NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:378
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Bayi di Dalam Batu Kristal

"Asapnya sudah hilang... tapi, apa ini?" gumamnya lirih dengan suara bergetar.

Di depannya, hamparan tanah hutan telah ambles ke dalam, membentuk sebuah kawah melingkar yang luas namun tidak terlalu dalam—persis seperti bekas hantaman benda ruang angkasa.

Namun, tidak ada batu meteor hitam atau puing logam pesawat di sana. Di dasar kawah tersebut, terdapat sebuah objek asing yang memancarkan pendaran cahaya keperakan yang silau namun menenangkan.

Didorong rasa penasaran yang memuncak, Lucas turun meniti lereng cekungan kawah yang licin, mendekati objek misterius tersebut.

Saat jaraknya tinggal selangkah, Lucas harus menyipitkan mata menahan kilau pendarannya.

Objek itu berbentuk bulat lonjong besar, bertekstur halus seperti pualam dengan gurat-gurat keemasan samar di permukaannya. Tampak sangat kokoh, namun memancarkan kehangatan yang aneh.

"Apa ini... telur raksasa?" gumam Lucas takjub.

Otak petaninya mencoba mencari logika. Apakah ini telur dinosaurus purba yang entah bagaimana jatuh dari langit? Ataukah benda berharga dari peradaban kuno yang terkubur?

Sempat terlintas di benak Lucas yang naif, jika benda ini memiliki nilai jual yang tinggi, dia dan Sarah bisa kaya mendadak dan tidak perlu memeras keringat di ladang setiap hari.

Lucas tersenyum lebar sesaat, membayangkan tumpukan emas. Namun, seringai itu langsung lenyap begitu dia membayangkan wajah murka Sarah jika tahu dia kabur ke hutan demi mencari batu bernilai tinggi.

Lucas menggeleng cepat, menepuk dahinya sendiri. "Aduh, apa yang kupikirkan? Ini pasti cuma batu luar angkasa biasa. Lebih baik aku laporkan saja ke kepala desa..."

Tepat ketika Lucas hendak berbalik untuk meninggalkan kawah, sebuah suara menghentikan gerakannya.

KREK.

Garis retakan tipis muncul di permukaan telur pualam tersebut. Cahaya putih benderang menyembur keluar dari celah retakan, memaksa Lucas menutup wajahnya dengan kedua lengan.

Retakan itu kian merambat cepat, membelah cangkang telur misterius itu menjadi dua bagian.

Bukan monster, bukan pula bongkahan batu berharga.

Saat cangkang itu terbuka sepenuhnya, selimut energi hangat menguap ke udara, menampakkan sesosok makhluk kecil yang terbaring di dalamnya.

Di atas hamparan kain sutra putih yang halus di dasar cangkang, terdapat seorang bayi perempuan yang baru lahir. Kulitnya seputih pualam, parasnya sangat cantik menawan layaknya dewi kecil.

Bayi itu tampak tertidur dengan sangat damai, seolah tidak peduli bahwa dia baru saja terlempar melintasi dimensi dan menghantam bumi dengan ledakan dahsyat.

Lucas terpaku di tempatnya, napasnya tercekat di tenggorokan. Jantungnya berdentum hebat menabrak rongga dada. Air matanya nyaris luruh seketika.

Selama lima belas tahun, dia dan Sarah mendambakan seorang anak. Dan kini, di tengah hutan paling menyeramkan, di dalam sebuah telur yang jatuh dari langit, alam semesta menyajikan seorang bayi perempuan yang suci tepat di hadapannya.

Bawa pulang atau tidak? Bagaimana kalau bayi ini berbahaya? Tapi bagaimana bisa makhluk seindah ini berbahaya?

Pikiran Lucas berkecamuk hebat antara rasa tidak percaya, ketakutan akan hal magis yang baru ia saksikan, dan naluri kebapakannya yang mendadak bangkit bergelora.

Dengan tangan yang gemetar hebat, Lucas perlahan berlutut di dasar kawah, mengulurkan jemarinya yang kasar untuk menyentuh pipi lembut sang bayi misterius.

****

Langkah kaki Lucas terasa sangat ringan, seolah-olah rasa lelah setelah memeras keringat di ladang menguap begitu saja. Di bawah naungan kanopi hutan Arcania yang mulai kembali tenang, petani paruh baya itu berjalan setengah berlari. Rasa takut akan monster atau kutukan kuno lenyap, digantikan oleh debar kegembiraan yang meluap-luap di dalam dadanya.

Di dalam dekapan lengannya yang gemetar, sesosok bayi perempuan yang baru saja keluar dari cangkang telur kristal di kawah hutan itu bersandar pasrah.

Tubuh mungilnya yang hangat dibungkus oleh selembar kain sutra putih bawaannya, membuat Lucas harus mendekapnya dengan ekstra hati-hati seolah sedang membawa pualam yang paling rapuh di semesta.

Lucas memotong jalur ladang tomat mereka, memastikan tidak ada pasang mata warga desa yang melihatnya, lalu menyelinap melalui pintu belakang rumah kayu berlantai dua miliknya.

Cklek.

Lucas menutup pintu dengan tumit kakinya, menguncinya perlahan, lalu menarik napas panjang untuk menstabilkan detak jantungnya.

