Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
He Lianhua yang merasa marah kembali menata ekspresi nya kembali, dia mengangguk mengiyakan dengan sama angkuh nya seperti suaminya.
An Roro yang di peringatkan seperti itu merasa sedikit panik, bukan menganggap perkataan tuan Wang ini. Tapi takut merasa suaminya akan salah paham, dia segera berkata. "Tidak! Miskin ataupun kaya, aku akan tetap bersama suamiku. Jika kamu pergi saat dia miskin dan kembali saat dia kaya, apakah itu masih bisa di sebut suami istri? Pasangan itu saling menerima!"
Toko itu bukannya sepi, keributan yang mereka lakukan telah menarik perhatian orang. Dan bahkan pelanggan yang berada di lantai atas pun melihat nya.
Mereka mengangguk-angguk merasa sangat setuju dengan ucapan An Roro, beberapa kemudahan menatap He Lianhua dengan sorot menghina. Pandangan mereka seolah mengatakan, oh, jadi ini perempuan yang pergi dari suaminya demi menjaga istri orang kaya?
Lin Chen mengusap kepala An Roro dan memberikan senyum penghargaan kepadanya, melihat nya An Roro kemudian merasa lega.
Lin menatap mereka berdua, "Yah... Perkataan tuan Wang juga ada benarnya. Perempuan bisa memilih apakah dia ingin hidup dengan pria miskin atau pria kaya"
Orang-orang seketika terdiam mendengar ucapan Lin Chen.
"Namun apa yang di katakan istriku ini juga benar, jika wanita pergi ketika pria miskin dan kembali saat pria kaya. Lalu apakah ini bisa disebut suami istri?" Lin Chen menatap ekspresi tuan Wang yang berubah masam.
"Lalu, apakah dia pasti akan setia? Saya rasa tidak, mereka mungkin akan setia, namun hanya karena kekayaan anda. Jika anda berada dalam titik terendah anda, mungkin dia akan pergi mencari pria kaya lainnya." Lin Chen menatap pria Wang dengan bibir tersenyum dan mata bersinar yang memberikan intimidasi juga ejekan. "Roda takdir pasti akan berputar tuan, ada kalanya seseorang menjadi sangat miskin dan ada kalanya mereka juga menjadi sangat kaya."
Perkataan Lin Chen di akhir memberikan pemikiran baru pada orang-orang disana, dan beberapa orang di atas sana menatap nya dengan sedikit kekaguman dan keterkejutan.
Tuan Wang melirik lantai atas dan orang-orang sedang menonton mereka, biasanya dia merasa senang saat menjadi pusat perhatian seperti ini. Namun kali ini dia berada di pihak yang di rugikan, dan hal ini benar-benar membuatnya kesal.
"Anda seperti nya benar" tuan Wang tersenyum palsu. "Saya benar-benar meremehkan anda" Kemudian dia pergi tanpa mempedulikan He Lianhua lagi.
He Lianhua berlari mengikuti tuan Wang dari belakang nya, niat hati ingin pamer kepada Lin Chen kenapa semuanya menjadi seperti ini?
Dia tidak menyangka Lin Chen bisa berubah sedrastis itu, sikap nya yang selalu membisu ternyata bisa berubah begitu anggun setelah dia pergi. Yah, dirinya memang sempat terpesona saat Lin Chen berbicara mengendalikan keadaan, namun apa artinya, itu dia lakukan untuk mempermalukan mereka!
Demi menjaga muka nya, tuan Wang hanya bisa membiarkan hal ini terjadi dan pergi seolah mendapat pencerahan. Orang di lantai atas itu bukan orang sembarangan, dia tidak bisa membiarkan harga dirinya hancur di hadapan nya.
Maka dari itu dia tidak melawannya langsung dengan kekuasaan, melainkan langsung pergi demi menjaga reputasi nya di hadapan nya.
Setelah keributan itu, Lin Chen tidak ingin terus menjadi tatapan semua orang di sana. Dia memberi isyarat kepada pelayan yang menyambut nya tadi.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?"
