Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Memang tuyul
Rania menahan nafas ketika dia melihat sendiri sosok bocah kecil yang begitulah pemakan ikan yang ada di atas kursi yang terbuat dari rotan itu, Bahkan dia dengan tenang sambil menatap kesana kemari memakan ikan mentah yang sudah dia bawa, tapi bukan karena sosok itu yang memakan ikan mentah yang membuat Rania merasa ketakutan.
Tapi Dengan hadirnya makhluk tersebut maka kecurigaan dia tentang tuyul yang dipelihara oleh Ilham dan juga Rina sudah terbukti dengan benar, bahkan Tak lama kemudian tuyul itu juga mulai memainkan kacang hijau yang berserakan sehingga membuat Rania merasa begitu merinding tidak tertahan melihat pemandangan yang ada di depan mata.
Mbok Inem juga sama sekali tidak bisa bergerak dari tempat dia bersembunyi setelah membuktikan sendiri bahwa Ilham memang memelihara tuyul, kecurigaan dirinya sudah benar ketika pertama kali melihat jasad Rina dengan keadaan payudara bolong seperti itu dan kemudian malah lanjut lagi dengan gosip yang bermunculan bahwa Rina telah menjadi arwah gentayangan.
Belum lagi ketika tadi memasak maka dia menemukan air yang ada di dalam gentong itu berubah menjadi hitam berlendir dengan bau yang begitu menusuk, Oleh sebab itu Mbok Inem sengaja meminta kacang hijau kepada Rania dan dia pun menyebar kacang tersebut untuk membuktikan sendiri apakah tuyul itu memang ada.
''Suttttt.'' Mbok Inem menutup mulut Rania dengan kuat ketika Gadis itu akan berteriak karena kaget.
Rania menoleh untuk memastikan dan dia merasa agak lega setelah tahu sendiri bahwa orang yang ada di belakang dia saat ini adalah Mbok Inem, meski ada rasa bingung namun dia tetap berusaha tenang karena saat ini bila mereka bersuara maka yang ada tuyul itu akan menyadari keberadaan mereka berdua.
Krauuuuk.
Kraaaauukk.
''Emm enak.'' bocah kecil itu Terus saja mengunyah ikan mentah.
''Satu, dua.... heheeeeee....
''Ibuuuu... mau susu.'' baru saja tertawa namun anak itu kembali merengek seperti akan menangis.
''Dia memanggil ibu siapa?'' Rania membatin di dalam hati..
Sebenarnya sudah ada firasat bahwa bocah kecil itu menangis dan memanggil ibu kepada Rina, namun Rania berusaha menyangkal perasaan tersebut karena dia tidak sanggup membayangkan bila ternyata Rina memang menyusui anak iblis tersebut untuk memperkaya diri dan tentu saja Ilham juga ikut bekerja sama dalam misi kali ini.
''Rina meninggal Memang secara tidak wajar jadi aku sengaja membuktikan dengan cara ini.'' Mbok Inem berbisik ke pada Rania.
''Susu nya busuk dan bolong, Jadi benar apa yang ada di internet itu bahwa Kak Rina sudah menyusui tuyul.'' Rania tertegun dengan tubuh merinding.
''Kini kau yang harus menjaga diri dan jangan sampai terjebak dalam urusan itu.'' Mbok Inem berusaha memberikan peringatan kepada Rania.
''Aku?!''
''Ya, karena kau pernah serumah dan secara tidak langsung kau juga menikmati harta yang mereka dapat.'' tegas Mbok Inem.
''Tidak, Aku tidak mau memiliki urusan dengan tuyul seperti itu.'' Rania menggeleng karena dia memang sangat takut.
Benar apa yang telah dikatakan oleh Mbok Inem bahwa bisa saja saat ini tuyul itu akan mendatangi Rania untuk meminta ganti susu setelah Rina meninggal dunia, sebab memang Rania yang tinggal di serumah dengan Rina dan kemungkinan besar dia begitu banyak memakan uang hasil pesugihan tersebut sehingga bisa saja tuyul itu akan datang untuk meminta air susu.
''Ayo kita pergi sekarang sebelum dia menyadari keberadaan kita di sini.'' Mbok Inem menarik Rania untuk segera pergi.
Rania dan Mbok Inem berjalan perlahan-lahan agar tuyul itu sama sekali tidak menyadari keberadaan mereka di sini, sungguh sangat menakutkan melihat keadaan tuyul itu sehingga membuat Rania sudah membayangkan bagaimana selama ini Rina menyusui makhluk iblis itu.
Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.