap menyerang."

Nara memandang suaminya dengan ekspresi tercengang.

Dia sudah bermain Glory Clash cukup lama dan memahami banyak strategi. Namun, membaca pola lawan secepat itu bukan perkara mudah, terutama saat menghadapi pemain dengan peringkat tinggi yang terbiasa menyembunyikan niat mereka.

"Kalau begini, aku tidak bisa mengajarimu apa-apa!" keluhnya.

Silas meletakkan ponselnya sebentar. "Kamu sudah mengajariku cara menggunakan karakter."

"Itu baru dasar!"

"Kalau begitu, ajari aku strategi lainnya."

Nara langsung menegakkan tubuh. "Baiklah! Aku akan mengajarimu cara membaca peta dan bekerja sama dengan tim. Kamu memang jago, tapi jangan terlalu percaya diri. Lawan yang lebih kuat bisa saja mengalahkanmu!"

Silas mengangguk. "Aku akan mengingatnya."

Pertandingan kedua dimulai.

Kali ini, Nara menjelaskan startegi yang biasa digunakan pemain pengalaman untuk menguasai bagian tengah peta. Dia menunjukkan kapan mereka harus bertahan, kapan perlu membantu rekan satu tim, dan kapan harus merebut area yang ditinggalkan lawan.

Silas mendengarkan tanpa menyela.

Ketika dua pemain lawan meninggalkan posisi tengah untuk mengejar rekan satu tim mereka, Silas langsung bergerak bersama Nara menuju area yang kosong.

"Bagus! Kalau kita menguasai bagian tengah, kita bisa membantu rekan satu tim di kedua sisi!" kata Nara.

Mereka bergerak bersama. Nara mengganggu pertahanan lawan, sedangkan Silas memanfaatkan celah untuk menyerang. Ketika lawan mencoba mengepung mereka, Silas mengubah posisi dengan cepat, membuat formasi lawan berantakan.

Nara segera memahami rencana suaminya dan mengikuti pergerakannya.

Kerja sama mereka berjalan semakin lancar. Tidak lama kemudian, tim mereka kembali unggul.

Nara tertawa senang ketika melihat lawan mundur dari area pertarungan.

"Sayang, kita menang lagi!"

"Kamu juga bermain dengan baik," kata Silas

Pujian sederhana itu membuat Nara tersenyum lebar.

Di layar, komentar penonton terus bertambah. Kali ini, beberapa di antaranya berasal dari pemain Glory Clash yang tampaknya cukup memahami permainan.

( Gerakannya bukan seperti pemula. Dia tahu kapan harus memancing lawan dan kapan harus mundur! )

( Aku curiga Tuan Silas pernah bermain game strategi lain. )

( Apa dia benar-benar belum pernah memainkan Glory Clash? )

( Aku sudah bermain selama bertahun-tahun, tapi membaca pergerakan lawan seperti itu tetap sulit! )

( Tolong, adakah yang bisa memastikan bahwa Tuan Silas bukan pemain profesional yang menyamar? )

Nara membaca komentar terakhir, dan tertawa. "Kalau suamiku pemain profesional, aku jadi orang pertama yang tahu!

Silas menoleh kepadanya. "Kalau begitu, apa yang akan kamu lakukan?"

Nara berpura-pura berpikir sebelum menjawab dengan mata berbinar, "Minta tanda tangan, tentu saja! Siapa tahu nanti harganya mahal."

Silas tertawa pelan mendengar jawaban istrinya.

Kolom komentar pun semakin ramai. Para penonton tidak menyangka bahwa di tengah kemesraan pasangan itu, Nara masih sempat memikirkan nilai jual tanda tangan suaminya.

( HAHAHA! Nyonya Crane, Anda sudah sekaya itu, masih saja memikirkan harga tanda tangan! )

( Pantesan mereka kaya, ternyata masih tidak mau melewatkan kesempatan untuk menghasilkan uang! )

( Tunggu sampai Tuan Silas menjadi pemain profesional. Jangan-jangan Nara bakal membuka lelang tanda tangan Silas Crane! )

( HAHAHAHA, AKU TERTAWA MELIHAT KOMENTAR KALIAN! )

Nara membaca komentar-komentar itu sambil tertawa. "Apa salahnya? Uang juga tidak tumbuh di pohon!"

