NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Gelombang tekanan spiritual dari kultivator Alam Inti Emas masih menyapu Kota Awan Merah, memaksa ribuan penduduk fana dan kultivator tingkat rendah jatuh berlutut. Di dalam Paviliun Logistik Keluarga Ye, Qing'er memegangi dadanya, wajahnya sepucat kertas karena tak mampu bernapas di bawah himpitan aura yang setajam pedang tersebut.

​Melihat hal itu, Ye Xuan hanya mendengus pelan. Ia mengangkat tangannya dan menepuk bahu Qing'er dengan lembut.

​Seutas Qi Naga Primordial berwarna keemasan mengalir masuk ke tubuh gadis itu, membentuk perisai tak kasat mata. Seketika, tekanan mencekik yang menindas Qing'er lenyap tanpa sisa. Gadis kecil itu menarik napas panjang, menatap tuan mudanya dengan mata membelalak penuh keajaiban.

​"Tetaplah di sini dan kumpulkan semua sumber daya seperti yang kuperintahkan," ucap Ye Xuan dengan nada tenang, sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan Alam Inti Emas di luar sana. "Aku akan pergi ke alun-alun kota sebentar. Ingat, jika ada anjing Keluarga Ye yang berani masuk dan menghentikanmu, patahkan saja kaki mereka. Perisai Qi dariku akan melindungimu dari serangan kultivator di bawah Alam Pembentukan Fondasi."

​Qing'er mengangguk dengan patuh, matanya kini memancarkan keberanian baru.

​Ye Xuan berbalik dan melangkah keluar dari paviliun. Pedang Besi Bintang Jatuh yang hitam legam dan berukuran raksasa tetap bertengger santai di bahu kanannya. Sepanjang perjalanannya menuju Alun-Alun Pusat Kota, ia melewati jalanan yang dipenuhi oleh penduduk dan anggota berbagai klan yang merangkak atau bersujud ketakutan. Hanya Ye Xuan satu-satunya sosok yang berjalan tegak, punggungnya memancarkan keangkuhan yang menentang langit.

​Alun-Alun Pusat Kota Awan Merah.

​Tempat yang biasanya bising oleh para pedagang kini diselimuti keheningan yang mencekam. Di tengah alun-alun, para petinggi kota—termasuk Penguasa Kota, Tetua Pertama Keluarga Ye (Ye Cang), dan Kepala Keluarga Lin (Lin Zhentian)—berdiri menunduk hormat dengan tubuh yang sedikit bergetar.

​Di atas kepala mereka, bayangan raksasa menutupi sinar matahari.

​Seekor monster spiritual tingkat empat, Elang Bersayap Azure, mengepakkan sayapnya perlahan di udara. Angin dari kepakan sayap itu setajam pisau, menggores lantai batu alun-alun. Di atas punggung elang raksasa tersebut, berdiri dua sosok.

​Sosok pertama adalah seorang pria paruh baya mengenakan jubah biru bersulam pedang perak. Ia adalah Penatua Lu Zifeng dari Sekte Pedang Azure, seorang ahli bela diri Alam Inti Emas yang tatapannya memancarkan arogansi layaknya dewa yang menatap semut.

​Namun, yang membuat mata para penduduk kota—terutama Lin Zhentian—berbinar adalah sosok kedua yang berdiri di samping Penatua Lu.

​Seorang gadis muda berusia enam belas tahun, mengenakan gaun sutra putih salju yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang proporsional. Wajahnya sangat cantik, sedingin peri es, namun memancarkan keangkuhan yang tidak ditutup-tutupi. Alisnya yang lentik seolah meremehkan segala sesuatu di bawah sana.

​Dia adalah Lin Xue'er, mantan tunangan Ye Xuan yang kini telah menjadi murid jenius di Sekte Teratai Es!

​"Xue'er!" Lin Zhentian tidak bisa menahan rasa bangganya dan berseru dari bawah.

​Elang raksasa itu perlahan turun dan mendarat di tengah alun-alun. Penatua Lu Zifeng dan Lin Xue'er melompat turun dengan anggun. Udara dingin seketika menyebar dari tubuh Lin Xue'er; auranya menunjukkan fluktuasi Alam Kondensasi Qi Bintang Delapan puncak! Hanya dalam setengah bulan sejak ia membatalkan pertunangan, kultivasinya telah melesat jauh.

​"Ayah," Lin Xue'er mengangguk pelan pada Lin Zhentian, sebelum menoleh ke arah Lu Zifeng. "Penatua Lu, terima kasih telah mengizinkan junior ini menumpang Elang Azure Anda dalam perjalanan ini. Sekte Teratai Es dan Sekte Pedang Azure memang memiliki hubungan persahabatan yang erat."

