NovelToon NovelToon
OVER THE AGE

OVER THE AGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:352
Nilai: 5
Nama Author: siput

Namanya yang terkenal sebagai ketua geng Tunas Bangsa, Theo Bramansya cowok paling di takuti di wilayahnya,
Usia: 19 tahun
Tinggi: 190 cm
Berat: 82 kg

Penampilan: Tinggi, tegap, bahu lebar, kulit putih bersih, rahang tegas, hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dingin, rambut hitam sedikit berantakan. Tatapannya sering terlihat malas dan mengintimidasi. Memiliki tubuh atletis karena sering mengendarai motor dan berkelahi.

Kepribadian: Dingin, cuek, keras kepala, dominan, percaya diri, sulit didekati, dan tidak mudah menunjukkan emosi. Dia jarang tersenyum dan lebih sering menjawab singkat. Tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Dia adalah ketua geng motor yang cukup disegani. Berani, nekat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia tidak takut pada siapa pun dan tidak suka diperintah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35

2 jam setelah adegan ciuman panas itu susana menjadi canggung, eca yang masih malu dengan bibir merah membengkak perlahan turun dan sedikit berjalan cepat menuju pintu ruangan yang sedari tadi theo kunci.

"Loh, terkunci?"

Sisa kehangatan yang menyesakkan dada masih tertinggal pekat di udara sore yang kian temaram.

Menyaksikan langkah terburu-burunya yang canggung dengan rona merah menjalar hingga ke daun telinga membuat rasa bangga sekaligus geli terbit di benakku. Bibir ranumnya yang sedikit bengkak adalah jejak nyata dari apa yang kami lalui dua jam terakhir, meruntuhkan seluruh pertahanan logikaku hingga lupa waktu.

Aku merogoh saku celana, memutar gantungan kunci perak di sela jemari dengan denting halus yang memecah keheningan ruangan. Langkah santai kuambil, mendekatinya dari belakang tanpa tergesa, membiarkan bayanganku menaungi tubuhnya yang gelisah meraba handel pintu.

"Ngapain buru-buru kabur?"

bisikku tepat di sisi kepalanya, menyodorkan kunci logam itu ke lubang slot di depan matanya.

Tanganku yang lain bertengger di daun pintu, menahannya agar tidak langsung melesat keluar.

Seringai tipis tersungging di wajahku saat melihat gerak-gerik salah tingkahnya.

"Gue yang bawa lo ke sini, ya gue juga yang bakal bawa lo pulang. Rapikan dulu rambut lo sebelum ada anak motor lain yang curiga di parkiran."

Seketika eca membalikan badannya menghadap theo dan mencoba meraba jakunnya dengan godaan genitnya yang masih malu-malu.

"Harus ku apakan kamu saat ini dengan posisi kita sekarang? Hm.."

Sentuhan ujung jarinya di leherku mengirimkan sengatan listrik yang seketika menaikkan tensi di udara. Nyali perempuan ini rupanya belum habis meski rona merah masih membakar pipinya.

Gerakan jemarinya yang terkesan ragu justru memancing naluri dominanku untuk kembali mengambil kendali penuh.

Tanpa ragu, kucengkeram pergelangan tangannya, menghentikan usapan nakal itu lalu menguncinya perlahan di atas pintu kayu di belakang punggungnya. Tubuh tinggiku maju menepis jarak, mengurung geraknya sepenuhnya hingga ia terperangkap di antara dadaku dan permukaan pintu yang dingin. Jakun yang baru saja disentuhnya bergerak naik turun saat aku menunduk, mengunci tatapannya dengan senyum miring yang berbahaya.

"Masih belum kapok main api?"

bisikku tepat di depan bibirnya yang merekah, menikmati debar panik yang mulai menyelinap di matanya.

"Lo pikir berani godain gue kayak gini bakal berakhir baik-baik aja buat lo?"

Ibu jariku mengusap pergelangan tangannya yang terpasung, merasakan denyut nadinya yang berdegup liar.

"Jangan mancing harimau kalau nggak siap diterkam, Suster. Sekali lagi lo berulah, gue beneran nggak bakal buka pintu ini sampai besok pagi."

Dengan senyum miring dan tatapan menggoda eca.

"Mari kita coba, gue mau tau sampai dimana keberanian lo?"

Tantangan terang-terangan yang meluncur dari bibir ranumnya menyulut kilatan api di sepasang mataku. Alih-alih gentar, kepongahan dalam diriku justru tergelitik mendengar nyali gadis ini yang seolah tak ada habisnya. Senyum tipis yang tersungging di parasnya tampak begitu angkuh, menuntut pembuktian yang tak akan pernah kuelakkan.

Kulepaskan kuncian di pergelangan tangannya, beralih menumpukan sebelah telapak tanganku tepat di samping telinganya pada daun pintu, sementara tangan yang lain meluncur santai menyelipkan jemari ke pinggangnya, menariknya kian lekat hingga deru napas kami saling beradu panas di udara remang.

"Lo benar-benar nggak tahu batasan, ya?"

gumamku berat, merendahkan vokal hingga terdengar berbahaya tepat di depan bibirnya yang masih memerah.

"Menguji gue di ruangan kosong kayak gini bukan keputusan pintar, Suster."

Kutundukkan kepala sedikit lagi, membiarkan ujung hidungku menyapu kulit pipinya yang hangat, menikmati sentakan halus pada ritme jantungnya yang tak sejalan dengan lagak beraninya.

"Kalau sampai kunci ini masuk lagi ke saku gue, jangan harap besok pagi lo bisa jalan keluar dari sini tanpa minta ampun."

...****************...

1
Siput
hallo semua, mulai episode ini saya buat POV Theo ya jadi saya rubah dengan kata "Aku" biar lebih menjiwai kalian di dunia theo.🤭 thanks

enjoy reading guys🩷
Mawarresa
eca berani bangett🤣
Siput: galak dikit nyaplok dia kak🤣🤣
total 1 replies
Renjana
tinggalin jejak dulu,
hadir kak, mampir juga ya😊
Siput: thank u udh mampir kak
total 1 replies
atikah@72
sama-sama kak, sukses selalu🫰
atikah@72
ceritanya bagus lanjutkan Thor. jgn lupa mampir ya di aku buat silaturahmi. makasih 🫰
Siput: trimakasih kak support sistemnya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!