NovelToon NovelToon
Hutang Harta Berujung Cinta

Hutang Harta Berujung Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.

Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.

Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode *18

Sama seperti Mang Mamat, Pak Toha juga merasakan hal yang sama. Terjepit di antara Aulia dan Zihan membuatnya tidak bisa berucap apa-apa selain nyengir tak enak sambil melirik Zihan yang ada di belakangnya.

Sementara itu pula, Zihan malah tersenyum lebar seakan tidak ada beban sedikitpun. Dia pun semakin menggoda Aulia lagi dengan memberikan ciuman dari jauh sekali lagi.

Rona wajah Aulia pun semakin terlihat nyata. Perasaan gugup pun semakin kuat dalam hati Aulia. Dengan tatapan kesal, Aulia pun memanggil nama suaminya.

"Kak Zihan!"

Zihan yang bahagia, semakin melebarkan senyumannya. Setelah puas menggoda sang istri, Zihan baru meminta Pak Toha menjalankan mobil yang ia tumpangi.

Kepergian Zihan kini membuat Aulia langsung mengukir senyum manis. Ia merasa hatinya sangat hangat sekarang. Bisa bersama Zihan, mungkin adalah pilihan terbaik. Meskipun pria itu tidak normal. Dan mungkin, tidak akan pernah memberikan ia hal yang paling berharga dalam hidup. Tapi, Aulia berpikir kalau itu mungkin bukan masalah besar. Karena bersama dengan Zihan untuk saling melengkapi saja, itu sudah sangat cukup baginya.

Sementara itu, Zihan pun masih tersenyum meskipun mobil sudah menjauh meninggalkan rumah. Pak Toha dan Mang Mamat yang melihat hal itu pun saling bertukar pandang.

Sejujurnya, mereka ikut merasa bahagia karena majikan mereka ini sedang bahagia sekarang. Karena, sudah lama mereka tidak melihat majikan mereka ini tersenyum lepas setelah kecelakaan yang membuat kedua kaki majikan mereka cacat.

"Mm ... Non Aulia sepertinya orang yang cukup pemalu ya, Den." Mang Mamat angkat bicara.

"Iya, Den. Tapi, dia juga terlihat sangat lucu saat dia malu." Pak Toha pula angkat bicara.

Zihan semakin tersenyum lebar. "Dia memang perempuan yang paling pemalu yang pernah aku temui, Mang, Pak. Tapi, dia juga bisa sangat hangat selain sangat pemalu. Aku merasa, telah menemukan apa yang selama hidupku yang aku cari. Karena itu, aku ingin memberikan dia semua yang terbaik yang bisa aku berikan."

"Oh ya, bagaimana dengan dokter spesialis yang aku minta Mang Mamat carikan? Apa sudah Mang temukan?"

"Soal itu ... maafkan Mang, Den Zihan. Mang masih belum menemukan yang cocok. Tepatnya, yang cocok yang bisa menyembuhkan Den Zihan di dalam negeri. Tapi ... ada satu dokter yang mungkin bisa mengobati Den Zihan. Tapi, dokter itu berada di luar negeri, Den."

"Di luar negeri?" Zihan terlihat sedang berpikir sejenak. Kemudian, ia melanjutkan kembali ucapannya. "Apa kemungkinan aku bisa jalan seperti sebelumnya cukup besar, Mang?"

"Itu ... kata Mas Rafa, kemungkinan Den Zihan bisa jalan cuma tidak lebih dari sepuluh persen saja, Den."

"Tidak lebih dari sepuluh persen? Jadi ... bisa kurang dari sepuluh persen ya?"

Mang Mamat tidak menjawab dengan kata-kata apa yang Zihan tanyakan barusan. Ia hanya memberikan sebuah anggukan pelan saja. Karena itu yang ia dengar dari Rafa kemarin saat membahas soal dokter yang ia mintai cari untuk mengobati cacat pada Zihan saat ini.

"Baiklah, Mang. Katakan pada Rafa kalau aku ingin dia mengurus soal dokter itu. Aku akan pergi untuk berobat meskipun kemungkinan untuk sembuh tidak lebih dari sepuluh persen."

Sontak saja, Mang Mamat dan Pak Toha langsung terkejut karena ucapan Zihan barusan. Bagaimana tidak? Tiga tahun yang lalu, Zihan seperti seseorang yang sama sekali tidak punya harapan untuk sembuh sedikitpun. Bahkan, dia terlihat sangat pasrah dengan keadaan. Tidak ingin menanggapi dunia luar sedikitpun.

