Pengorbananku untuk selalu mempertahankan cinta kita berakhir hancur,karena hilangnya sebuah kepercayaan mu padaku,hanya karena sebuah kesalahpahaman kamu memilih meninggalkanku .
Namun aku tidak sebodoh itu untuk meratapi kepergian mu,jika kamu meninggalkanku aku tidak akan bertindak bodoh untuk tetep bertahan menunggumu dengan cinta yang masih tersimpan di hati.
Aku akan membalas rasa sakit di hatiku agar kamu tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sudah tidak dipercayai lagi.
Bagaimana kisah selanjutnya..........
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
"Damara kamu nanti akan baik baik saja kan,nanti kamu tidak satu shif dengan kita " ucap Mala pada damara.Damara tersenyum ,"Tenang saja aku baik baik saja,lagipula aku sudah pernah juga kan tidak satu shif dengan kalian " jawab damara meyakinkan teman temannya.
Teman teman damara mengangguk bersama,"tapi tetap saja kami khawatir ,kami semua takut jika kamu di bully lagi ,jika kamu di bully nanti gimana ,tidak ada yang membelamu" ucap Wulan takut.
"Tenang saja ,kalian sudah kenal aku kan,jika aku di bully nanti aku tidak akan diam ,jadi kalian tidak usah khawatir aku akan baik baik saja " ucap damara.
Wulan ,Mala,dan meyla tersenyum dan memeluk damara bersama,"Baik baik ya nanti,jika kamu sudah tidak tahan dengan bullyan mereka telephone saja kami ya ,kita akan membantumu nanti" ucap Wulan .
Damara tersenyum lebar ,"Terima kasih teman teman,kalian adalah temanku paling terbaik di dunia ini" jawab damara. "Kalau begitu kami pamit ke kost an dulu ya,kamu baik baik di sini ,kalau ada waktu nanti kita akan mampir kesini lagi" ucap Mala.
"Benar nanti kita bisa mendengarkan suara merdu damara sambil ngopi cantik " ucap meyla juga.
Semua tertawa mendengar ucapan meyla."Ya udah kita pamit dulu ya damara ,dadahhhh" ucap Mala ,diikuti meyla dan Wulan .Damara melambaikan tangannya juga .Damara melihat teman temannya meninggalkan dirinya .
Damara pun menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi . Selesai berkemas damara melihat jam sudah menunjukan pukul 19.00 malam,damara pun segera bersiap siap untuk bekerja.
Di lain tempat........
Alex sedang melamun di halaman rumah budhenya,tak lama pakdhe Alex menyusul sambil membawa secangkir kopi di tangan kanannya,"Loh Alex ternyata kamu di sini to,pakdhe kirain ada di kamar tadi" ucap pakdhe Alex.
Alex tersenyum pada pakdhenya ,"Alex sedang mencari udara segar pakdhe " jawab Alex.Pakdhe Alex mengangguk lalu duduk di samping Alex sambil meletakkan kopi nya di meja ,"Kalau tahu kamu sedang di sini pakdhe buat kopi 2 tadi " ucap pakdhe .
"Tidak usah pakdhe terima kasih Alex tidak terbiasa minum kopi di malam hari " jawab Alex. Pakdhe Alex tertawa "Hahahaha kamu mirip sekali sama ayahmu ,ayahmu juga hampir tidak pernah minum kopi di malam hari" ucap pakdhe Alex .
Alex tersenyum ,"Menurut pakdhe sifatmu itu sama dengan ayahmu tapi wajahmu mirip dengan ibumu ,oh iya sekarang kamu umur berapa" ucap pakdhe Alex.
"Tahun ini Alex menginjak umur 30 pakdhe" jawab Alex.
"Walah ,ternyata kamu sudah kepala 3 to,pakdhe kira kamu masih berumur 25 Lo" ucap pakdhe Alex kaget."Iya pakdhe banyak yang bilang seperti itu pada Alex" jawab Alex.
"Apa kamu sudah punya pacar atau tunangan mungkin ?" tanya pakdhe Alex.Alex mengeleng "Belum pakdhe " jawab Alex .
Pakdhe Alex kaget "Loh kenapa belum ,umurmu sudah cukup untuk berumah tangga ,atau belum ada yang kamu cocokki" ucap pakdhe Alex penasaran.
Alex menghembuskan nafasnya kasar ,"Di kota banyak cewek yang salah pergaulan dan banyak juga yang sudah main bebas ,jadi Alex ragu jika mencari cewek di kota karena takut jika Alex salah pilih dan mengecewakan mama pakdhe" jawab Alex.