Suasana rumah begitu sunyi. Lucas melangkah cepat meniti lantai kayu menuju kamar tidur utama di lantai satu. Dengan siku tangannya yang bebas, ia mendorong pintu kamar yang tidak tertutup rapat.

"Sayang, lihat apa yang kubawa dari luar!" seru Lucas dengan nada bergetar, antara bangga dan panik.

Sarah, yang sedang berbaring di atas ranjang untuk memulihkan tubuhnya yang kelelahan akibat kepanikan di ladang tadi, langsung menegakkan punggung.

Wanita itu bersandar pada kepala ranjang, menyipitkan matanya yang masih sembap karena cemas. Tatapannya seketika terkunci pada bundelan kain putih di dalam dekapan suaminya. Dari balik lipatan kain itu, samar-samar terdengar suara lenguhan kecil.

"Benda apa itu, Lucas? Kau... kau nekat kembali ke hutan?" tanya Sarah, suaranya meninggi antara terkejut dan curiga.

"Ini bukan benda, Sarah. Ini hadiah terbaik dari alam semesta untukmu," Lucas melangkah mendekati tepi ranjang dengan hati-hati. Ia perlahan menurunkan lengannya, membuka sedikit lipatan kain sutra tersebut, dan memperlihatkan isinya kepada sang istri.

"Oh, Tuhan... Lucas?!" Sarah terpekik kecil, tangannya refleks menutup mulut karena terkejut.

Di hadapannya, terbaring seorang bayi perempuan yang teramat cantik. Kulitnya seputih pualam, dan yang paling menakjubkan, sejumput rambut seputih salju tumbuh di kepala mungilnya. Sepasang matanya yang semula terpejam tiba-tiba terbuka perlahan, memperlihatkan manik mata ungu bening yang menatap polos ke arah Sarah.

"Oekk! Oekk! Oekk!"

Seolah baru menyadari lingkungan asing di sekitarnya, suara tangisan bayi yang nyaring dan jernih seketika pecah, menggema membelah kesunyian kamar kayu yang tadinya sunyi senyap.

"Lucas... apa aku sedang bermimpi? Kenapa... kenapa bisa ada bayi di tengah hutan?" Sarah tercengang, menatap suaminya dengan pandangan menuntut penjelasan.

"Aku menemukannya di dalam kawah bekas ledakan tadi, Sarah. Dia berada di dalam sebuah bongkahan kristal ajaib berbentuk telur raksasa. Tepat saat aku mendekat, kristal itu terbelah dan anak ini ada di dalamnya," jawab Lucas panik, mendadak bingung bagaimana harus menjelaskan fenomena magis tersebut.

"Sayang, bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus melapor ke kepala desa?"

Namun, ketakutan Lucas sama sekali tidak menular pada istrinya. Berbeda dengan suaminya, ekspresi wajah Sarah berubah drastis dalam hitungan detik.

Air mata haru mendadak mengalir deras membasahi pipinya yang berkerut tipis. Tanpa ragu sedikit pun, Sarah mengulurkan kedua lengannya, mengambil alih tubuh mungil bayi perempuan itu dari dekapan Lucas, lalu mendekapnya erat ke dada dengan penuh kasih sayang.

"Sudahlah, Lucas! Jangan panik begitu," ucap Sarah, suara seraknya dipenuhi emosi yang meluap-luap. "Aku justru... aku justru ingin berterima kasih padamu. Aku sangat senang kau membawa hadiah seberharga ini pulang ke rumah kita."

Sarah menimang bayi itu dengan kelembutan seorang ibu yang telah lama mendamba. "Lima belas tahun, Lucas. Lima belas tahun kita hidup dalam kesunyian tanpa tangisan anak. Akhirnya aku bisa menimang seorang bayi, meskipun dia bukan anak kandung yang lahir dari rahimku. Aku akan menjaga, merawat, dan menganggapnya sebagai darah dagingku sendiri."

Kebahagiaan Sarah terasa begitu nyata hingga memenuhi seluruh sudut kamar kayu mereka. Lucas yang berdiri di tepi ranjang hanya bisa menatap dengan mata berkaca-kaca, ikut terharu melihat binar kehidupan yang sempat padam dari mata istrinya kini kembali menyala terang.

"Benarkah? Apa kamu sebahagia itu, Sarah?" tanya Lucas memastikan sekali lagi, suaranya tercekat di tenggorokan.

Sarah mengangguk mantap sambil terus tersenyum manis, membiarkan jemari mungil si bayi menyentuh ujung jarinya. "Tentu saja, Sayang. Mulai hari ini, aku adalah ibunya, dan kau adalah ayahnya. Sekarang, lebih baik kau segera pergi ke kota. Beli pakaian bayi, susu, selimut hangat, dan semua perlengkapan yang dia butuhkan!"

"Baik, baik, aku berangkat sekarang!"

Lucas memutar tubuhnya dengan tergesa-gesa, namun langkahnya kembali terhenti di ambang pintu. "Tunggu, Sarah. Kita belum memberikan nama untuk putri kecil kita."

Sarah tampak berpikir sejenak, memandangi helai rambut putih sang bayi yang berkilau terkena pantulan cahaya lilin kamar.

"Emm... bagaimana kalau kita memanggilnya White? White Crystal. Kurasa nama itu sangat cocok karena rambutnya seputih salju dan dia terlahir dari kristal ajaib di hutan. Bagaimana menurutmu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!