NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:87.2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 — Umpan Bernama Kristal Surgawi

Di dalam kubah hitam, keadaan para murid Sekte Pedang Abadi semakin memburuk.

Kabut gelap terus menempel pada tubuh mereka.

Energi spiritual perlahan tersedot.

Beberapa murid bahkan sudah kesulitan berdiri.

Mereka telah mencoba menyerang penghalang itu berkali-kali, tetapi tidak membuahkan hasil.

Semakin lama berada di sana, semakin lemah mereka.

“Hahaha!”

Pemimpin kelompok berbaju zirah hitam menatap para tawanan dengan mata berbinar.

“Banyak sekali.”

Ia menjilat bibir.

“Kali ini benar-benar panen besar.”

Orang-orang di belakangnya ikut tertawa.

“Tuan pasti akan sangat senang.”

“Dua puluh lebih kultivator sekaligus!”

“Hadiah kita pasti besar!”

Tatapan mereka kemudian beralih kepada beberapa murid perempuan.

Cara pandang itu membuat suasana langsung berubah.

Para murid Sekte Pedang Abadi segera berdiri.

Pedang ditarik.

Seorang pria muda yang tampaknya menjadi pemimpin mereka maju selangkah.

“Siapa kalian?”

Pemimpin berbaju zirah hitam tersenyum.

“Tidak penting.”

Ia mengangkat pedang besar di bahunya.

“Yang penting, kalian sebaiknya patuh.”

“Kalau tidak?”

“Kalau melawan, kalian mati.”

Salah satu murid muda Sekte Pedang Abadi langsung mencibir.

“Berani sekali!”

Ia menunjuk lambang pada pakaiannya.

“Kami murid Sekte Pedang Abadi!”

Ekspresi sombong muncul di wajahnya.

“Kalau kalian berani menyentuh kami, para ahli sekte akan memburu kalian sampai ke ujung dunia!”

Pemimpin berbaju hitam tidak menjawab.

Tangannya bergerak.

Sret!

Cahaya pedang melintas.

Tubuh murid muda itu membeku.

Sesaat kemudian—

darah menyembur.

Ia jatuh.

Semua orang terdiam.

“Saudara Lu!”

Beberapa murid langsung berteriak.

Wajah para murid perempuan memucat.

Pemimpin berbaju hitam hanya mengibaskan darah dari pedangnya.

“Sekte Pedang Abadi?”

Ia mencibir.

“Lalu kenapa?”

Tatapannya berubah kejam.

“Kalian pikir kami takut?”

Pemimpin para murid Sekte Pedang Abadi mengepalkan tangan.

“Kalian sebenarnya siapa?”

Lelaki itu tersenyum.

“Karena sebentar lagi kalian juga akan hilang…”

Ia mengangkat dagu.

“Tidak ada salahnya kalian tahu.”

“Kami berasal dari Sekte Iblis.”

Ekspresi para tawanan berubah.

“Sekte Iblis?”

Seorang murid perempuan langsung teringat sesuatu.

“Jadi…”

Ia menelan ludah.

“Orang-orang yang masuk ke Lembah Bulan Sabit sebelumnya…”

Pemimpin berbaju hitam tertawa keras.

“Benar.”

“Sebagian mati.”

“Sebagian ditangkap.”

“Sebagian lagi…”

Ia menatap kubah hitam.

“...menjadi bahan latihan.”

Keheningan mendadak menyelimuti tempat itu.

Su Yun yang masih bersembunyi di balik pepohonan menyipitkan mata.

Bahan latihan?

Berarti ada seseorang yang menggunakan kultivator sebagai sumber.

Pemimpin berbaju hitam tampak semakin menikmati ketakutan mereka.

“Tuan kami sedang mempraktikkan teknik yang membutuhkan energi para kultivator.”

Ia menunjuk penghalang.

“Karena itu, kami membutuhkan banyak orang hidup.”

Seorang murid Sekte Pedang Abadi tiba-tiba bertanya.

“Lalu rumor tentang Kristal Surgawi?”

Kalimat itu membuat Su Yun langsung memusatkan perhatian.

Pemimpin berbaju hitam tertawa.

“Itu juga bagian dari rencana.”

Para murid menatapnya.

“Jadi Kristal Surgawi palsu?”

“Tidak.”

Jawaban tersebut justru membuat Su Yun sedikit terkejut.

Pemimpin itu melanjutkan.

“Kristal Surgawi memang ada.”

“Namun benda itu berada di tangan Tuan.”

Senyum liciknya melebar.

“Rumor tentang keberadaannya kami sebarkan untuk menarik kultivator kuat memasuki lembah.”

Sekarang semuanya menjadi jelas.

Buah Bulan Sabit menarik para kultivator muda.

Kristal Surgawi menarik mereka yang lebih kuat.

Lembah Bulan Sabit hanyalah perangkap raksasa.

Tidak heran begitu banyak orang masuk…

dan tidak pernah kembali.

Su Yun menahan napas.

Jadi Kristal Surgawi benar-benar ada.

Dan sekarang ia bahkan mengetahui siapa yang memilikinya.

Ini jauh lebih berharga daripada berkeliaran tanpa arah selama dua hari.

“Dasar bajingan!”

Salah satu murid Sekte Pedang Abadi berteriak.

“Kalian menggunakan orang sebagai pengorbanan!”

“Terus kenapa?”

Pemimpin berbaju hitam tertawa.

“Dunia kultivasi memang seperti ini.”

Ia menunjuk para tawanan.

“Yang kuat memakan yang lemah.”