Pakdhe Alex mengangguk mengerti ,"Memang jaman sekarang sudah berubah tidak seperti dulu ,atau kamu mau mencari calon di sini aja ,di sini tidak ada yang namanya pergaulan bebas karena adatnya masih kental dan peraturan yang ketat jadi gadis di desa ini aman tidak ada yang aneh aneh karena terikat peraturan" ucap pakdhe Alex .
Alex menatap pakdhe nya ,"Sebenarnya Alex sudah menyukai salah satu gadis di desa ini " lirih Alex."Apaaaa" pakdhe Alex kaget .
"Jangan teriak teriak pakdhe nanti budhe kebangun sama tetangga di sini" ucap Alex . "Oh iya maafkan pakdhe,siapa gadis di desa ini yang kamu sukai ,apa gadis kembang desa di sini ,karena dia paling cantik dan tidak punya pacar juga" ucap pakdhe Alex.
"Kembang desa ,siapa pakdhe ?" tanya Alex penasaran,"Ituloh si nak pelangi anaknya pakdhe sukar" jawab pakdhe Alex.
"Alex tidak mengenalnya pakdhe" ucap Alex ,"Waduh terus kamu kepincut gadis siapa" tanya pakdhe Alex.
Alex tersenyum "anaknya bapak Darsono sama ibu Yarni " jawab Alex pelan ,"Apaaaaaaaaaaa" teriak kencang pakdhe Alex ,hingga Alex menutup kedua telinganya mengunakan telapak tangannya.
"Ya Allah bapak ,ada apa malam gini kok teriak kencang banget,kalau tetangga bangun gimana " gerutu budhe Alex.
"Buk ponakan kita jatuh cinta sama nak damara,nanti kita besanan sama pak Darsono sama istrinya dong" ucap pakdhe Alex .
"Kamu sudah cerita to Alex dengan pakdhemu " tanya budhe Alex.Alex mengangguk ,"Biar saja to pak,namanya aja cinta ,awalnya mereka tidak akur tapi akhirnya yang satu ini jatuh cinta kan,justru kita harusnya senang dong pak bisa besanan sama Bu Yarni dan suaminya" jawab budhe Alex.
"Iya buk,bapak hanya kaget saja,kita akan besanan sama pak Darsono ,seperti mimpi ,terus kamu udah nembak nak damara Alex?" tanya pakdhe damara.
"Belum pak,Alex baru mau pdkt an Ara sudah pergi " jawab Alex lesu."Loh memang pergi ke mana nak damara?" tanya pakdhe Alex.
"Itu loh pak damara pergi lagi ke kota katanya manajernya menyuruh damara kembali bekerja " jawab budhe Alex.
"Jadi kamu murung malam malam gini gara gara kamu ditinggal nak damara to le" ucap pakdhe Alex.
Alex tersenyum kecil ,"Orangnya tidak ada kamu rindukan,tapi kalau orangnya ada kamu jahili ,persis saat kamu kecil dulu ,hati hati Lo nanti kalau kamu terus jahili nak damara ,nanti nak damara tidak mau sama kamu Lo" ucap pakdhe Alex.
"Tapi Alex kan tampan pakdhe ,harusnya damara senang bisa Alex sukai " ucap Alex.Pakdhe dan budhe Alex tertawa ,"Kamu tampan menurutmu tapi di mata nak damara belum tentu kamu tampan ,percuma kalau tampan tapi tukang jahil " ucap budhe Alex.
Alex kesal.Tak lama ada sebuah mobil berwarna putih memarkirkan mobilnya di depan rumah budhe dan pakdhe Alex.
Saat orang di mobil itu turun ,Alex dan pakdhe ,budhenya kaget .
"Mama ,ayah" ucap Alex .Mata pakdhe sumijo membelalak kaget ,"Saudaraku Zack ya allahhh kamu makin tampan aja sejak menjadi kaya,gimana kabarmu " tanya pakdhe sumijo sambil memeluk ayah Alex setelah sampai di dekatnya.
"Aku baik baik saja seperti yang kamu lihat " jawab ayah Alex. "Clara bagaimana kabarmu " tanya budhe jiyem pada mama Alex . "Aku baik baik saja kak ,gimana Alex nakal tidak ,maaf ya sudah merepotkan" ucap mama Alex.
"Huss sama sekali tidak merepotkan kok,justru kami malah senang Alex ada di sini jadi ada sedikit hiburan" ucap budhe jiyem.
"Ayo masuk masuk kita ngobrol di dalam aja ,di luar dingin " ucap pakdhe Alex pada mama dan ayah Alex.
Sampainya di ruang tamu ,Alex dan ayah,ibu nya duduk berdampingan dengan Alex di tengah ,sedangkan pakdhe Alex duduk di depan mereka .
