NovelToon NovelToon
Untuk Wanita Yang Pernah Menyelamatkanku

Untuk Wanita Yang Pernah Menyelamatkanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Lidya Ribka pandiangan

Alex Christopher Nozer, CEO muda sekaligus pemimpin mafia paling ditakuti di London, tak pernah percaya pada cinta. Hidupnya hanya dipenuhi darah, kekuasaan, dan pengkhianatan. Namun segalanya berubah sejak seorang wanita asing berulang kali menolongnya tanpa mengetahui siapa dirinya. Lauren Valencia Varles, gadis sederhana yang berhati lembut, tanpa sadar menjadi satu-satunya cahaya di dunia kelam Alex. Ketika takdir kembali mempertemukan mereka di perusahaan milik Alex, obsesi mulai tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Di balik status tunangan hasil perjodohan dan musuh yang mengincar kekuasaannya, Alex bertekad memiliki Lauren dengan caranya sendiri. Di dunia mafia, cinta bukan tentang kebebasan, melainkan kepemilikan. Mampukah Lauren bertahan di sisi pria yang rela menghancurkan siapa pun demi melindunginya, atau justru ia akan terjebak menjadi Wanita Simpanan Sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Ribka pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Rak yang roboh

******

Beberapa bulan sudah berlalu sejak hari pertama Lauren bekerja di Nozer Holdings.

Rutinitasnya kini jauh lebih mapan, jauh dari kekakuan dan kegugupan yang dulu selalu menyertainya setiap kali melangkah masuk ke gedung ini.

Ia sudah hafal betul setiap sudut lantai dua puluh dua, mengenal hampir semua rekan kerjanya, dan pekerjaannya sendiri tidak lagi terasa asing seperti dulu.

Sore itu, menjelang jam pulang, Lauren teringat ada satu berkas lama yang dibutuhkan untuk melengkapi laporan bulanan yang harus ia selesaikan besok pagi.

Berkas itu sudah terlalu lama untuk disimpan di lantai kerja biasa, sehingga harus diambil langsung dari ruang arsip di lantai bawah tanah gedung, tempat dokumen-dokumen lama perusahaan disimpan rapi dalam rak-rak besi tinggi yang berjajar seperti labirin.

"Aku turun ke ruang arsip dulu sebentar," kata Lauren kepada Della yang masih sibuk merapikan mejanya sendiri. "Ada berkas lama yang perlu kuambil buat laporan besok."

"Sekarang? Sebentar lagi jam pulang," Della melirik jam dinding, alisnya terangkat.

"Cuma sebentar," jawab Lauren, sudah beranjak dari kursinya. "Biar besok pagi tidak buru-buru lagi."

"Mau kutemani?" tawar Della, meski sudah setengah merapikan tasnya sendiri.

"Tidak usah, kau pulang saja duluan," jawab Lauren, tersenyum kecil. "Aku juga tidak akan lama."

Ia turun lewat lift khusus menuju lantai bawah tanah, tempat yang jarang sekali dikunjungi karyawan biasa selain staf arsip sendiri. Lift itu berderit pelan saat pintunya terbuka, mengantarkannya ke suasana yang jauh berbeda dari hiruk pikuk lantai kerja di atas.

Udara di sana terasa lebih dingin, lebih lembap, diterangi lampu neon yang berkedip pelan di beberapa titik langit-langit. Rak-rak besi tinggi berjajar rapi, masing-masing diberi label tahun dan divisi, menyimpan ribuan dokumen yang menumpuk selama bertahun-tahun keberadaan perusahaan ini.

Lauren memeriksa daftar kode yang sudah ia catat sebelumnya, menyusuri lorong sempit di antara rak-rak itu, sampai akhirnya menemukan rak yang ia cari. Namun kotak arsip yang ia butuhkan ternyata berada di rak paling atas, jauh melampaui jangkauannya meski ia sudah berjinjit sekuat mungkin.

Ia menoleh ke sekeliling, mencari staf arsip yang biasanya berjaga di sana, tapi ruangan itu tampak kosong, mungkin sudah lebih dulu pulang karena jam kerja yang hampir usai. Matanya menangkap sebuah tangga lipat kecil yang tersandar di ujung lorong, biasa digunakan staf arsip untuk menjangkau rak-rak tinggi semacam ini.

Lauren menyeretnya mendekat, membuka lipatannya, lalu memastikan posisinya cukup stabil sebelum mulai menaikinya perlahan. Anak tangga demi anak tangga ia naiki dengan hati-hati, tangannya berpegangan erat pada sisi tangga, sampai akhirnya ia cukup tinggi untuk meraih kotak arsip yang ia cari di rak paling atas.

