NovelToon NovelToon
ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

ISTRI RAHASIA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

“Dia menikahiku untuk menyelamatkan kerajaannya. Aku menikahinya untuk menyelamatkan keluargaku. Namun, tak satu pun dari kami menyadari bahwa cinta akan menjadi pengkhianatan paling berbahaya.”

• Dante Alessandro Vieri (32 tahun): Bos mafia Italia yang tampan, gagah, bermata biru safir, dingin, penuh perhitungan, dan tidak pernah memaafkan pengkhianatan. Di balik kekuasaannya, ia menyimpan luka lama yang membuatnya tidak percaya pada cinta.

• Bianca Elena Laurent (24 tahun): Gadis cantik keturunan Spanyol dan Timur Tengah, bermata cokelat keemasan, berambut hitam panjang, cerdas, berani, serta memiliki harga diri yang tidak mudah dihancurkan. Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri rahasia seorang mafia.

• Luciano Vieri: Adik tiri Dante yang menginginkan takhta keluarga.

• Isabella Moretti: Perempuan dari masa lalu Dante yang menyimpan rahasia tentang kematian ibunya.

• Adrian Laurent: Kakak Bianca yang menghilang setelah membawa sebuah dokumen berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 — Pernikahan di Atas Pengkhianatan

Ruangan tua itu mendadak terasa semakin mencekam.

Dante berdiri dengan pistol terarah kepada Alessandro. Sementara Bianca masih memegang dokumen peninggalan Elena yang baru saja diberikan pria tersebut.

Kalimat di dalam dokumen itu terus terngiang di pikirannya.

Pernikahan Bianca Laurent dan Dante Vieri harus berakhir sebelum pewaris keluarga Vieri mengambil alih seluruh kekuasaan.

Bianca mengangkat wajah.

“Apa maksud dokumen ini?”

Alessandro tersenyum tipis.

“Artinya, pernikahan kalian sejak awal memang tidak pernah diharapkan bertahan.”

Dante mengeraskan rahangnya.

“Berhenti mempermainkan kami!”

Alessandro tertawa kecil.

“Kau masih sama seperti dulu, Dante. Selalu menggunakan amarah untuk menutupi kebingunganmu.”

“Di mana Rafael?”

“Tenang. Dia masih hidup.”

“Bebaskan dia!”

Alessandro menggeleng.

“Tidak semudah itu. Ada sesuatu yang harus diselesaikan malam ini.”

Ia kemudian menunjuk Bianca.

“Perempuan itu harus menandatangani dokumen pengalihan kekuasaan.”

Bianca mengerutkan kening.

“Aku tidak menginginkan kekayaan keluarga kalian.”

“Tapi kekayaan itu memang milikmu.”

“Aku tidak peduli!”

Alessandro tersenyum sinis.

“Kau mungkin tidak peduli sekarang. Tetapi suatu hari kau akan memahami bahwa darahmu membuatmu menjadi pewaris yang jauh lebih berharga daripada Dante.”

Dante melangkah maju.

“Jangan pernah menggunakan istriku untuk ambisimu.”

Alessandro mengangkat alis.

“Istri? Kau masih menganggapnya istrimu setelah mengetahui seluruh kebohongan ini?”

Dante tidak menjawab.

Namun genggamannya pada pistol semakin erat.

### 1. Perjanjian Terakhir Elena

Bianca kembali membaca dokumen tersebut.

Ada beberapa halaman yang sebelumnya tidak diperlihatkan Alessandro. Ia menemukan sebuah surat kecil yang diselipkan di bagian belakang.

Tulisan tangan Elena terlihat jelas.

Untuk Bianca, putriku tersayang.

Bianca segera membacanya.

Jika surat ini sampai kepadamu, berarti keluarga Vieri kembali berusaha mengambil sesuatu yang bukan hak mereka. Aku ingin kau tahu bahwa semua kekayaan keluarga Laurent diwariskan kepadamu bukan untuk membuatmu berkuasa, melainkan untuk memastikan kau tidak pernah menjadi tawanan siapa pun.

Air mata Bianca mulai mengalir.

Ia melanjutkan membaca.

Jangan pernah menandatangani dokumen yang diberikan Alessandro. Dia mungkin ayah biologismu, tetapi bukan berarti dia berhak menentukan hidupmu.

Bianca berhenti.

“Ayah biologis?”

Ia mengangkat wajah dan menatap Alessandro.

“Apakah kau benar-benar ayah kandungku?”

Alessandro tidak segera menjawab.

Kemudian ia tersenyum.

“Ya, Bianca. Aku ayahmu.”

Bianca menggeleng.

“Tidak. Rafael mengatakan bahwa dia ayahku.”

“Rafael hanya berusaha melindungimu.”

“Lalu Sofia?”

Alessandro menatapnya tajam.

“Dia mengetahui semuanya.”

Dante tiba-tiba menyela.

