NovelToon NovelToon
Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Jingga pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Rangga Cendana adalah kisah cinta yang sempurna. Namun, setelah kehilangan putra kecil mereka, Jingga justru kehilangan suami yang dahulu begitu mencintainya. Ia baru menyadari bahwa selama ini dirinya hanyalah alat bagi Rangga untuk membuat Dira, istri mendiang kakak Rangga, merasa cemburu.

Pengkhianatan, penghinaan, dan kehilangan membuat Jingga hancur. Puncaknya, ia dituduh mencelakai Varel, keponakan yang begitu disayangi Rangga, hingga sebuah tamparan menyadarkannya bahwa sudah cukup baginya menjadi wanita yang terus tersakiti.

Jingga pun bangkit dan memilih mengakhiri pernikahan yang hanya menyisakan luka. Ia akan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak sesuka hati.

Ketika Jingga mulai menata hidup dan menemukan cinta baru yang tulus, penyesalan Rangga dan keluarganya datang terlambat. Jingga telah memilih jalannya sendiri, sebab tidak semua luka harus disembuhkan dengan memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.

Pagi itu, Jingga memulai hari dengan perasaan berbeda. Meski begitu, kebebasan ternyata tidak serta-merta menghapus luka. Saat melihat cincin pernikahan yang masih tersimpan di laci, Jingga terdiam sesaat sebelum memasukkannya ke dalam kotak kecil. Bukan karena masih berharap kembali, melainkan karena ia ingin menutup satu bab hidupnya tanpa terus membawa beban yang sama.

Hari itu, ia berangkat lebih awal ke rumah sakit. Ia ingin mengisi pikirannya dengan pekerjaan, bukan berita tentang keluarga Cendana yang masih ramai diperbincangkan. Namun, ketika melewati lobi, dua orang pegawai yang sedang berbicara mendadak terdiam saat melihatnya.

Jingga tahu mereka mungkin sudah membaca berita perceraian dan skandal Rangga. Ia tidak berhenti untuk menjelaskan apa pun. Ia hanya mengangguk sopan, lalu melanjutkan langkah menuju ruang perawat.

Maya sudah menunggunya di sana.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Maya, memperhatikan wajah sahabatnya.

“Lebih baik. Aku hanya ingin semua orang berhenti membicarakan kehidupanku.”

“Kalau ada yang bertanya, kamu nggak wajib menjawab. Kamu sudah melewati cukup banyak hal.”

Jingga mengikat rambutnya dan memeriksa daftar pasien. “Aku nggak mau terus dikenal sebagai mantan istri Rangga Cendana. Aku ingin dikenal karena pekerjaanku sendiri.”

Maya tersenyum bangga. “Nah, itu baru Jingga yang kukenal.”

Hari berjalan cukup sibuk. Jingga menyelesaikan tugasnya, membantu dokter menangani pasien, dan berusaha menjaga pikirannya tetap fokus. Ketika seorang anak kecil menangis di ruang pemeriksaan, dadanya sempat terasa sesak. Kenangan tentang putranya kembali menyelinap, tetapi kali ini ia tidak membiarkan dirinya tenggelam terlalu lama.

Ia menarik napas perlahan, mengikuti teknik yang pernah diajarkan Samudera, kemudian meminta rekan kerjanya mengambil alih sebentar. Setelah lebih tenang, Jingga kembali bertugas.

Jingga mulai memahami, bahwa pulih bukan berarti tidak pernah terluka lagi. Pulih berarti belajar menghadapi luka tanpa membiarkannya menguasai seluruh hidup.

Menjelang sore saat Jingga menyelesaikan laporan pasien, seorang perawat memberi tahu bahwa ada tamu yang mencarinya di ruang tunggu.

Jingga mengira Maya hendak mengajaknya pulang bersama. Namun, ketika tiba di sana, langkahnya terhenti.

Bu Farah duduk sendirian dengan wajah pucat. Tubuhnya terlihat lebih kurus dibandingkan sebelum dirawat di rumah sakit. Kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan, sementara tatapannya segera terangkat ketika Jingga mendekat.

“Tante?”

Bu Farah berdiri perlahan. “Jingga, Tante boleh bicara sebentar?”

Jingga sempat terdiam, ia masih mengingat kata-kata perempuan itu ketika menuduhnya sebagai ibu yang tidak becus, seolah-olah Jingga tidak ikut kehilangan anak yang sangat dicintainya.

“Ada yang ingin Tante sampaikan?” tanyanya akhirnya.

