NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Bekal di Atas Atap

Angin siang berhembus cukup kencang di atas atap gedung SMA elit tersebut.

Pintu besi akses menuju atap terbuka sedikit, membiarkan cahaya matahari menerobos masuk.

Natasha berdiri di dekat pagar pembatas kawat, meremas ujung rok abu-abunya dengan tangan yang berkeringat dingin.

Di atas sebuah meja kayu bekas yang tidak terpakai, tergeletak dua kotak bekal makan siang mewah berlapis kain sutra.

"Kenapa dia lama sekali?" gumam Natasha sambil terus melirik ke arah pintu besi.

Jantung gadis primadona itu berdebar sangat kencang, nyaris melompat keluar dari tulang rusuknya.

Ini adalah pertama kali dalam seumur hidupnya Natasha mengundang seorang laki-laki untuk makan berdua secara diam-diam.

Selama ini, selalu para pria kaya yang mengemis untuk bisa sekadar mengobrol dengannya.

Namun di hadapan Bayu, semua kesombongan dan kasta elit Natasha terasa tidak ada harganya sama sekali.

Kriet.

Suara engsel pintu besi yang berderit membuat napas Natasha seketika tercekat.

Sosok jangkung Bayu melangkah keluar ke area atap dengan gaya santainya yang khas.

Seragam putihnya dikeluarkan, kancing kerahnya terbuka dua, dan kedua tangannya berada di dalam saku celana.

Meskipun penampilannya berantakan seperti berandalan, ketampanan dan pesona maskulin yang menguar dari tubuhnya membuat Natasha tidak bisa berkedip.

"Angin di sini cukup kencang, kau tidak takut riasan mahalmu luntur?" sapa Bayu memecah keheningan.

Bayu berjalan mendekati Natasha, aroma khas tubuhnya yang menenangkan langsung terbawa angin dan menerpa wajah gadis itu.

Aura pemikat dari batu giok hijau bekerja secara otomatis, bereaksi terhadap detak jantung Natasha yang sudah tidak beraturan.

Hawa panas perlahan menjalar dari ujung kaki Natasha hingga ke wajahnya yang kini memerah padam.

"A-aku tidak pakai riasan tebal, jangan sembarangan kalo bicara," elak Natasha dengan nada ketus yang dibuat-buat, berusaha menyembunyikan kegugupannya.

Bayu terkekeh pelan, lalu menarik sebuah kursi kayu patah dan duduk di depan meja bekas tersebut.

Dia melirik ke arah kotak bekal berlapis sutra itu dengan sebelah alis terangkat.

"Jadi, Tuan Putri, kau mengundangku ke sini hanya untuk melihatmu berdiri mematung?" goda Bayu.

Natasha menelan ludah dengan susah payah, kakinya melangkah mendekat dengan sedikit gemetar.

Dia duduk di kursi seberang Bayu, lalu membuka kain sutra yang membungkus kotak bekal tersebut.

Aroma harum dari potongan daging wagyu panggang, salmon asap, dan telur gulung premium langsung menyeruak menggugah selera.

"Ini... ini sebagai ucapan terima kasih karena kau sudah melindungiku dari bentakan Pak Baskoro kemarin," ucap Natasha pelan, tidak berani menatap mata Bayu.

Gadis itu menyodorkan sepasang sumpit kayu mahoni ke arah Bayu.

Bayu menerima sumpit itu, ujung jarinya dengan sengaja menyentuh punggung tangan Natasha.

Deg!

Tubuh Natasha tersentak ringan, seolah ada aliran listrik statis yang menyengat sarafnya.

Sentuhan kulit yang hanya berlangsung sedetik itu sukses membuat bagian bawah perut Natasha bergejolak aneh.

Rasa basah yang sangat memalukan tiba-tiba muncul di sana, membuat Natasha refleks merapatkan kedua pahanya di bawah meja.

"Kau berterima kasih karena aku melindungimu, atau karena kau mulai menyukaiku, Natasha?" tembak Bayu tanpa basa-basi sambil mengunyah sepotong daging wagyu.

Wajah Natasha langsung meledak semerah tomat matang mendengar pertanyaan frontal tersebut.

"Jangan besar kepala! Aku cuma tidak suka berhutang budi pada siapa pun, apalagi pada murid miskin sepertimu!" teriak Natasha panik, menutupi rasa malunya dengan amarah palsu.

Bayu sama sekali tidak terganggu dengan teriakan itu, dia justru tersenyum miring yang membuat ketampanannya semakin mematikan.

"Dagingnya memang sangat lembut," ucap Bayu santai.

Namun, tatapan mata Bayu tidak tertuju pada makanan di depannya, melainkan menatap lurus ke arah bibir merah Natasha yang sedikit terbuka.

Tatapan dominan dan penuh hasrat itu membuat napas Natasha seolah berhenti di tenggorokan.

Gadis itu merasa seluruh pakaiannya dilucuti hanya dengan tatapan mata Bayu.

Udara di atap yang tadinya sejuk mendadak terasa sangat panas dan membakar.

Bayu meletakkan sumpitnya, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan melintasi meja kayu tersebut.

Jarak wajah mereka kini hanya tersisa beberapa jengkal.

Aroma maskulin Bayu yang memabukkan langsung menghantam indra penciuman Natasha tanpa ampun.

"Tubuhmu gemetar, Natasha," bisik Bayu dengan suara rendah yang menggetarkan telinga gadis itu.

