NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:193.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Memainkan Peran

Keduanya kemudian berjalan menuju kedai teh tersebut.

Setelah memasuki kedai, Boqin Changing memilih sebuah meja di sudut yang cukup tenang. Tempat itu tidak terlalu jauh dari keramaian pasar malam, tetapi suara dari luar hanya terdengar samar. Hang Xue duduk di hadapannya.

Tidak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa teko teh dan dua cangkir.

"Silakan menikmati teh kalian."

Pelayan menuangkan teh ke dalam kedua cangkir sebelum pergi meninggalkan mereka.

Untuk beberapa saat, suasana di antara Boqin Changing dan Hang Xue terasa sunyi. Tidak ada percakapan. Hanya suara samar para pengunjung pasar malam yang terdengar dari luar dan aroma teh hangat yang perlahan memenuhi meja mereka.

Hang Xue mengangkat cangkirnya dan menyesap sedikit. Boqin Changing juga melakukan hal yang sama.

Beberapa saat kemudian, Hang Xue meletakkan kembali cangkirnya.

"Aku baik-baik saja."

Boqin Changing mengangkat pandangannya.

Hang Xue tersenyum kecil.

"Aku sudah mengatakan hal itu beberapa kali kepadamu."

Nada suaranya terdengar ringan. Seolah-olah ia ingin mengakhiri pembicaraan tersebut sebelum menjadi terlalu serius.

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Ia hanya memperhatikan Hang Xue. Kemudian, perlahan, sudut bibirnya terangkat.

"Kau sungguh pintar memainkan peran."

Hang Xue sedikit terkejut.

"Memainkan peran?"

Boqin Changing mengambil cangkir tehnya, tetapi tidak langsung meminumnya.

"Ya."

"Di hadapan orang lain, kau terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki masalah apa pun. Kau tersenyum ketika harus tersenyum, tertawa ketika keadaan mengharuskannya, dan menjawab bahwa dirimu baik-baik saja setiap kali seseorang bertanya."

Hang Xue terdiam.

Boqin Changing melanjutkan dengan nada yang tetap lembut.

"Namun terkadang, seseorang terlalu pandai menyembunyikan keresahannya hingga lupa bahwa keresahan itu tetap terlihat dari cara ia memandang dunia."

Hang Xue menatap Boqin Changing. Ada sedikit keterkejutan di matanya. Ia tidak menyangka pria di hadapannya dapat mengatakan hal seperti itu.

Namun keterkejutan tersebut hanya muncul sesaat. Sebagai keturunan bangsawan, Hang Xue telah menerima pendidikan sejak kecil. Ia diajarkan bagaimana bersikap dalam berbagai keadaan, bagaimana berbicara dengan orang lain, bagaimana menjaga ekspresi, dan bagaimana menyembunyikan emosi ketika berada di hadapan orang luar. Ia tidak mungkin membiarkan seseorang melihat kegelisahannya dengan mudah.

Karena itu, Hang Xue segera tersenyum.

"Tuan Muda Chang terlalu banyak berpikir."

Boqin Changing ikut tersenyum.

"Mungkin."

Hang Xue mengangkat cangkir tehnya.

"Atau mungkin kau terlalu pandai membaca seseorang."

"Dan mungkin kau terlalu pandai menyembunyikan dirimu sendiri."

Keduanya saling menatap.

Untuk sesaat, percakapan itu terasa seperti sebuah permainan. Boqin Changing mengetahui bahwa Hang Xue sedang menyembunyikan sesuatu. Hang Xue mengetahui bahwa Boqin Changing sedang mencoba memahami dirinya.

Namun tidak satu pun dari mereka berniat membuka kartu terlalu cepat. Mereka sama-sama memainkan ilmu seni peran.

Bedanya, Boqin Changing sesungguhnya telah hidup jauh lebih lama daripada wanita di hadapannya. Hang Xue mungkin pandai menyembunyikan perasaan, tetapi di hadapan seseorang yang pernah mengenalnya selama puluhan tahun dalam kehidupan sebelumnya, beberapa gerakan kecil tetap sulit disembunyikan.

