NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirawat

Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam dan Marsya baru tersadar bahwa dia bangun diranjang rumah sakit. Tatapan Marsya mengedar ke sekeliling dan hanya mendapati Leo yang terlihat menelfon seseorang diarea sofa bed seberang ranjang tidurnya. Marsya berusaha duduk namun sekujur tubuhnya terasa nyeri dan kaku terutama pada bagian punggung dan dada.

Ditambah, terlalu banyak meminum alkohol membuat perutnya terasa sakit, tentu saja, dari siang sampai malam, Erik terus mencekoki dirinya dengan minuman keras, sudah jelas minuman itu meninggalkan efek buruk pada tubuhnya sekarang.

"Leo?" Suara pelan Marsya membuat Leo mengakhiri panggilannya dengan Kyle. Leo tersenyum, dia berpindah kesamping ranjang Marsya dan membantunya untuk duduk bersandar.

"Ada yang sakit, nggak?"

"Hm, lambung aku sakit banget"

"Sya, apa benar Erik maksa lo minum sampai tiga botol?"

"Iya, sekarang rasanya perih, mual"

"Astaga, orang kayak Erik pantas dihajar, sih"

"Iya, wajar Kyle bikin tangan Erik patah, ternyata dia setega itu ke Marsya" Leo mengepalkan tangannya, ternyata, keputusan Kyle memberi balasan yang cukup menyakitkan pada Erik adalah tepat. Erik harus jera, setidaknya, tangannya yang patah akan menjadi pengingat bahwa dia pernah memperlakukan Marsya dengan buruk.

"Leo, Kyle dimana? Kenapa dia belum datang?"

Pertanyaan Marsya membuat Leo terdiam, apa yang harus dia katakan? Apa Leo harus menjawab kalau Kyle masih bersama Erik, mengawasi laki-laki itu yang sedang menjalani operasi sebelum diserahkan ke polisi? Apa Marsya tidak akan terkejut jika tahu Erik mengalami patah tulang pada tangan dan dua ruas jarinya karena pembalasan dendam yang Kyle lakukan?

Sepertinya Marsya akan shock mendengar hal itu, jadi akan lebih baik jika Leo tidak mengatakannya. Toh, Kyle juga berpesan untuk tidak memberitahu Marsya sekarang, biar lah Marsya memulihkan kondisinya lebih dulu.

"Kyle lagi ngurus Erik di kantor polisi. Jangan dipikirin ya, fokus kesembuhan aja"

"Gue mau panggil dokter dulu, lo kan baru sadar"

Sepeninggal Leo, Marsya merenung, ternyata Kyle juga berpikir untuk memasukkan Erik kedalam penjara, syukurlah karena suaminya itu sudah bertindak cepat. Marsya harap ini bisa menjadi pelajaran penting untuk Erik bahwa tidak setiap keinginan bisa selalu terpenuhi apalagi demi keinginannya itu dia sampai menggunakan kejahatan yang hanya menimbulkan kerugian untuk diri sendiri. Ya, hanya hukuman yang Erik dapatkan, bukan Marsya.

Tidak lama, Nathan masuk kedalam kamar sambil membawa dua gelas kopi panas, dia dan Leo akan bergantian menjaga Marsya. Nathan letakkan gelas itu diatas meja dan berdiri disampingnya Marsya dan memberitahu kalau Sekar dan yang lainnya akan berkunjung esok hari mengingat saat ini sudah larut malam dan jam besuk sudah selesai.

Disisi lain, ibunda Erik yang sedang sakit-sakitan, sedang bersimpuh dikaki Kyle memohon ampun agar Erik tidak diproses ke jalur hukum. Wanita itu meminta empati agar Kyle bersedia mencabut tuntutan dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tentu Kyle tidak menerimanya begitu saja, Kyle merasa memasukkan Erik kedalam penjara adalah balasan yang paling setimpal.

Tentu saja, suami mana yang terima istri kesayangannya diperlakukan sangat buruk. Diculik, disekap, diperlakukan kasar, dipaksa meminum alkohol, bahkan hampir di per ko sa, Marsya lewatkan itu semua seorang diri dalam waktu semalam, terbayang bagaimana ketakutan yang Marsya lalui disana. Dan membuat Erik patah tulang hanya balasan kecil yang Kyle berikan, seharusnya Kyle melakukan lebih dari itu. Dan urusan lainnya Kyle serahkan semuanya kepada polisi.