Tangan kanan Bayu terulur, ibu jarinya mengusap lembut sudut bibir Natasha yang kebas.

Ah...

Sebuah desahan tertahan lolos dari bibir Natasha saat sentuhan hangat itu mengenai kulitnya.

Kelopak mata gadis primadona itu mulai tertutup perlahan, kepalanya sedikit mendongak seolah menunggu Bayu untuk menciumnya saat itu juga.

Natasha sudah sepenuhnya menyerah pada pesona Bayu, membuang seluruh gengsi dan harga dirinya ke dasar jurang.

Namun, tepat saat bibir mereka nyaris bersentuhan, suara bel tanda masuk berbunyi sangat nyaring dari pengeras suara di bawah atap.

Teng! Tong! Teng!

Suara bising itu menyentak kesadaran Natasha, memaksanya membuka mata dengan panik.

Bayu menarik tubuhnya kembali ke kursinya dengan santai, mengukir senyum penuh kemenangan di bibirnya.

"Waktu istirahat sudah habis, Tuan Putri," ucap Bayu berdiri dari kursinya.

"Terima kasih untuk makan siangnya, rasanya memang sangat nikmat."

Bayu berbalik dan berjalan meninggalkan atap, membiarkan Natasha duduk mematung dengan napas yang masih terengah-engah dan dada yang berdebar gila.

Natasha menyentuh bibirnya sendiri yang masih terasa panas oleh sentuhan ibu jari Bayu.

"Sialan... kenapa dia berhenti ditengah jalan?" batin Natasha merintih kecewa.

Gadis sombong itu kini menyadari satu hal yang pasti.

Dia benar-benar telah jatuh cinta pada pesona Bayu, dan dia sangat menginginkan sentuhan pemuda itu lebih dari apa pun di dunia ini.

...

Di sebuah gudang tua yang lembap dan bau apek di pinggiran kota.

Suara jeritan melengking yang menyayat hati terus bergema memantul di dinding beton yang berlumut.

Aaaaarrrghhh!!!

Kevin berguling-guling di atas lantai semen yang kotor, tubuhnya kejang-kejang dengan sangat hebat.

Keringat dingin membasahi seluruh seragam sekolahnya yang sudah robek di berbagai sisi.

Urat-urat biru menonjol mengerikan di leher, lengan, dan wajahnya, seolah ada cacing yang bergerak-gerak di bawah kulitnya.

Di sudut ruangan, Ki Darmo duduk bersila sambil menghisap pipa tembakau tua dengan wajah datar.

"Tahan rasa sakitnya, bocah," ucap Ki Darmo dingin.

"Pil Racun Tulang Hitam sedang menghancurkan sumsum tulang lamamu dan menggantinya dengan energi chi murni yang beracun."

"Kalau kau pingsan sekarang, tubuhmu akan hancur dan kau akan mati membusuk menjadi genangan darah hitam."

Mendengar kata mati, mata Kevin membelalak lebar.

Rasa sakit yang meremukkan seluruh persendiannya memang nyaris membuat kewarasannya putus.

Namun, bayangan wajah Bayu yang sombong dan senyum meremehkan Natasha terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

Dendam dan kebencian yang sangat pekat menjadi satu-satunya bahan bakar yang menjaga nyawa Kevin tetap menyala.

"Aku... aku tidak akan mati... sebelum membunuh anak miskin itu!" raung Kevin dengan mulut yang dipenuhi busa bercampur darah hitam.

Krak! Krak! Krak!

Suara tulang yang patah dan menyambung kembali dengan paksa terdengar sangat mengerikan dari dalam tubuh Kevin.

Proses penyiksaan itu berlangsung selama tiga jam penuh tanpa henti.

Akhirnya, jeritan Kevin perlahan mereda.

Tubuhnya berhenti kejang, terbaring telungkup di lantai semen dengan napas yang memburu rakus.

Perlahan, Kevin bertumpu pada kedua tangannya dan bangkit berdiri.

Penampilan remaja itu kini berubah drastis.

Otot-otot tubuhnya membesar tidak wajar, urat-uratnya menghitam, dan bola matanya dipenuhi oleh pembuluh darah merah yang pecah.

Dia terlihat seperti monster buas yang kehilangan separuh akal sehatnya.

Kevin meninju dinding beton di sampingnya dengan kepalan tangan kanannya.

Brak!!!

Dinding beton tebal itu langsung retak dan berlubang seukuran kepalan tangannya.

Debu semen berterbangan, namun tangan Kevin sama sekali tidak berdarah atau merasa sakit sedikit pun.

"Luar biasa... kekuatan macam apa ini?" gumam Kevin takjub, menatap kedua tangannya yang kini sekeras besi.

Ki Darmo tertawa serak, bangkit dari posisi duduknya dan berjalan mendekati Kevin.

"Itu adalah hasil dari penderitaanmu."

"Tubuhmu kini kebal terhadap rasa sakit dan memiliki tenaga sepuluh orang dewasa."

"Tapi ingat, kekuatan ini hanya bertahan selama satu bulan sebelum racun itu akhirnya memakan habis jantungmu," jelas Ki Darmo mematikan.

Kevin mendengus pelan, senyum psikopat terukir di wajahnya yang pucat.

"Satu bulan sudah lebih dari cukup bagiku, Guru."

"Aku akan menghancurkan tulang-tulang Bayu satu per satu saat hari ujian kelulusan nanti, di depan mata semua orang yang memujanya."

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!