“Kalau kalian cukup kuat, kalian tidak akan berada di dalam sana sekarang.”

Beberapa murid menggertakkan gigi.

Mereka tahu ucapan itu kejam.

Namun mereka juga tahu posisi mereka.

Kubah hitam terus menyerap energi.

Sebagian besar kekuatan mereka sudah turun drastis.

Mereka mungkin masih memiliki teknik dan pengalaman bertarung.

Namun tanpa energi spiritual yang cukup…

semuanya hampir sia-sia.

Seorang murid senior maju.

“Kalau begitu kita lawan.”

Ia mengangkat pedang.

“Lebih baik mati bertarung daripada menjadi korban!”

Beberapa murid langsung berseru.

“Benar!”

“Lawan mereka!”

“Kalaupun mati, kita tarik mereka bersama!”

Pemimpin berbaju hitam menghela napas.

“Bodoh.”

Senior itu menyerang.

Dentang!

Dua pedang berbenturan.

Namun hanya satu benturan yang dibutuhkan.

Energi spiritual lawannya jauh lebih kuat.

Senior Mu terpental.

Sret!

Satu tebasan menyusul.

“AAARGH!”

Lengannya terputus.

Tubuhnya jatuh dengan keras.

“Senior Mu!”

Para murid Sekte Pedang Abadi langsung panik.

Pemimpin berbaju hitam mengangkat pedangnya.

“Siapa lagi?”

Tidak ada yang maju.

Bukan karena mereka tidak marah.

Mereka hanya memahami kenyataan.

Dalam kondisi seperti ini…

mereka hampir tidak punya peluang menang.

Pemimpin berbaju hitam tertawa puas.

“Bagus.”

Ia kemudian berjalan ke arah salah satu murid perempuan.

Gadis itu mundur.

“Jangan mendekat!”

“Masih galak?”

Lelaki itu mencengkeram lengannya.

“Lepaskan dia!”

Seorang murid laki-laki langsung menyerang.

Namun—

Bang!

Satu tendangan menghantam dadanya.

Pemuda itu terlempar dan muntah darah.

“Sekelompok orang lemah.”

Pemimpin berbaju hitam menyeringai.

“Kubah ini memungkinkan kami tetap menggunakan kekuatan penuh, sementara energi kalian terus diserap.”

Ia menatap mereka satu per satu.

“Dalam keadaan seperti ini, kalian bahkan tidak layak disebut lawan.”

Su Yun masih mengamati.

Ia menghitung jumlah mereka.

Lebih dari sepuluh anggota Sekte Iblis.

Sekitar dua puluh tawanan.

Sebagian besar tawanan sudah lemah.

Menyerang langsung?

Tidak masuk akal.

Su Yun sekarang memang sudah mencapai tahap ketujuh.

Namun itu tidak membuatnya cukup kuat untuk menghadapi seluruh kelompok.

Kalau ingin bergerak…

ia harus menggunakan otak.

Krek.

Su Yun sengaja menginjak ranting.

Suara kecil itu langsung menarik perhatian.

Semua kepala menoleh.

Dari antara pepohonan, Su Yun berjalan keluar.

Pakainya sederhana.

Pedang berkarat masih tergantung di pinggang.

Gagang warisan tersembunyi dengan baik.

Ekspresinya tenang.

Tidak takut.

Tidak panik.

Hanya melihat.

Seorang anggota Sekte Iblis tertawa.

“Lihat itu.”

“Mangsa baru.”

Pemimpin mereka melirik Su Yun.

Setelah merasakan auranya, ia langsung kehilangan minat.

“Lemah.”

Ia mengibaskan tangan.

“Tangkap.”

“Tujuh orang pergi.”

Beberapa anak buah langsung bergerak.

Salah satunya membawa palu besar.

“Hei, bocah!”

Ia menunjuk Su Yun.

“Kalau tidak mau tulangmu patah, kemari dengan tenang!”

Su Yun berhenti.

Tatapannya bergerak dari pria itu menuju kubah hitam.

Kemudian ke para murid Sekte Pedang Abadi.

Lalu kembali ke pemimpin kelompok.

Dalam beberapa detik, ia sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Musuh percaya dirinya lemah.

Bagus.

Semakin diremehkan…

semakin mudah ia bergerak.

Pria berpalu mendekat.

“Tidak dengar?”

Ia mengangkat senjatanya.

“Cepat kemari!”

Su Yun akhirnya bicara.

“Boleh bertanya sesuatu?”

Kelompok itu tertawa.

“Apa?”

“Kristal Surgawi.”

Senyum pemimpin berbaju hitam langsung memudar.

Su Yun menatapnya.

“Di mana Tuan kalian menyimpannya?”

Hening.

Semua anggota Sekte Iblis mendadak berhenti tersenyum.

Pemimpin itu menyipitkan mata.

“Kau…”

Tatapannya berubah tajam.

“Siapa sebenarnya dirimu?”

Su Yun tersenyum tipis.

“Baru sekarang kau bertanya?”

Tangannya perlahan menyentuh gagang pedang.

Ia tidak datang ke sini untuk menjadi pahlawan.

Ia juga tidak berniat mati demi orang asing.

Namun sekarang ia tahu satu hal.

Kristal Surgawi benar-benar ada.

Dan kalau ingin mendapatkannya…

kelompok di depannya adalah petunjuk terbaik.

Tatapan Su Yun menjadi dingin.

“Bagus.”

“Kalau begitu…”

Pedang berkarat perlahan ditarik dari sarungnya.

“Sekarang kita bisa mulai bicara.”

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!