“Jadi selama ini kau membiarkan kami percaya bahwa Vittorio adalah ayah kandung Bianca?”

Alessandro tertawa.

“Vittorio hanyalah orang yang membesarkan kebohongan itu.”

Dante semakin curiga.

“Buktikan bahwa Bianca adalah anakmu.”

Alessandro mengambil sebuah amplop dari sakunya.

Di dalamnya terdapat hasil tes DNA yang menunjukkan hubungan biologis antara dirinya dan Bianca.

Bianca memandang dokumen tersebut dengan mata berkaca-kaca.

“Apakah ini benar?”

Alessandro mengangguk.

“Sekarang kau tahu siapa dirimu.”

Namun Bianca justru merobek dokumen itu menjadi dua.

“Aku tidak membutuhkan pengakuanmu untuk mengetahui siapa diriku.”

### 2. Rafael Membuka Rahasia

Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari ruangan sebelah.

Dante langsung mengarahkan pistolnya ke pintu.

“Siapa di sana?”

Sebuah suara lemah terdengar.

“Dante...”

Bianca langsung mengenali suara tersebut.

“Ayah!”

Ia berlari menuju pintu, tetapi Alessandro berusaha menghalanginya.

Dante segera mendorong pria itu hingga terjatuh.

Bianca membuka pintu.

Di dalam ruangan terdapat Rafael dengan kedua tangan terikat. Wajahnya pucat, tetapi ia masih sadar.

Bianca berlutut dan melepaskan ikatannya.

“Ayah, apakah kau baik-baik saja?”

Rafael tersenyum lemah.

“Aku masih hidup, Sayang.”

Bianca memeluknya.

“Aku takut kehilanganmu.”

Rafael mengusap rambut putrinya.

“Maafkan aku karena telah membuatmu mengalami semua ini.”

Dante menghampiri mereka.

“Rafael, siapa sebenarnya Alessandro?”

Rafael menatap pria yang berdiri di ruang utama.

“Dia bukan orang yang seharusnya kau takuti.”

Dante mengerutkan kening.

“Lalu siapa?”

Rafael menarik napas.

“Vittorio masih mengendalikan semuanya. Alessandro hanya bekerja untuknya.”

Bianca terkejut.

“Tapi bukankah Vittorio sudah berada di Milan?”

Rafael menggeleng.

“Orang yang kalian temui di Milan bukan Vittorio.”

Dante membeku.

“Apa maksudmu?”

“Dia adalah saudara kembar Vittorio. Namanya Valerio Vieri.”

Keheningan menyelimuti ruangan.

Rafael melanjutkan.

“Keluarga Vieri memiliki dua saudara kembar yang selama puluhan tahun saling berebut kekuasaan. Vittorio menghilang, sementara Valerio mengambil identitasnya.”

Dante mengepalkan tangan.

“Jadi siapa yang sebenarnya memimpin keluarga selama ini?”

Rafael menatapnya serius.

“Valerio.”

### 3. Pengkhianatan Alessandro

Alessandro tiba-tiba tertawa.

“Cukup! Kalian terlalu banyak bicara.”

Ia mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada Rafael.

Bianca menjerit.

“Jangan!”

Dante segera mengarahkan senjatanya kepada Alessandro.

“Turunkan pistolmu!”

Alessandro tersenyum.

“Kau tidak akan menembakku, Dante. Aku ayahmu.”

Dante menatapnya dingin.

“Seorang ayah tidak menggunakan anaknya untuk mendapatkan kekuasaan.”

Alessandro menggeleng.

“Kau tidak memahami dunia ini.”

“Aku memahami satu hal. Kau telah menghancurkan hidup banyak orang.”

Alessandro semakin marah.

Ia mengarahkan pistol kepada Bianca.

“Sekarang, tanda tangani dokumen itu!”

Dante langsung bergerak melindungi istrinya.

Namun sebelum siapa pun sempat menarik pelatuk, sebuah tembakan terdengar dari luar.

Alessandro terjatuh sambil memegangi bahunya.

Marco muncul bersama beberapa anak buah Dante.

“Don! Kami sudah mengamankan bagian belakang bangunan.”

Dante mengangguk.

“Ambil senjatanya!”

Dua pengawal segera melumpuhkan Alessandro.

Bianca memandang pria itu tanpa berkata-kata.

Alessandro menatapnya dengan kebencian.

“Kau akan menyesali keputusanmu, Bianca!”

Bianca menggeleng.

“Tidak. Aku justru menyesal karena pernah berharap memiliki keluarga yang utuh.”

### 4. Pilihan Seorang Istri

Setelah keadaan terkendali, Dante membawa Bianca keluar dari rumah tua tersebut.

Namun Bianca tidak langsung mengikuti langkahnya.

“Dante.”

Pria itu berbalik.

“Ya, Sayang?”

Bianca menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Aku ingin bertanya sesuatu.”

“Katakan.”