Ia meraih kotak itu dengan kedua tangan, sedikit memaksakan diri karena posisinya yang tidak sepenuhnya nyaman, jari-jarinya menyentuh tepi kotak itu, hampir berhasil menariknya keluar dari raknya.

Namun tepat saat itu, kakinya yang berpijak di anak tangga tergelincir. Lantai beton di bawah tangga itu ternyata basah, mungkin sisa pel yang belum sepenuhnya kering, tidak terlihat jelas di bawah cahaya lampu yang temaram. Tangga itu berderit, bergeser sedikit dari posisinya, dan Lauren refleks meraih apa pun yang bisa ia gapai untuk menahan keseimbangannya.

Tangannya menghantam rak besi di sampingnya, tidak sengaja mendorongnya dengan cukup keras karena panik.

Rak itu, yang sudah tua dan sedikit longgar sambungannya, oleng seketika, kotak-kotak arsip di atasnya mulai berjatuhan satu per satu.

Lauren menjerit kaget, mencoba melompat turun dari tangga, tapi terlambat. Rak besi itu roboh ke arahnya, menghantam bahu dan punggungnya sebelum akhirnya membuatnya terjatuh ke lantai bersama reruntuhan kotak-kotak arsip yang berserakan di sekelilingnya.

Rasa sakit menjalar tajam dari kakinya yang tersangkut di antara besi rak yang roboh, membuatnya tidak bisa bergerak bebas.

Lauren meringis, mencoba menggeser tubuhnya, tapi setiap gerakan kecil membuat rasa sakit itu semakin menusuk. Debu dari rak tua itu masih beterbangan di udara, membuatnya terbatuk-batuk di sela rintihannya sendiri.

"Aduh," rintihnya pelan, napasnya memburu, jantungnya berdebar kencang oleh kombinasi kaget dan sakit yang datang begitu tiba-tiba.

Ia mencoba menarik kakinya perlahan, tapi besi rak yang menindihnya terlalu berat untuk ia dorong sendirian dalam posisi terjatuh seperti ini.

Setiap kali ia mencoba mendorongnya, rasa sakit di pergelangan kakinya semakin menjadi, membuatnya harus berhenti sejenak, mengatur napas, sebelum mencoba lagi dengan hasil yang sama sia-sianya.

Lauren menoleh ke sekeliling, ruangan yang tadinya sudah sepi kini terasa jauh lebih senyap dan menakutkan, hanya diterangi lampu neon yang berkedip pelan di kejauhan, bayangan rak-rak tinggi menciptakan lorong-lorong gelap yang seolah semakin menyempit di sekitarnya.

"Tolong!" teriaknya, suaranya bergema di antara rak-rak tinggi yang mengelilinginya. "Ada orang di sini? Tolong aku!"

Tidak ada jawaban.

Lauren menahan napas, mencoba mendengarkan, berharap ada seseorang yang mungkin masih berada di lantai ini, staf arsip yang mungkin belum sepenuhnya pulang, atau siapa pun yang kebetulan lewat.

Ia mencoba lagi, berteriak lebih keras, meski tenggorokannya mulai terasa perih. "Tolong! Ada yang bisa dengar aku?"

Rasa sakit di kakinya membuat matanya berkaca-kaca, campuran antara sakit fisik dan rasa takut yang mulai menjalar, membayangkan dirinya terjebak sendirian di ruangan bawah tanah ini sampai entah kapan, tanpa ada seorang pun yang tahu keberadaannya.

Ia teringat Della yang sudah lebih dulu pulang, tidak akan menyadari ketidakhadirannya sampai besok pagi.

Ia meraih ponselnya yang terjatuh tidak jauh darinya, mencoba meraihnya dengan tangan yang masih bisa bergerak bebas, jarinya gemetar saat berusaha menyambungkannya ke telinganya.

Tapi sebelum ia sempat menekan nomor siapa pun, telinganya menangkap sesuatu, suara langkah kaki yang samar namun jelas semakin mendekat dari arah lorong di seberang rak-rak arsip.

Lauren menahan napas, tidak yakin harus merasa lega atau justru semakin waspada, tidak tahu siapa yang akan muncul dari balik lorong gelap itu. Bayangan di dinding memanjang seiring langkah kaki itu semakin dekat, siluetnya masih kabur di antara rak-rak tinggi yang menghalangi pandangannya.

"Halo?" panggilnya lagi, suaranya lebih pelan kali ini, campuran antara harap dan cemas. "Tolong, aku terjebak di sini!"

Langkah kaki itu berhenti sejenak, seolah orangnya baru menyadari arah suara Lauren, sebelum kembali bergerak, kali ini lebih cepat, seolah bergegas menuju sumber suara.

1
Chenyu Wang
crita nya bagus saya baru baca separuh tapi udah langsung sreg.. lanjutin sampe tamat ya..🙏🙏
Chenyu Wang: sama2..🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!