Melihat Ibunda Erik menangis dan memohon tentu membuat Kyle tidak tega, bagaimana pun juga Kyle memiliki seorang Ibu, tentu menyakitkan melihat putera satu-satunya terancam dipenjara. Tetapi yang Kyle lakukan ini demi memberi efek jera pada Erik. Meski Kyle merasa sedih melihat Ibunda Erik terus memohon, dia tidak akan mengubah keputusannya. Kyle lanjutkan formalitas yang harus dia selesaikan dengan kepolisian sebelum menyerahkan Erik bersama mereka.

"Saya nggak bisa turutin permintaan Ibu. Setelah operasi, Erik harus langsung masuk penjara"

"Jangan, Kyle, Ibu mohon sama kamu, tolong lepasin Erik kali ini aja"

"Maaf, Bu, saya nggak bisa. Disini ada polisi yang jaga, Ibu boleh ikut mereka kalau mau antar Erik ke penjara"

"Saya pamit, Bu, mau lihat keadaan Marsya, karena dia juga masuk rumah sakit karena ulah Erik"

Kyle meninggalkan Ibunda Erik yang menangis didepan ruang operasi. Kyle merasa, hubungan persahabatannya dengan Erik harus berakhir saat ini juga sebab Erik sudah mengecewakan dirinya. Kyle memaklumi amarah Erik setelah kehilangan Marsya namun seharusnya Erik tidak sampai hati menculik dan memperdaya Marsya. Kyle merasa hancur mendengar pengakuan Erik pada polisi tentang semua kejahatan yang dia lakukan pada Marsya. Dan dia juga turut sedih untuk Ibunda Erik yang memohon demi sang anak, Kyle tidak tega namun ini lah yang harus dia lakukan.

Diparkiran rumah sakit, dia bertemu dengan Nathan yang baru turun dari mobil, buru-buru dia menghampiri Nathan yang tampak membawa dua tas jinjing ditangannya.

"Than, lo dari mana? Marsya sama siapa?"

"Tenang, kan ada Leo. Nih, gue dari rumah ngambil baju bersih buat lo" Nathan serahkan satu tas berisi pakaian milik Kyle dan peralatan mandi, dan tas berisi makanan yang akan dia bawa keruangan Marsya.

Keduanya berjalan bersama memasuki rumah sakit sambil berbincang tentang kasus Erik yang sudah masuk ke proses hukum. Kyle jawab semua pertanyaan Nathan yang membuatnya penasaran sekaligus terkejut mendengarnya. Nathan merasa menyesal karena tadi tidak ikut menghajar Erik bersama Kyle, andai dia tahu semua sikap buruk Erik pada Marsya, bisa dipastikan Erik tidak akan bisa berjalan lagi.

Tiba didepan ruang inap Marsya, Nathan membuka pintu dan berdiri disana. Marsya dan Leo yang masih terjaga, kompak menatap kearah Nathan dengan tatapan heran, mereka bertanya-tanya mengapa laki-laki itu tampak tersenyum seperti itu.

"Sya, gue bawa suami lo, nih"

"Huh? Mana?!" Marsya antusias, dia letakkan begitu saja iPad milik Nathan yang dia gunakan untuk menonton dan menatap kearah luar menunggu sosok yang dia tunggu sejak tadi

Tidak lama, Kyle munculkan kepalanya kearah dalam, dia tatap Marsya yang tampak tersenyum haru melihat kedatangannya,

"Mau peluk" Marsya bentangkan kedua tangannya, meminta Kyle untuk masuk dan memeluknya, namun saat Kyle melangkah mendekati ranjangnya, Nathan justru mendorong Kyle masuk ke kamar mandi, dia meminta Kyle untuk membersihkan diri lebih dulu.

"Nah, karena you're beloved husband ada disini, gue sama Nathan sebat dulu diluar" Leo mengambil kopi miliknya dan menarik Nathan keluar untuk merokok, mereka berikan waktu Marsya dan Kyle untuk saling melepas rindu.

Selesai mandi dan berpakaian, Kyle menghampiri Marsya yang duduk disisi ranjangnya, dia meraih tangan Marsya yang terpasang selang infus dan mengecupnya cukup lama. Ah, akhirnya Kyle bisa kembali menggenggam tangan Marsya, dia sudah menunggu saat-saat ini sejak tadi.

"Sya..." Kyle menarik Marsya kepelukannya, pelukan yang sangat erat hingga Marsya meringis kesakitan.