"Memangnya kamu kekurangan uang?" tanya Silas sambil meliriknya.

"Tentu saja tidak!" jawab Nara cepat. "Tapi siapa yang menolak uang tambahan? Apalagi kalau cuma perlu meminta tanda tangan suami sendiri."

Silas Crane menggeleng kecil, tetapi senyum di bibirnya tidak menghilang.

"Baiklah. Kalau begitu, nanti aku tanda tangan sebanyak yang kamu mau."

Mata Nara langsung berbinar. "Benarkah? Jangan menyesal, ya!"

Melihat reaksi istrinya, Silas terkekeh geli.

( Tuan Silas, hati-hati! Istrimu sepertinya baru saja menemukan sumber penghasilan baru! )

( HAHAHA! Cara berpikir Nara memang selalu unik. )

Malam itu berlalu dengan mendapatkan kemenangan beruntun, hiburan, dan waktu bersama suaminya. Siaran langsung yang harmonis membuat Nara semakin bahagia, dan pasangan itu sama sekali tidak menyadari betapa cepatnya waktu berlalu.

Namun, jauh dari Astoria Hills, seseorang sedang menerima kabar yang sama sekali berbeda.

Di sebuah hotel dengan ruangan yang remang-remang, Ethan Hale duduk di depan meja dengan ponsel di tangannya. Wajahnya tampak muram ketika membuka pesan terenkripsi yang baru saja masuk.

Layar ponselnya menampilkan pemberitahuan singkat.

{ Tugas diterima.

Target: Nara Aeris.

Nilai Tugas: 100.000.000 Lyr }

Ethan menatap layar itu selama beberapa saat. Kemudian, senyum dingin perlahan muncul di wajahnya.

"Tertawalah selagi masih bisa, Nara Aeris."

...----------------...

1
Sribundanya Gifran
lanjut bnyak bnyak thorrrrr💪💪💪💪💪
Ly-Ra?: oke, tapi gak janji 🏃🏼‍♀️💨
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Ly-Ra?: Siap, terimakasih sudah mantengin hehe
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Nurlaila Hidayah
tak kira mau diambil itu uang'a🤔
Ly-Ra?: uangnya memang diambil sayang~
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
novel yg menghibur, semoga up tiap hari sampai tamat ya kak
tetap sehat dan semangat Thor
Ly-Ra?: 😍 Terimakasih sudah doain Lyra, kamu juga sehat² ya
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
waaaah jangan sampai yah thor persahabatan mereka brantakan gra2 misi, klo bisa dibalik nanti thor
Ly-Ra?: 🤭 Kenapa gak boleh berantakan, bagus tau~
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
jeaaaah dmna2 polisi pasti dtg klo udh beres🤦🤭
Nurlaila Hidayah: iya ka, skrg mah kya'a ngikutin polisi indo🤣🤣🤣
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor
Ly-Ra?: pasti 💪
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
tmben lama amat thor up'a🤔
Nurlaila Hidayah: oke siap, maacih /Kiss/
total 2 replies
Nurlaila Hidayah
mntap, itu baru 3 yg dsbutin nama marga yg sdah mlai menolak blom yg lain'aa yg ga dsbutin, mampus kau ethan laga'a kau bilg cinta vivian. bilg aja kau emg kata keranjang ga tau diri sx kau udh dbntu Mlah menggigit😡😡😡
Nurlaila Hidayah
Waaah habis kau klrga hale gra2 1org smua kna dmpak'a, lnjut lgi thor
Nurlaila Hidayah
mau nabung smpai end eh ga bsa krna pnasaran klnjutan'a sperti apa jdi weee dibuka dah bab slnjut'a🤭
Ly-Ra?: Hahaha, gapapa 🤭 author jadi senang kalau ada yg baca
total 1 replies
Nurlaila Hidayah
lanjut thor dtggu smpe end soalnya ga enak klo spotong2 baca'a
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!