NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:173
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Serbuan ke Fasilitas Bawah Tanah

​Malam kian pekat di Lembah Tengkorak Merah. Angin dingin yang berembus di antara celah tebing batu membawa aroma belerang pekat bercampur bau logam yang terbakar.

​Di bawah komando Cheon Ryeon, tim gabungan yang terdiri dari Ordo Roda Bintang dan Jaegal So-yeon bergerak menyusuri koridor sempit menuju pintu masuk fasilitas rahasia Ordo Mata Dantian.

​"Pintu masuk utama dijaga enam prajurit topeng besi," bisik Baek Hyun yang baru kembali dari pengintaian bayangan. "Dua di antaranya memegang tombak pendorong Ki di atas menara batu."

​Ryeon mengamati peta kulit lembu di tangannya, lalu melirik ke arah So-yeon.

​"So-yeon, kau bisa mengacaukan aliran formasi pelindung di gerbang luar?" tanya Ryeon pelan.

​So-yeon menyunggingkan senyum percaya diri, memutar kipas sutranya dengan gerakan cepat. "Formasi pemicu di gerbang itu memakai pola Delapan Arah Angin Kuno. Beri aku waktu tiga puluh detik buat membalikkan poros energinya."

​"Bagus," Ryeon mengalihkan pandangan ke Jin-Bao dan Son-mi. "Jin-Bao, siapkan tiga selongsong gas pelumpuh saraf. Son-mi, begitu formasi mati, hancurkan engsel gerbang dengan dorongan kinetik penuh."

​"Siap, Bos!" sahut Jin-Bao dan Son-mi serempak.

​So-yeon melangkah maju tanpa suara. Jarinya melempar empat keping koin perak khusus ke empat titik sudut tanah di sekitar gerbang luar.

​TAK! TAK! TAK! TAK!

​Koin-koin itu bergetar halus, menyalurkan gelombang Ki bersih yang langsung mengacaukan susunan aliran energi pada ukiran mantra gerbang. Sinar merah pelindung di atas gerbang batu mendadak berkedip liar lalu padam seketika!

​"Formasi mati! Sekarang, Son-mi!" seru So-yeon.

​BOOM!

​Son-mi melesat maju bagaikan banteng zirah. Menggunakan teknik tumpuan beban biomekanika, ia mengayunkan palu kompositnya tepat di engsel pintu besi tebal tersebut.

​Pintu besi raksasa itu jebol terlempar ke dalam, menghantam dua penjaga topeng besi hingga pingsan seketika!

​Sebelum prajurit lainnya sempat berteriak memberi peringatan, Jin-Bao melemparkan selongsong tanah liatnya ke dalam lorong.

​PFFFT!

​Asap hijau pekat menguap cepat, melumpuhkan saluran pernapasan dan sistem saraf empat penjaga menara dalam hitungan detik. Baek Hyun meluncur bagaikan bayangan, menyegel Dantian mereka dengan jarum presisi agar tidak sempat memicu racun bunuh diri.

​Penyerbuan gerbang luar selesai tanpa suara ledakan besar.

​Rombongan melangkah masuk ke dalam kompleks bawah tanah yang luas.

​Berbeda dari gua alam biasa, dinding-dinding fasilitas ini dilapisi oleh lempengan Baja Paduan Komposit berpendar samar—arsitektur sains tingkat tinggi yang terisolasi dari dunia luar.

​Di tengah ruangan rahasia paling dalam, berdiri sebuah konstruksi raksasa berbentuk silinder kaca tebal yang dialiri pipa-pipa tembaga besar. Di dalam silinder kaca itu, puluhan Kristal Dantian berwarna biru keemasan melayang-layang di dalam cairan asam penyerap energi, menyalurkan daya menuju sebuah mesin reaktor di pusat ruangan.

​"Gila..." cicit Jin-Bao dengan muka pucat menatap konstruksi raksasa itu. "Mereka beneran mengumpulkan puluhan Dantian manusia buat mengaktifkan mesin ini!"

​Mata analitis Ryeon menatap reaktor tersebut dengan dingin.

​Reaktor Ekstraksi Bio-Kinetik Kuantum, batin Ryeon. Mesin ini adalah prototipe alat pemanen energi molekuler dari Bumi.

​"Siapa yang berani mengganggu pekerjaan agung kami?!" sebuah suara bergemuruh penuh tekanan Ki meledak dari balik bayangan reaktor.

​Sesosok pria jangkung berjubah merah darah dengan topeng emas melangkah keluar. Pria itu memegang sebilah tongkat besi hitam berujung kristal merah membara.

​Aura Ki yang terpancar dari tubuhnya membuat udara di ruangan itu terasa sangat berat hingga dinding-dinding baja bergetar halus.

​Ranah Master (Ki Projection) Tingkat Puncak!

​Dia adalah Tetua Kelam, penguasa fasilitas bawah tanah Ordo Mata Dantian!

​"Putri Keluarga Jaegal... dan bocah dari Kultus Iblis?" cemooh Tetua Kelam dingin dari balik topeng emasnya. "Kalian datang tepat waktu. Dantian kalian berdua bakal jadi bahan bakar sempurna buat menyelesaikan pengaktifan Reaktor Inti ini!"