Tapi setelah bertemu Aulia, dia malah berubah. Ingin minta dicarikan dokter spesialis untuk mengobati dirinya. Padahal, dulu Mang Mamat dan ayahnya bersikeras untuk mengajak ia berobat ke luar negeri agar dia bisa sembuh meskipun tidak sepenuhnya sembuh. Tapi sayang, Zihan malah menolaknya mentah-mentah. Hingga akhirnya, sang ayah dan Mang Mamat menyerah. Lalu, ikut pasrah pada kenyataan yang Zihan sendiri bisa terima dengan baik.

Tapi sekarang, Zihan begitu gencar minta dicarikan dokter. Bahkan, Rafa yang dulunya hanya sibuk mengurus perusahaan, kini kena imbasnya. Dia juga harus bekerja keras untuk mencarikan dokter terbaik meskipun di luar negeri sekalipun.

Ya, Rafa adalah orang yang paling Zihan percaya selama ini. Rafa adalah adik kelas Zihan yang waktu itu Zihan tolong karena dia tidak punya biaya sedikitpun untuk melanjutkan sekolahnya.

Zihan yang terkesan badboy ini juga punya hati yang luar biasa baik. Dia sangat dermawan dan tidak akan membiarkan orang lain begitu menderita. Contohnya saja Rafa. Dia yang membiayai sekolah pria itu hingga lulus dengan nilai terbaik. Dan Rafa pula datang untuk membalas jasa pada Zihan.

Karena kejujuran yang Rafa miliki, perusahaan yang Zihan buka dengan perlahan, kini sudah membesar dan cukup terkenal di dunia pembisnis. Namun, sampai detik ini, masih tidak ada yang tahu siapa sebenarnya pemilik perusahaan baru atas nama Mulya Grup itu.

Banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaan itu. Tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Dan, salah satu yang ingin bekerja sama dengan perusahaan itu adalah, perusahaan yang sepupu Aulia miliki.

Perusahaan yang kini dipegang oleh suami dari sepupu Aulia itu cukup terkenal di kota sebelah. Hanya saja, kerja sama masih belum terjalin karena mereka ingin tahu siapa pemilik dari perusahaan itu. Tapi, Rafa tidak bisa menunjukkan pemiliknya karena Zihan tidak ingin muncul di depan orang lain.

Rafa sudah pernah mengatakan pada Zihan untuk keluar dari persembunyian. Jangan hanya bersembunyi di balik layar saja. Tapi Zihan masih belum siap. Zihan mengatakan kalau belum saatnya ia keluar. Rafa pun tidak bisa berbuat banyak. Karena dia tidak mungkin memaksa Zihan. Dan, begitulah hingga saat ini. Zihan masih belum keluar.

Tapi, ketika mendengar Zihan minta dicarikan dokter untuk mengobatinya, sebuah cahaya semangat terasa telah muncul. Karena itu, ia begitu gencar untuk menemukan dokter terbaik yang bisa mengobati Zihan. Hingga ia menemukan dokter yang hanya bisa memberikan jaminan tidak lebih dari sepuluh persen. Dan itupun hanya satu-satunya dokter yang ia temui selama pencariannya ini.

Harapan baik perlahan terus muncul. Zihan sedikit demi sedikit sudah mulai menunjukkan perubahan setelah menikah dengan Aulia. Yah, meskipun tidak banyak yang tahu soal pernikahan itu. Tapi pernikahan itu sungguh memberikan kesan baik buat Zihan.

Dan, begitulah kalau cinta yang bekerja. Dia bisa mengubah air menjadi es, dan begitu pula sebaliknya.

...

Aulia saat ini sedang menikmati suasana taman yang sejuk. Tiupan angin siang yang berhembus sedang membuat udara terasa sangat nyaman. Setelah menghabiskan waktu merawat taman, ia pun langsung menikmati segelas jus di bawah pohon tanaman hias yang ada di taman mereka.

Tapi tiba-tiba, kedatangan Mbok Yah mengusik ketenangan Aulia saat ini. Aulia pun langsung memperhatikan apa yang sedang ada di tangan Mbok Yah sekarang.

1
sunaryati jarum
Sadar diri namanya buruk,takut jika usahanya tidak dilirik masyarakatnya karena citramu buruk.Cerdik juga.
sunaryati jarum
Baru mampir
Green_Rose: yuhu... moga betah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!