“Jika suatu hari seluruh keluarga Vieri menjadi musuhmu karena aku, apakah kau akan tetap memilihku?”

Dante berjalan mendekat.

“Bahkan jika aku harus kehilangan seluruh kekuasaan, aku tetap memilihmu.”

“Bagaimana jika kau harus kehilangan nama keluargamu?”

“Aku tidak membutuhkan nama keluarga untuk mencintaimu.”

Bianca menangis.

Dante mengusap pipinya.

“Dengarkan aku. Aku tidak pernah menginginkan kekuasaan yang dibangun di atas penderitaan orang lain. Jika harus memilih antara takhta keluarga Vieri dan dirimu, jawabannya selalu sama.”

Bianca memeluknya.

“Aku masih takut, Dante.”

“Aku juga takut kehilanganmu.”

Dante mengecup keningnya.

“Tetapi kita akan menghadapi semuanya bersama.”

### 5. Surat dari Sang Musuh

Malam itu, mereka kembali ke Villa Vieri.

Rafael dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara Alessandro ditempatkan di ruang tahanan pribadi milik Dante.

Bianca sedang beristirahat ketika Marco datang membawa sebuah amplop.

“Maaf mengganggu, Nyonya.”

Bianca menoleh.

“Ada apa, Marco?”

“Surat ini ditemukan di saku Alessandro.”

Bianca menerima amplop tersebut.

Tidak ada nama pengirim. Hanya lambang delapan kelopak di bagian depan.

Ia membuka surat itu.

Tulisan di dalamnya singkat.

Untuk Bianca Laurent.

Kau telah berhasil menemukan sebagian kebenaran. Namun jangan terlalu cepat mempercayai Rafael. Dia bukan pria yang selama ini kau kenal.

Jika ingin mengetahui siapa yang sebenarnya membunuh ibumu, temui aku di kapel tua keluarga Vieri.

Datanglah tanpa Dante.

Di bagian bawah terdapat sebuah tanda tangan.

Vittorio Vieri.

Bianca langsung memanggil Dante.

Pria itu membaca surat tersebut dengan wajah mengeras.

“Tidak. Kau tidak akan pergi.”

“Tapi aku harus tahu siapa pembunuh Elena.”

“Aku akan mengirim orang untuk menemukannya.”

Bianca menggeleng.

“Dia meminta bertemu denganku.”

“Dan itu jelas jebakan.”

Bianca menggenggam surat tersebut.

“Dante, aku tidak ingin hidup dengan pertanyaan yang tidak pernah terjawab.”

Dante terdiam lama.

Akhirnya ia mengangguk.

“Baik. Kita akan pergi bersama. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi siapa pun sendirian.”

### 6. Telepon Tengah Malam

Pukul dua dini hari, ketika seluruh villa mulai tenang, ponsel Dante berdering.

Nomor tak dikenal.

Ia mengangkatnya.

“Siapa?”

Sebuah suara tua terdengar dari seberang.

“Selamat malam, cucuku.”

Dante langsung berdiri.

“Vittorio?”

Pria itu tertawa kecil.

“Bukan. Aku Valerio.”

Dante mengeraskan rahangnya.

“Apa yang kau inginkan?”

“Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Alessandro sudah tidak berguna bagiku.”

“Kalau kau ingin menyerah, datanglah sendiri.”

Valerio tertawa.

“Jangan terlalu percaya diri. Aku memiliki sesuatu yang akan membuatmu menyerahkan Bianca tanpa perlawanan.”

“Apa itu?”

Hening beberapa detik.

Kemudian Valerio mengucapkan kalimat yang membuat Dante kehilangan kata-kata.

“Aku memiliki surat nikah asli milik Bianca dan Rafael.”

Dante membeku.

“Apa maksudmu?”

Valerio menjawab dengan suara dingin.

“Secara hukum, Bianca bukan hanya pewaris keluarga Laurent. Dia juga istri sah Rafael.”

Sambungan terputus.

Dante perlahan menurunkan ponselnya.

Pada saat bersamaan, Bianca muncul di ambang pintu.

“Siapa yang menelepon?”

Dante menatap istrinya.

Ia tahu rahasia berikutnya akan jauh lebih menghancurkan daripada semua kebohongan sebelumnya.

1
nnda
ceritanya dipercepat kah kak? kok tiba² udah punya anak si Bianca sama Dante
Isabell: iya kak mohon maaf update hari ini agak amburadul 😖 ada bab yang hilang, nanti aku ubah dulu kak 🙏
total 1 replies
Frida
💪
Yiruma Nitya
Bagus loh kak sumpah, semangat terus, jangan lupa mampirin aku jg ya
Yiruma Nitya
Jadi penasaran
Zendyaa4
aku baca baca ini kak,tapi pelan pelan. semangat kakk💪
jangan lupa mampirr🤭
niaww
semngat trus kak isabelll
Isabell: terima kasih kak 😍semangat juga untuk mu kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!