​Tetua Kelam menghentakkan tongkat besinya ke lantai.

​BOOM!

​Gelombang aura Ki berwarna merah kehitaman menyembur dahsyat dari ujung tongkatnya, membentuk lima helai tebasan energi yang meluncur kilat menghantam ke arah Ryeon dan So-yeon!

​"Awas!" teriak So-yeon sambil membuka kipasnya lebar-lebar, menciptakan Dinding Formasi Perak buat menahan laju serangan tersebut.

​TRANGGG!

​Dinding formasi So-yeon bergetar hebat menerima hantaman Ki Ranah Master Puncak. Sudut bibir So-yeon mengeluarkan sedikit darah akibat tekanan kinetik yang amat sangat.

​"Daya serangnya terlalu besar! Struktur formasi biasa tidak bakal sanggup menahan hantamannya lebih dari sepuluh detik!" seru So-yeon menahan napas.

​"Dia mengalirkan Ki-nya lewat kristal merah di tongkat itu," analisis Ryeon bekerja kilat bagaikan komputer tempur. "Kristal itu adalah konduktor energi buatan. Kalau kita memotong frekuensi konduksinya, seluruh serangan Ki-nya bakal membalik menghantam Dantiannya sendiri!"

​Ryeon menoleh ke arah So-yeon. "So-yeon! Tahan gelombang serangannya di sudut tiga puluh derajat selama dua detik!"

​So-yeon menatap mata Ryeon yang tenang, mengangguk mantap tanpa ragu. "Percaya padamu!"

​So-yeon memutar pinggulnya, mengarahkan seluruh sisa Ki-nya ke ujung kipas sutranya untuk membelokkan arah tebasan merah ke sudut tiga puluh derajat sesuai intruksi Ryeon.

​Di saat dua detik emas itu tercipta, Ryeon melesat maju menembus celah tekanan angin!

​Ia tidak mengadu kekuatan Ki mentah. Menggunakan Prinsip Resonansi Kinetik Pembalik Mekanis, Ryeon menggetarkan mata pedang mikro-karbonnya hingga mencapai frekuensi gelombang di atas empat ribu Hertz!

​TAK!

​Ujung pedang tipis Ryeon menancap presisi tepat di titik persambungan antara kristal merah dan gagang tongkat besi Tetua Kelam!

​BZZZZZZT!

​Seketika itu juga, terjadi reaksi berantai pembalikan gelombang!

​Aliran Ki raksasa Ranah Master Puncak yang sedang dipancarkan Tetua Kelam... mendadak tersumbat dan berbalik arah secara liar menembus gagang tongkat menuju kedua tangannya!

​"A-APA?! AURA-KU BERBALIK?!" jerit Tetua Kelam histeris dari balik topeng emasnya.

​BOOOM!

​Sebuah dentuman energi tertekan meledak hebat di dada Tetua Kelam!

​Zirah jubah merah darahnya hancur berkeping-keping. Tetua Kelam terlempar ke udara sejauh lima meter sebelum menghantam dinding baja fasilitas dengan keras, memuntahkan darah segar dalam jumlah besar saat seluruh Dantiannya runtuh total dari dalam!

​BRUK!

​Tongkat besinya patah menjadi dua bagian, dan Tetua Kelam terkulai lemas tak sadarkan diri di tanah.

​Hanya butuh waktu kurang dari dua menit. Penguasa fasilitas bawah tanah Ranah Master Puncak... dilumpuhkan total oleh kalkulasi presisi Ryeon dan kerja sama sempurna dengan So-yeon!

​Jin-Bao, Son-mi, dan Baek Hyun bersorak gembira melihat tumbangnya pimpinan musuh.

​Ryeon melangkah mendekati Reaktor Inti raksasa di tengah ruangan, mencabut bilah pedangnya dan menyarungkannya kembali dengan bunyi KLIK yang jernih.

​"Jin-Bao, Son-mi," komando Ryeon tenang. "Evakuasi seluruh Kristal Dantian yang masih tersisa di dalam silinder. Kita bakal gunakan energi kristal ini buat memperkuat fondasi Ordo Roda Bintang."

​So-yeon menyapu darah tipis di sudut bibirnya dengan lengan baju sutranya, melangkah mendekati Ryeon sambil tersenyum takjub.

​"Kerja sama yang tidak membuang waktu," puji So-yeon anggun. "Tapi dengan hancurnya fasilitas ini, Ordo Mata Dantian pasti tidak bakal tinggal diam. Mereka bakal mengerahkan seluruh pasukan utama mereka di Central Plains."

​Ryeon menatap reaktor yang mulai padam di depannya dengan mata hitam yang dingin dan penuh keyakinan.

​"Biarkan mereka datang," sahut Ryeon datar. "Karena makin cepat mereka bergerak... makin cepat pula kita merebut seluruh teknologi dan menundukkan dunia Murim ini."

​Di balik kegelapan fasilitas bawah tanah yang runtuh, aliansi rahasia antara sang Jenderal Sains dan sang Bintang Catur Perak kini makin terikat kuat... siap mengguncang seluruh benua Murim hingga ke akar-akarnya!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!