Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Kaget sekaligus bahagia melihat penampilan baru istri sahabatnya yang sudah merubah penampilannya tidak terlihat sederhana dan sekarang penampilan barunya membuat Mila terlihat semakin cantik dengan wajahnya dipakai makeup dan memakai aksesoris mempercantik penampilannya.
"Sudah siap ke bandara apa semuanya sudah dibawa?" tanya Erik melihat Mila dengan tatapan kagum.
"Ngapain lo pakai jemput OKB ini sih merepotkan sekali, seharusnya dia sendirian saja ke bandara dan ATM punya Farhan jangan dibawa karena Mila tidak pantas bawa itu." ucap Gendis kesal.
"Terserah apa kata Kakak saja, kalo kamu bukan Kakaknya Farhan sudah malas melihat kamu dan saya bisa saja balas ucapan kamu tapi selalu tidak jadi karena saya menghargai kamu sebagai keluarga, Hayo Mas kita jalan saja percuma tanggapi ucapan dia terus tidak ada habisnya." ajak Mila langsung jalan menuju mobil, tidak ingin merusak hari bahagianya dengan emosi terlalu lama.
Melihat istri sahabatnya sudah jalan menuju mobil membuat Erik langsung susul Mila untuk masuk kedalam mobil.
Kesal dan semakin kesal melihat tingkahnya Mila yang semakin berani menjawab ucapannya, Gendis merencanakan untuk susul Mila dan merusak liburannya karena tidak rela membiarkan perempuan kampung semakin banyak menikmati harta yang dimiliki Farhan.
**
Tidak akan membiarkan istrinya merapihkan apartemen selama liburan ditempat kerjanya, membuat Farhan minta ART nya untuk tinggal di apartemen selama ada istrinya supaya apartment selalu rapih dan bisa masak supaya Mila tidak ribet masak untuk makan bareng.
"Disini ada kamar didapur, kamu rapihkan saja untuk kamu tidur disana selama lima hari." ucap Farhan memberikan ijin ART nya untuk tinggal di apartemen dan jika tidak ada siapapun larang ART nya untuk tinggal di apartemen nya.
"Baik Tuan akan saya rapihkan, Nyonya mau disiapkan makanan apa Tuan?" tanya ART yang siap memberikan makanan terbaiknya untuk majikannya.
"Siapkan ayam saus tiram, sayur kangkung, sambal cabai ijo, dan buah tolong siapkan buah apel saja." lanjut Farhan yang sudah hafal apa saja yang biasa di makan mila selama ada di rumah.
"Siap Tuan kalo begitu saya siapkan sekarang kalo begitu." lanjut ART mengerti sama makanan yang diinginkan Farhan, langsung jalan menuju dapur untuk siapkan makanan yang sudah diminta sama Farhan tadi, berharap sebelum istri majikannya tiba masakannya sudah matang dan bisa dinikmati saat Mila sudah tiba di apartemen.
**
Penasaran dengan perubahan yang dilakukan Mila membuat Erik langsung tanya alasan Mila merubah penampilannya terlihat semakin cantik.
"Dirumah saya sudah berusaha sabar dengan ucapan Kakaknya Farhan dan berusaha mengerti kebiasaan Farhan yang mageran parah, dari pada saya stres sendiri dengan cobaan yang ada lebih baik menikmati pemberian nafkah yang diberikan Farhan selama ini dan memanjakan diri sendiri, seperti sudah cukup dirumah terus apa lagi Farhan kerja jauh jadi iya lebih baik jalan-jalan dari pada menghabiskan waktu sendirian didalam kamar bisa semakin stres saya kan." ucap Mila terus terang sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak curhat sama orang lain, tidak akan kasih tahu alasan utama dirinya merubah penampilannya karena saran dari ART nya takut ditegur dan membuat masalah baru.
"Kamu benar dari pada hidup tidak tenang mending menikmati hidup walaupun hambar, salut sama kamu masih mau bertahan disamping Farhan dan mau mengerti dia sejauh ini." ucap Erik salut sama Mila masih mau mempertahankan pernikahannya, walaupun pernikahannya tidak ada kebahagiaan sama sekali.