Percakapan kemudian perlahan berubah menjadi lebih ringan. Mereka berbicara tentang Kota Chiyou, perdagangan, berbagai keluarga bangsawan, serta kondisi pasar di beberapa wilayah Kekaisaran Houran.

Hang Xue beberapa kali memberikan pendapatnya mengenai perdagangan sumber daya para pendekar. Boqin Changing mendengarkan dengan serius.

Semakin lama berbicara, semakin ia menyadari bahwa kecerdasan Hang Xue di kehidupan kedua ini ternyata tidak jauh berbeda dari kehidupan pertamanya. Ia memang memiliki bakat. Namun yang lebih penting adalah pengetahuannya.

"Pemahamanmu tentang perdagangan cukup dalam."

Hang Xue sedikit terkejut.

"Benarkah?"

Boqin Changing mengangguk.

"Untuk seseorang seusiamu, pengetahuan seperti ini cukup mengesankan."

Pipi Hang Xue sedikit memerah.

"Jangan terlalu memujiku."

Boqin Changing tertawa kecil melihat reaksi Hang Xue.

"Aku hanya mengatakan apa yang kulihat."

Hang Xue tersenyum malu.

"Kalau begitu, terima kasih."

Percakapan ringan itu berlangsung cukup lama.

Namun setelah berbagai basa-basi selesai, Boqin Changing akhirnya meletakkan cangkir tehnya. Ada keseriusan di matanya.

"Nona Xue."

Wanita itu menatapnya.

"Ya?"

Boqin Changing berbicara dengan nada tenang.

"Mulai sekarang, kau harus mulai berani menunjukkan apa yang sebenarnya kau inginkan."

"Jangan selalu memikirkan apa yang diinginkan orang lain. Jangan takut."

Hang Xue menundukkan pandangan.

"Keluargaku memperlakukanku dengan baik."

Boqin Changing tersenyum.

"Aku tahu."

Ia tidak membantah.

"Keluargamu mungkin benar-benar memperlakukanmu dengan baik. Aku juga tidak mengatakan bahwa mereka adalah keluarga yang buruk."

Boqin Changing mengambil cangkir tehnya sekali lagi.

"Namun diperlakukan dengan baik dan memiliki kebebasan untuk memilih adalah dua hal yang berbeda."

Hang Xue terdiam.

Boqin Changing menatapnya.

"Jika suatu hari nanti kau mengalami sebuah masalah yang tidak bisa kau dan keluargamu tangani, beritahu aku."

Hang Xue sedikit mengernyit.

"Kau?"

"Ya."

"Apa yang bisa kau lakukan?"

Boqin Changing tersenyum ringan.

"Banyak hal."

Jawabannya sederhana. Namun entah mengapa, Hang Xue tidak merasa Boqin Changing sedang membual.

Boqin Changing melanjutkan,

"Aku masih akan tinggal di Kota Chiyou beberapa hari lagi sebelum melanjutkan perjalanan."

"Jadi, selama aku masih berada di sini, kalau kau membutuhkan bantuan, kau bisa mencariku."

Hang Xue tersenyum.

"Terima kasih, Tuan Muda Chang."

Boqin Changing menggeleng pelan.

"Aku benar-benar serius."

Senyumnya menghilang. Tatapannya menjadi lebih dalam.

"Setiap manusia berhak atas kebebasan hidupnya masing-masing."

Hang Xue memandangnya tanpa berkedip.

"Masa depan yang baik bukan sesuatu yang diberikan oleh orang lain. Masa depan yang baik adalah buah dari pilihan yang kita buat sendiri."

Kalimat itu membuat Hang Xue terdiam cukup lama.

Ia tidak tahu mengapa kata-kata sederhana tersebut terasa begitu berat. Sejak kecil, hidupnya memang sudah dipenuhi oleh berbagai pilihan yang dibuat orang lain untuknya.

Pendidikan, tanggung jawab keluarga, hubungan antarbangsawan, bahkan pernikahan. Semua itu dianggap sebagai bagian dari kehidupan yang harus ia jalani.