"Mama sama ayah kok tumben nyusul Alex ?" tanya Alex. "Putra mama ini tidak pernah menelphone mama jadi mama kangen ,mama ajak ayahmu kemari deh ,kamu betah ya di rumah pamanmu sampai lupa sama mama dan ayah" ucap ibu Alex.
"Iya Alex betah di sini ,di sini Alex bebas dari tumpukan dokumen yang sangat memusingkan " jawab Alex ,Ayah Alex tertawa ,"Umurmu sudah menginjak kepala 3 Alex seharusnya kamu harus lebih tegas dan fokus menata hidupmu ,lagipula berkas yang memusingkan itu yang akan menentukan masa depanmu " ucap ayah Alex.
"Mungkin Alex hanya butuh refreshing saja " Jawab pakdhe Alex . Mama alex tersenyum "Iya benar kak ,Alex itu lebih suka bermain main dan tidak fokus pada masa depannya , maka dari itu aku memilih Alex berlibur di rumah kakak karena bisa belajar banyak hal ,jika putraku kuizinkan berlibur di tempat lain aku tidak yakin dia mau belajar " ucap mama Alex.
"Aku hanya pusing bukan mau bermain main " ucap kesal Alex."Iya iya terserah padamu ,kamu di sini tidak berbuat ulah kan?" tanya ayah Alex.
Alex tersenyum kecil ,"Mungkin sedikit " jawab Alex . Mama Alex langsung menjewer telinga Alex ,"Kamu itu tidak pernah berubah ,selalu saja berbuat ulah di manapun kamu berada " gerutu mama Alex.
"Aduh ma sakit ma " keluh Alex . "Hanya masalah kecil ,lagipula alex sudah bertanggung jawab kok " bela pakdhe Alex . Mama Alex pun melepas jeweran di telinga putranya.
Budhe jiyem pun datang membawa minuman untuk tamunya ,"Ayo diminum dulu kalian pasti sudah sangat lelah kan " ucap budhe jiyem.
"Terima kasih kak" ucap mama Alex.Budhe jiyem hanya mengangguk . "Mama dan ayah kok kemari sih ,jangan jangan ada sesuatu yang pastinya Alex tidak suka ya" ucap Alex menatap ayah dan mama nya curiga.
Mama dan ayah Alex saling bersitatap ,"Sebenarnya kami ke sini untuk menjemputmu ,ada sesuatu yang harus kamu urus di kota " jawab ayah Alex.
"Tuh kan ,mana mungkin ayah dan mama jemput Alex jika tidak ada alasannya ,Minggu depan Alex pulang" Jawab Alex . "Tidak bisa Minggu depan Alex harus sekarang" jawab mama Alex.
"Loh kalian menginap dulu saja ,ini sudah malam jangan pulang malam malam lagipula kalian baru saja sampai di sini " ucap pakdhe Alex .
Ayah Alex menatap istrinya ,mama Alex mengangguk ,"Baiklah kami akan menginap ,dan kamu Alex kamu harus mengemasi pakaianmu untuk pulang besok ,ayah tidak mau ada alasan lagi" ucap ayah Alex.Alex marah dan langsung berdiri dan masuk ke kamarnya.
Budhe jiyem kasihan melihat Alex "Biarkan Alex berlibur di sini setidaknya seminggu lagi ,seperti nya Alex masih belum puas di sini" ucap budhe jiyem.
"Sebenarnya kami tidak apa apa jika Alex masih mau di sini,tapi ada urusan yang penting dan mendadak jadi kami tidak bisa menundanya terlalu lama" jawab mama Alex .
Pakdhe dan budhe Alex mengangguk .
Di kamar Alex ,Alex mengambil kopernya yang ada di atas lemari dengan kasar lalu membukanya dan memasukkan barangnya sembarangan ,"Pasti pekerjaan lagi ,aku sangat kesal ,seandainya aku bisa menjadi rakyat biasa seperti pakdhe dan budhe aku tidak akan pusing pusing memikirkan tumpukan kertas yang sangat memusingkan ,arghhhh" ucap Alex .
Saat Alex memasukkan baju bajunya sembarangan ,Alex menjatuhkan sesuatu ,Alex pun mengambilnya ,"Ini kan gelang couple ,Ara ,iya ara ,Ara ada di kota ,jika aku kembali ke kota aku bisa mencari Ara ,benar ,kok aku tidak kepikiran sih,Ara tunggu aku" ucap Alex sambil tersenyum lebar dan dengan semangat merapikan koper miliknya .
Setelah beberapa saat Alex telah selesai mengemasi kopernya,Alex langsung tidur di kasurnya sambil mengengam gelang couple miliknya .