​Lu Zifeng tertawa hangat, arogansinya sedikit memudar saat berbicara dengan gadis itu. "Keponakan Xue'er terlalu sungkan. Gurumu, Penatua Mei dari Sekte Teratai Es, adalah sahabat lamaku. Menemanimu kembali ke kampung halaman untuk menjenguk keluargamu bukanlah hal yang merepotkan. Lagipula, aku memang ditugaskan untuk menyapu kota-kota terpencil ini mencari bibit murid."

​Mendengar percakapan itu, para petinggi kota menelan ludah. Posisi Keluarga Lin kini benar-benar tak tersentuh. Lin Xue'er tidak hanya menjadi jenius di sektenya, tapi juga memiliki koneksi langsung dengan tetua sekte raksasa lain!

​Di sisi lain, wajah Tetua Pertama Keluarga Ye, Ye Cang, seputih kertas. Harapan satu-satunya, Ye Tian, telah dilumpuhkan. Kini Keluarga Lin membawa sekutu yang sangat kuat. Keluarga Ye dipastikan akan diinjak-injak mulai hari ini.

​Lin Zhentian menatap Ye Cang dengan senyum berbisa, lalu berbisik pada putrinya, menceritakan kejadian terbunuhnya Lin Wu di Hutan Binatang Buas dan kecurigaannya terhadap para tetua Keluarga Ye.

​Wajah cantik Lin Xue'er seketika diselimuti embun beku. Matanya menyapu tajam ke arah kerumunan Keluarga Ye. "Paman Lin Wu terbunuh? Beraninya klan kecil yang sedang merosot ini memprovokasi Keluarga Lin kita. Ayah, jangan khawatir. Hari ini, aku akan meminta Penatua Lu untuk 'menguji' para jenius Keluarga Ye dengan sangat keras."

​Saat Lin Xue'er sedang menebar ancaman dinginnya, kerumunan di gerbang alun-alun tiba-tiba terbelah. Suara langkah kaki yang berat dan berirama terdengar mendekat.

​Tap... Tap... Tap...

​Seorang pemuda berpakaian sederhana melangkah masuk dengan tenang, memanggul sebuah lempengan besi hitam raksasa di bahunya. Angin menyapu rambut hitamnya yang sedikit panjang, memperlihatkan sepasang mata yang sedalam malam tanpa bintang dan sedingin es abadi.

​Kehadirannya seketika menarik perhatian semua orang, termasuk Penatua Lu Zifeng. Alis Lu Zifeng sedikit berkerut; ia bisa merasakan bahwa pemuda ini sama sekali tidak terpengaruh oleh sisa tekanan spiritualnya.

​"Ye Xuan?!" seru Lin Zhentian, suaranya dipenuhi kebencian murni.

​Lin Xue'er menoleh. Matanya yang indah sedikit melebar saat melihat sosok pemuda itu. Ye Xuan? Bukankah ayah bilang meridiannya sudah dihancurkan malam itu? Kenapa dia bisa berdiri di sini, dan bahkan... fluktuasi Qi-nya tidak terlihat seperti orang cacat?

​Meskipun terkejut, rasa jijik kembali menguasai wajah Lin Xue'er. Ia melangkah maju, memblokir jalan Ye Xuan dengan postur layaknya seorang dewi yang sedang menghakimi pendosa.

​"Ye Xuan, aku tidak menyangka kau masih hidup seperti kecoak yang ulet," suara Lin Xue'er terdengar merdu namun penuh duri. "Kudengar kau membuat sedikit kekacauan di keluargamu. Tapi jangan bermimpi bahwa sedikit keberuntungan bisa mengubah nasibmu. Di hadapanku, kau tetaplah katak di dasar sumur yang tak akan pernah bisa menyentuh bulan di langit. Tempat ini adalah ajang seleksi bagi para jenius yang akan melangkah ke dunia kultivasi sejati, bukan tempat bagi sampah sepertimu untuk mencari perhatian."

​Sorak-sorai ejekan segera terdengar dari barisan Keluarga Lin, menggemakan ucapan putri kebanggaan mereka.

​Ye Xuan menghentikan langkahnya. Matanya yang tak memancarkan emosi apa pun perlahan menatap Lin Xue'er dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tatapan itu bukanlah tatapan kerinduan, kemarahan, atau kesedihan dari seorang mantan tunangan yang dicampakkan.

​Itu adalah tatapan seorang manusia yang sedang melihat seonggok batu kerikil di pinggir jalan. Sangat hambar, sangat tidak berarti.