Namun untuk pertama kalinya, seseorang mengatakan kepadanya bahwa ia berhak memilih. Hang Xue belum sempat menjawab ketika tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu kedai.

"Tuan Muda Chang!"

“Saudari Xue!”

Boqin Changing dan Hang Xue sama-sama menoleh. Qian Ling berjalan cepat menuju meja mereka. Wajahnya terlihat sedikit malu.

"Ah, ternyata kalian di sini."

Qian Ling segera berhenti di depan meja.

"Maaf, Saudari Xue. Tadi aku benar-benar tidak sadar kalau kita sudah berpisah."

Ia tertawa kecil.

"Aku baru menyadarinya setelah cukup lama mencari."

Hang Xue tersenyum.

"Tidak apa-apa."

Qian Ling kemudian menarik kursi dan duduk.

"Aku bahkan sempat berpikir kalian berdua sudah pulang."

Boqin Changing tertawa kecil.

"Sepertinya malam ini kita memang sama-sama tidak memperhatikan keadaan."

Qian Ling ikut tertawa.

"Benar."

Boqin Changing kemudian menghabiskan teh di dalam cangkirnya sebelum perlahan berdiri.

"Kalau begitu, aku pamit dulu."

Qian Ling tampak terkejut.

"Secepat itu?"

Boqin Changing mengangguk.

"Ada urusan yang harus kulakukan malam ini."

Qian Ling mengangguk pelan.

"Baiklah."

Boqin Changing kemudian menatap Hang Xue. Tatapan mereka bertemu.

"Jangan lupakan pesanku."

Hang Xue terdiam sejenak.

"Aku masih berada di kota ini beberapa hari lagi."

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Kau tahu tempat di mana bisa mencariku."

Hang Xue mengangguk perlahan.

"Baik."

Boqin Changing kemudian berbalik dan meninggalkan kedai. Hang Xue terus memandang punggungnya sampai pria itu menghilang di antara keramaian pasar malam.

Qian Ling yang duduk di sampingnya memandang Hang Xue dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. Namun Hang Xue tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menatap ke arah tempat Boqin Changing menghilang.

Entah mengapa, kata-kata pria itu terus terngiang di kepalanya.

“Setiap manusia berhak atas kebebasan hidupnya masing-masing.”

Hang Xue menundukkan pandangan. Untuk pertama kalinya, ia mulai bertanya kepada dirinya sendiri.

“Apa sebenarnya yang kuinginkan?”

1
ibarumbung
💪💪💪💪💪
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jadikan es lilin semua
Jeffie Firmansyah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Langsung dikepruk aza wes 🔥🌽
Royaleia 🐲
sekarep mu dewek Thor 👍👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 💪💪💪
Nanik S
Keluarga Fei sudah dengar bahwa Sekte Bulan kelam saja mampu dihancurkan sendiri lalu... pasti Keluarga Fei nasibnya sama
Nanik S
Chang sudah memberi kesempatan dan kalau sudah Dinding Es mengurungnya... sudah pasti jadi santapan Empuk
calvyn narendra
lanjuuttt thorrr
Ardi ansyah
seru. maaf k boleh izin kenalin novel aku. aku baru buat. The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny.
Nanik S
Andai mereka tau bahwa Anak Muda itu adalah Dewa Kematian siapa lagi yg berani bergerak
Nanik S
Booooommm... sekali tendang langsung melesat🤣🤣🤣
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍😍🤣💪💪💪
yayat
dapt harta gratisan lg dpt sumbangn lumayan buat beli cilok
Jeffie Firmansyah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
teguh andriyanto
hmm... lama..
will
klo ada sha nuo pasti bilang " paaammmmmmeeeeerrrrrr" 🤣😂👍💪
budiman
masih satu mawar 🌹
teguh andriyanto
bordil Thor, bordil.... bordir berarti ke tukang jahit pakaian
will: hehehe betul tu thor bordil bkn bordir 😂🤣👍
total 1 replies
budiman
satu mawar 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!