Bu Farah mengangguk. “Tante ingin meminta maaf. Tante sudah memikirkan semuanya sejak keluar dari rumah sakit. Tante terlalu sibuk membela Rangga sampai tidak pernah benar-benar mendengarkanmu. Tante menyalahkanmu atas kematian anakmu sendiri, padahal Tante tahu kamu seorang perawat dan pasti sudah melakukan segala yang kamu bisa.”

Suara Bu Farah bergetar. Ia menunduk, tidak sanggup mempertahankan tatapan Jingga.

“Tante juga tidak berada di sisimu malam itu. Tante malah ikut merayakan ulang tahun Varel, sementara kamu berjuang sendirian di rumah sakit. Ketika mengingatnya, Tante merasa sangat malu.”

Jingga menelan rasa sesak di tenggorokannya. Ada bagian dari dirinya yang ingin menerima permintaan maaf itu, tetapi ada pula luka yang belum sanggup disentuh kembali.

“Tante tahu apa yang paling menyakitkan?” tanyanya lirih. “Bukan hanya kehilangan anak saya. Saya harus menghadapi kehilangan itu sambil terus mendengar bahwa saya tidak becus menjadi seorang ibu. Padahal, saya juga sedang berusaha bertahan.”

Air mata menggenang di mata Bu Farah.

“Tante tahu, Jingga. Sekarang Tante mengerti.”

“Tidak, Tante.” Jingga menggeleng pelan. “Tante mungkin baru menyadari kesalahan Tante, tetapi saya sudah terlalu lama menanggung akibatnya.”

Bu Farah menerima ucapan itu tanpa membantah. “Tante tidak meminta kamu kembali kepada Rangga. Tante juga tidak akan memaksamu memaafkan Tante hari ini. Tante hanya ingin kamu tahu bahwa Tante benar-benar menyesal.”

Jingga menarik napas panjang. “Saya menghargai permintaan maaf Tante, tapi maaf... saya belum bisa melupakan semuanya begitu saja.”

“Tante mengerti.”

“Saya ingin menjalani hidup saya sendiri sekarang. Tolong jangan datang untuk membicarakan Rangga atau meminta saya mempertimbangkan pernikahan itu lagi.”

Bu Farah mengangguk dengan mata berkaca-kaca. “Tante tidak akan meminta itu.”

Untuk beberapa saat, keduanya berdiri dalam keheningan. Tidak ada pelukan, tidak ada janji untuk kembali seperti dahulu. Hanya dua perempuan yang pernah terhubung oleh sebuah keluarga, kini dipisahkan oleh luka dan penyesalan.

Sebelum pergi, Bu Farah menoleh sekali lagi. “Jingga, meskipun kamu belum bisa memaafkan Tante... Tante berharap kamu menemukan kebahagiaan yang selama ini tidak kamu dapatkan.”

Jingga mengangguk kecil. “Saya juga berharap Tante lekas sehat.”

Bu Farah meninggalkan ruang tunggu dengan langkah pelan. Jingga memperhatikannya sampai sosok itu menghilang di balik pintu, lalu mengembuskan napas panjang.

Ia tidak merasa menang. Ia juga tidak merasa seluruh lukanya mendadak sembuh. Namun, ia tidak lagi membutuhkan pengakuan Bu Farah untuk membuktikan bahwa dirinya bukan perempuan yang dituduhkan keluarga Cendana.

Malamnya, Jingga pulang ke kamar sewanya dengan langkah lebih ringan. Ia meletakkan tas, mengganti pakaian, lalu duduk di tepi ranjang. Ponselnya kembali menyala, menampilkan pesan dari nomor yang sudah dikenalnya.

Samudera: [Hari ini bagaimana? Semoga pekerjaanmu berjalan lancar.]

Jingga tersenyum kecil sebelum membalas.

Jingga: [Cukup melelahkan, Dok. Tapi saya baik-baik saja.]

Samudera: [Jangan lupa... kamu boleh sibuk membantu orang lain, tetapi jangan sampai melupakan dirimu sendiri.]

Pesan sederhana itu membuat Jingga terdiam. Selama bertahun-tahun, ia terbiasa mengutamakan orang lain, bahkan ketika dirinya sendiri sedang hancur. Kini, ia perlahan belajar bahwa merawat diri bukanlah bentuk keegoisan.

Ia menaruh ponsel, lalu membuka jendela kamar. Udara malam menyentuh wajahnya, membawa ketenangan yang terasa asing sekaligus menyenangkan.

Sementara di tempat lain, Rangga masih memikirkan Samudera dan kedekatan dokter itu dengan Jingga.