"Tolong antarkan aku ke lantai atas, aku ingin membeli pakaian jadi untuk istriku"
Pelayan itu mengangguk, dan dia menuntun mereka ke lantai dua. Jika lantai satu adalah tempat untuk transaksi barang umum seperti selimut, sapu tangan, kain kasar, kain linear, benang dan jarum. Lantai dua di khususkan pada pelanggan kelas menengah ke atas yang datang untuk membeli kain sutra dan pakaian jadi dan barang kualitas tinggi lainnya.
"Di lantai dua, terdapat tempat duduk untuk para tamu kelas menengah ke atas duduk. Pelayan itu membawa Lin Chen dan An Roro ke tempat kosong dan membiarkan mereka duduk, di atas meja juga ada teh dan camilan.
Setelah mendapatkan fasilitas yang lebih baik, Lin Chen mengangguk cukup puas dan melanjutkan apa yang di inginkan nya.
"Sayang, warna apa yang kamu suka? Kuning atau merah muda?"
Pertama kali di panggil sayang oleh suaminya, An Roro merasa begitu panas di wajahnya. Dia menunduk merasa malu namun hal ini tidak membuat nya menjadi bisa tidak berbicara.
"Warna merah muda... Warna itu boleh?"
"Tentu saja"
"Berikan kami satu set pakaian sutra wanita berwarna merah muda. Tiga set pakaian linear nya,"
An Roro terkejut. "S-suami, aku tidak membutuhkan pakaian sutra dan pakaian jadi sebanyak itu. Kita bisa membeli kain nya saja dan membuat nya"
"Kamu bisa menjahit?"
An Roro mengangguk yakin, Lin Chen akhirnya mengangguk. "Tambahkan satu set peralatan menjahit dan sepuluh inci kain linear untuk warna merah muda, kuning, biru dan abu."
Bukannya mengurangi, tapi malah menambah. Baik An Roro dan pelayan itu sama-sama tidak menyangka.
Lin Chen menatap wajah istrinya. "Kamu hampir tidak memiliki pakaian, tolong jangan tolak pemberian suami mu"
Pelayan itu juga menyahut. "Nyonya, suami anda sangat baik dan begitu memanjakan. Anda tidak boleh menolak pemberian nya, itu akan melukai perasaan suamimu."
Perkataan Lin Chen memberikan dampak dua puluh persen, namun perkataan pelayan itu memberikan dampak delapan puluh persen. An Roro akhirnya mengangguk dan berterimakasih dengan manis kepada suami nya.
"Terimakasih suami..."
"Jika ingin berterimakasih, lakukan lah di rumah nanti~ "
Wajah An Roro memerah dan dia mengangguk menyetujui nya.
Lin Chen tersenyum puas lalu melihat pelayan itu. "Jika ada pakaian merah muda dengan warna berbeda, tolong berikan dengan warna yang lebih terang dan semu. Kamu mengerti?"
"Baik, saya mengerti tuan. Saya akan menyiapkan pesanan anda." Pelayan itu kemudian pergi.
Selang beberapa menit kemudian pelayan tadi akhirnya datang dengan semua pesanan. Dia membungkus nya dengan rapi, pelayan itu menjelaskan masing-masing harga nya. "Satu set pakaian sutra ini berharga 10 Tael perak, tiga set pakaian linear berharga 4 setengah tael perak. 10 inci kain linear satu warna 200 Wen dan empat warna 800 Wen. Peralatan menjahit ini di berikan pemilik toko secara gratis, beliau meminta maaf atas ketidak senangan yang anda alami tadi"
"Semuanya 15 tael 300 Wen. Pemilik toko juga memberikan anda diskon, sehingga anda cukup membayar 15 tael saja"
Pemilik toko sepertinya tidak bisa turun tangan sendiri membantu nya karena tuan Wang sendiri termasuk pelanggan tetap di toko nya. Lin Chen mengangguk, "sampaikan terimakasih ku kepadanya, di masa depan aku pasti akan terus menjadi pelanggan di sini"
Lin merogoh pakaiannya, berpura-pura mengambil uang, namun sebenarnya dia mengambil dari ruang nya. "Satu tael ini anggap saja sebagai uang tips, terimakasih atas pelayanan mu"
Pelayan itu tersenyum begitu senang mendapatkan uang tips begitu besar, setara beberapa bulan gajinya. "Terimakasih tuan, selamat datang lagi"
Pelayan itu mengantar Lin Chen sampai keluar pintu dan membungkuk kepadanya.