"Kenapa? Ada yang sakit?" Kyle cukup panik, dia pastikan keadaan Marsya dengan menatap sekujur tubuhnya

"Kamu peluk aku kenceng banget, badan aku sakit"

"Boleh gue lihat?" Pertanyaan Kyle disetujui Marsya dengan anggukan. Kyle mulai menutup tirai yang mengelilingi ranjang tidur sebelum melihat tubuh Marsya dibalik piyamanya,

Kyle dibuat tercengang setelah menyingkap piyama Marsya keatas. Dipunggungnya, Kyle temukan tiga titik luka lebam kebiruan yang sangat jelas, lebam dengan masing-masing ukuran yang cukup lebar, hampir menutupi seluruh permukaan punggung putih istrinya. Belum lagi, satu lebam yang sama di area dada yang membuat Kyle semakin terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Ya, lebam kebiruan itu terukir disalah satu payu-dara Marsya dan Kyle bisa membayangkan betapa sakit istrinya saat mendapatkan luka lebam itu.

Kyle bahkan tidak sanggup menatapnya terlalu lama, dia rapihkan kembali piyama Marsya dengan rasa emosional yang memuncak. Nafasnya terasa berat tanda dia sedang menahan amarahnya. Sungguh, Kyle tidak akan pernah terima dengan semua yang Erik lakukan pada Marsya, Kyle bersumpah Erik akan mendekam didalam penjara dengan waktu yang sangat lama.

"Maafin gue, Sya" Meminta maaf pada Marsya adalah hal pertama yang Kyle lakukan, tentu saja, Marsya menderita karena kelalaiannya. Diikat, dicekik, didorong berulang kali hingga lebam, Kyle tidak sanggup membayangkan tubuh sekecil dan selembut ini harus menerima semuanya. Kyle sangat-sangat merasa bersalah sebab lagi-lagi dia gagal menjaga Marsya.

Tangisannya Kyle tidak tertahan lagi, terdengar lebih menyakitkan daripada tangisannya saat Marsya tertimpa pintu digarasi. Kali ini Kyle begitu emosional, kesedihan dan penyesalan menyatu dan meledak dilubuk hatinya. Rasanya kata maaf tidak akan pernah cukup untuk menggantikan apa yang sudah dilalui oleh istrinya ini.

"Kyle, udah, jangan nangis lagi" Marsya mengusap air mata Kyle dengan ibu jarinya, laki-laki itu berusaha tegar meski tangisannya masih terdengar sesegukan

"Ini bukan salah kamu, aku begini karena terlalu percaya sama Erik, tapi ternyata dia nipu aku"

"Ini juga salah aku karena nggak hati-hati. Jadi kamu jangan minta maaf ya, lupain aja" Marsya akhiri ucapannya dan kembali memeluk Kyle, sambil mengusap punggung laki-laki itu dan memberi pengertian bahwa semuanya sudah baik-baik saja dan akan lebih baik jika mereka melupakannya.

"Kyle..." Marsya menatap Kyle sangat dalam, sambil dia kalungkan kedua tangannya pada leher Kyle, "Aku kangen Papa, pengen peluk Papa. Kapan aku boleh pulang?"

"Nanti tanya dokter dulu ya udah boleh pulang apa belum, atau nanti gue yang jemput Papa"

"Yeay...makasih, Kyle" Marsya tersenyum lebar, dia hadiahkan kecupan dipipi Kyle yang membuat laki-laki itu menunduk dan tersipu malu.

Kyle kembali membuka tirainya dan membantu Marsya untuk berbaring. Sudah pukul satu dini hari sudah waktunya Marsya kembali beristirahat agar kesehatannya bisa pulih lebih cepat. Setelah menyelimuti Marsya, Kyle berikan kecupan dikeningnya, dia akan duduk disamping ranjang Marsya untuk menemaninya beristirahat.

Tidak lama, Leo dan Nathan kembali kekamar, keduanya langsung mengganti pakaian dengan baju bersih agar aroma rokok yang tertinggal dipakaian mereka tidak tercium didalam ruangan itu, mereka memperdulikan kenyamanan Marsya disana.

"Heh, tadi makanan yang gue bawa udah dimakan belum? Itu dari nyokap lo" Ucapan Nathan pada Kyle hanya dijawab gelengan kepalanya.

Hingga saat ini, Kyle masih tidak ingin memakan apapun, Kyle hanya ingin memandangi Marsya yang sedang terlelap, menatap wajah pucat yang tampak kesakitan setelah seharian melalui bertubi-tubi kekerasan fisik yang menyakitkan. Kyle masih tidak menyangka istrinya akan melewati masa sulit seperti ini dan dia berjanji hal ini tidak akan pernah terulang lagi.

"Ck, istri lo nggak bakal hilang, jangan dilihatin terus, ayo" Erik menarik paksa Kyle dari kursinya dan membawa Kyle bergabung bersama diarea meja makan.

...•••••...

To be continued

Fyuhh akhirnya up lagi setelah sibuk sama dirl

yuk yukkk dukung aku terus biar semangat update jgn lupa komen kalo sukaaa yaaa, kasih love nya juga terimakasih🥰🥰

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!