​"Kau menghalangi jalanku," ucap Ye Xuan datar, hanya tiga kata, namun membuat suhu di sekitarnya anjlok seketika.

​Wajah Lin Xue'er memerah karena marah. Sebagai jenius yang selalu dipuja, diabaikan dengan cara seperti ini oleh pria yang dulu selalu mengekor padanya adalah penghinaan besar.

​"Kau benar-benar tidak tahu diri!" desis Lin Xue'er. "Kau pikir pedang besi rongsokan di bahumu itu bisa menakutiku? Hari ini, aku mewakili Sekte Teratai Es. Jika kau berani melangkah satu inci lagi, aku akan mematahkan kedua kakimu di sini juga!"

​Energi es berwarna biru pucat meledak dari tubuh Lin Xue'er, membekukan ubin batu di bawah kakinya. Fluktuasi Bintang Delapan puncak menyapu arena, membuat banyak pemuda di sekitarnya menahan napas kagum sekaligus ngeri.

​Namun, Ye Xuan bahkan tidak berkedip. Ia memiringkan kepalanya sedikit.

​"Sekte Teratai Es?" Ye Xuan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang memancarkan arogansi tak tertandingi. "Dua hari yang lalu, dua ekor anjing dari sektemu mengonggong di hadapanku di Hutan Binatang Buas. Aku telah menghancurkan kepala mereka. Sepertinya, sekte kalian memang gemar mencetak anjing-anjing berisik yang tidak tahu cara menutup mulut."

​BOOM!

​Begitu kata-kata itu keluar, seluruh alun-alun seolah meledak. Lin Zhentian terbelalak ngeri, sementara wajah Lin Xue'er memucat pias.

​"K-kau... Jadi kau yang membunuh Paman Lin Wu dan dua adik seperguruanku?!" jerit Lin Xue'er histeris, niat membunuhnya kini meledak tak terkendali. Pedang es tipis tiba-tiba terbentuk di tangannya, siap menebas leher Ye Xuan.

​Namun, sebelum Lin Xue'er sempat bergerak, sebuah raungan keras menggema dari tengah alun-alun.

​"Cukup!"

​Penatua Lu Zifeng melangkah maju. Matanya menatap tajam ke arah Ye Xuan, memancarkan tekanan spiritual Inti Emas yang kali ini difokuskan sepenuhnya ke arah pemuda itu.

​"Bocah, kau sangat sombong. Berani menghina Sekte Teratai Es di hadapanku, itu sama saja dengan tidak menaruh hormat pada Sekte Pedang Azure!" suara Lu Zifeng menggelegar. Ia mengeluarkan sebuah pilar batu giok setinggi dua meter dari cincin spasialnya dan menancapkannya ke tanah.

​"Hari ini adalah seleksi penerimaan murid. Aku tidak peduli dengan dendam pribadi kalian. Namun, Sekte Pedang Azure hanya menerima mereka yang memiliki Akar Spiritual Tingkat Tiga ke atas! Jika kau datang untuk mengikuti seleksi, letakkan tanganmu di Pilar Pengukur Tulang ini. Jika bakatmu di bawah Tingkat Tiga... sebagai hukuman atas kelancanganmu, aku sendiri yang akan mencabut lidahmu dan menyerahkanmu pada keponakan Xue'er untuk dieksekusi!"

​Mendengar ancaman dari kultivator Inti Emas itu, seluruh orang dari Keluarga Ye menelan ludah. Kematian Ye Xuan sudah dipastikan. Dantian Ye Xuan cacat sejak lahir, jangankan Tingkat Tiga, memiliki Akar Spiritual Tingkat Satu saja sudah sebuah keajaiban.

​Lin Xue'er menarik kembali pedang esnya dan menyilangkan tangan di dada, menatap Ye Xuan dengan senyum kejam. "Silakan, Tuan Muda Ye. Buktikan pada dunia seberapa 'jenius'-nya dirimu."

​Ye Xuan tidak mempedulikan tekanan Inti Emas yang mencoba meremukkan bahunya, maupun tatapan sinis dari ribuan orang di sana. Ia melangkah maju dengan tenang mendekati pilar batu giok transparan tersebut.

​Mantan Kaisar Dewa, pemegang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, disuruh mengukur bakat di sebuah pilar fana tingkat rendah?

​"Hanya sebuah batu pengukur rapuh," gumam Ye Xuan santai, perlahan mengangkat telapak tangan kirinya yang bersinar dengan cahaya emas samar. "Mari kita lihat, apakah sekte pedang ini sanggup menampung langit."

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!