Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 10
Pagi itu Ana bergegas Menghubungi Risa, mereka bertemu di coffee shop dekat dengan kedai manisan nya.
Expresi Ana terlihat gugup, ia ragu untuk bertanya soal Pria bertopeng yang terus mengusik pikiran nya.
Ana menarik nafas panjang." Risa, apa kamu kenal dengan pria yang memakai topeng di acara lelang waktu itu?" Tanya nya. Serius.
Risa menyeruput kopi latte nya pelan, ia menatap heran, Ana "kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal orang itu?"
"Aku, hanya ingin tau saja!" Gugup.
Risa menatap curiga "Dengar, jangan pernah kamu berurusan dengan orang itu, dia itu orang yang kejam!"
Ana terlihat gelisah tangan nya terus meremas ponsel. "Apa kamu kenal dengan nya?"
Risa mengangguk pelan, sambil terus menikmati minuman nya. "Semua orang di kota ini mengenal nya, Dia itu seorang mafia!"
Ana tertegun kaget "Ma..mafia!"
"Hmm.. dia orang yang kejam, siapa pun yang menyinggung nya tidak akan dia lepaskan!"
Risa me'ngendikan alis menatap aneh, "Kamu terus bertanya soal dia, jangan-jangan kamu.."
Ana tersentak panik "Ma...mana mungkin, aku hanya penasaran, saat di lelang hanya dia yang memakai topeng!" Tepis nya, beralasan.
Risa menghela nafas panjang. "Syukurlah, aku sampai takut.. dengar Ana jangan pernah kamu berurusan dengan orang itu!"
Ana mengangguk pelan, "Apa kamu tau wajah nya.."sambil menyendok cake "seperti nya dia sangat misterius?" Tanya nya, Penasaran.
"Aku tau!"
"Benarkah! Seperti apa?"
"Dia itu masih sangat muda, kata ayah, usia nya masih 28 tahun, dia pria yang berkarisma. Sayang nya dia orang yang kejam!"
Ana mengangguk, tertarik mendengar cerita. "Aku pikir wajah nya buruk, karena itu dia memakai topeng!"
"Mana mungkin, ini pertama kali nya kami melihat orang itu memakai topeng. Sebelum nya tidak pernah!" Jelas Risa.
Ana tertegun " Benarkah!"
Risa membalas dengan Anggukan, ia melihat jam di tangan nya " Aku harus pergi ke kampus, " menghabiskan sisa kopi " nanti kita mengobrol lagi, dahh.." pergi melambaikan tangan.
Ana membalas lambaian Risa, obrolan mereka terputus begitu saja. Ia juga segera pergi dari coffee shop.
Pagi ini ia terasa malas untuk buka kedai.
Ia berjalan menuju kedai yang jarak nya hanya 20 meter dari coffee shop.
Langkah nya terhenti ketika ia hampir sampai, ia melihat mobil mewah berhenti di depan kedai nya.
Ares keluar dari mobil bersama kedua anak buah nya. Ana memperhatikan mereka yang berjalan ke arah nya.
Ares berhenti tepat di depan Ana, "Nona, bisakah kamu ikut kami sebentar? bos kami ingin bertemu!"
Ana bingung ketika pria di hadapan nya tiba-tiba meminta nya ikut dengan mereka. "Kalian siapa?"
"Aku Ares, asisten Bos x!" Mengulurkan tangan. Memperkenalkan diri.
Ana hanya melirik mengabaikan, sehingga Ares menarik kembali tangan nya.
"Aku tidak kenal dengan Bos kalian!"
"kamu pernah bertemu dua kali dengan bos kami, di acara lelang dan di area parkir, Apa nona lupa!" Tersenyum kecil.
Ana tertegun kaget, langkah nya mundur mengingat saat di area parkir.
melihat reaksi Ana, Ares mempersilahkan nya untuk naik ke mobil "Silahkan, Nona Ana!" Seru nya.
Ana tertegun diam, saat pria di hadapan nya tahu siapa diri nya. Ia punya firasat buruk saat ini, tangan nya menggenggam erat tali tas. Ia tau jika ia menolak mereka tetap akan memaksa membawanya pergi menemui bos mereka.
Langkah Ana berat masuk kedalam mobil, ia duduk dengan perasaan cemas.
Ia terus mengingat apakah selama di kota ia pernah menyinggung bos mereka. Namun ingatan nya tidak pernah menyinggung siapa pun.
.
.
.
.
Bersambung.