"Setiap pernikahan ada cobaannya masing-masing masih mau belajar menjalani semua ini semaksimal mungkin dan berharap bisa merubah kebiasaan Farhan yang mageran dan gila kerja sampai lupa memberikan kebahagiaan untuk istrinya. Saat pacaran dia bisa meluangkan waktu karena dia masih diluar rumah tapi setelah nikah jadi tahu mager itu dia setelah sampai kamar lebih memilih tidur dan akhirnya mengabaikan istrinya." lanjut Mila terus terang berusaha tidak sedih sama apa yang sudah terjadi.
Menikmati perjalanan menuju bandara sambil sesekali ngobrol sama Erik supaya tidak bosan terlalu lama didalam mobil.
Berharap Mila bisa hidup bahagia bersama Farhan dan tidak ada penyesalan dalam hidupnya, tidak tega melihat perempuan baik-baik seperti Mila harus merasakan sedih kehilangan karena kebiasaan Farhan yang tidak bisa dirubah sama sekali.
**
Jarang sekali Kakaknya telefon Farhan apa lagi kebutuhan Kakaknya sudah di transfer Farhan beberapa hari lalu, apa lagi kebiasaan transfer sudah dijadwalkan Farhan untuk kebutuhan ketiga Kakaknya dan Mila waktunya dikirim bersamaan supaya tidak ada rasa iri apa lagi menunggu haknya dikirim.
"Ada apa telefon Kak?" tanya Farhan to the point.
"Mau protes kenapa kamu biarkan perempuan matre itu ke tempat kamu, tahu tidak perempuan itu tidak tahu diri beli banyak barang dari uang yang lo kasih tidak tahu diri sekali dia heran, mau merubah statusnya apa dari orang kampung jadi orang kaya asli tidak pantas sama sekali." protes Gendis diseberang sana dengan kesal.
"Apa sih Kak bilang Mila tidak tahu diri, memang sudah hak dia kok saya kasih nafkah Kak, kalo dia merubah penampilannya iya sudah hak dia kenapa dilarang dan protes sih Kak, lagian jatah Kakak tetap sama seperti sebelumnya tidak saya kurangi kan Kak jadi ngapain protes sih dan lebih baik cari jodoh Kak biar tahu hak istri dari suami seperti apa Kak dari pada jomblo terus dan protes sama apapun yang saya kasih ke Mila dan protes apapun yang dibeli Mila Kak." lanjut Farhan mulai tidak suka mendengar Kakaknya banyak protes terus setiap hari, protes di chat dan sekarang sengaja telefon buat protes lagi tidak bosan sama sekali.
"Jangan suruh nikah deh lo Farhan, dia kan bukan keluarga kita jadi tidak ada hak dikasih nafkah sama lo dan biarkan dia cari uang sendiri sudah gede dan sudah bagus numpang tinggal dirumah kita gratis seharusnya tahu diri jadi orang." lanjut Gendis tidak terima dengan ucapan Farhan barusan, masih berusaha untuk larang Farhan memberikan uang untuk Mila.
"Belanja sana Kak dari pada pusing larang-larang saya terus untuk memberikan nafkah untuk Mila dan larang istri saya menikmati hidupnya, mending sekarang Kakak belanja sepuasnya biar tidak kesal dan pusing setiap hari Kak jadi kasihan saya sama kamu Kak." lanjut Farhan melihat wajah Kakaknya terlihat kesal mendengar ucapannya, tapi memang benar lebih baik Kakak nya belanja sepuasnya dari pada kesal sendiri melihat Mila bisa menikmati hidupnya dengan menikmati pemberiannya.
Matikan telefon tanpa pamit sama Farhan kesal mendengar ucapan adiknya sama sekali tidak bisa dikasih tahu dan tidak mau usir Mila dari rumah bahkan membiarkan perempuan kampung menikmati pemberiannya Farhan.