1
Sri Widiyarti
ampun deh keluarga benalu ga tau diri jangan sampe jingga terjebak Thor...
Sarmini Isang
hadeeeh,banyak bngt sampah dan benalu ya di kehidupan jingga,mereka pikir sdh pintar dan nenganggap jingga dan samudera bodoh,sampah rangga dan dira saja tinggal metik karma mereka yg sedang berjalan,tunggu giliran kamu kevin laki2 pecundang yg mau numpang hidup enak,orang tuanya jg sama benalunya
Sarmini Isang
good Leo buktikan km mampu dan lebih baik dr rangga,rangga hanya modal dukungan dr papanya tp kemampuan minus,cuma mampu mengumbar nafsu dan arogan,sekarang tinggal menikmati hasilnya rangga,dl km selalu menyakiti jingga dan mengabaikan anakmu demi anak orang lain,nikmati hidup seperti di neraka dengan dira yg tidak becus ngurus anak,semoga keguguran dan rahimnya diangkat,walaupun anaknya lahir akan cacat dan dira tidak bisa punya anak lg,sedangkan jingga sedang menyambut kebahagiaan dimasa depan bersama samudra
Mundri Astuti
Dira anak have juga ternyata...tapi kelakuannya minus yak
Mundri Astuti
tanggung jawab lah kau Rangga, kamu yg memulai
Sarmini Isang
setelah skandal rangga dan dira pasangan sampah menjijikan itu diketahui oleh keluarga besar cendana,rangga bakal hancur karirnya didepak dr perusahaan dan digantikan Leo,hudup miskin dan br sadar dia sangat mencintai jingga,apa jin dasim dira masih mau sama rangga,setelah diusur keluarganya
Sarmini Isang
mampus km rangga,balan hancur hidupmu,karirmu dan masa depanmu hancurrrr
Mundri Astuti
biar rasa ...cihhh sok lemah si Dira itu...di depan jingga keluar aslinya
Mundri Astuti
diiihhhh dari awal kamu nikahin jingga aja niatnya dah jelek Rangga ...skrg kamu dah dpt apa yg kamu inginkan malah masih ngerecokkin jingga
Mundri Astuti
ga sabar ...segala kebusukkan Rangga dan Dira terbongkar didepan keluarga besarnya Rangga termasuk papanya rangga
Nani Haryatiyati
bolehkah aku bahagia di atas masalah mu Rangga?🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nani Haryatiyati
ada kemauan,and i like it☺️
Rohmi Yatun
Ohh berarti yg benar Samudera ya Thor.. okeeyyy..
lanjut Thor👍
𝓡𝓡: Iyesss kak😘
total 1 replies
Rohmi Yatun
Ohh ternyata dewangga dan samudra itu orang yg sama.. kemarin sempat agak bingung sih....
Nani Haryatiyati: iya kak, sama. smpat heran dan spekulasi sendiri,mngkin namanya Samudra Dewangga. Krn formalitas d panggilnya dokter dewangga...gituuu
total 4 replies
Agunk Setyawan
ayo gebukin kak biar otaknya sadar😆😆
𝓡𝓡: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mundri Astuti
Leo kamu ke nya jangan terlalu berharap deh sama jingga, kamu masih ada embel" sama masa lalu kelamnya jingga, mending jingga sama dewangga yg sama" pernah nikah
𝓡𝓡: Nah iya, semoga jg gk terobsesi s Leo ini takutnya jd jahat 😳
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar biang kerok tu org berdua...pake nyalahin org lain ...sok paling tersakiti...enek banget dah
Venty Imama
aduh songong itu si rangga ngapain baru sekarang setelah bercerai, setelah rumah tangganya hancur baru kepoin mantan kemana sebelumnya ketika istrinya kesusahan,kemana ketika istri dan anaknya yang sekarat membutuhkannya...manjain wanita dan anak orang lain meski itu keponakannya setelah ditinggal baru tahu rasa sukurin
𝓡𝓡: laki laxknat baru cemburu lah gmn Jingga yagg serasa mau ikut mati pas anaknya meninggal tp dia gak peduli 😬
total 1 replies
Mundri Astuti
biarin aja foto itu sampai pada Rangga, biar ga sombong tu org...jingga berhak bahagia dng org baru, yg lebih baik dari mantan, lebih menghargainya ...

thor ngomong" masa ga ketauan si yg nyebarin berita ga bertanggung jawab itu, biar keluarganya Rangga tau seberapa manipulatif nya mantan menantunya yg sblah itu
Sarmini Isang
situ waras rangga,laki2 gak tau diri...masa dr segitu banyaknya keluargamu semuanya bodoh,harusnya ada yg pinter dong cari tau siapa dalang penyebaran berita itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!